Transmigrasi Sexy Mafia

Transmigrasi Sexy Mafia
Chapter 47


__ADS_3

"AARGHH.. FLORENCIA!! Lagi lagi kau selamat dari serangan ku."


Jasper menatap marah dua kepala anak buahnya yang di kirim kan Florencia kemudian tatapan Jasper beralih menatap lurus ke depan dan seringai jahat terlihat jelas di wajah keriputnya.


**


"Apa? Itu tidak mungkin!" kaget Kenand setelah ia tau kebenaran tentang Florencia.


Kenand menatap Florencia lekat. "Jadi kau bukan Nara tapi Florencia?"


"Hmm.."


"Tidak mungkin! Bagaimana bisa ada orang bertransmigrasi ke tubuh orang lain?" Kenand menggeleng geleng kan kepalanya tidak percaya.


"Apa aku sedang bermimpi?"


"Akh.."


Pekik Kenand karena tiba tiba saja Alexa mencubit pinggangnya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Kenand menatap kesal Alexa.


"Sakit kan?" tanya balik Alexa.


Kenand menganggu kan kepalanya kemudian membulat kan matanya sempurna. "Jadi ini bukan mimpi?"


Ponsel Florencia tiba tiba berdering kemudian ia langsung menekan ikon hijau dan tak lama terdengar suara dari sebrang sana.


"Kak Flo... Kak Flo pergi kemana? Aku ada di mansion tadinya mau ajak kak Flo makan, aku mau kenal kan seseorang pada kak Flo tapi kak Flo nya nggak ada. Kak Flo ada di mana?"


Florencia menjauh kan ponselnya dari telinga, sungguh teriakan Laura itu sangat menyakitkan telinga.


Geovano terkekeh melihat Florencia. "Laura?"


"Hmm.."


Florencia kembali mendekat kan ponselnya ke telinga. "Tunggu, aku akan segera kembali."


Florencia memutus panggilan teleponnya sepihak.


"Apa yang Laura katakan?" tanya Geovano.


"Dia ada di mansion, kita pulang sekarang."


"Ayo."


**


Mansion Geovano..


Geovano menatap Laura dan seorang pria tampan yang duduk di sebelah Laura sementara Florencia hanya menatap sang prianya saja dengan tatapan membunuh.


Kenand? Di mana pria itu? Kenand masih syok setelah mendengar kebenaran tentang Florencia dan dia memutuskan untuk kembali ke apartemennya untuk menjernih kan kembali pikirannya.

__ADS_1


"Siapa dia Laura?" tanya Geovano.


Laura tersenyum malu malu. "Dia Mario, kekasih ku."


Pria yang bernama Mario itu mengulur kan tangannya pada Geovano dan Geovano membalasnya.


"Perkenal kan nama saya Mario." kata Mario memperkenal kan dirinya dengan sangat sopan.


"Saya Geovano," kata Geovano.


Kini Mario mengulur kan tangannya pada Florencia dan Florencia membalasnya.


"Mario."


"Nara."


Ponsel Mario tiba tiba berdering kemudian ia langsung menekan ikon hijau dan tak lama terdengar suara dari sebrang sana.


" ... "


"Aku akan segera ke sana."


Mario mengakhiri panggilan teleponnya sepihak.


Mario menatap Laura. "Maaf sayang aku harus pergi, ada jadwal pemotretan."


"Iya sayang tidak apa apa, pergilah," kata Laura.


"Terimakasih sayang, setelah selesai aku kan menelepon mu."


Mario mengecup kening Laura singkat. Geovano mengeras kan rahangnya melihat itu.


"Iya, hati hati," Laura tersenyum manis sangat manis.


Setelah mario pergi, Geovano menatap Laura layaknya seperti seorang polisi yang tengah menginterogasi tersangkanya.


"Jelaskan!" tegas Geovano.


"Kak Flo.." rengek Laura.


"Geovano sudahlah, aku yang akan berbicara dengan Laura," kata Florencia.


"Tapi pria itu.." Geovano menjeda ucapannya lalu menatap Laura. "Laura, kau mempercayai kakak?" tanyanya kemudian.


"Iya aku percaya," jawab Laura.


Geovano menghela napasnya dalam. "Akhiri hubungan mu dengan pria itu sekarang juga."


"Apa? Apa maksud kakak?"


"Putuskan dia, Laura."


"Cukup!! Aku tidak tau apa masalah kak Vano tapi ini hidup aku, kak. Aku mencintainya, memang kita baru saling mengenal seminggu ini tapi dalam waktu singkat itu dia berhasil membuat aku jatuh cinta, dia juga sangat mencintai ku, kita jatuh cinta pada pandangan pertama."

__ADS_1


"Ini hidup aku kak, aku berhak memilih siapa pun untuk menjadi pendamping hidup aku," Laura terisak.


"Aku kira kakak akan sangat senang setelah mengetahui hubungan ku dengan Mario, kakak akan merestui hubungan kami tapi aku salah. Kakak jahat, sangat jahat. Aku membenci kakak!!" pecah sudah tangisan Laura dan gadis itu memilih untuk pergi dari sana.


"LAURA!!!" sentak Geovano.


Laura berlari keluar dari mansion itu dengan air mata yang bercucuran.


AKH


PRANG


Geovano melempar guci besar yang ada di ruang tamunya itu.


"Tenanglah," kata Florencia.


"Bagaimana aku bisa tenang? Kau tau sendiri kan pria itu.. Akh sial!! Jasper!!!"


"Kendali kan emosi mu itu karena itu tidak akan membantu mu. Kita ikuti saja permainan mereka," Florencia menyeringai.


Florencia menelepon seseorang dan tak lama Axel dan Alexa datang. Kini mereka semua tengah berada di ruang tamu.


"Pria tua itu sudah mulai bergerak, dia mengguna kan Laura sebagai umpan," jelas Florencia.


Florencia menatap Axel. "Axel, kau tempat kan beberapa orang untuk mengawasi dan menjaga Laura."


"Iya Flo," Axel bangkit dari duduknya kemudian sedikit menjauh dari ruang tamu untuk menelepon salah satu anggota Valuenz.


"Al, kau retas ponsel Laura dan Mario."


Tanpa menjawab Alexa langsung mengerja kan tugasnya. Wanita itu sangat fokus menatap layar laptopnya.


"Flo," panggil Axel yang baru saja kembali setelah menelepon.


"Ada apa?" tanya Florencia.


"Mata mata yang kita tempat kan di mansion Jasper mengatakan jika seminggu yang lalu Jasper dan Mario bertengkar hebat dan karena pertengkaran itu Mario pergi dan tidak pernah kembali. Semenjak itu hubungan mereka memburuk jadi ada kemungkinan jika rencana ini hanya di lakukan oleh Mario, Jasper tidak telibat," jelas Axel.


"Kita tidak bisa mempercayai mereka begitu saja, bisa saja ini adalah siasat mereka untuk mengelabui kita. Kita tidak boleh gegabah," tegas Florencia.


"Flo, saat aku menyelidiki identitas Mario, aku mendapati beberapa fakta, aku sudah memberitahu mu sebelumnya kan? Mario tidak tau jika ayahnya itu adalah seorang Mafia dan dalam kehidupan sosialnya pun Mario di kenal dengan kepribadian yang sangat baik, dia tidak pernah terlibat masalah," kata Alexa.


"Jika apa yang kalian katakan itu benar, lantas apa tujuan Mario mendekati Laura? Apa pria itu benar benar mencintai Laura?" tanya Florencia.


"Itu yang harus kita selidiki Flo," Alexa tersenyum sinis.


"Apa rencana mu?" tanya Axel yang mengerti arti dari senyuman Alexa.


"Untuk sekarang kita harus membuat Mario percaya jika kita merestui hubungannya dengan Laura setelah dia percaya, kita akan mudah mengetahui apa tujuan dia sebenarnya? Dia benar benar mencintai Laura atau hanya pura pura?" jelas Alexa.


"Ini masalah hati, jika kita salah bertindak kita akan sangat menyakiti hati Laura. Bagaimana kalau mereka benar benar saling mencintai? Kita akan menjadi antagonis dalam kisah cinta mereka. Dampaknya akan sangat buruk pada Laura, dia akan membenci semua orang nantinya," sambungnya lagi.


Florencia hanya menatap Alexa datar setelah mendengar ucapan Alexa yang sama sekali tidak ia pahami.

__ADS_1


"Aku tidak tau apa yang kalian rencana kan, tapi aku harap rencana kalian itu tidak akan menyakiti Laura," kata Geovano.


"Kau tenang saja, Laura akan aman."


__ADS_2