Tuan Dom

Tuan Dom
Vidio enam bulan yg lalu


__ADS_3

"Apa belum ada kabar dari pria itu? "Tanya Dom pada Anak buahnya..


"Maafkan kami tuan, kami sudah mencari keberbagai tempat hingga tempat terpencil, namun Kami belum mendapatkan petunjuk tentang keberadaannnya.."Lapor anak buah Dom..


"Bodoh, kalian memang bodah aku hanya menugaskan kalian untuk menangkap satu orang pria dan dua wanita lemah, tapi kalian tidak bisa, "Sahut Dom marah..


"Frey, waktu yg kau janjikan sudah habis, apa kau akan memperpanjang waktu lagi? "sambung Dom, melihat tajam kepada asistennya..


"Saya minta maaf tuan, saya akan lebih berusaha lagi mencarinya, "jawab Frey malu, enam bulan yg lalu Frey meminta waktu pada tuan Dom selama satu minggu untuk mencari keberadaan pria yg datang marah-marah dan mengatakan hal-hal yg tak pantas kepada tuannya, namun enam bulan sudah Frey belum juga mendapat petunjuk..


"Kau Cari kembali dia di pedesaan yg dulu dia mengelami kecelakaan, periksa satu persatu rumah warga, mungkin saja dia dan kakaknya bersembunyi di sana, "perintah Dom..


"Baik tuan, saya akan datang kembali ke desa itu.."jawab Frey sigap..


"Hmm..


*


*


*


*


"Geledah semua rumah warga jangan sampai ada yg terlewatkan "perintah Frey kepada anak buahnyan.


"Baik Tuan Frey.."jawab anak buah Frey..


Adley yg sedang berbaring di kamar salah satu warga, menjadi panik..


"Tuan Adley, ada segerombolan orang kota yg datang mencari Anda, "lapor pria tua yg menolong Adley..


"Tolong bantu saya paman, saya akan bersembunyi di bawah tempat tidur saja.."pinta Adley..


"Tapi tuan, tempat itu sangat sempit itu akan membuat tuan susah untuk bernapas dan bergerak.."cegah pria tua yg menolong Adley..


"Tidak masalah Paman, tolong bantu saya, jangan terlalu banyak membuang waktu karena itu akan membuat mereka melihat saya.."pinta Adley.


"Paman, sedang apa kau disini? "tanya salah satu anak buah Frey, kepada pria tua yg menolong Adley.


"Ini rumah saya, apa pun yg saya lakukan itu adalah urusan saya, "jawab pria tua itu..


"Jaga ucapanmu.."bentak anak buah Frey..


"Ada apa? "Frey masuk kedalam rumah pria tua yg menolong Adley, karena mendengar keributan dari luar.


"Maafkan saya tuan, saya sudah lancang, "Ujar Pria tua itu takut melihat aura dingin yg terpancar di diri Frey..


Frey memandang pria tua itu dengan tajam.."Apa kau menyembunyikan sesuatu? "tanya Frey curiga, melihat kegugupan pria tua itu..


"Ti-tidak tuan, saya tidak menyembunyikan apapun, saya tidak seberani itu, "jawab pria tua itu gugup..


"Kau tau apa yg akan terjadi jika kau berani berbohong."Ujara Frey tersenyum menyeringai.


"Te-tentu saja tuan, "jawabnya masih terbata.


"Geledah semua tempat ini, "perintah Frey,


Semua anak buah Frey langsung berpencar memeriksa semua kamar dan ruang-ruang yg ada didalam rumah pria tua itu..


Adley memejamkan matanya saat satu pasang kaki ada di hadapannya, Adley menarik napas pelan mengusir rasa takutnya..


"Gubrak.."Pria tua itu sengaja menjatuhkan barang, agar menarik perhatian salah satu anak buah Frey yg ingin memeriksa bawah tempat tidur yg saat ini menjadi tempat persembunyian Adley..


"Ma-maaf tuan saya tidak sengaja, "ujar pria tua itu..ia rapihkan barang yg ia jatuhkan itu sambil sesekali melirik kearah Adley yg sudah terlihat tak nyaman di bawah sana..


"Ayo, kita sudahi menggeledah rumah ini, kita akan mencari di tempat yg lain, "ajak salah satu anak buah Frey, mengajak temannya yg lain.


"Ya, ayo .."jawab anak buah Frey yg hampir saja menemukan Adley tadi.


Adley membuang napas dengan kasar, ia begitu lega saat anak buah Frey sudah keluar dari rumah pria yg sudah menolongnya..


"Ayo, keluarlah, mereka sudah pergi, "Ucap pria tua itu, sambil membantu Adley untuk berdiri..


Kecelakaan tujuh bulan yg lalu membuat Adley tak dapat berjalan dengan sempurna lagi, kaki sebelah kanannya mengalami patah tulang yg sangat parah, Adley juga tidak di tangani oleh pihak medis saat setelah kecelakaan dulu, karena ia takut tertangkap oleh orang-orang suruhan tuan Dom..

__ADS_1


"Ayo kemarilah, luruskan kakimu, itu akan mengurangi rasa sakit dan ngilu pada kakimu.."perintah pria tua itu..


"Terima kasih paman, "ujar Adley.."Paman apa orang disekitar sini tidak ada yg memiliki hanphone atau alat komunikasi lain? "lanjut Adley bertanya..


"Tidak ada tuan, tapi desa tetangga ada yg memiliki benda itu, apa tuan ingin menghubungi kakak perempuan tuan yg dulu pergi? "tebak pria tua itu.


"Ya, aku ingin menghubunginya, aku ingin mengetahui keadaannya.


"Baiklah, tuan tunggulah disini, saya akan membawa orang itu kesini, "Ujar pria tua itu.


"Terima kasih paman, sewaktu saat nanti saya berjanji akan membalas semua kebaikan paman, "ujar Adley..


"Anda tidak perlu sungkan tuan, "


Adley tersenyum, semoga setelah ini ia bisa menghubungi sahabatnya, Karena Adley belum nyakin jika kakaknya saat ini sudah bersama Samuel sahabatnya atau belum..


*


*


*


*


"Dimana pria itu bersemubunyi,? hanya dia yg tahu dimana keberadaan wanita yg telah ku renggut kehormataannya.."gumam Dom.


"Permisi tuan.."Ujar Frey..


"Hmm..Bagaimana, apa kalian sudah menemukan pria itu? "tanya Dom tanpa melihat kepada lawan bicaranya.


"Kami sudah mencari dan menggeledah seluruh rumah penduduk disana, tapi tidak ada tanda-tanda jika pria itu ada disana, beberapa warga disana mengatakan kecelakaan waktu itu menewaskan dua orang, satu wanita tua, dan satu lagi pria muda..tapi kami hanya mendapati satu kuburan saja disana. dan kuburan itu menurut warga setempat adalah kuburan ibu dari pria yg mengemudikan mobil itu, yg tak lain adalah Adley pria yg pernah menggelapkan uang perusahaan. "lapor Frey.


"Apa kau sudah memastikan jika pria itu masih hidup,? dan apa tidak ada info lagi tentang kakak pria itu?.


"Sebagian warga ada yg melihat saat kecelakaan itu, bahwa pria itu terluka parah, dan wanita paruh baya meninggal, dan satu wanita muda selamat, namun wanita itu langsung pergi meninggalkan Adik dan ibunya, dan hingga sampai sekarang wanita muda, atau pria itu tidak pernah terlihat atau mendatangi makam ibunya. "Frey kembali melaporkan info yg telah ia dapat


Dom diam..ia tidak menyangka jika akan sesulit ini menangkap seseorang .."Baiklah Frey, hentikan pencarian, mungkin pria itu memang sudah mati, dan untuk wanita itu, biarkan saja.."Ujar Dom menyerah..


"Tuan ini bukti-bukti orang yg telah menjebak anda, maaf tuan disitu juga terbukti jika nona Zeline terlibat dalam penjebakan yg tuan alami, "Lapor Frey hati-hati..


"Semua yg terjadi dimalam anda di jebak itu adalah rencana nona Zeline.."Jelas Frey..


"Frey tutup mulutmu, "bentak Dom.."Apa kau tau jika kau sedikit saja melakukan kesalahan aku akan membuatmu menyesal karena sudah pernah bisa bicara.."Ujar Dom marah..


"Ini adalah bukti CCTV yg saya dapat, disitu nona Zeline dengan sengaja menaruh cairan kedalam makanan tuan, dan dividio itu juga ada wanita yg sudah anda-- "Frey berhenti bicara, ia tidak berani meneruskan ucapannya.


"Apa kau mengenal wanita itu? "tanya Dom pelan namun penuh penekanan


"Dia adalah kariawan baru yg bekerja di salah satu perusahaan tuan, dia baru bekerja dua hari waktu itu, dia adalah kakak dari Adley kariawan yg telah menggelapkan uang perusahaan, waktu kejadian penangkapan terhadap Adley, itu hari pertama wanita itu bekerja.."Frey menjelaskan semua informasi yg ia dapat tanpa ada yg terlewatkan..


"Putar vidio itu.."perintah Dom, setelah Frey selesai menjelaskan informasi yg ia dapat.


Dom melihat Vidio itu dengan serius, ia menggempalkan tangan hingga urat-urat di tangannya menonjol dan kuku-kukunya memutih, ia tidak menyangka wanita yg ia cintai dapat berbuat hal yg menjijikan seperti itu..Dom kembali fokus melihat Vidio saat dirinya menarik paksa seorang wanita masuk kedalam lift, Kali ini Dom tak kalah terkejut, wanita yg ia tarik dan paksa untuk melayaninya waktu itu adalah wanita yg dulu pernah dipilih oleh ibunya untuk menikah dengannya. bola mata Dom seakan lompat dari tempatnya, vidio ini tak kalah mengejutkannya..


Wanita yg pernah menolong ibunya dan wanita itu juga yg pernah dengan sombongnya menolak uang yg ingin ia berikan sebagai imbalan karena telah menolong ibunya..tapi kenapa wanita seperti dia ada di hotel dan lestoran mewah seperti itu..batin Dom..


"Cari tahu, apa yg dia lakukan di hotel itu, dan hal ini jangan sampai ibuku mengetahuinya "perintah Dom, setelah selesai menoton Vidio yg di berikan oleh Frey.


"Baik tuan..


"Kenapa wanita bodoh itu yg harus tidur bersamaku? dan apa tadi Zeline? ya Zeline aku harus menemui dia, berani-beraninya dia menipuku, setelah semua yg telah aku berikan padanya.."gumam Dom..


"Saya permisi tuan, "ujar Frey berpamitan.


"Tunggu Frey, "cegah Dom.


"Ya, tuan..


"Antar aku menemui Zeline.."perintah Dom.


"Baik tuan.."jawab Frey sigap.


Dua puluh menit Dom sudah sampai di boutique milik Zeline, boutique yg di beri Dom sebagai hadiah ulang tahunnya tiga tahun yg lalu..


.

__ADS_1


"Sayang, kamu disini..kok ngga ngabarin aku, "Ujar Zeline langsung memeluk Dom.


Dom diam saja membiarkan kekasihnya itu memeluknya..


"Sayang kok kamu tumben banget datang di jam kerja seperti ini, ada apa? "lanjut Zeline bertanya.


"Jelas kan ini Ze.."Ucap Dom melempar Map kehadapan Zeline.


"A-apa ini sayang.? "tanya Zeline heran..


"Buka.."perintah Dom dingin..


Zeline yg tak menaruh curiga kepada Dom sedikitpun ia membuka Map itu dengan riang, ia berpikir kekasinya itu memberinya surprise seperti biasa, karena memang Dom selalu memberinya kejutan-kejutan yg tak terduga..


Zeline diam membeku, matanya terbuka lebar saat melihat foto dirinya yg sedang menuangkan obat perangsang kedalam makanan milik Dom delapan bulan yg lalu..


"Dom ini? "tanya Zeline terbata..kini tangan dan kakinya sudah gemeter, telapak tangannya sudah basah karena keringat dingin.."Dom a-aku, aku bisa jelasin semua ini padamu.."Lanjut Zeline terbata-bata.


"Ya, jelaskan, aku ingin mendengar penjelasanmu.."Ujar Dom dingin.


"I-itu, a-aku aku--


"Zeline, aku selalu memberikan semua yg kamu inginkan, aku juga selalu memberikan semua kebutuhanmu, apa semua itu kurang? apa lagi yg kamu inginkan?


"Aku ingin pernikahan Dom.."


"Itu pengecualian untuk saat ini..bukankah aku sudah berjanji padamu akan menikahimu, tapi tunggu waktu yg tepat..


"Dom, kesabaranku ada batasnya, aku sudah lelah menunggumu, hanya dengan begitu kau akan segera menikahiku..aku muak mendengar kata nanti dan janji, aku sudah lelah.."Seru Zeline berteriak..


Dom, tersenyum masam, "Kau terlalu serakah Zeline. "ucap Dom dingin..


"Apa kau bilang, serakah? Dom keserakahan ini kau yg buat, kau yg menciptakan, seandainya kau tidak mengabaikanku, seandainya kau tak berniat meninggalkanku hari itu, semua itu tidak akan aku lakukan, aku sangat mencintaimu, aku takut kehilanganmu, oleh sebab itu aku melakukannya, aku terpaksa melakukan itu, itu karena aku sangat takut kehilangan kamu, "Jelas Zeline menangis..


"Aku sangat kecewa padamu Ze, aku rela bertengkar bersama ibuku demi dirimu, hingga ibuku memilih pergi, karena kecewa terhadapku, kau tau Ze, aku lebih memilihmu dibandingkan ibuku, tapi apa yg kau lakukan..kau sudah membuat kekacauan, karena perbuatanmu, aku menodai seorang wanita.."Ujar Dom tanpa expresi.


Zeline diam membatu, bagai di lempar bom nuklir ia tak dapat bicara, atau pun bergerak, ia begitu tersentak saat mendengar pengakuan Dom yg telah meniduri wanita lain.


"Tidak Dom, itu tidak mungkin..itu tidak mungkin, "Zeline menggeleng tak percaya.


"Kau terkejut? bagaimana dengan diriku? aku lebih terkejut dari dirimu Ze..kau tau wanita itu bahkan menghilang ntah kemana.."


"Dom, maafkan aku, aku bersalah, aku menyesal telah melakukan itu, maafkan aku, maaf.."Zeline berulang-ulang mengatakan maaf..


Namun sepertinya rasa kecewa Dom begitu besar, "Kau tau Ze, bahkan rasa sayangku terhadapmu, lebih besar rasa kecewaku padamu..


"Dom, tolong jangan katakan itu, aku tahu aku salah, tapi aku mohon jangan pernah mengatakan itu, aku sangat menyayangimu, itu semua aku lakukan karena aku sangat mencintaimu.."Ujar Zeline memohon.


"Ze, Aku harap ini pertemuan kita yg terakhir, pergilah dari kota ini, karena aku tidak ingin menyakitimu, kau tau bukan aku tidak suka dengan penghianat atau seorang pembohong..


"Dom, mengertilah, semua itu aku lakukan demi kita, aku hanya ingin kita bersatu, jika aku tidak melakukan itu, ntah sampai kapan kita akan seperti ini terus, aku mencintaimu..aku tidak ingin kehilanganmu, aku mohon tarik kembali ucapanmu. "Ujar Zeline memohon..


"Aku tidak suka jika harus mengulang kata-kataku. pergi dan tinggalkan kota ini atau kau akan mendapat masalah.."Ujar Dom, tak ingin mendengar bantahan..


"Kau jahat Dom, Cinta ..cinta apa yg kau katakan padaku selama ini, jika semudah itu kau mencampakan aku..kau egois Dom..kau keterlaluan.."Ujar Zeline berteriak..


Dom pergi meninggalkan boutiqe milik kekasihnya itu..hatinya sangat sakit setelah mengatakan hal demikian, ia tidak menyangka jika ia bisa mengatakan hal seperti itu..tapi Dom adalah Dom, ia akan meninggalkan, menyakiti, bahkan menghukum, setiap orang yg berani membohongi dirinya..hanya ibunya yg dapat mengendalikan dirinya..


"Tuan apakah ada tempat yg ingin tuan kunjungi?, "Tanya Frey yg mengerti perasan Tuannya..


"Sky Garden..."jawab Dom cepat..


"Baik Tuan.."


*


*


*


*


Bersambung


Tinggalin jejaknya ya

__ADS_1


__ADS_2