
"Kau!!!"
"Hmm.. Ini aku."
FLASH BACK ON
Kamar Laura..
Malam itu Florencia berniat untuk memberitahu tentang masalah yang terjadi antara dirinya, Geovano dan Jasper.
Florencia ingin memperingati Laura tentang Mario yang bisa saja memanfaatkan dirinya untuk balas dendam pada Geovano. Ya walau pun Florencia sendiri belum mengetahui perasaan Mario pada Laura itu tulus atau hanya bualan semata sebagai alat untuk balas dendam.
Tetapi malam itu Florencia malah mendapatkan fakta yang sangat mencengangkan. Laura mengatakan jika dirinya dengan Mario hanya berpura pura menjalin hubungan dan bersandiwara seakan mereka saling mencintai.
Terkejut? Tentu saja ia. Florencia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi? Apa hal yang Florencia lewat kan?
Laura menjelas kan jika Mario tiba tiba saja mendatanginya saat di kampus dan pria itu mengatakan jika keluarganya dalam bahaya. Laura tidak mempercayai ucapan Mario begitu saja karena ia tidak mengenal pria itu. Bisa saja itu hanya sebuah siasat untuk menghancurkan keluarganya, itu yang di pikirkan Laura saat itu.
Laura mengabaikan ucapan Mario dan Laura juga menghindari pria itu tetapi Mario terus saja mencoba untuk mendekati Laura sampai sampai Laura merasa sangat takut pada Mario.
Sampai pada akhirnya Mario memaksa Laura untuk ikut dengannya dan membawa Laura ke apartemen pribadinya.
Di sana Mario memberitahu Laura tentang permusuhan antara Jasper dan Geovano. Jasper berniat untuk menghancurkan Geovano lewat Laura karena telah menghancurkan perusahaannya. Mendengar penjelasan Mario akhirnya Laura percaya dan mengikuti semua rencana yang sudah di rencanakan sebelumnya oleh Mario.
Rencana awal Mario adalah mengatakan pada Geovano jika dirinya dan Laura saling mencintai, Mario sengaja melakukan itu untuk memancing emosi Geovano dan rencana itu berhasil.
Kini Laura sedang menjalankan rencana kedua mereka yaitu memberitahu Florencia semua kebenarannya dan meminta Florencia untuk ikut andil dalam rencana mereka. Setelah itu Florencia juga memberitahu kan semuanya pada Alexa dan Axel.
Laura juga meminta Florencia untuk bertemu dengan seseorang di club. Ya orang yang di temui Florencia malam itu adalah Mario. Mereka bertemu untuk membicarakan rencana mereka selanjutnya.
Sampai pada malam di mana Mario dan Laura makan malam di restoran. Pada awalnya orang yang bersama Mario saat itu memang Laura tapi saat Laura pergi ke toilet dan kembali, nah yang kembali itu bukan Laura tetapi Florencia yang sudah mengenakan topeng dengan wajah Laura dan semua yang Laura pakai sebelumnya, Florencia juga memakainya sama persis. Body mereka tidak berbeda jauh jadi sulit untuk membedakan di antara keduanya.
Ingat barang yang Florencia tunggu sebelumnya? Ya barang yang di tunggu Florencia itu adalah topeng prostetik yang sudah di pesan Florencia untuk melakukan rencananya bersama Mario.
Jujur! Sampai sekarang pun Florencia tidak tau apa tujuan Mario melakukan semua itu? Dan karena itu Florencia hanya mengikuti rencana Mario saja tanpa bertanya. Florencia yakin jika ada sesuatu hal besar yang akan terungkap setelah ini. Tapi hal apa itu Florencia tidak tau.
Saat di club Mario mengatakan jika hidup Florencia akan berubah setelah rencana mereka berhasil dan balas dendam dia juga akan segera berakhir.
Florencia tidak mengerti arti dari ucapan Mario itu dan kini ucapan Mario itu terus saja berputar di kepalanya seperti kaset rusak.
__ADS_1
Rencana Mario yang di ketahui Florencia hanya sampai dirinya di culik dan di sekap saja dan kini Florencia malah di kejutkan dengan adanya Geovano di hadapannya dalam keadaan yang sangat mengenaskan.
FLASH BACK OFF
"Kau! Bagaimana bisa kau jadi Laura?" tanya Geovano menatap Florencia bingung.
Wajah itu memang wajah Laura, adiknya tapi suara itu adalah suara orang yang di cintainya, Florencia. Sungguh Geovano terlihat sangat bodoh dengan wajah bingungnya itu.
"Aku memakai topeng prostetik dengan wajah Laura," jawab Florencia.
"Jika kau yang ada di sini terus Laura ada di mana?"
"Tenang saja dia aman, dia ada bersama Axel dan Alexa di mansion ku."
Grep
Tanpa aba aba Geovano langsung merengkuh Florencia masuk ke dalam dekapannya.
Cup
Geovano mengecup kening Florencia lama. Florencia menjauhkan kepalanya.
"Bersikaplah layaknya seorang kakak pada adiknya, kita sedang di awasi," peringat Florencia.
Sementara itu di sisi lain di waktu yang sama Kenand baru saja sampai di mansion Florencia.
Saat Kenand menelepon Florencia tadi yang mengangkat telepon itu bukan Florencia tapi Alexa dan Alexa meminta Kenand untuk datang ke mansion Florencia.
"Ini ada apa? Kenapa Laura ada bersama kalian?" tanya Kenand seraya melihat ke arah Laura yang juga terlihat sangat khawatir sama seperti dirinya.
"Nanti aku jelas kan yang penting sekarang kau harus memberitahu ku, apa maksud dari ucapan mu di telepon tadi? Apa yang terjadi dengan Geovano?" tanya balik Alexa.
"Entahlah aku juga tidak tau apa yang terjadi dengan Geovano, tapi tadi setelah Geovano mendapat kan pesan yang entah dari siapa, Geovano terlihat marah dan juga sangat khawatir," jelas Kenand.
"Apa jangan jangan ini juga termasuk rencana dari Mario," tebak Laura yang mulai terisak. "Aku takut terjadi sesuatu dengan kak Flo dan juga kak Vano. Hiks.. Hiks.." pecah sudah tangisan Laura.
Alexa langsung memeluk Laura. "Tenanglah, mereka akan baik baik saja."
"Ini salah aku kak, jika saja aku tidak menuruti ucapan Mario dan mengikuti rencanya, Kak Flo tidak akan di culik dan kak Vano juga tidak akan menghilang," lirih Laura.
__ADS_1
"Ini bukan salah kamu Laura, kamu sudah melakukan hal yang benar. Tidak akan terjadi apa apa, percayalah," kata Alexa mencoba untuk menenang kan Laura.
"Iya Laura, apa yang di katakan Alexa itu benar. Kau tidak tau saja jika kakak ipar mu itu seorang.. Akh.." ringis Kenand saat Alexa mencubit pahanya.
Kenand menatap Alexa sengit dan Alexa juga menatap Kenand tak kalah sengitnya.
"Seorang apa?" tanya Laura menatap Kenand penasaran karena ucapannya terpotong.
"Seorang wanita pemberani," Alexa menatap tajam Kenand. "Benarkan Kenand?" tanyanya dengan penuh penekanan.
"I-iya," kata Kenand gugup.
Kenand gugup bukan karena tatapan tajam Alexa tapi karena tatapan tajam Axel yang seakan ingin menguliti Kenand saat itu juga.
Kenand menepuk keningnya sendiri setelah ia sadar akan ucapannya tadi. Kenand lupa jika Laura itu belum mengetahui rahasia terbesar Florencia. Setelah itu ia menunjukan cengir kudanya pada Alexa dan Axel yang hanya di balas dengusan saja oleh si kembar itu.
"Al, kita bisa menghubungi Florencia," tanya Axel.
"Iya."
Alexa langsung mengambil laptopnya kemudian mulai memainkan jari jarinya dengan sangat lihai di atas keyboard itu.
Tak lama laptop Alexa sudah terhubung dengan alat yang sudah tertempel di telinga Florencia.
"Flo.."
"Flo.. Apa kau mendengar suara ku?"
"Flo.."
"Hmm.." jawab Florencia di sebrang sana.
Alexa berdecak kesal mendengar jawaban dari Florencia. Selalu saja seperti itu, menyebalkan!
"Laura, kau dengar sendiri kan? Kakak ipar mu itu baik baik saja," kata Alexa.
Bukannya tenang Laura malah kembali menangis dan itu membuat Axel jengah. Kenapa wanita itu sangat cengeng? Itu yang di pikir kan Axel.
"Diamlah!! Dasar cengeng!! Apa dengan kau menangis masalah ini akan selesai? Tidak kan?" sarkas Axel.
__ADS_1
Mendengar itu tangisan Laura semakin menjadi dan Axel menghela napasnya frustasi.
"Axel!!!"