
TSM - 38
"Nyonya.. Putri menghilang," lirih Yati dan seketika itu juga tangisannya pecah.
"APA???"
Laura memeluk Yati. "Bibi tenanglah.."
"Jelas kan semuanya!" kata Florencia.
"Kemarin sepulang sekolah Putri menelepon dia meminta ijin pada saya, katanya dia akan pergi ke rumah temannya untuk kerja kelompok tapi sampai malam Putri belum juga pulang. Saya menelepon Putri tapi tidak tersambung sepertinya ponselnya mati jadi saya menelepon temannya untuk bertanya dan temannya itu mengata kan pada saya jika Putri sudah pulang sejak sore tapi sampai sekarang Putri belum juga pulang.. Hiks.. Hiks.." jelas Yati dengan isakannya.
"Kenapa kau tidak memberitahu ku?"
"Kemarin saya ingin memberitahu nyonya tapi saat itu nyonya terlihat terburu buru untuk menjemput nona Laura, saya memutus kan akan memberitahu nyonya setelah nyonya kembali tapi nyonya tidak juga kembali dan saya malah mendapat kan kabar jika nyonya di culik dan masuk rumah sakit. Saya tidak tau harus berbuat apa? Saya tidak mungkin memberitahu nyonya di saat kondisi nyonya seperti itu, saya bingung nyonya.. Saya hanya bisa menunggu Putri pulang."
"Berhentilah menangis, aku akan menemukan Putri dalam keadaan selamat. Kau percaya pada ku?"
Yati mengangguk. "Saya sangat percaya pada nyonya."
Florencia mengambil benda pipih itu dari sling bagnya kemudian ia menelepon seseorang dan tak lama terdengar suara lembut dari sebrang sana.
"Iya Flo, ada apa?" tanya Alexa.
"Putri menghilang! Lacak keberadaannya sekarang!"
"Apa? Bagaimana iti bisa terjadi?"
"Nanti aku jelaskan."
"Baiklah, aku akan melacaknya."
"Aku akan ke sana. Siapkan anggota beritahu Axel."
Florencia menutup panggilannya sepihak dan berlalu pergi tapi langkah kaki Florencia terhenti karena Geovano mencekal tangannya.
"Kau mau kemana?" tanya Geovano seraya mencekal tangan Florencia.
"Ck! Lepas!" sentak Florencia.
"Kau tidak boleh pergi ke mana mana, kau harus istirahat. Aku yang akan mencari Putri."
__ADS_1
Florencia menghela napas nya kasar kemudian ia menghempas kan tangan Geovano yang mencekal nya dan berlalu pergi.
Saat Florencia memasuki mobil nya tanpa di duga Geovano mengikutinya dan langsung masuk ke mobil Florencia. Posisinya Florencia yang mengemudi dan Geovano duduk di kursi penumpang.
Florencia tidak mempermasalah kan itu karena ia tidak ingin membuang waktu dan itu akan semakin membahaya kan nyawa Putri. Tanpa mengata kan sepatah kata pun Florencia melaju kan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju mansionnya sekaligus markas Valuenz.
"Mungkin ini waktu yang tepat," batin Florencia.
**
Mansion Florencia..
Florencia masuk ke mansion mewah itu dan Geovano berjalan di sampingnya. Semua orang yang ada di sana menunduk hormat saat melihat kedatangan Florencia dan itu memuncul kan tanda tanya besar di kepala Geovano. Geovano ingin sekali bertanya tapi ini bukan waktu yang tepat. Ia akan bertanya nanti saja setelah masalah ini selesai.
"Al, bagaimana?" tanya Florencia menghampiri Alexa yang tengah sibuk dengan laptopnya di ruang tamu.
"Aku sudah menemukannya Flo," Alexa melihat ke arah Florencia dan betapa terkejutnya ia saat melihat Geovano berada di samping Florencia. "Kenapa dia ada di sini?" tanya nya kemudian.
"Biar kan saja dia," acuh Florencia.
"Tapi Flo.."
"Sudahlah, di mana lokasi terakhir Putri?"
"Hmm.."
Tak lama Axel kembali bersama empat anggota Valuenz lainnya.
"Kenapa dia ada di sini?" tanya Axel menatap tidak suka pada Geovano.
"Bagaimana? Apa kau menemukan petunjuk?" bukannya menjawab pertanyaan Axel, Florencia malah balik bertanya.
Axel mendengus kesal. "Tidak ada, aku hanya menemukan ponsel milik Putri yang tergeletak di sana."
"Sial!" kesal Florencia. "Al, kau retas semua CCTV yang ada di sekitar jalan itu," titahnya kemudian.
"Iya Flo," Alexa kembali fokus menatap layar laptop nya. Jari jarinya terlihat sangat lihai menari nari di atas keyboard itu.
Beberapa menit kemudian Alexa berhasil menemukan petunjuk. "Flo lihatlah," Alexa memposisi kan laptop nya supaya bisa di lihat oleh Florencia, Axel dan juga dirinya. Sementara Geovano, Alexa menghiraukan nya dan menganggap nya tidak ada di sana.
Di video itu terlihat ada Putri dan seorang anak kecil mungkin usia nya sekitar enam tahun di paksa masuk ke dalam sebuah mobil oleh dua orang yang wajah nya tertutup topeng.
__ADS_1
Alexa men-zoom video itu untuk mendapat kan plat nomor mobil itu. "Ini plat nomornya Flo."
"Axel, kau sebar anggota lacak mobil itu."
"Iya Flo."
"Siapa kau sebenarnya?"
Pertanyaan yang di lontar kan Geovano itu mencuri atensi Florencia, Alexa dan Axel. Mereka sontak menetap ke arah Geovano.
"Siapa kau?" Geovano kembali bertanya seraya menatap tajam Florencia.
Entah kenapa pertanyaan itu keluar dari mulutnya?
Setelah Geovano masuk ke mansion Florencia dan melihat semua orang yang ada di sana sangat menghormati istrinya itu terlebih lagi saat Axel dan Alexa terlihat sangat patuh pada Florencia, Florencia juga terlihat sangat dominan, itu membuat Geovano kembali mengingat ucapan Jasper.
'Dia berbohong tuan Baldwin, jangan percaya ucapannya. Dia wanita yang sangat licik dan dia bukan istri mu.'
'Tuan Geovano percayalah dia bukan istri mu, dia bukan nyonya Nara tapi dia Florencia, ketua mafia yang sangat berbahaya.'
Florencia mengangkat satu alisnya. "Menurut mu, aku siapa?" bukannya menjawab pertanyaan Geovano, Florencia malam balik bertanya padanya.
"Kau istri ku," jawab Geovano yakin seraya menatap Florencia dalam.
"Jika aku mengatakan, aku bukan Nara istri mu, kau percaya?"
Geovano terkekeh. "Hentikanlah sandiwara mu itu dan jika itu cara mu untuk meninggal kan ku? Maka hentikanlah sekarang juga karena kau tidak akan pernah berhasil. Aku tidak akan pernah melepas mu."
"Geovano.. Aku berkata jujur, aku bukan istri mu, itu kenyataannya."
"Cukup! Hentikan omong kosong mu itu!" sentak Geovano.
Kini gililaran Florencia yang terkekeh. "Tadi kau sendiri yang bertanya siapa aku, tapi setelah aku mengatakan kebenarannya kau malah tidak mempercayai ku. Terserah kau sajalah."
Grep
Tanpa melihat situasi dan kondisi Geovano merengkuh Florencia masuk ke dalam dekapannya.
"Kya!! Lepas! Apa yang kau lakukan?" Florencia mendorong Geovano hingga pelukan itu terlepas.
"Aku tidak perduli siapa kau karena yang aku tau kau adalah istri ku, itu kenyataannya."
__ADS_1
Pikiran Geovano berkecamuk. Jujur.. Setelah Jasper mengatakan jika istrinya itu bukan istrinya yang sebenar nya Geovano mulai bingung. Geovano tidak ingin mempercayai nya tapi jika ia melihat istrinya yang sekarang memang sangat berbeda dengan istrinya yang dulu.
Geovano ingin menghilang kan kebingungan nya dengan bertanya langsung pada Florencia, Geovano sangat yakin jika Florencia akan mengatakan dengan sangat tegas bahwa dia adalah istrinya tapi Florencia malah mengatakan yang sebaliknya. Sungguh Geovano sangat bingung.. Ia tidak tau harus mempercayai ucapan istrinya itu atau tetap percaya pada keyakinan nya yang mengatakan jika istrinya itu tengah bersandiwara untuk lepas dari dirinya.