Transmigrasi Sexy Mafia

Transmigrasi Sexy Mafia
Chapter 34


__ADS_3

"NARA!!!"


Pekik Govano saat Florencia tiba tiba saja pingsan dalam dekapannya. Geovano langsung menggendong Florencia ala bridal style dan berlalu pergi tapi sebelum itu ia menatap tajam Jasper dan mengatakan sesuatu hal pada Jasper yang membuat laki laki itu tidak berkutik.


"Kau sudah melakukan kesalahan yang sangat besar JASPER!! Kau sudah menyakiti istri ku! Tunggulah kehancuran mu!!" desis Geovano tajam.


Mendengar itu Florencia tersenyum tipis sangat tipis dalam gendongan Geovano.


"Akh sial!!" Jasper melempar pistol di tangannya ke sembarang arah. Pria paruh baya itu sangat marah.


"Aku tidak akan pernah bisa menyentuh Florencia selama Geovano ada di pihaknya. Jika saja aku tidak membutuhkan dana dari perusahaan Geovano, akan aku lenyap kan mereka berdua sejak tadi."


"Aku berharap Geovano tidak mencabut sahamnya di perusahaan ku, jika itu terjadi akan sangat berbahaya bagi perusahaan ku, bisa bisa perusahaan ku bangkrut tak tersisa."


"Aku masih membutuhkan dana dari perusahaan Geovano untuk membangun kekuatan The Devil untuk bisa menandingi kekuatan Valuenz."


"Jika saja rencana ku saat itu berhasil, pasokan senjata The Devil akan aman."


"Florencia, kau dan papa mu sama saja, selalu menggagal kan rencana ku."


"Dulu aku berhasil menyingkir kan papa mu dan kali ini aku juga akan menyingkir kan kau, Florencia. Bersiaplah!! Tidak akan ada yang bisa menyelemat kan mu dari ku. Kau dan penjaga mu itu akan berakhir dengan sangat tragis."


"Setelah kau tiada, aku yang akan mengganti kan mu menjadi ketua Valuenz. Impian ku yang sempat tertunda sebentar lagi akan tercapai."


"Dan aku akan menjadi penguasa underground. Semua kekayaan, kehormatan dan kekuasaan yang kau miliki akan menjadi milik seorang JASPER COSTA."


Monolog Jasper tertawa sinis.


Sementara itu tanpa Jaser sadari ada sepasang mata yang mengawasinya di balik tembok.


"Jadi ini alasan papa sangat terobsesi dengan gadis yang bernama Florencia itu," gumam Mario menatap Jasper dengan tatapan yang ahh.. Entahlah..


**


Mansion Geovano..


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Geovano sangat khawatir.


"Nyonya Baldwin baik baik saja, dia akan segera sadar," jelas Dokter.


"Terimakasih Dok."


"Iya, kalau begitu saya permisi tuan." Dokter itu berlalu pergi di antar Kenand.


Geovano duduk di pinggiran kasur. Tangannya terulur menyentuh wajah Florencia dengan tatapan sendu.


"Kak Vano, apa yang terjadi? Kenapa kak Flo pingsan? Apa kak Vano menyakiti kak Flo lagi dan jika itu benar, aku akan sangat marah dan tidak akan pernah memaafkan kak Vano," tanya Laura khawatir sekaligus marah.

__ADS_1


"Kau jaga dia," kata Geovano lalu..


Cup


Geovano mengecup kening Florencia. Sementara Florencia hanya bisa mengumpat dalam hatinya saja.


'Sial!! Dia mencari kesempatan dalam kesempitan.'


"Kak Vano mau kemana?" tanya Laura.


Geovano pergi tanpa menjawab pertanyaan Laura yang kini sudah memajukan bibirnya karena kesal.


"Aaa.."


Pekik Laura saat berbalik ia sudah melihat Florencia yang duduk seraya bersandar di kepala ranjang dengan sorot mata yang menatap Laura datar.


Entah sejak kapan wanita itu siuman itu pikir Laura.


"Kau selalu saja berteriak," kata Florencia datar.


"Hee.. Hee.."


Laura menunjuk kan cengir kudanya kemudian ia duduk di sebelah Florencia.


"Kak Flo gimana? Kakak baik baik aja kan?" tanya Laura.


"Hmm.."


"Tarik semua saham kita dari Costa Corp," titah Geovano.


"Ada apa Vano? Kenapa setelah kembali dari kediaman Jasper, Flo pingsan dan kau sangat marah? Apa yang terjadi di sana?" tanya Kenand.


"Si tua bangka itu hampir saja meleceh kan istri ku dan dia juga berani menodong kan senjatanya pada istri ku," jelas Geovano penuh emosi. Kilatan amarah terlihat jelas dari sorot matanya.


"Apa??" Kenand membulat kan matanya sempurna.


"Dasar brengsek!! Sudah tua bangkotan masih saja merayu wanita muda," umpat Kenand.


"Pasti kan Costa Corp hancur."


"Percaya kan semuanya pada ku, besok Costa Corp akan hancur."


Geovano keluar dari ruangan itu untuk menemui istrinya sedangkan Kenand mulai melaksanakan tugasnya.


Ceklek


Geovano membuka kamar Florencia. Ia mengedar kan pandangannya mencari Florencia yang tidak ada di sana yang ada hanya Laura yang sudah masuk ke alam mimpinya.

__ADS_1


"Dimana dia?"


Geovano melihat ke arah balkon dan melihat siluet seorang wanita yang sangat di kenalnya.


Geovano duduk di kursi sebelah Florencia yang tengah menatap langit.


"Apa yang kau lihat," tanya Geovano yang juga ikut menatap langit.


"Orang tua ku. Kata orang setelah meninggal mereka akan berubah menjadi bintang," jawab Florencia.


"Iya kau benar, kau merindukan orang tua mu?"


"Sangat. Aku ingin segera bertemu dengan mereka," tutur Florencia tak sadar yang sontak membuat Geovano melihat ke arahnya.


"Jangan pernah berbicara seperti itu lagi di depan ku!!" sentak Geovano yang sangat tidak menyukai ucapan Florencia yang seakan ia tidak ingin hidup lagi.


Geovano menggenggam kedua tangan Florencia. "Aku tidak akan membiarkan mu pergi dari hidup ku. Tidak akan pernah. Sekali pun tuhan mengambil mu dari ku aku akan melawannya. Karena kau milik ku, hanya milik ku."


Florencia memutar bola matanya jengah kemudian ia melepaskan genggaman tangan Geovano. "Pergilah! Kau selalu saja mengganggu ku."


"Oh god.. Jika terus seperti ini, akan sangat berbahaya. Aku harus menjaga jarak darinya," batin Florencia.


Florencia bangkit dari duduknya kemudian ia melangkah kan kakinya menuju tempat tidur dan saat Florencia akan membaringkan tubuhnya di samping Laura yang sudah tertidur tiba tiba saja Geovano menggendongnya ala bridal style.


"Apa yang kau lakukan? Turun kan aku? Aku ingin tidur!" sentak Florencia.


"Ssttt.. Jangan berisik, Laura akan terbangun nanti," peringat Geovano yang melihat sedikit gerakan dari Laura yang tidurnya sedikit terusik.


"Turun kan aku Geovano, aku ingin tidur," kata Florencia sedikit berbisik.


"Aku juga ingin tidur, kita tidur di kamar ku."


"Tidak mau, aku ingin tidur di kamar ku. Cepat turun kan aku."


"Jika kau tidur di sini aku tidur di mana? Di sini ada Laura, kita tidur di kamar ku saja," tanpa menunggu jawaban dari Florencia, Geovano langsung membawa Florencia ke kamarnya.


Geovano menidur kan Florencia kemudian ia menidur kan dirinya di sebelah Florencia.


"Jika kau ingin tidur bersama ku, tetap lah berada pada batas mu," peringat Florencia menatap tajam Geovano saat laki lak itu akan memeluk Florencia.


"Hmm.. Baiklah," kata Geovano lesu. Namun sesaat kemudian sudut bibirnya terangkat lalu..


Cup


Geovano mencium bibir ranum Florencia.


"Apa yang kau lakukan? Berani sekali kau mencium ku!" sarkas Florencia membulat kan matanya sempurna seraya menyentuh bibirnya.

__ADS_1


"Night kiss baby.." Geovano tersenyum manis kemudian laki laki itu pun mulai masuk ke alam mimpinya.


"Geovano!!!"


__ADS_2