Transmigrasi Sexy Mafia

Transmigrasi Sexy Mafia
Chapter 36


__ADS_3

FLASH BACK ON


Laura baru saja sampai di mansion setelah seharian ia bersama Florencia di mansion Geovano.


Laura melangkah kan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya. Tanpa Laura sadari ada seseorang yang terus mengawasinya.


Laura menyimpan hand bagnya di atas tempat tidur kemudian ia masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan dirinya.


Tak lama setelah Laura masuk ke dalam kamar mandi, Mona mengendap ngendap bak seorang maling memasuki kamar Florencia.


Tak membuang waktu lama Mona langsung mengambil ponsel milik Laura di dalam hand bag yang ada di atas tempat tidur. Mona mengetik kan sesuatu di sana.


'Kak Flo jemput aku, taxi yang aku tumpangi tiba tiba saja mogok. Aku ada di jalan xxx. Kak Flo cepetan datang, aku takut.'


Mona menyeringai setelah ia mengirim kan pesan itu pada Florencia kemudian ia menghapus pesan itu.


**


Mona melihat Florencia yang sudah masuk ke dalam jebakannya kemudian ia meminta anak buahnya untuk membawa Florencia masuk ke dalam mobilnya.


"Bawa dia," titah Mona.


"Baik nyonya."


Empat orang dengan pakaian serba hitam itu langsung menghampiri Florencia. Orang orang itu langsung menyeret Florencia masuk ke dalam mobil mereka dengan sangat mudah karena tentu saja Florencia tidak melakukan perlawanan. Florencia kini menjalan kan perannya menjadi wanita lemah tidak berdaya.


Tapi tanpa orang orang itu ketahui Florencia sudah mengaktif kan sebuah kamera kecil. Kamera itu berupa sebuah kancing. Orang tidak akan mengira jika satu kancing kemeja bagian paling atas yang Florencia pakai itu adalah sebuah kamera.


Ketika Florencia mengaktif kan kamera itu saat itu juga sebuah link terkirim secara otomatis ke ponsel Alexa.


Alexa yang tengah makan malam bersama Axel dan Matteo langsung meng-klik link itu dan di sana terlihatlah sebuah video di mana Florencia yang tengah di culik. Video itu menyiar kan secara live tentang semua yang terjadi pada Florencia.


"Flo, kau memang sangat berbakat dalam berakting," Alexa terkekeh saat melihat Florencia yang berteriak, memberontak dengan tenaga yang lemah dan memohon untuk di lepas kan.


"Apa yang kau lihat?" tanya Axel.


"Nih.. Kau lihatlah sendiri," Alexa memberikan ponselnya pada Axel.


"Kita pergi sekarang," kata Axel.


"Kalian mau ke mana?" tanya Matteo.


"Bersenang senang pa," jawab Alexa.


Matteo terkekeh mendengar jawaban dari putrinya itu. "Berhati hatilah, jangan sampai terluka."


"Iya pa."

__ADS_1


Alexa, Axel dan anggota Valuenz lainnya sudah bersiap hendak pergi namun terhenti kala mendengar ucapan Florencia di dalam video itu.


'Kalian siapa? Lepas kan aku! Jika suami ku mengetahui ini, dia tidak akan melepas kan kalian, kalian semua akan habis di tangannya.'


Alexa dan Axel memutar bola matanya malas mendengar ucapan Florencia itu. Mereka mengerti pesan di balik ucapan itu.


"Apa yang sedang Flo rencana kan?" tanya Alexa.


"Entahlah kita ikuti saja," jawab Axel.


**


Mansion Geovano..


"Mau apa kalian datang ke sini?" tanya Geovano dingin. Ia sangat tidak suka melihat kedatangan Alexa dan Axel ke mansionnya.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Geovano, Alexa langsung menunjuk kan ponselnya yang menunjuk kan Florencia yang di culik di sana.


Geovano mengeraskan rahangnya saat melihat video itu. Gigi giginya bergemelutuk menahan amarah. "Apa ini?"


"Ck! Apa kau bodoh? Istri mu di culik!" kesal Alexa.


"Itu tidak mungkin! Bagaimana itu bisa terjadi? Istri ku sedang menjemput Laura!"


Alexa menghela napasnya kasar. "Terserahlah jika kau tidak mempercayainya."


Geovano merogoh ponsel di saku celananya kemudian ia menelelpon Florencia, namun tidak di angkat. Setelah itu ia menelepon Laura dan tak lama terdengar suara lembut dari sebrang sana.


"Laura, kau bersama dengan kakak ipar mu?" tanya Geovano.


"Tidak, aku ada di mansion bersama papa. Emang kenapa kak?"


"Kakak ipar mu di culik."


"Apa?"


"Nanti kakak hubungi lagi, kakak tutup teleponnya."


Geovano mengakhiri panggilan teleponnya.


"Ada apa sayang?" tanya Harun yang melihat kehawatiran di wajah sang putri.


"Ka-kak Flo di culik pa," Laura terisak. Air mata itu mengalir deras di pipinya.


Harun memeluk Laura erat. "Tenanglah sayang, kakak ipar mu akan selamat, dia akan baik baik saja."


**

__ADS_1


Geovano, Alexa, Axel, Laura, Harun dan tentu saja polisi kini sudah berada di depan sebuah gedung kosong yang sudah usang. Para polisi itu menyebar ke setiap sudut gedung itu.


Saat sudah memasuki gedung itu, semua orang terkejut saat melihat keadaan Florencia yang sangat mengenas kan dan napas mereka terhenti untuk beberapa saat, kala Mona dengan tidak manusiawinya menusuk perut rata Florencia.


"Mona!!!" sentak Harun.


FLAS BACK OFF


**


"Nara!!"


Geovano berlari menghampiri Florencia dan langsung memeluknya.


"Ge-geovano sa-sakit, a-aku takut," rintih Florencia yang tentu saja itu hanya akting.


Menggelikan itulah yang di rasakan Axel dan Alexa yang mendengar ucapan Florencia itu. Mereka sangat tahu jika itu hanya akting.


"Tenanglah.. Kau akan baik baik saja, ada aku di sini, tak akan ku biarkan sesuatu terjadi pada mu."


Geovano melepas kan ikatan tangan dan kaki Florencia kemudian menggendong Florencia ala bridal style untuk kemudian di bawanya Florencia ke rumah sakit. Alexa dan Axel mengikuti mereka dari belakang.


Sementara itu Harun melangkah kan kakinya mendekat ke arah Mona yang berdiri ketakutan.


"M-mas aku bisa jelasin ini semua, ini tidak seperti yang kau lihat, a-aku aku hanya membela diri ku," kilah Mona.


PLAK


Wajah Mona tertoleh ke samping karena Harun menamparnya dan saat itu ia melihat Laura yang menangis.


Mona melangkah kan kakinya mendekat ke arah Laura. "Sa-sayang.." Mona terisak.


"Stop!! Jangan mendekat! Jangan dekati aku! Kau jahat! Kau sangat jahat!" kaki Laura terasa seperti jelly, ia jatuh luruh ke lantai dengan isakannya.


"Laura.. Putri ku," lirih Mona.


"Aku bukan putri mu! Kau penjahat! Aku bukan putri seorang penjahat! Hiks.. Hiks.. Aku bukan putri seorang penjahat.. Hiks.. Hiks.. Kenapa kau melakukan itu? Kenapa? Kau sangat jahat hiks. Aku membenci mu," tangis Laura pecah.


"Sayang.. Maafkan mama.. Jangan benci mama.. Hiks.. Hiks.."


Mona merasakan sakit di dadanya saat mendengar ucapan Laura. Seakan ada ribuan pisau yang menusuk dadanya. Ia tidak pernah mengira jika putri kesayangannya itu melihat sisi buruk dari dirinya. Sakit.. Sangat sakit ketika kata 'Benci' itu di lontar kan Laura pada dirinya.


Harun berjalan mendekat ke arah Laura lalu merengkuhnya masuk ke dalam pelukannya. Memberi kan kekuatan pada putri kecilnya itu.


Saat Mona akan mendekat ke arah Laura, saat itu juga dua polisi menahannya kemudian memborgolnya.


"Lepas!! Kenapa kau memborgol ku? Aku ingin memeluk putri ku. Lepas kan borgol ini! Lepas!!"

__ADS_1


Mona mencoba untuk memberontak namun sia sia, karena tentu saja kekuatan polisi itu tidak sebanding dengan dirinya.


Polisi membawa Mona keluar dari gedung itu untuk kemudian di bawanya ke kantor polisi untuk mempertanggung jawab kan atas semua yang telah di perbuatnya. Begitu juga dengan keempat orang yang membantu Mona, mereka sudah di aman kan polisi sebelumnya.


__ADS_2