Transmigrasi Sexy Mafia

Transmigrasi Sexy Mafia
Chapter 52


__ADS_3

Keesokkan harinya..


Brak


Suara hentakan pintu yang di buka secara kasar itu mengusik tidur Florencia dan juga Geovano.


Objek pertama yang Florencia dan Geovano lihat saat membuka mata mereka adalah Jasper dan anggota The Devil.


Mario? Kemana laki laki itu? Entahlah..


Jasper melangkah kan kakinya mendekat ke arah Florencia tapi saat jarak mereka sudah dekat, Geovano malah berdiri di hadapan Florencia untuk menghadang langkah Jasper untuk tidak mendekati Florencia.


Jasper masih belum mengetahui jika gadis yang ada di hadapannya itu bukan Laura melainkan Florencia.


Jasper tersenyum miring melihat itu. "Menyingkirlah atau aku akan menembak mu."


Geovano tersenyum remeh. "Lakukan saja."


"Kau sangat menyayangi adik mu ini rupanya. Bagaimana jika aku sedikit bermain main dengan adik tersayang mu itu?"


"BANGSAT!! JANGAN PERNAH BERANI KAU SENTUH DIA DENGAN TANGAN KOTOR MU ITU!!" sarkas Geovano. Dadanya naik turun karena amarah yang membuncah.


Bugh


Satu bogem mentah mendarat di wajah Geovano yang penuh lebam itu. Kondisi Geovano yang sudah sangat lemah itu pun ambruk hanya dengan satu pukulan yang di layang kan oleh Jasper.


Florencia menatap Jasper tajam. Kilatan amarah jelas terpancar dari sorot matanya. Jika saja kilatan itu bisa menembus jantung Jasper bisa di pasti kan pria tua itu kini sudah tak bernyawa.


Srett


Dengan sekali gerakan topeng yang di pakai Florencia terlepas begitu saja.


Mata Jasper membola melihat itu. "Kau!! Bagaimana bisa kau?"


"Kenapa? Kau takut?"


"Untuk apa aku takut dengan gadis ingusan seperti mu? Kau bukan tandingan ku," Jasper tersenyum remeh. "Bodyguard habisi dia," titahnya kemudian.


"STOP!"


Saat bodyguard akan menyerang Florencia, suara Matteo yang baru saja datang bersama Axel menggema di ruangan itu. Alexa, Laura dan Kenand berada di belakangnya.


Di luar bangunan itu sedang terjadi baku hantam dan baku tembak antara Valuenz dan The Devil.


"Kalian berani sentuh dia maka kalian semua tewas," ancam Axel.


Matteo berjalan ke arah Jasper, ia berdiri tepat di sebelah Florencia sedangkan Axel membantu Geovano bangkit.


"Kau pergilah, obati luka mu," titah Axel pada Geovano.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak akan meninggal kan Flo," tolak Geovano.


"Lihatlah kondisi mu."


"Aku tidak peduli, aku akan tetap di sini."


"Ck! Terserah kau sajalah."


"Flo, kau tidak apa apa?" tanya Matteo menatap Florencia.


"Iya, aku baik baik saja uncle," jawab Florencia.


Jasper menatap Matteo penuh permusuhan. "Matteo, uruslah urusan mu sendiri. Jangan mencampuri urusan ku, kau hanyalah seorang KACUNG," kata Jasper menekan kan kalimatnya di akhir seraya tersenyum mengejek.


"Kau benar, aku hanyalah seorang kacung tapi kacung ini jauh lebih baik dari PENGHIANAT seperti mu," kata Matteo menekan kan kata 'penghianat' membalas hinaan Jasper dengan tenang.


Bugh


Uncle..


Papa..


Matteo menyeka noda darah di sudut bibirnya akibat dari pukulan yang di layang kan Jasper padanya.


Bugh


Matteo menyeringai kala melihat Jasper yang sudah tak berdaya tergeletak di lantai kotor itu. Wajahnya penuh dengan lebam dan darah keluar dari pelipis dan sudut bibirnya. Kondisi Matteo juga sama tapi tak seperah Jasper.


Matteo berjongkok. "Segitu saja kemampuan mu?" desis Matteo tersenyum remeh.


"Kurung dia," titah Matteo.


Dua bodyguard hendak membawa Jasper tapi langkahnya terhenti saat Mario tiba tiba saja datang dan menghadang langkah mereka.


Jasper tersenyum melihat putranya itu kemudian ia melihat ke arah Matteo. "Lihatlah putra ku sudah datang, kalian semua akan lenyap." kata Jasper penuh penekanan.


"Dia putra mu?" tanya Matteo seraya menunjuk Mario. "Kau yakin itu?" sambungnya lagi.


Jasper sedikit terkejut mendengar itu tapi dengan cepat ia kembali bisa menguasai dirinya. "Tentu saja dia putra ku."


Haa .. Haa .. Haa ..


Tawa Matteo menggema di ruangan itu. Axel tersenyum tipis sangat tipis. Florencia dan Geovano hanya menyimak saja karena mereka memang belum tau kebenarannya sedangkan Alexa, Laura dan Kenand setia dengan mode sunyinya.


Mario melangkah kan kakinya mendekat ke arah Jasper hingga kini keduanya hanya berjarak satu langkah saja. Mereka saling berhadapan.


"Tentu aku putra mu papa," Mario menjeda kalimatnya. "PUTRA YANG KAU REBUT DAN PISAH KAN DARI ORANG TUA KANDUNGNYA," desis Mario penuh penekanan seraya menatap Jasper tajam.


Deg

__ADS_1


Jasper terhenyak mendengar itu.


"Apa yang kau kata kan Mario? Kau putraku, papa orang tua kandung mu," sarkas Jasper.


Mario menyeringai. "Jika aku putra kandung mu, kau bisa jelas kan ini," Mario menunjuk kan sebuah kertas tepat di depan wajah Jasper. "Papa.." sambungnya lagi.


Kertas itu adalah akta kematian atas nama MARIO COSTA. Di sana di tertera jika Mario Costa meninggal dua puluh dua tahun lalu sesaat setelah di lahir kan.


"Mario itu.."


"Apa? Kebohongan apa lagi yang akan kau kata kan pada ku.. Jasper. Aku sudah tau semuanya," kata Mario penuh amarah.


"Itu palsu Mario, akta kematian itu palsu. Kau putra ku, kau putra kandung ku."


"Baiklah jika akta kematian ini palsu, kau kenal dengan orang ini?" tanya Mario menunjuk seseorang yang baru saja datang.


Orang itu adalah orang yang sama yang di bawa Mario untuk menemui Matteo sebelumnya. Orang itu adalah Dokter yang membantu proses kelahiran Mario Costa. Dokter itu juga yang membantu proses kelahiran kakak kandung Florencia.


Istri Jasper dan ibu Florencia melahirkan di rumah sakit dan di hari yang sama. Kedua wanita itu sama sama melahirkan bayi laki laki. Istri Jasper melahirkan satu jam lebih awal dan saat itu bayi laki laki itu di nyatakan meninggal setelah di lahirkan.


Jasper tidak terima akan hal itu lantas ia menyalah kan sang dokter atas kematian putranya.


Jasper meminta Dokter itu untuk menghidup kan kembali putranya bagaimana pun caranya jika tidak Jasper akan menghabisi anak dan istri Dokter itu.


Dokter itu pun sangat ketakutan dan akhirnya dengan sangat terpaksa demi keselamatan keluarganya ia menukar bayi istri Jasper dan bayi ibu Florencia.


Tidak ada yang mengetahui hal itu selain Dokter, Jasper dan perawat di sana. Jasper membungkam semua perawat dengan cara mengancamnya.


Selama sepuluh tahun Dokter itu di hantui rasa bersalah dan akhirnya ia memberanikan diri untuk mengungkap kan kebenarannya pada orang tua Florencia.


Setelah itu ia kembali ke Indonesia untuk memulai kehidupannya yang damai. Dokter itu kira, setelah ia mengungkap kan kebenarannya masalahnya selesai sampai disitu dan orang tua Florencia bisa bersama anak kandungnya tapi ternyata ia salah, Jasper malah dengan kejinya membunuh orang tua Florencia saat mereka akan mengambil putra mereka kembali.


Dokter itu mengetahui tentang kematian orang tua Florencia saat Mario datang menemuinya untuk menanyakan soal akta kematian atas nama Mario Costa yang tak sengaja Mario temukan di laci lemari Jasper.


Awalnya Mario hanya berniat untuk menyelidiki wanita bernama Florencia yang menjadi obsesi Jasper. Jasper selalu mengata kan jika Florencia itu adalah wanita yang sangat berbahaya dan Mario harus menjauhi wanita itu.


Mario sangat penasaran dengan sosok Florencia itu, lantas ia mulai mencaritahu tentang Florencia tanpa di ketahui oleh Jasper. Bahkan Mario sampai menyewa detektif untuk menyelidikinya.


Tak butuh waktu lama detektif itu berhasil menemukan identitas Florencia dan langsung melaporkannya pada Mario.


Mario sangat terkejut ternyata wanita yang sangat di benci papanya itu adalah seorang ketua mafia dan saat itu juga Mario mengetahui jika sang papa juga merupakan seorang ketua mafia. Selama ini Mario hanya tau jika Jasper adalah seorang pengusaha tapi ternyata itu hanyalah sebuah kedok untuk menutupi aktivitasnya di dunia underground.


Mario semakin penasaran dengan kehidupan Jasper dan ia mulai mengawasinya. Saat makan malam waktu itu di mansionnya akhirnya Mario bertemu dengan Florencia musuh abadi Jasper dan saat itu Mario melihat mata Florencia yang penuh dengan dendam dan luka yang entah mengapa ia juga bisa merasakannya.


Setelah itu Mario langsung pergi ke kamar Jasper untuk mencari sesuatu yang dirinya sendiri pun tidak tau apa yang di carinya. Mario berharap ia bisa menemukan sesuatu tentang masa lalu Jasper yang berkaitan dengan Florencia. Setelah lama mencari akhirnya Mario menemukan sebuah kertas di laci lemari Jasper.


Kertas itu adalah akta kematian atas nama Mario Costa.


Terkejut? Tentu saja iya. Bagaimana bisa ada akta kematian atas nama dirinya sedangkan jiwa dan raganya masih bernapas?

__ADS_1


__ADS_2