Tuan Dom

Tuan Dom
Hilangnya sebuah mahkota.


__ADS_3

Disebuah gedung Aaera sudah duduk cantik dengan sebuah baju long dressnya ia duduk di sebuah lestoran yg sudah di reservasi oleh asisten Tristan.."Kenapa tuan tristan belum juga datang? "gumam Ae, sudah mulai bosan..


Drrtt drrtt..Hanphone Aaera bergetar,


"Halo..."ujar Ae setelah mengangkat sambungan telephonenya..


"Aaera, mohon maaf sebelumnya, tuan tristan dan kliennya tidak jadi datang ke lestoran itu, kamu bisa pulang sekarang, sekali lagi maaf.."Ujar seseorang disebrang (sana.


"Tidak jadi? kenapa tuan?.."tanya Aaera bingun.


"Klien tuan tristan mendapat musibah saat hendak menuju ke tempat yg sudah di janjikan." jelas seseorang disebrang sana.


"Oh begitu, baiklah kalau begitu tuan, terima kasih untuk informasinya.


"Aku harus pulang sekarang, ini sudah terlalu malam, ibu akan khawatir terhadapku, "gumam Aaera, sebelum pulang Aaera pergi ke tolilet terlebih dulu..


"Ah, ini sangat segar, "Ujar Ae, setelah membasuh wajahnya..setelah selesai dengan urusannya di dalam toilet Ae pun memutuskan pulang, ia menekan tombol lift, karena saat ini dirinya ada di lantai dua puluh tiga, dimana letak lestoran yg di pesan oleh tuan tristan.


Ting,


Suara lift, tanda lift sudah sampai di lantai dimana Ae berada, belum ia masuk, ia sudah ditarik paksa oleh seorang pria berbadan tinggi nan kekar untuk masuk kedalam lift, Ae terkejut "Hei siapa kau? lepaskan aku, "teriak Ae..


"Lepaskan aku.."teriak Ae kembali..


Ae terdiam saat mulutnya dibekap dengan sebuah ciuman, mata Ae membulat sempuran karena terkejut, ia dorong pria itu dengan sekuat tenaga, namun percuma, Ae kalah tenaga oleh pria itu..setelah cukup lama dan pasokan oksigen kedua manusia itu habis, pria itu melepaskan seraya meraup udara yg banyak, Ae kembali membulatkan matanya saat dapat melihat dengan jelas wajah pria yg ada di hadapannya saat ini.


"Ka-kau..."ucap Ae terjejut..


Namun ucapannya kembali terhenti karena pria itu kembali membungkam mulutnya.."Eumm-eumm.."Ae berusaha melepaskan pangutan yg dilakukan pria itu..


"Uhh.. Dasar kau tidak tahu diri, lepaskan aku " ujar Ae setelah berhasil melepaskan pangutan paksa pria itu..


Tidak ada jawaban dari pria, pria itu malah menarik paksa Ae kembali, pria itu membawa paksa Ae masuk kedalam kamar hotel.


"Hei, kenapa kau membawa aku kesini, tolong lepaskan aku, aku ingin pulang tolong jangan bawa aku kesini.."Ae menangis, memelas belas kasih, namun pria itu tetap membawa Ae masuk kedalam kamar hotel..


"Buukk..


Pria itu melempar tubuh Ae ke atas tempat tidur, setelah itu langsung melepas seluruh pakaian yg di kenakan Ae, Ae menangis, menjerit, memohon, namun pria itu tetap melepas paksa pakaian Ae..


"Jangan aku mohon, jangan..Tuan Dom..tolong lepaskan saya, saya mohon.."Ujar Ae menangis.


Permohonan, tangisan, jeritan tak membuat Dom memberhentikan aksinya, pengaruh obat yg diberikan Zeline begitu kuat, hingga membuat Dom, tidak bisa menahan dirinya sendiri..


*


*


*


Restoran XX.


"Kemana Dom pergi? apa obat itu sudah bereaksi? atau malah sebaliknya, obat itu tidak berpengaruh sedikitpun.."gumam Zeline yg sudah mulai bosan menunggu Dom yg sedari tadi pergi ijin ke tolilet namun tak kunjung kembali.


Drrt


Suara pesan masuk.


"


Bagaimana, apa Dom sudah masuk kedalam jebakan kita? tanya ibu Zeline melalui pesan singkat..


"Ntah lah mih, dia ijin untuk ke toilet, namun hingga sekarang dia tak kunjung kembali.."jawa Zeline.


"Lantas kenapa kau masih diam saja disitu, susul dia, apa kau tidak takut jika asistennya yg selalu ikut campur itu menemukan Dom dengan keadaan pengaruh obat yg kita berikan. rencana kita akan hancur jika dia sampai tahu.." perintah ibu Zeline kesal..


"Ok, ok..aku akan menyusul Dom sekarang.."jawab Zeline, setelah membalas pesan ibunya Zeline pun pergi ke toilet pria, ia masuk kedalam toilet yg terlihat sepi, ia tidak menemukan Dom, bahkan toilet itu kosong tanpa satu orang pun..


"Dom, dimana kau? "Ujar Zeline khawatir, pasalnya Zeline sudah memberikan makanan yg berisi obat perangsang yg dosisnya sangat tingga, "Tidak-tidak mungkin Dom,..Aaaa"teriak Zeline, Zeline membayangkan jika Dom melakukan itu dengan wanita lain.."Tidak, Dom tidak mungkin melepaskan hasratnya pada wanita lain, sekarang lebih baik aku mencarinya di sekitar sini, "Zeline terus bicara..ia takut dengan pemikirannya jika memang Dom melepaskan hasratnya pada wanita lain..


"Dom dimana kamu? "gumamnya lelah, Zeline sudah mencari kebeberapa tempat, bahkan ia juga menanyakan keberada Dom, kepada Security dan juga resepsonis. namun nihil semua orang yg ditanyainya tidak ada yg tahu keberadaan Dom..


*


*


*


Aaera memeluk lututnya dengan keadaan tubuhnya yg polos, ia tidak menyangka jika kesuciannya akan direbut paksa oleh orang yg Ae sangat benci..Ae memungngut seluruh pakaiannya, setelah itu Ae pakai kembali pakaiannya ia bangun dan langsung pergi meninggalkan kamar yg telah merenggut kesuciannya..


"Apa yg akan aku katakan pada ibu, penjelasan apa yg akan aku berikan padanya.."gumam Ae menangis..

__ADS_1


"Buukk...


"Hei, apa kau buta.."Teriak Zeline kepada Ae..Aaera berlari hingga tidak memperhatika ada orang di depannya, "Dasar gembel, kau begitu menjijikan, "Hina Zeline kepada Ae, saat ini penampilan Ae begitu berantakan, bahkan lengan baju sebelah kirinya sobek, akibat tarikan kasar dari Dom .


Ae terlihat diam, ia tidak ada upaya untuk bicara, walau hanya sekedar kata maaf..ia pergi begitu saja meninggalkan Zeline yg terus menghinanya.


*


*


*


Pagi harinya.


Dom, menggeliat, ia memegang kepalanya yg terasa pusing, setelah kesadarannya penuh Dom terkejut, kenapa bisa ia tertidur di hotel, dan tidak menggunakan pakaian sehelaipun.."Apa yg terjadi padaku,? "keluhnya..Dom mengingat-ngingat kejadian semalam, ia teringat telah memaksa wanita untuk melayaninya, namun ia tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas..


"Frey, bawakan pakaian lengkap untuku "perintah Dom melalui sambungan telephone..


"Baik tuan, sekarang tuan berada dimana,? nyonya besar sangat mengkhawatirkan anda tuan, karena sedari semalam tuan tidak mengangkat panggilan dari nyonya..


"Aku ada di hotel XX, kau datang kesini, aku ingin kau menyelidiki sesuatu.."


"Baik tuan, saya akan segera berangakat, "jawab Frey sang asisten.


Dua puluh menit, Frey sudah sampai di hotel yg di tempati oleh tuannya.."Tuan apa yg terjadi pada tuan? "tanya Frey hingung, ini bukan kebiasaan bosnya tidur dengan semua barang berantakan, berserakan dimana-mana..


"Cari tahu, siapa orang yg telah berani menaruh obat seperti itu padaku, "perintah Dom, kepada asistennya..


"Maksud Tuan ada orang yg lancang mencampur obat pads makanan anda? "


Dom diam ia mengibaskan tangannya mengusir sang asisten..


"Maafkan saya tuan yg terlambat mengetahui ini.."lanjut Frey merasa tak berguna..


Setelah Frey keluar dari kamarnya , Dom bangun dari duduknya, namun baru ia sedikit bergerak, ia di kejutkan dengan beberapa bercak darah, "apa ini, "ujar Dom .."Oh Shitt.."lanjutnya kesal..bagaimana mungkin ia merenggut paksa kesucian seseorang seperti ini..


*


*


*


Nyonya Feronica terlihat mondar mandir didepan pintu, ia menunggu putranya dan juga calon menantunya, namun hingga detik ini Dom, atau pun Aaera, tidak ada yg datang.."Kemana mereka, kenapa tak kunjung datang.."keluh nyonya Feronica.


*


*


*


"Lepaskan dia, "perintah nyonya Feronica.


"Tapi nyonya --


"Kau berani padaku, "Ancam nyonya Feronica.


"Tidak nyonya "jawab anak buah Dom menurut..


Adley terlihat lemas, bahkan untuk sekedar berdiripun ia tak kuat..


"Minumlah.."nyonya Feronica menyodorkan satu botol air mineral kepada Adley..


Adley tersenyum, lalu meraih botol pemberian nyonya Feronica.."Terima kasih nyonya.."ujar Adley, setelah itu ia teguk habis air pemberian nyonya Feronica.."Kenapa nyonya melepaskan saya? "lanjut Adley bingung..


"Karena kakakmu memintaku untuk melepaskanmu..jadi berterima kasihlah padanya, "jawab nyonya Feronica..


"Kakak? "ulang Adley..


"Ya, kakakmu yg datang dan memohon padaku..pulanglah, kau akan pulang diantar oleh sopirku, dan katakan kepada kakakmu, aku menunggunya.."pesan nyonya Feronica..setelah mengatakan itu nyonya Feronica pergi meninggalka Adley yg masih lemah.


*


*


*


"Aaera, kenapa kamu baru kembali nak? "tanya ibu khawatir, karena Aaera baru kembali di pagi hari..


"Maafkan Ae bu sudah membuat ibu khawatir..ada banyak pekerjaan yg harus Ae selesaikan hingga tengah malam, setelah pekerjaan selesai Ae ketiduran.."Dusta Ae.


"Ya tuhan kenapa aku memiliki anak menyebalkan seperti kalian..kalian selalu membuatku khawatir dan ketakutan saja.."Omel ibu Aaera menggerutu..

__ADS_1


"Sudah bersihkan tubuhmu, ibu akan pergi ke pasar dulu untuk membeli sayur, "Ujar Ibu lalu pergi meninggalkan Ae yg setia dengan aktingnya..


"Hiks-hiks-hiks, "Ae menangis saat ibunya pergi, ia bingung dengan apa yg terjadi padanya dirinya semalam..


"Bu, ibu, "Panggil Adley berteriak dari luar.


"Adley, "gumam Aaera..Aaera lekas menghapus air matanya, ia tidak ingin adiknya tahu dengan apa yg menimpanya semalam.


"Adley.."Panggil Aaera.."De, kamu sudah kembali, apa mereka menyakitimu? bagaimana keadaanmu? "tanya Aae khawatir..Aae lekas memeluk adiknya dengan perasaan bahagia.."Kakak senang kau kembali..


"Aw, aw...jangan terlalu erat memeluknya tubuhku terluka akbiat cambukan, "keluh Adley,


"Ca-cambukan? "ulang Aaera, "mereka mencambukmu? "tanya Aaera terkejut..


"Ya, Tuan Dom, dan asistennya begitu kejam, mereka memperlakukan aku seperti binatang, "adu Adley.."untung nyonya Feronica melepaskan aku hari ini, dan itu semua berkat kakakku ini, terima kasih kak, jika kau tidak menyelamatkanku hari ini, aku tidak tahu dengan nasibku besok.."lanjut Adley.


"Mereka sangat keterlaluan, mereka tidak tidak punya hati, akan aku beri pelajaran mereka nanti, "Ujar Aaera kesal.."Ayo kakak obati lukamu..


"Kak, apa ibu tahu dengan semua ini?


"Tidak, kakak mengatakan kau pergi bertugas ke luar kota untuk beberapa hari, tapi sekarang kau sudah kembali dengan luka di tubuhmu, apa yg akan kita katakan pada ibu, dengan keadaanmu seperti ini, "tutur Aaera bingung..


"Kakak tenang saja, biar aku yg akan bicara pada ibu, kakak cukup mendengarkan saja, sekarang ibu kemana?, dan kenapa jam segini kakak dirumah, kenapa tidak bekerja? "Adley membordir banyak pertanyaan..


"Ibu pergi kepasar, aku tidak ingin bekerja disana lagi, aku akan mencari pekerjaan baru saja, aku tidak betah kerja disana, "jawab Aaera.


"Apa ada yg menyakiti kakak saat aku ditangkap kemaren? atau mereka mengejek kakak karena aku ditangkap kemaren? "tanya Adley penuh selidik..


"Tidak, mereka tidak mengatakan apa-apa kepada kakak, kakak hanya tidak nyaman saja bekerja disana, kamu tidak marahkan kepada kakak? "


"Aku mengerti kak, kakak pasti malu dengan apa yg terjadi kemaren, tapi aku berani bersumpah kak, aku tidak pernah menggelapkan uang sepeser pun, apa lagi uang sebanyak itu, aku tidak akan berani.."jelas Adley..


"Tentu kakak percaya padamu, mereka hanya segerombolan orang bodoh yg bertindak tanpa menyelidiki, kakak akan mengembalikan pukulan yg mereka berikan padamu nanti setelah kau terbukti tidak bersalah.."Ujar Aaera serius..


"Caranya? "


"Akan aku ambil sapu ibu, akan ku pukul mereka hingga menangis karena kesakitan..


"Tubuh mereka sangat besar-besar, mereka tidak akan merasa sakit hanya dengan pukulan sapu, "Ucap Adley


"Baiklah kita akan bicarakan masalah ini lagi nanti, sekarang mari kakak bantu obati luka-lukamu sebelum ibu kembali.."


Adley tersenyum bahagia, sekarang kakaknya sudah banyak berubah, kakaknya yg manja dan ceroboh itu, sudah lebih dewasa dan lebih hati-hati dalam hal bicara dan kebiasan..


"Terima kasih kak, kau selalu menjadi pahlawan untuk diriku, dulu hingga sekarang.."Ujar Adley dengan meneteskan air mata.


"Hei, kenapa kau jadi cengeng, ayo sini ganti pakaianmu, setelah itu akan ku oleskan salep untuk lukamu, "perintah


Setelah lima belas menit Aaera telah selesai mengoles salep pada tubuh adiknya yg terkena luka cambukan.."Nah, sekarang selesai, kau tidurlah dulu, istirahatkan tubuhmu, aku akan menyusul ibu kepasar, setelah itu memasak untukmu.."Ujar Aaera..


"Kau tidak perlu memasak, biarkan ibu saja yg memasak.."cegah Adley..


"Hei, aku ingin memasak untukmu, kenapa kau melarangku, bukankah kau bilang masakanku sangat lezat?


"Ya, masakanmu rasanya memang lezat kak, tapi aku kasihan pada ibu, jika harus melihat dapurnya menjadi berantakan.."seru Adley..


"Bukankah kau yg mengatakan padaku, jika aku harus lebih berhati-hati, aku sudah banyak berubah, aku ingin berubah menjadi wanita yg cantik, anggun, manis..dan tidak ceroboh..agar Jade semakin jatuh cinta padaku, "Ucapnya banyak berhalu .


"Kau itu kak, berubahlah untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain, dan lupakan itu Jade, dia tidak mencintai kakak.


"Aku tidak perduli, kau harus ingat aku setuju ikut bersamamu kesini, karena Jade juga berada di kota ini, seandainya Jade tidak ada disini mana mungkin aku dan ibu bisa disini..


"Apa kau lebih menyayangi jade dari pada aku?


"Kalian berdua sama-sama berarti bagiku, jadi berhenti bertanya aku menyayangi kau atau tidak..sudahlah kapan aku pergi jika kau tidak berhenti mengoceh.."Seru Aaera.


"Loh, Adley kamu sudah kembali nak? "Ujar ibu setelah masuk kedalam rumah..


"Baru aku akan menyusulmu bu.."Ujar Aaera, Aaera dan Adley langsung mengambil alih belanjaan dari tangan ibunya..


"Apa kau bergadang selama bekerja.."Tanya ibu khawatir dibelainya pipi putranya itu penuh sayang.


"Ya, aku bergadang agar pekerjaanku cepat selesai, agar aku dapat cepat kembali, bu bolehkah ibu segera memasak, aku sangat lapar sekarang.."pinta Adley..


"Kau ini, ya sudah kalian tunggulah, ibu akan memasak kesukaan kalian..


*


*


*

__ADS_1


*


Bersambung.


__ADS_2