
"Jadi itu benar? Kak Nara sudah meninggal dan selama ini yang ada bersama kita itu bukan kak Nara tapi kak Flo yang bertransmigrasi ke tubuh kak Nara?" tanya Laura.
"Iya dia bukan Nara, kakak ipar mu tapi dia Florencia."
"Kak Flo kemarin pamit sama aku dan papa katanya dia akan kembali ke tempat kelahirannya di Italia?"
Florencia hanya menceritakan pada Harun dan Laura tentang dirinya yang bertransmigrasi ke tubuh Nara saja. Florencia tidak memberitahu mereka tentang identitas seorang Florencia yang merupakan seorang ketua mafia.
"Iya, dia akan pergi siang ini."
"Terus?"
Geovano mengangkat sebelah alisnya. "Terus apa?"
"Ck! Terus kak Vano ngapain masih di sini? Kak Vano tidak pergi ke bandara?"
Geovano menghela napasnya dalam untuk menghilang kan rasa sesak di dadanya. "Kakak tidak bisa menemuinya, kakak tidak bisa melihat dia pergi."
"Aku kecewa sama kakak."
"Kecewa?"
"Iya aku kecewa, sangat kecewa. Ternyata segini saja perjuangan kakak untuk mendapat kan cintanya kak Flo. Aku tau kak Vano sangat mencintai kak Flo. Kak Vano dengerin aku ya, kalau cinta itu ya di kejar jangan diam saja."
"Kakak memang sangat mencintai dia tapi kakak tidak bisa memaksanya. Kata orang level tertinggi mencintai seseorang itu adalah mengikhlas kan dia untuk bahagia dengan pilihannya dan sekarang kakak sudah sampai di level itu."
"Omong kosong, jika kakak benar benar mencintai kak Flo itu ya di kejar bukan mengikhlaskannya. Apa kak Vano rela jika kak Flo bersanding dengan pria selain kak Vano? Aku yakin jawabannya pasti tidak."
Geovano terlihat berfikir setelah mendengar ucapan Laura yang tidak bisa di bantahnya itu karena apa yang di katakan Laura itu memang benar. Geovano tidak akan pernah rela jika ada pria lain yang menyentuh miliknya.
"Ck! Tunggu apa lagi kak Vano? Cepat pergilah! Keburu kak Flo nya pergi," gereget Laura.
Langsung saja Geovano bersiap siap untuk menememui Florencia di bandara karena hari juga sudah siang.
**
Bandara Soekarno Hatta..
Mario memeluk Florencia erat. Rasanya berat sekali harus terpisah lagi dengan sang adik tersayang. Sebenarnya Mario ingin sekali ikut bersama Florencia dan tinggal di sana tetapi Mario tidak bisa pergi meninggal kan pekerjaannya sebagai model begitu saja.
Ini bukan tentang uang tapi tentang profesionalitas Mario sebagai seorang model. Profesi yang sangat di cintainya.
Setelah pekerjaan Mario selesai di sini baru ia akan menyusul Florencia ke Italia dan memulai kehidupan barunya dengan sang adik di sana.
Mario mengurai pelukannya. "Setelah pekerjaan kakak selesai, kakak akan langsung menyusul mu tapi sebelum itu kau harus berjanji sama kakak, jangan buat kakak khawatir. Kakak tau kamu bisa menjaga diri mu dengan baik tapi tetap saja kamu harus berhati hati, jangan sampai terluka," kata Mario menatap netra Florencia.
"Iya kak, kakak tenang saja, aku tidak sendiri ada uncle Matteo, Axel dan Alexa yang akan menjaga ku. Ada Valuenz juga. Kakak cepatlah menyusul, aku akan menunggu kakak."
"Sini peluk kakak lagi," Mario merentang kan tangannya.
Florencia terkekeh melihat itu tapi tak urung dia menuruti keinginan Mario. Kakak beradik itu kembali berpelukan.
"Kakak akan sangat merindukan mu Flo."
"Iya, aku juga. Jaga diri kakak baik baik di sini."
"Pasti."
__ADS_1
"Kak Flo.."
Pekik Laura yang baru saja datang bersama Geovano dan juga Kenand.
Tanpa aba aba langsung saja Laura memeluk Florencia erat. "Kak Flo jahat! Kenapa kak Flo pergi? Aku sudah kehilangan kak Nara dan aku gak mau kalau harus kehilangan kak Flo juga."
"Laura, kita hanya berpisah jarak saja. Jika kau ingin menemui ku datanglah ke Italia, pintu mansion ku akan selalu terbuka untuk mu."
"Iya, tapi tetap saja kita tidak bisa ketemu setiap hari. Jangan pergi ya kak kalau kak Flo pergi aku shopping sama siapa?"
"Maaf tapi aku benar benar harus pergi."
"Iya gak papa tapi kak Flo harus janji kita akan terus saling berkomunikasi."
"Aku akan mengikuti ke inginan mu itu tapi kau juga harus mengikuti keinginan ku."
"Apa keinginan kak Flo? Aku akan mengikutinya."
"Berhentilah memanggil ku dengan sebutan 'kakak' asal kau tau kita itu seumuran bahkan tepatnya kau lebih tua dua bulan dari ku."
"Apa? Kak Flo serius?"
"Laura! Berhenti memanggil ku 'kakak', aku tidak setua itu"
Laura menunjuk kan cengir kudanya. "Iya maaf. Jadi mulai sekarang kita sahabat?" Laura mengulur kan tangannya.
Florencia menerima uluran tangan Laura. "Sahabat."
"Ekhm.."
Laura mendengus ketika mendengar deheman Geovano itu langsung saja Laura bergeser sedikit menjauh dari Florencia.
"Ada sesuatu hal yang ingin aku katakan pada mu."
"Katakan saja."
Saat Geovano akan membuka mulutnya tiba tiba saja terdengar suara pengumuman yang mengatakan jika penerbangan menuju ke Italia akan segera lepas landas.
"Cepat katakanlah, aku harus segera pergi."
Grep
Geovano merengkuh Florencia masuk ke dalam dekapan nya. Menghirup aroma lavender yang keluar dari tubuh Florencia. Aroma itu akan sangat ia rindu kan. Dan kini Geovano berjanji ia tidak akan melepas kan Florencia begitu saja. Ia akan terus mengejar cinta Florencia sang bos mafia.
Jika tidak sekarang, suatu saat nanti Geovano pasti bisa merebut hati Florencia dan menjadikan Florencia sebagai miliknya seutuhnya, hanya milik Geovano seorang.
Untuk sekarang Geovano akan melepas Florencia untuk menjalani kehidupan seperti yang ia ingin kan. Akan tetapi suatu hari nanti Geovano akan kembali ke dalam kehidupan Florencia dan saat hari itu tiba Geovano pastikan Florencia tidak akan menolaknya untuk yang kedua kalinya. Tidak akan.
Nama Florencia akan tetap terukir di dalam hati Geovano dan hal itu juga akan terjadi pada Florencia. Geovano akan pastikan hanya nama dia yang akan terukir di dalam hati Florencia.
Geovano semakin mengerat kan pelukannya pada Florencia.
"Ti amo," bisiknya dengan deep voicenya tepat di telinga Florencia.
(Aku cinta kamu.)
"Voglio essere sempre con te."
__ADS_1
(Aku selalu ingin bersama mu)
"Senza di te non posso più vivere."
(Aku tidak bisa hidup tanpa mu.)
"Sei la mia anima gemella."
(Kamu belahan jiwa ku.)
"Ti voglio baciare."
(Aku ingin mencium mu.)
Kata terakhir yang di ucapan Geovano itu berhasil membuat mata Florencia membulat sempurna.
"Jangan ma–hmptt."
Belum sempat Florencia menyelesai kan ucapannya Geovano dengan santainya membungkam mulut Florencia dengan mulutnya.
Dengan sangat lembut dan penuh perasaan Geovano ******* bibir Florencia. Ciuman itu mewakili ungkapan perasaan cinta yang sangat dalam yang Geovano rasakan untuk Florencia.
Geovano melepas ******* bibirnya pada bibir Florencia.
Cup
Kini Florencia mengecup kening Florencia dalam.
"Ekhm.. Apa kau tidak menghargai ku sebagai kakak dari Florencia? Seenaknya saja kau mencium adik kesayangan ku!" sarkas Mario menatap sengit Geovano.
"Flo, kau pergi sekarang, pesawat mu akan segera lepas landas."
"Iya." Sebelum pergi Florencia kembali memeluk Mario.
Florencia berjalan secara beriringan dengan Matteo yang ada di samping kanannya dan Alexa yang ada di samping kirinya sedangkan Axel berada di samping Laura. Mereka berjalan semakin menjauh dari pandangan Mario, Geovano, Kenand dan Laura.
"Semuanya telah berakhir. Aku sudah menuntas kan balas dendam ku dan aku juga sudah menepati janji ku pada Nara. Sekarang semuanya akan kembali ke tempat yang seharusnya."
"Aku akan kembali menjalan kan peran ku sebagai ketua mafia yang sangat kejam."
"Aku tidak tau kapan akhir hidup dari seorang Florencia. Kapan aku akan kembali lagi bertemu dengan malaikat ceroboh yang sudah menjungkir balik kan kehidupan ku."
Monolog Florencia dalam hatinya.
Florencia pernah mengalami kematian dan akhirnya bangkit kembali. Bukannya kembali ke dalam tubuhnya Florencia malah terjebak di dalam tubuh seseorang yang bernama Nara.
Awalnya Florencia berfikir jika takdir begitu kejam padanya. Ia membenci takdir yang selalu tidak berpihak padanya tapi Florencia tidak pernah tau kebaikan apa yang ada di balik takdir yang kejam itu.
Dan kini Florencia mengetahuinya, di balik takdir yang kejam itu ternyata ada kebaikan di sana terbukti dengan berhasilnya Florencia dalam tujuan hidupnya yaitu balas dendam.
Kita jangan terlalu menyalah kan takdir ketika kehidupan kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapnya tetapi sebaliknya percayalah pada takdir karena takdir akan membawa kita pada tujuan hidup kita. Ikuti saja alurnya karena takdir tidak akan pernah tertukar.
...THE END...
Kisah balas dendam seorang Florencia Grizelda yang merupakan ketua mafia yang cantik nan sexy cukup sampai di sini. Mungkin kedepannya akan ada kisah balas dendam Florencia lainnya.
Terimakasih yang udah ngikutin kisah ini dari awal sampai akhir. Terimakasih juga atas semua dukungannya. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam segi apa pun. Maklum authornya masih amatiran.
__ADS_1
Sampai ketemu lagi di kisah kisah yang akan saya tulis selanjutnya. Terimakasih semuanya.
Salam hangat dari author HYUNJI KIM.