
Jasper duduk di sofa single seraya menyesap wine yang ada di tangannya. Di meja tepat di hadapannya ada photo asli Florencia, photo Nara yang masih gendut dan photo nara yang sekarang.
Jasper mengambil ketiga photo itu kemudian menatapnya secara bergantian dengan ekspresi bingungnya.
"Bagaimana bisa Florencia menjadi nyonya Baldwin?"
Jasper mempunyai mata mata di mansion Florencia. Mata mata itu mengatakan jika wajah Florencia kini sudah berubah dan Florencia sekarang sudah memiliki seorang suami.
FLASH BACK ON
Mansion Jasper..
"Apa? Dia melakukan operasi plastik? Dan kini wajahnya berubah? Dia juga sudah memiliki seorang suami?" tanya Jasper beruntun, ia baru saja mendapatkan laporan dari mata mata yang ia simpan di mansion Florencia.
"Iya tuan, sekarang dia adalah istri dari CEO Baldwin Grup, Geovano Baldwin. Dan ini pho–"
"Apa? Apa yang kau katakan? Dia istri dari CEO Baldwin Grup? Bagaimana itu mungkin? Bagaimana bisa wanita kejam itu menjadi nyonya Baldwin? Aku mengenal istri dari tuan Baldwin dia nyonya Nara," sarkas Jasper memotong perkataan mata mata itu.
Jasper mencekik mata mata itu hingga kesulitan bernapas. "Apa kau pikir aku bodoh? Berani kau mempermainkan diri ku hah? Berani kau mengkhianati ku?" sarkas Jasper dengan tatapannya yang menatap tajam mata mata itu.
BUGH
BUGH
BUGH
Jasper melayangkan bogem mentahnya berkali kali sehingga mata mata itu tersungkur di lantai dengan wajah yang membiru dan darah segar keluar dari sudut bibirnya.
"Tidak tuan, saya tidak mengkhianati tuan."
BUGH
Jasper kembali melayangkan bogem mentahnya.
"Apa kau pikir aku akan mempercayai perkataan mu itu? Dasar bodoh!! Tidak berguna!!!"
BUGH
Jasper menendang tubuh mata mata itu hingga terpental membentur tembok.
Dengan sisa tenaganya mata mata itu mengeluarkan sebuah photo dari saku dalam jasnya. "I-ini tuan wajah baru Florencia."
Jasper mengambil photo itu dan seketika itu juga amarahnya semakin memuncak.
BUGH
BUGH
BUGH
Jasper kembali menendang tubuh mata mata secara membabi buta.
__ADS_1
"Ini nyonya Baldwin bodoh!! Bagaimana bisa Florencia menjadi nyonya Baldwin?"
"Uhuk.. Uhuk.. Itu benar tuan, dia adalah Florencia. Axel yang mengatakannya sendiri, jika Florencia melakukan operasi plastik dan itu adalah wajah Florencia yang sekarang tuan," walau sudah sangat lemah mata mata itu mencoba untuk meyakinkan Jasper.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Jasper dengan sorot matanya yang sangat tajam seakan mata itu bisa menghabisi siapa pun yang di tatapnya.
"Aku harus memastikannya sendiri. Wanita itu adalah Nara istri dari tuan Baldwin atau Florencia?"
FLASH BACK OFF
**
Mansion Geovano..
Florencia, Geovano dan Laura tengah sarapan dengan tenang.
"Kak Flo, kakak semalam tidur di kamar kak Vano?"
Tanya Laura yang memang saat akan membangun kan Florencia di kamar Geovano, Laura tidak menemukan Florencia di sana. Laura malah menemukan Florencia ada di kamarnya, saat itu Florencia baru saja selesai mandi.
Setelah Geovano keluar dari kamar sehabis mengganggu tidur Florencia, Florencia mengurungkan niatnya untuk kembali tertidur karena rasa kantuknya tiba tiba saja menghilang. Setelah itu Florencia kembali ke kamarnya untuk menyegarkan dirinya.
"Hmm.." jawab Florencia dengan deheman andalannya.
Laura mengulum senyumnya.
"Apa rasanya enak?" tanya Geovano ambigu seraya menatap Florencia.
UHUK
UHUK
Bukan Florencia yang batuk tetapi Laura. Laura yang tengah minum tersendak mendengar ucapan Geovano. Pikirannya sudah melayang ke mana mana.
"Ck! Kak Vano!! Pagi pagi sudah mengotori pikiran ku saja!" kesal Laura.
"Apa maksud mu?" bingung Geovano.
"Kak Vano mesum!! Jika ingin merayu istri mu pergilah ke kamar! Jangan di depan adik mu yang masih polos ini!!
Oh ayolah.. Bagaimana Laura tidak berpikiran mesum? Tadi saat Laura akan membangun kan Florencia, Geovano melarangnya dan mengatakan jika Florencia kelelahan dan sekarang Geovano bertanya pada Florencia, 'Apa rasanya enak?'
"Apa yang kau pikir kan? Kakak hanya bertanya pada istri kakak mengenai saladnya, salad itu kakak yang buat sendiri."
Laura hanya ber-oh-ria saja mendengar penjelasan Geovano seraya mengalih kan pandangannya dari pandangan Geovano yang menatapnya tajam. Ingin sekali Laura menggali tanah dan menyembunyikan wajahnya di sana. God.. Laura sangat malu.
UHUK
UHUK
kini giliran Florencia yang tersendak dengan cekatan Geovano memberikan air minum pada Florencia. Florencia menerima air itu lalu meminumnya. Geovano memukul mukul pelan punggung Florencia.
__ADS_1
Melihat itu Laura memutar bola matanya malas. Tadi saat ia tersendak Geovano diam saja tapi saat istrinya yang tersendak Geovano terlihat sangat khawatir. Dasar pilih kasih!!
Tapi di sisi lain Laura sangat bahagia karena kakaknya itu sudah mulai memperhatikan istrinya. Jika kembali mengingat masa lalu Geovano pasti akan mengabaikannya, tapi sekarang lihatlah dia sangat mengkhawatir kan istrinya. Laura tersenyum melihat pasangan suami istri di depannya itu.
"Kau tidak apa apa?" tanya Geovano.
"Kau yang membuat saladnya?" tanya balik Florencia.
"Iya, apa rasanya enak?–"
"Tidak."
"Kau menyukainya?–"
"Tidak."
"Jika kau menyukainya, aku akan membuatkannya setiap hari untuk mu—"
"Lebih baik aku kelaparan dari pada harus makan makanan buatan mu."
"Kau mau?"
"Hmm.."
Geovano tersenyum mendengar jawaban Florencia itu. Ia akan dengan sabar menunggu istrinya kembali mengingat cintanya. Geovano menunggu hari di mana ingatan istrinya kembali. Geovano ingin memulai kehidupan pernikahannya itu dari awal, ia ingin memperbaiki kesalahannya yang dulu dan berjanji tidak akan menyakiti hati istrinya lagi. Sekarang Geovano tidak ingin melihat istrinya itu menangis, istrinya harus bahagia dan ia akan melakukan apa pun untuk itu.
"Morning all.."
Sapa Kenand yang baru saja datang. Kenand mendaratkan bokongnya di kursi tepat sebelah Laura yang duduk di hadapan Geovano dan Florencia.
"Morning kak Kenand.." balas Laura sedangkan Geovano fokus menatap Florencia yang fokus dengan sarapannya. Sebenarnya Florencia menyadari jika Geovano terus saja menatapnya tapi Florencia tidak memperdulikannya sama sekali.
"Vano berhentilah menatap istri mu itu. Dia tidak akan menghilang jika kau hanya mengedip kan mata mu," kata Kenand dengan kekehan di akhir kalimatnya.
"Diamlah!!," sentak Geovano. "Mau apa kau ke sini?" tanyanya kemudian.
"Santai brother.. Aku ke sini hanya untuk memberitahu mu jika malam ini kau di undang makan malam di kediaman tuan Costa," jelas Kenand.
"Batalkan."
"Ck! Kau ini selalu saja seenaknya," kesal Kenand.
"Apa? Protes? Aku bosnya!"
"Iya tuan Baldwin."
"Tidak, jangan di batal kan. Kita akan pergi," cegah Florencia. Ia tidak akan menyia nyiakan kesempatan untuk bertemu dengan musuh abadinya.
Kenand menatap Geovano.
"Turuti perintah istri ku," titah Geovano yang mengerti arti dari tatapan Kenand.
__ADS_1
Florencia mengeluarkan smirknya. "Kehancuran mu akan segera di mulai pria tua!!!"