
ARGH
Teriakan kesakitan Jasper terdengar seperti alunan orkestra yang mengalun indah di indra pendengaran Florencia. Di ruangan itu hanya ada Florencia dan Jasper.
Keadaan Jasper sudah sangat mengenas kan tetapi nampak nya Florencia masih belum puas bermain main.
Sret..
Baru saja Florencia memotong lengan kanan Jasper sebatas siku. Setelah itu langsung saja Florencia mencincang potongan tangan itu layak nya daging cincang. Darah terciprat ke wajah dan dan baju Florencia.
Napas Jasper semakin tersendat. Ingin rasanya ia berteriak tetapi tidak bisa. Jasper tau ini adalah akhir dari hidupnya dan ia sangat berharap sebelum ajal datang menjemput nya ia ingin melihat sang putra tercinta. Tapi sepertinya keinginan nya itu tidak akan terwujud karena Florencia melarang siapa pun untuk masuk ke penjara bawah tanah yang sudah seperti ruang eksekusi itu.
Sret..
Florencia kembali melakukan hal yang sama, kali ini tangan kiri Jasper yang menjadi sasaran nya. Setelah itu kedua kaki Jasper sebatas lutut juga sudah tidak berada di tempat nya lagi.
Sangat kejam tapi itulah Florencia.
Setelah itu Florencia menusuk kan pisau kecil kesayangan nya tepat di jantung Jasper dan seketika itu juga Jasper menghembus kan napas terakhirnya.
Florencia masih belum puas, biar pun Jasper sudah tak bernyawa Florencia masih terus melakukan kegiatan nya itu.
Dan kali ini Florencia kembali menjalan kan peran nya sebagai Dokter bedah. Florencia membelah perut Jasper dan mengeluarkan semua yang ada di dalam nya. Setelah itu Florencia menebas kepala Jasper dengan pedang.
Baju dan tubuh Florencia sudah di penuhi dengan darah Jasper. Florencia menggenggam peluru yang di jadikannya sebagai liontin kalung. Peluru itu yang menghabisi nyawa kedua orang tuanya.
"Semoga papa dan mama tenang di sana. Aku sudah membalas kan dendam kematian papa dan mama. Aku sayang mama papa."
Satu tetes air mata lolos dari sudut mata Florencia. Setelah sepuluh tahun akhirnya dendamnya terpenuhi. Tapi entah kenapa perasaan Florencia terasa kosong.
Florencia memang sudah menuntas kan dendam nya tapi tetap saja itu tidak akan merubah apa pun. Orang tua Florencia tidak akan pernah hidup kembali dan Florencia hanya bisa berharap mereka tenang di alam sana.
**
Setelah membersihkan dirinya Florencia ikut bergabung dengan Matteo, Axel dan Alexa di ruang tamu.
"Bagaimana perasaan mu sekarang Flo?" tanya Matteo.
__ADS_1
"Entahlah uncle, rasanya sama saja."
"Uncle harap setelah ini kau mengikhlas kan semuanya. Orang tua mu sudah tenang di alam sana. Kau juga harus mulai memikir kan kehidupan mu sendiri mulai sekarang."
Florencia hanya mengangguk kan kepalanya saja sebagai jawaban.
"Kita harus segera kembali ke Italia Flo. Musuh musuh kita di sana sudah mulai bergerak."
"Iya uncel, setelah urusan ku selesai kita akan kembali ke Italia."
Alexa dan Axel hanya menyimak saja pembicaraan Florencia dan Matteo karena memang mereka yang memutuskan semuanya. Axel dan Alexa hanya menurutinya saja.
"Tinggal satu tugas lagi yang belum aku selesai kan setelah itu semuanya akan kembali ke tempat yang seharus nya," kata Florencia dalam hatinya.
Sore harinya..
Florencia baru saja kembali ke mansion setelah ia pergi ke suatu tempat.
"Flo, kau dari mana saja? Ini sudah sore. Kau harus bersiap siap, bukankah malam ini kau akan dinner bersama Geovano?" cerocos Alexa menumpah kan kekesalan nya yang sejak tadi mencari Florencia tidak ketemu. Entah lah gadis itu pergi kemana?
"Ada hal yang harus aku lakukan."
"Kemana?"
"Tidak usah banyak tanya, ikut saja," Alexa menarik tangan Florencia menaiki tangga menuju salah satu kamar.
Di kamar itu sudah ada beberapa orang yang akan membantu Florencia bersiap siap. Dari mulai memilih kan gaun sekaligus merias wajah Florencia. Florencia juga melakukan beberapa treatment di wajah dan badannya.
Florencia dengan keras menolak semua itu tetapi Alexa dengan rengekannya terus saja membujuk Florencia dan akhirnya mau tidak mau ia menuruti permintaan Alexa. Florencia tidak ingin terus menerus mendengar rengekan Alexa yang akan berakibat buruk untuk kesehatan telinga nya.
Beberapa jam kemudian..
Florencia kini sudah terlihat sangat cantik. Yang biasanya Florencia selalu mengenakan jeans dan jaket kulit itu kini terlihat sangat berbeda. Dress panjang berwarna biru tua itu melekat sangat sempurna di tubuh sexy Florencia. Rambut panjang hitam Florencia di gerai begitu saja. Polesan make up simple menjadi pelengkap penampilan sempurna Florencia malam ini.
"Oh god Flo.. Kau sangat cantik," puji Alexa.
Florencia menghela napasnya dalam. "Ini pertama dan terakhir kalinya aku menuruti keinginan mu," kesal Florencia.
__ADS_1
"Iya Flo. Ya udah yuk kita turun, Geovano sudah menunggu mu."
**
Sementara itu Geovano di temani Mario dan Axel menunggu Florencia di ruang tamu.
Tak .. Tak .. Tak ..
Florencia menuruni anak tangga dan Alexa berjalan di belakangnya.
"Tutup mulut mu itu," peringat Mario melihat ke arah Geovano.
"Ekhm.." Geovano berdehem untuk mengurangi rasa malu akibat kebodohannya itu.
Geovano berjalan ke arah Florencia yang sudah berada di undakan terakhir tangga kemudian Geovano memposisi kan tangan Florencia untuk menggandeng tangannya.
Geovano menatap dalam Florencia. "Cantik," pujinya tersenyum manis.
Florencia memutar bola matanya malas. "Kita mau ke mana?" tanyanya.
"Udah ikut aja."
**
Geovano dan Florencia berada di salah satu restoran mewah di ibu kota. Restoran itu khusus di sewa oleh Geovano untuk acara makan malam mereka supaya tidak ada yang mengganggu.
Mereka tengah menikmati makan malam yang berhadapan langsung dengan suasana malam kota yang sangat cantik. Alunan indah dari biola pun menjadi pelengkap suasana makan malam romantis itu.
Deg
Florencia menegang saat Geovano dengan santai nya menyeka noda saus yang ada di sudut bibir Florencia dengan ibu jarinya. Mata Florencia membola saat Geovano memasuk kan ibu jarinya ke dalam mulutnya sendiri. Geovano memakan saus yang tadi ia seka di mulut Florencia.
Setelah selesai makan Geovano menghampiri Florencia kemudian menuntun Florencia untuk bangkit dari duduk nya.
Geovano mengambil sesuatu dari sakunya jasnya lalu berjongkok dengan kaki kiri yang menjadi tumpuan nya. Geovano membuka kotak cincin yang di bawanya. Terlihat lah di sana sebuah cincin dengan bertahta kan berlian.
Geovano terlihat menghela napas nya dalam untuk kemudian menatap tepat di manik mata Florencia. Tatapan yang penuh dengan cinta.
__ADS_1
"Berjuta rasa yang tak mampu di ungkapkan dengan kata kata. Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan. Yang benar benar kuingin kan hanyalah kau untuk selalu di sini ada untuk ku. Maukah kau tuk menjadi pilihan ku? menjadi yang terakhir dalam hidup ku. Florencia Grizelda. Will you marry me?"