Transmigrasi Sexy Mafia

Transmigrasi Sexy Mafia
Chapter 58


__ADS_3

Tok.. Tok..


"Kak Vano!!"


"Kak Vano baik baik aja kan? Kak Vano jawab aku, cepat buka pintunya" tanya Laura khawatir.


Tadi pagi Laura mendapat kabar dari Kenand jika Geovano dalam keadaan tidak baik baik saja. Kenand mengatakan jika Geovano mabuk semalaman. Laura yang mendapat kabar itu pun langsung pergi ke mansion Geovano. Laura sudah sepuluh menit menggedor pintu kamar Geovano tapi tak ada tanda tanda jika Geovano akan membuka pintunya.


Sementara itu di dalam kamar Geovano baru saja terbangun karena teriakan Laura yang memekakan telinganya.


"Argh.."


Geovano memegang kepalanya yang terasa sangat sakit. Geovano menggeleng geleng kan kepalanya untuk mengurangi rasa sakit di kepalanya.


Ingatannya kembali mengingat kejadian tadi malam yang membuat dirinya sampai seperti ini.


FLASH BACK ON


Geovano terlihat menghela napas nya dalam untuk kemudian menatap tepat di manik mata Florencia. Tatapan yang penuh dengan cinta.


"Berjuta rasa yang tak mampu di ungkapkan kata kata. Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan, yang benar benar kuingin kan hanyalah kau untuk selalu di sini ada untuk ku. Maukah kau tuk menjadi pilihan ku? menjadi yang terakhir dalam hidup ku. Florencia Grizelda. Will you marry me?"


Florencia menatap Geovano dengan tatapan rumit setelah itu Florencia melepaskan genggaman tangan Geovano dari tangannya.


Florencia terlihat menghela napasnya dalam kemudian ia menggeleng kan kepalanya sebagai jawaban. Melihat itu seketika senyum di wajah Geovano memudar untuk sesaat tetapi Geovano kembali menunjuk kan senyum manisnya pada Florencia.


"Tidak apa apa, aku mengerti ini terlalu cepat untuk mu. Kita jalani saja ini secara perlahan, aku akan menunggu mu," kata Geovano penuh ketulusan.


"Jangan menunggu ku."


Geovano mengkerut kan kedua alisnya mendengar ucapan Florencia itu seolah bertanya 'kenapa?'


"Aku akan pergi. Sudah waktunya aku kembali."


"Apa maksud mu?" tanya Geovano.


"Aku akan hidup sebagai Florencia dan kembali ke kehidupan ku sebelumnya."


"Tidak.. Kau tidak bisa melakukan itu. Kau tidak boleh pergi, aku melarang mu," tegas Geovano.

__ADS_1


Florencia terkekeh. "Kita tidak ada hubungan apa apa kalau kau lupa jadi kau tidak berhak melarang ku pergi kemana pun yang aku mau."


"Flo, kau tidak bisa seperti ini. Kau tidak bisa pergi begitu saja, bukankah kita sebelumnya sudah memiliki perjanjian?"


"Hari ini adalah hari terakhir perjanjian itu. Tepat satu tahun yang lalu kau menikah dengan Nara dan membuat perjanjian itu. Kontrak pernikahan itu berakhir hari ini, setelah hari ini kau dan aku tidak terikat kontarak lagi."


Geovano membelalakan matanya. Apa yang di katakan Florencia itu memang benar, Geovano juga mengingatnya tapi ia tidak menyangka Florencia akan pergi secepat ini.


Geovano sadar ia bukan siapa siapa Florencia karena itu ia melamar Florencia malam ini tapi sepertinya kenyataan tidak sesuai dengan apa yang sudah di rencanakan olehnya. Florencia menolak lamarannya dan malah memilih untuk pergi meninggalkan nya.


"Flo, apa kau tidak bisa mengubah keputusan mu. Kasih aku satu kali kesempatan lagi Flo, aku benar benar mencintai mu. Apa tidak ada sedikit saja rasa cinta mu untuk ku? Selama beberapa bulan ini kita bersama apa kau sama sekali tidak memiliki perasaan apa pun pada ku?" tanya Geovano penuh harap.


"Jujur selama beberapa bulan ini aku memang merasakan sesuatu yang aneh saat aku bersama mu terlebih lagi ketika kau memeluk ku. Aku merasa sangat nyaman."


Ucapan Florencia itu berhasil membuat garis senyum di bibir Geovano terbit. Harapan untuk bisa bersama Florencia kembali hadir tapi ucapan Florencia itu belum selesai..


Jangan terlalu berharap Geovano jika harapan itu tidak tercapai akan sangat menyakit kan.


"Tapi setelah aku mencari alasannya, kenyamanan yang aku rasakan bersama mu itu bukan perasaan nyaman karena aku mencinta mu tapi perasaan nyaman karena aku merasa jika yang memeluk ku itu adalah kakak ku. Ya selama ini aku menganggap mu hanya sebatas kakak ku. Aku merasa nyaman saat bersama mu, aku merasa seperti bersama kakak ku yang aku anggap sudah meninggal waktu itu. Tidak ada perasaan lebih yang aku rasakan pada mu selain rasa itu. Rasa sayang adik kepada kakaknya."


DUAR


Entah kenapa Geovano bisa mendengar suara guntur di malam yang sangat indah ini. Jadi selama ini Florencia hanya menganggapnya sebagai kakak saja tidak lebih.


Sakit? Tentu saja iya tapi Geovano sedikit lega karena Florencia tidak membencinya.


"Aku ingin berterimakasih pada mu karena kau sudah membantu dalam misi balas dendam ku. Semoga kamu bertemu dengan kebahagian mu dan itu bukan aku. Dunia kita berbeda, sangat berbeda. Aku akan kembali ke dunia underground ku. Sekali lagi terimakasih untuk semuanya. Tentang keluarga mu kau tidak usah khawatir, aku sudah memberitahu mereka semuanya. Aku pamit, aku akan kembali ke Italia besok siang."


Setelah mengatakan itu Florencia berlalu pergi meninggal kan Geovano yang entah bagaimana keadaannya.


'Hancur' kata itu yang paling tepat untuk menggambar kan perasaan Geovano saat ini.


Geovano tidak menyangka jika perasaan cintanya pada Florencia sangat dalam, bahkan ia sendiri tidak bisa menggambarkan rasa cintanya pada Florencia sedalam apa. Setiap harinya perasaan cintanya itu semakin tumbuh dan sepertinya rasa cinta Geovano pada Florencia itu tidak akan berhenti sampai kapan pun.


Ini pertama kalinya Geovano mencintai seorang wanita sebegitu dalamnya karena dengan para mantan pacarnya yang sebelumnya Geovano tidak sampai menangis seperti ini.


Ya, saat ini Geovano tengah menangis menatap punggung Florencia yang semakin lama semakin tak terlihat.


Setelah itu hanya satu tempat yang di pikir kan Geovano untuk sejenak melupakan kesedihannya, Club malam. Geovano pergi ke club malam bersama Kenand yang menjadi saksi bagaimana hancurnya Geovano pada malam itu.

__ADS_1


Entah sudah berapa botol vodka yang Geovano habiskan dan kini keadaan Geovano sudah mabuk berat. Dalam keadaan mabuk pun hanya satu kata yang Geovano gumam kan yaitu nama wanita yang sangat di cintainya, Florencia.


Kenand menatap nanar sahabatnya itu, ia tidak bisa berbuat apa apa karena Florencia sudah menentukan pilihannya. Kenand hanya mengharap kan yang terbaik untuk keduanya. Baik Geovano maupun Florencia nantinya akan menemukan kebahagiannya masing masing.


FLASH BACK OFF


Geovano menatap foto Florencia di ponselnya yang ia ambil secara diam diam saat Florencia sedang berbicara dengan Laura.


Geovano mengelus elus wajah Florencia di foto itu. Air matanya berlomba lomba untuk keluar dan ia tidak bisa menahannya lagi.


"Kak Vano cepat buka pintunya."


Suara Laura masih terdengar di luar pintu kamar Geovano. Geovano berdecak kesal. Apa Laura tidak merasakan sakit di tenggorokannya karena gadis itu sedari tadi terus saja berteriak.


Dengan langkah tertatih karena rasa pusing di kepalanya itu masih ada Geovano berjalan ke arah pintu lalu membukanya.


Saat pintu terbuka langsung saja Laura menghujani Geovano dengan berbagai macam pertanyaan.


"Kak Vano baik baik aja kan?"


"Kenapa lama sekali buka pintunya?"


"Kenapa kak Vano mabuk sampai separah ini?"


"Aku tau kak Vano lagi sedih tapi jangan bersikap seperti ini, jangan bikin aku khawatir, hiks.." Laura terisak.


Grep


Geovano merengkuh Laura masuk ke dalam pelukannya. "Jangan menangis, kakak baik baik saja."


"Jangan seperti ini lagi, aku khawatir, aku takut," lirih Laura.


"Iya, maafin kakak, kakak tidak akan mengulanginya lagi," Geovano mengelus elus kepala Laura.


"Hiks.. Hiks.. Kak Nara.."


"Kau sudah mengetahuinya?"


Laura mengangguk kan kepalanya. "Kemarin kak Flo datang ke mansion dan menjelaskan semuanya pada ku dan papa."

__ADS_1


Saat Alexa mencari Florencia dan tidak menemukan Florencia saat itu, itu karena Florencia pergi ke kediaman Baldwin untuk menceritakan semua kebenaran yang ia sembunyikan dari Harun dan Laura selama ini.


__ADS_2