Transmigrasi Sexy Mafia

Transmigrasi Sexy Mafia
Chapter 54


__ADS_3

Saat ini Florencia sudah berdiri tepat di hadapan Jasper yang sudah tidak berdaya. Di sebelah Florencia ada Mario yang tengah menatap orang yang sudah merawatnya itu penuh kebencian. Di belakang mereka ada Matteo, Geovano, Alexa dan Axel sedangkan Kenand mengantar Laura pulang.


"Mario, papa bisa jelasin," lirih Jasper yang masih mencoba untuk berbicara dengan Mario.


Sungguh Jasper tidak bisa melihat tatapan kebencian yang di layangkan Mario padanya. Mario memang bukan putra kandungnya tapi percayalah Jasper sangat menyayangi Mario. Jasper tidak pernah berpikir jika Mario bukan anak kandungnya karena ia sudah menganggap Mario sebagai anak kandungnya.


"JELASIN APA LAGI TUAN JASPER? BUKANKAH SEMUANYA SUDAH JELAS!"


"Mario, papa sangat menyayangi mu. Kamu anak papa Mario. Kamu anak papa," tekan Jasper.


Mario terkekeh sinis. "JIKA KAU BENAR MENYAYANGI SAYA TUAN JASPER, KENAPA KAU MEMISAHKAN SAYA DENGAN KEDUA ORANG TUA SAYA? DAN KENAPA KAU DENGAN TEGANYA MENGHABISI NYAWA MEREKA? KENAPA TUAN JASPER? KENAPA?"


Mario menggenggam tangan Florencia. "LIHATLAH DIA TUAN JASPER," Mario menatap Florencia. "ADIK KU INI SEJAK KECIL SUDAH KEHILANGAN KASIH SAYANG ORANG TUA. APA KAU TIDAK KASIHAN PADANYA?"


Florencia mengerat kan genggaman tangannya pada tangan Mario. Dadanya terasa sangat sesak. Florencia kembali mengingat kejadian saat Matteo membawa kedua orang tuanya pulang ke mansion dalam keadaan sudah tak bernyawa.


Dunia Florencia runtuh saat itu juga. Ia kehilangan semangatnya untuk hidup. Untung saja ada Matteo, Axel dan Alexa yang selalu ada untuknya.


Usia Florencia saat itu sudah berumur sepuluh tahun ia sudah mengerti jika kedua orang tuanya itu meninggal karena di bunuh. Saat itu juga di depan jasad kedua orang tuanya Florencia bersumpah akan membalas kan dendam kematian orang tuanya.


Perlahan kehidupan Florencia menjadi gelap. Dalam hidupnya Florencia hanya mengenal satu warna, hitam. Florencia tidak mengenal warna lain selain itu.


"Kau tidak bisa menyakiti papa, Mario. Papa tau kau sangat menyayangi papa," kata Jasper yakin.


Bugh


Tanpa di duga Mario menendang tubuh ringkih Jasper.


"Uhuk.. Uhuk.. Mario.."


"Aku memang sangat menyayangi mu tuan Jasper tapi itu dulu dan kini aku sangat membenci mu," dada Mario naik turun karena amarah yang sudah memuncak.


Mario menatap nyalang Jasper. "KARENA KAU AKU JAUH DARI KELUARGA KU! KARENA KAU AKU KEHILANGAN KEDUA ORANG TUA KANDUNG KU! DAN KERENA KAU SELAMA SEPULUH TAHUN INI ADIK KU MENDERITA!"


Bugh


Bugh


Bugh

__ADS_1


Mario menendang tubuh Jasper secara membabi buta menyalur kan semua rasa kecewanya pada orang yang selama ini ia anggap sebagai orang tua kandungnya tapi nyatanya orang itu adalah orang yang telah membunuh orang tua kandungnya.


Tanpa Mario sadari air matanya menetes membasahi pipinya dan Florencia melihat itu. Florencia menghentikan aksi Mario, ia memeluk Mario dari belakang kemudian ia membawa Mario pergi dari penjara bawah tanah itu.


Florencia mengerti karena sadar atau tidak Mario telah menyakiti hatinya sendiri ketika ia menyakiti Jasper. Mau bagaimana pun Jasper adalah orang yang sudah merawatnya dengan kasih sayang selama dua puluh dua tahun ini.


Walau pun sekarang Mario mengata kan jika ia membenci Jasper tapi Florencia tau di dalam hati laki laki itu masih ada rasa sayang untuk Jasper.


**


Florencia ada di halaman belakang mansion. Mereka duduk di kursi panjang yang berhadapan langsung dengan kandang Hyena peliharaan Florencia.


Mario tengah menatap foto kedua orang tuanya dan juga Florencia yang masih bayi.


"Kakak pernah ketemu sekali sama mama dan papa dan kakak tidak menyangka jika itu adalah pertama dan terakhir kalinya kakak bertemu dengan mereka," kata Mario seraya mengelus elus foto di tangannya itu.


Mario mengingat kejadian di mana kedua orang tuanya datang ke mansion dan mereka menikmati makan malam bersama malam itu.


Mario menutup matanya. Ia mengingat kembali bagaimana sang mama mengelus lembut kepalanya saat itu. Tanpa sadar Mario kembali menetes kan air matanya.


Florencia mengulur kan tangannya untuk kemudian menyeka air mata yang mengalir di pipi sang kakak. Mario membuka matanya kemudian ia menatap sang adik seraya menunjuk kan senyum manisnya.


"Are you oke?" tanya Florencia.


Florencia hanya mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban. Mario mengelus kepala Florencia sayang.


"Kakak tau? Kedua Hyena itu adalah hadiah ulang tahun terakhir yang aku dapat kan dari papa. Saat itu aku bertanya, kenapa papa memberi ku dua Hyena? Dan papa mengata kan jika satu Hyena untuk aku dan satunya lagi untuk kaka."


"Dan sekarang aku akan memberikan Hyena betina untuk kakak. Hyena yang jantan namanya Rexy dan yang betina namanya Rexa," sambungnya lagi seraya menunjuk Hyena itu.


"Kakak baru tau ternyata kamu sangat cerewet," cibir Mario dan Florencia mendengus kesal.


Florencia juga tidak tau kenapa ia menjadi sangat cerewet sama seperti Laura. Mengetahui jika kakanya masih hidup, Florencia sangat senang. Florencia ingin menceritakan semua yang terjadi di hidupnya pada sang kakak.


"Flo.."


"Hmm.."


"Yah mode kulkasnya kambuh lagi."

__ADS_1


"Apa sih," kesal Florencia.


Mario terkekeh. "Bercanda Flo"


"Terserah."


"Flo.. Kakak mau bicara serius sama kamu," Mario menatap serius Florencia.


"Apa?"


"Kakak masih tidak mengerti."


"Mengerti apa?"


"Kamu ingat saat kamu datang makan malam bersama Geovano di mansion Jasper? Saat itu kakak mendengar pembicaraan kalian. Jasper mengata kan jika kamu itu bukan Nara istri dari Geovano tapi Florencia sang boss mafia. Kakak tidak mengerti apa maksud dari ucapan Jasper itu?"


"Jika aku katakan ini bukan tubuh asli ku, apa kakak percaya?"


"Bukan tubuh asli? Apa maksud mu?" tanya Mario bingung.


"Aku mengalami transmigrasi jiwa kak, ini bukan tubuh dan wajah asli ku. Jiwa ku bertransmigrasi ke dalam tubuh Nara, istri Geovano yang sudah meninggal. Dan tubuh yang kakak lihat sekarang adalah tubuh Nara tapi jiwa yang ada di dalam tubuh ini adalah jika aku, Florencia."


Mario menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Penjelasan Florencia tidak masuk dalam logikanya. Bukannya mengerti Mario malah semakin bingung.


"Aku tau ini tidak masuk akan dan sangat sulit di jelas kan secara logika tapi itu kenyataannya kak, transmigrasi jiwa itu ada dan itu terjadi pada ku."


"Jelaskan secara rinci pada kakak, bagaimana hal itu bisa terjadi pada mu."


Florencia menceritakan dari awal saat ia sedang makan malam lalu ia tersendak tulang ikan dan setelah itu ia bertemu dengan Ruben sang malaikat maut yang ceroboh di lorong yang gelap dan sepi. Dan karena kecerobohan malaikat itu Florencia terjebak dalam tubuh Nara dan sialnya ia tidak bisa kembali lagi ke dalam tubuh aslinya.


Florencia menceritakan semuanya secara rinci dari awal sampai akhir. Bahkan Florencia juga memberitahu Mario tentang perjanjiannya dengan Geovano dan tujuan dia hidup sebagai Nara, istri Geovano.


"Jadi selama ini kau hidup sebagai Nara untuk menutupi identitas mu sebagai Florencia sang boss mafia?" tanya Mario.


"Iya."


"Itu artinya kau dan Geovano bukan suami istri yang sesungguhnya?"


Florencia mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban.

__ADS_1


"APA? JADI SELAMA INI KAU TINGGAL BERSAMA ORANG YANG BUKAN SUAMI MU? FLO.. APA KAU SUDAH KEHILANGAN AKAL MU?"


Florencia menutup ke dua telinganya karena teriakan dari Mario itu sungguh sangat menyakiti gendang telinganya.


__ADS_2