Transmigrasi Sexy Mafia

Transmigrasi Sexy Mafia
Chapter 22


__ADS_3

"Rahasia apa yang kau sembunyikan Bastian? Kenapa kau ingin sekali menyingkirkan Nara?" tanya Florencia dalam lamunannya.


Ceklek ..


Pintu kamar yang terbuka menyadarkan Florencia dari lamunannya dan sontak ia melihat ke arah pintu.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Geovano yang langsung masuk ke kamar Florencia laki laki itu mendaratkan bokongnya di sebelah Florencia yang duduk di sofa kamarnya.


"Tidak ada."


"Wanita itu bebas," kata Geovano menahan marahnya.


Florencia menatap Geovano yang juga sedang menatapnya.


"Maaf," lirih Geovano.


"Kenapa minta maaf? Bukankah seharusnya kau senang? kekasih tercinta mu itu bebas," kata Florencia dengan nada mengejek.


"Mantan," kata Geovano dingin.


Florencia memutar bola matanya malas. Ia mengabaikan ucapan Geovano dan lebih memilih fokus membalas pesan dari Axel.


Geovano geram, ia tidak suka di abaikan terlebih lagi oleh istrinya itu.


"Kembalikan!!"


Sarkas Florencia saat Geovano merampas ponselnya. Rahang Geovano mengetat kala membaca pesan yang di kirim Axel itu.


'Ke mansion sekarang'


"Ada hubungan apa di antara kalian?" tanya Geovano seraya meremas ponsel Florencia marah.


"Apa urusannya dengan mu?" Florencia menarik paksa ponselnya dari tangan Geovano.


"Menjauh lah dari laki laki itu" desis Geovano tajam.


"Kau tidak berhak atas diri ku! Berhentilah mencampuri urusan ku!!" desis Florencia tak kalah tajamnya dan berlalu pergi.


"Kau!!" sentak Geovano tertahan. Laki laki itu mengepalkan tangan sampai urat uratnya terlihat.


**


Mansion Florencia.


"Kau menemukan sesuatu, Al?" tanya Florencia.

__ADS_1


"Ya, kau lihatlah," Alexa menunjukkan sebuah video CCTV di laptopnya pada Florencia.


Video CCTV itu menunjukkan di mana Yati sang Asisten rumah tangga tengah berada di dapur. Yati terlihat bingung dan menangis di sana.


Yati menatap sebuah botol kecil yang entah apa isinya kemudian Yati membuka tutup botol itu lalu memasukkan isinya ke segelas jus yang sudah di siapkannya. Yati mengucek jus itu dengan tangan gemetar dan tangisannya yang semakin menjadi.


"Apa yang dia masukkan ke dalam jus itu?" tanya Florencia.


"Racun," kata Axel.


"Oh god, jika itu benar, mungkin saat ini Flo sudah tiada. Kau harus lebih berhati hati Flo," kata Alexa.


"Tidak akan aku ampuni dia! Aku akan menghabisinya sekarang juga!" desis Axel tajam.


"Axel tenanglah," peringat Florencia.


"Bagaimana aku bisa tenang Flo? Dia mencoba untuk menghabisi mu!"


"Dia tidak ingin menghabisi ku. Jika dia berniat untuk menghabisi ku dia tidak mungkin mencegah ku untuk meminum jus itu? Ada hal lain di balik ini semua."


"Yang di katakan Flo itu benar Axel, kita harus tenang. Sepertinya ada seseorang yang menyuruhnya dan kita harus mencaritahu, siapa orang itu?" kata Alexa.


FLASH BACK ON


Tok.. Tok..


"Saya bawakan segelas jus untuk nyonya," kata Yati. Terlihat sekali dari wajahnya jika wanita itu sangat gugup.


Tanpa menjawab Florencia langsung mengambil gelas itu dari nampan dan langsung meminumnya.


Prang ..


Saat Florencia hendak meminum jus itu tiba tiba saja Yati mendorong tangan Florencia dengan sangat keras hingga jus itu jatuh tak tersisa ke lantai.


"Apa yang kau lakukan?" sentak Florencia.


"Maaf nyonya saya tidak sengaja, saya tersandung," Yati menunduk kan kepalanya. Butiran bening itu jatuh membasahi pipinya.


"Kau berbohong. Apa yang kau sembunyikan dari ku?" batin Florencia.


Setelah membersihkan tumpahan jus dan pecahan gelas, Yati keluar dari kamar Florencia.


"Maaf kan saya nyonya, maaf kan saya," lirih Yati saat menutup pintu kamar Florencia.


Yati merogoh ponsel di saku depan bajunya. Yati mengetik kan sesuatu di sana dengan tangan gemetar dan air mata yang mengalir deras membasahi pipinya.

__ADS_1


'Maaf nyonya saya tidak bisa melakukan ini, habisi saja nyawa saya'


FLASH BACK OFF


**


"Sayang aku mohon maaf kan aku. Aku cinta sama kamu, aku gak mau kita putus," Callista memegang tangan Geovano.


Tak lama setelah Florencia pergi tadi, Callista datang ke mansion Geovano. Para bodyguard sudah mencegah Callista untuk masuk tapi wanita itu malah mengancam akan melukai dirinya sendiri jika dia tidak di ijinkan masuk sehingga mau tak mau para bodyguard itu membiarkan Callista masuk.


"Pergi!" kata Geovano dingin.


"Sayang aku mohon jangan begini, aku tahu kamu masih sangat mencintai aku. Kasih aku satu kesempatan, kita mulai lagi dari awal. Aku minta maaf, aku sangat menyesal" Callista memeluk erat Geovano.


Brak ..


Geovano melepas pelukan Callista dan mendorongnya hingga wanita itu jatuh terjerembab ke lantai yang dingin.


Callista memeluk kaki Geovano. "Maaf kan aku, aku sangat menyesal. Aku tahu aku salah, aku sudah mengkhianati mu tapi kamu harus tahu aku sama sekali tidak mencintai Bastian karena orang yang aku cinta itu kamu, hanya kamu. Kasih aku satu kesempatan, aku akan memperbaiki kesalahan ku dan kita mulai semuanya dari awal. Aku sangat mencintai mu Vano, aku gak mau kehilangan diri mu. Maaf kan aku."


Geovano tersenyum ke arah Callista dan membantu wanita itu untuk bangkit. Callista tersenyum penuh kemenangan, usahanya tidak sia sia. Callista tahu Geovano sangat mencintainya dan ia sangat yakin jika Geovano mempercayai ucapan bohongnya itu dan akan langsung memaafkan nya.


Tapi senyuman Callista itu pudar kala ia melihat tatapan Geovano sangat tajam padanya. Tatapan penuh kebencian. Ini untuk pertama kalinya Geovano menatap Callista seperti itu Callista sendiri sampai tidak percaya karena selama ini tatapan itu penuh dengan cinta tapi kini tatapan itu berubah menjadi tatapan penuh kebencian.


Apa yang terjadi pada Geovano yang sangat mencintainya itu?


"Sayang.. Sa-sakit.." lirih Callista saat Geovano mencengkeram kedua pundaknya sangat kencang.


"Stop panggil aku sayang, kau tidak berhak lagi atas itu," kata Geovano datar tapi matanya menatap sengit Callista. Jika saja yang di hadapannya kini adalah seorang laki laki mungkin sejak kedatangannya tadi Geovano sudah melayangkan bogem mentahnya.


"Aku memaafkan mu atas kesalahan mu yang sudah mengkhianati ku-"


"Kamu memaafkan ku, itu artinya kita balikan," potong Callista seraya menunjuk kan senyum manisnya tapi senyum itu lagi lagi pudar kala Geovano melanjutkan lagi ucapannya.


"Tapi aku tidak akan pernah memaafkan orang yang sudah dengan sengaja mencelakai istri ku. Aku tidak akan membiarkan orang itu lolos dan akan aku pastikan dia mendapat balasan atas pembuatannya."


Callista terdiam dengan isakannya. Wanita itu tidak berani menatap Geovano.


"Kau bisa lolos dari hukum tapi kau tidak akan pernah bisa lolos dari ku Callista Carol. Kau tunggu lah kehancuran mu," desis Geovano yang berhasil membuat tubuh Callista membeku.


Geovano melepas cengkramnya kemudian mendorong Callista hingga wanita itu jatuh untuk yang kedua kalinya di lantai.


"Bawa wanita itu keluar dan jangan biarkan dia masuk ke mansion ku lagi."


"Baik tuan."

__ADS_1


Dua bodyguard membawa Calista dengan menyeratnya ke luar mansion karena wanita itu terus saja memberontak.


__ADS_2