
Geovano, Mario dan Alexa berada di ruang tamu mansion Florencia.
Mario menatap tajam Geovano. Ya walau pun usia Geovano jauh lebih tua darinya, Mario tidak peduli karena ini menyangkut kehidupan adiknya.
"Mulai sekarang kalian tidak bisa tinggal bersama karena Florencia akan tinggal bersama saya," putus Mario yang tentu saja membuat Geovano membulat kan matanya sempurna tapi sedetik kemudian pria itu mengubah ekspresinya menjadi datar.
"Tidak bisa seperti itu saya sudah ada perjanjian dengan Florencia dan saya yakin kau sudah tau tentang perjanjian itu."
"Saya tau tapi saya sangat tidak mempercayai mu."
"Saya mengerti atas kekhawatiran mu itu tapi kau tenang saja saya tidak akan menyakiti perempuan yang sangat saya cintai. Kau juga pasti tau, jika saya berbuat hal yang tidak tidak, nyawa saya yang jadi taruhannya."
Haa .. Haa .. Haa ..
Tawa Mario pecah dan itu sukses membuat Geovano dan Alexa mengernyit kan dahinya bingung.
"Saya tau kau sangat mencintai Florencia. Saya hanya ingin mengetes mu saja, saya tidak akan membawa Florencia pergi dari mu. Saya hanya minta satu hal pada mu, bahagiakan lah dia jika kau sudah tidak menginginkannya lagi jangan sakiti dia. Kembalikan lah dia pada ku."
"Kau memang sangat dewasa Mario, kau sudah seperti seorang ayah yang mengkhawatir kan anak gadisnya," kata Alexa.
Mario menatap Alexa. "Saya juga ingin berterimakasih pada mu dan juga keluarga mu karena kalian semua sudah menjaga dan menyayangi Florencia dengan tulus."
"Tidak usah seperti itu, kami sangat menyayangi Flo, dia juga keluarga kami."
Geovano menatap Mario dan Alexa secara bergantian. "Saya butuh bantuan kalian."
"Bantuan apa?" tanya Mario dan Alexa kompak.
Geovano tersenyum penuh arti. Entah apa yang sedang ia rencana kan.
**
Sementara itu di sisi lain di tempat yang sama Florencia dan Axel berada di penjara bawah tanah.
Di ruangan gelap itu sedari tadi hanya terdengar suara rintihan kesakitan dari Jasper karena ulah dari Florencia.
Florencia menguliti kulit tangan dan kaki Jasper setelah itu ia meminta bodyguard untuk menyiram kan air garam pada Jasper. Florencia juga sudah memotong habis jari tangan dan kaki Jasper yang kini jari jari itu berserakan di lantai. Lantai hitam itu telah berubah menjadi merah.
Kini Florencia tengah bermain dengan kepala Jasper. Florencia memotong habis rambut Jasper dengan pisau kecil kesayangannya. Kepala Jasper terasa sangat perih karena Florencia mengerik kulit kepala Jasper yang sudah botak itu. Darah segar pun mengalir di sana dan itu malah membuat Florencia semakin menggila.
Florencia sangat menyukai bau darah tapi kali ini berbeda setelah Florencia menghirup aroma darah Jasper rasanya sangat berbeda, jiwa devil Florencia seketika bergejolak. Ingin sekali Florencia mengakhiri hidup Jasper saat ini juga tapi ia urungkan karena ia akan membuat kematian Jasper menjadi kematian yang sangat menyakitkan.
"Rantai dia, berikan dia makanan dan awasi dia pasti kan dia tetap hidup," titah Florencia.
"Baik boss."
"Flo, kau tidak langsung membunuhnya?" tanya Axel.
"Jika seperti itu tidak akan menyenangkan," Florencia menyeringai.
Florencia dan Axel pergi dari penjara bawah tanah kemudian mereka bergabung dengan Geovano, Mario dan Alexa di ruang tamu.
Florencia duduk di sebelah Mario. Axel duduk di sebelah Alexa sedangkan Geovano duduk sendiri di sofa single.
__ADS_1
"Apa dia sudah.."
"Dia masih hidup," kata Florencia memotong ucapan Mario.
"Flo, ayo kita pulang," ajak Geovano.
"Kau pergilah, aku akan tetap di sini," tolak Florencia.
"Flo jangan begitu, ikuti perintah suami mu," tegur Mario.
"Ck! Kakak sudah tau, dia bukan suami ku! Untuk apa aku mengikuti perintahnya?" kesal Florencia.
"Anggap saja ini latihan Flo."
"Latihan apanya?"
"Sudahlah, pulang sana!"
"Kakak mengusir ku?"
"Iya."
"Dari mansion ku sendiri?"
"Iya, kenapa? Kau marah sama kakak? Jika kau sayang kaka, ikuti perintah suami mu," tegas Mario.
"Iya," putus Florencia akhirnya kemudian ia pergi bersama Geovano.
Setelah Florencia dan Mario pergi terdengar suara gelak tawa dari Mario dan Alexa sedangkan Axel menatap mereka bingung.
"Kita sedang menjalan kan misi," jawab Alexa.
"Misi apa?"
"Misi untuk mendekat kan Florencia dan Geovano."
Axel hanya ber 'oh' ria saja menanggapi jawaban Alexa.
**
Mansion Geovano..
"Kenapa kau terus saja mengikuti ku? Pergi sana!"
Kesal Florencia pasalnya dari semenjak mereka pulang sampai sekarang langit sudah gelap Geovano terus saja mengikuti Florencia. Dan kini mereka ada di kamar Florencia.
"Flo.."
"Hmm.."
"Florencia.."
Bukannya menjawab Florencia malah menatap nyalang Geovano.
__ADS_1
Geovano mendekat ke arah Florencia yang tengah duduk di sofa yang ada di kamarnya.
"Flo.." Geovano menggenggam tangan Florencia seraya menatapnya dalam.
Cup
Geovano mengecup kening Florencia dalam.
"Good night. I love you."
Setelah mengata kan itu Geovano langsung keluar dari kamar Florencia. Helaan napas Florencia terdengar setelah Geovano keluar dari kamarnya.
"Ada apa dengan jantung ku?"
Florencia memegang dada sebelah kirinya. Ia merasakan debaran jantungnya yang berdetak sangat cepat.
"Flo, kau sudah tidak waras." Florencia menggeleng kan kepalanya cepat. "Sebaiknya aku tidur saja."
Florencia berjalan menuju tempat tidurnya kemudian merebah kan badannya di sana. Florencia menarik selimut untuk menutupi badannya sebatas dada.
Florencia menutup matanya dan tak lama dengkuran halus terdengar menandakan jika Florencia sudah masuk ke alam mimpinya.
**
Keesokkan harinya..
Byur..
Florencia mencebur kan dirinya ke kolam renang. Sudah beberapa minggu ini ia tidak melakukan rutinitas paginya itu karena masalah yang selalu saja datang.
Sudah setengah jam Florencia berenang dan kini ia tengah duduk di pinggir kolam renang sembari menikmati segelas jus.
Grep
Geovano memeluk Florencia dari belakang lebih tepatnya sih memakai kan Florencia bathrobe tapi yang namanya Geovano, ia tidak akan pernah menyia nyiakan kesempatan.
"Apa yang kau lakukan? Lepas!" sentak Florencia.
Geovano melepas pelukannya pada Florencia kemudian ia duduk di sebelah Florencia. "Aku hanya ingin memakai kan mu bathrobe. Aku tidak ingin milik ku di lihat oleh orang lain."
"Kau akan ke mansion mu?" tanya Geovano kemudian.
"Hmm.."
"Malam ini bersiap lah. Aku ingin mengajak mu dinner. Ada hal yang ingin aku katakan pada mu."
"A.."
Baru saja Florencia akan menolak tapi Geovano terlebih dulu menyela ucapannya.
"Tidak ada penolakan. Alexa akan membantu mu bersiap. Tampil lah dengan cantik malam ini. Aku akan menunggu mu."
Setelah mengatakan itu Geovano langsung pergi untuk bersiap pergi ke kantor meninggal kan Florencia yang terlihat sangat kesal karena Geovano menyela ucapannya.
__ADS_1
"Kau tunggu saja karena aku tidak akan datang!!"