
"Kak Flo.."
Pekik Laura seraya membuka pintu ruang inap Florencia.
"Kenapa adik mu itu terus saja berteriak?" tanya Florencia sedikit berbisik pada Geovano.
Geovano terkekeh. "Dia memang seperti itu."
"Akh.."
Ringis Florencia saat Laura tiba tiba saja memeluknya erat dan tanpa ia sadari tangannya menekan luka Florencia.
"Laura, apa yang kau lakukan?" sentak Geovano.
"Maaf.. Kak Flo baik baik aja kan?" cicit Laura yang hampir menetes kan air matanya karena merasa bersalah dan karena bentakan Geovano.
"Iya, aku baik baik saja, sudah jangan menangis," kata Florencia datar. "Bagaimana keadaan Putri?" tanyanya kemudian.
"Kata Dokter, Putri mengalami trauma yang cukup berat kak," jelas Laura.
Florencia mengangguk kan kepalanya kemudian ia melihat ke arah Axel. "Axel carikan psikiater yang terbaik untuk menangani Putri."
"Iya Flo, kau tenang saja Putri akan mendapat kan perawatan yang terbaik," kata Axel.
"Kalian semua pulanglah, aku ingin istirahat," titah Florencia tak ingin di bantah.
"Ya udah.. Kita pamit Flo," pamit Alexa.
"Aku juga pamit pulang ka, aku akan pulang ke mansion papa," pamit Laura.
"Hmm.."
Alexa, Axel dan Laura berlalu pergi.
Florencia melihat ke arah Geovano yang masih diam di posisinya. "Pergilah."
"Aku tidak akan pergi, aku akan menemani mu."
"Ck! Terserah!"
Florencia mengalih kan pandangannya dari Geovano dan mencoba untuk tertidur dan tak lama dengkuran halus terdengar dari mulut Florencia.
Geovano mengulurkan tangannya mengelus kepala Florencia. Garis senyum terpatri jelas di wajah tampannya.
"Jujur aku masih belum bisa percaya sepenuhnya dengan semua ini. Ini sungguh di luar nalar. Bagaimana bisa orang bertransmigrasi ke tubuh orang lain?"
Geovano terkekeh saat pertama kali bertemu dengan Florencia dengan tubuh istrinya. "Pantas saja sikapnya sangat berbeda dan karena sikapnya yang berbeda itu aku mulai tertarik padanya."
__ADS_1
Geovano membulat kan matanya sempurna karena tiba tiba saja ia mengingat ucapan Jasper saat makam malam waktu itu.
'Dia berbohong tuan Baldwin, jangan percaya ucapannya. Dia wanita yang sangat licik dan dia bukan istri mu.'
'Tuan Geovano percayalah dia bukan istri mu, dia bukan nyonya Nara tapi dia Florencia, ketua mafia yang sangat berbahaya.'
"Jika benar dia Florensia berarti dia.." Geovano menggeleng kan kepalanya untuk mengusir pikiran anehnya. "Tidak itu tidak mungkin."
"Tapi setelah apa yang aku lihat tadi.." Geovano menatap Florencia. "Apa iya dia seorang ketua mafia?"
**
Dua hari kemudian..
Setelah dua hari di rawat kini Florencia sudah di ijinkan pulang. Florencia ingin pulang ke mansionnya sendiri tapi Geovano memaksanya untuk ikut pulang bersamanya ke mansionnya. Florencia tidak bisa menolak karena di sana ada Harun dan Laura.
Harun sudah meminta maaf pada Florencia atas perlakuan istrinya yang sudah menculik dan menusuk Florencia.
Mona dan Bastian sudah mendekam di penjara. Mereka sudah di tetap kan sebagai tersangka dan mereka hanya tinggal menunggu vonis hukuman yang di jatuhkan hakim dalam kasusnya masing masing. Bastian dalam kasus korupsi dan Mona dalam kasus penculikan dan kasus percobaan pembunuhan.
Florencia dan Geovano tengah berada di ruang tamu.
"Aku ingin kembali ke kehidupan ku sebelumnya. Mulai sekarang aku akan hidup sebagai Florencia," kata Florencia.
"Tidak bisa seperti itu, kau harus tetap menjadi Nara. Kau memang bukan Nara tapi orang mengenal mu sebagai Nara, istri ku. Kau tidak bisa pergi begitu saja."
Geovano mengkerut kan dahinya. "Apa?"
Florencia tersenyum sinis. "Pernikahan kau dan Nara hanyalah pernikahan kontrak selama satu tahun dan kontrak itu akan berakhir dalam satu bulan. Kau ingat itu?"
"Ya aku ingat karena itu kau tidak bisa pergi sekarang. Kau harus menyelesaikan kontrak itu. Kau harus tetap menjadi istri ku dan tinggal bersama ku selama kontrak itu belum berakhir."
"Baiklah, tapi aku punya syarat."
"Katakan."
"Aku akan melakukan apa pun yang aku ingin kan dan kau tidak berhak untuk melarang ku. Aku akan hidup dengan cara ku sendiri. Dan satu hal lagi, aku tau kau sudah mengetahui identitas ku yang merupakan seorang ketua mafia.."
Geovano memotong ucapan Florencia. "Jadi kau benar benar ketua mafia?" tanyanya yang masih belum bisa percaya.
"Jangan memotong ucapan ku."
"Iya maaf, lanjutkan."
"Aku hanya ingin mengingatkan mu, jangan pernah berani kau membocorkan identitas ku pada siapa pun."
"Jika aku membocorkannya?"
__ADS_1
"Bukankah kau sudah melihatnya sendiri, aku tidak akan segan menghancurkan siapa pun orang yang sudah berani mengusik ku."
Geovano menelan ludahnya susah payah saat ia kembali mengingat bagaimana sadisnya Florencia menghukum orang yang sudah melecehkan Putri dan sontak Geovano langsung menutupi juniornya dengan kedua tangannya.
"Bagaimana bisa ada wanita se-sadis itu?" Geovano menghela napasnya dalam. "Dan anehnya aku mencintai wanita sadis itu. Setelah ini aku tidak tahu, apa yang akan menimpa diri ku?"
"Aku berjanji pada mu, Florencia dalam satu bulan ini aku akan membuat mu jatuh cinta pada ku. Jatuh se-jatuh jatuhnya dan kau sendiri yang akan datang pada ku dan menyatakan cinta mu itu secara lantang."
"Aku tidak tau apa yang sudah kau lakukan pada ku? Pesona apa yang ada di dalam diri mu? Kau benar benar membuat ku gila Florencia dan kau harus bertanggung jawab. Aku tidak akan pernah melepas mu. Aku tidak perduli kau seorang ketua mafia atau apa pun itu karena yang aku tau kau hanyalah seorang gadis yang sudah mencuri hati ku,"
Monolog Geovano dalam hatinya seraya menatap Florencia dalam.
"Geovano," panggil Florencia.
Geovano diam.
"Geovano," Florencia menaikan sedikit nada suaranya.
Geovano masih diam.
"GEOVANO!!" teriak Florencia.
"Hah?"
"Ck! Apa yang sedang kau pikiran?"
"Tidak ada."
Florencia memutar bola matanya jengah. "Bagaimana? Deal?" Florencia mengulur kan tangannya.
Geovano menerima uluran tangan Florencia. "Deal."
"Kau akan menjadi istri pura pura ku selama satu bulan tapi setelah itu kau akan menjadi istri ku yang sesungguhnya. Akan aku pasti kan itu. Bersiaplah Florencia.." gumam Geovano.
"Kau bicara apa?" tanya Florencia yang mendengar gumaman Geovano tapi tidak jelas.
"Tidak ada. Florencia.. Itu nama mu bukan?" Geovano menatap Florencia.
"Hmm.."
"Aku ingin mengetahui tentang kehidupan mu."
"Kau ingin mengetahui tentang kehidupan ku? Untuk apa?"
"Aku hanya ingin tau, bagaimana seorang gadis berusia dua puluh tahun menjalani perannya sebagai ketua mafia? Anggap saja ini sebagai bayaran untuk ku karena kau sudah memanfaat kan ku untuk menghancurkan musuh mu itu, Jasper."
Florencia tersenyum smirk. "Rupanya kau sudah menyadarinya. Baiklah, aku akan menunjukannya pada mu," putus Florencia akhirnya.
__ADS_1
"Aku akan menantikannya," kata Geovano seraya menunjuk kan senyum menggodanya pada Florencia dan Florencia hanya mengangkat bahunya acuh.