
Aku tahu kau belum menikah, "potong Dom.
"Hiduplah bersamaku dan juga Kiera.mari berikan keluarga yg utuh untuk Kiera, aku berjanji akan membahagiakan kalian, dan aku juga akan menebus lima tahun yg telah kau lewati saat kau berjuang sendiri.."pinta Dom.
"Maafkan saya tuan, tapi saya--
"Di dunia ini aku hanya ingin satu, membahagiakan ibuku, dan kau tahu lima tahun yg lalu dia memintaku untuk menikahimu, dan tiga hari yg lalu, ibuku kembali meminta itu, dia tetap pada pendiriannya, dia masih memintaku untuk menikahimu, namun permintaan tiga hari yg lalu berbeda, bukan hanya satu wanita yg harus aku bahagiakan, namun ada dua wanita, kau dan putri kita..aku tahu kau masih kecewa padaku..namun aku berjanji akan membahagiakan kalian..aku akan membahagiakan kalian aku berjanji akan menebus semua kesalahaan yg pernah aku lakukan pada kalian..
"Terima kasih tuan, tapi saya tidak bisa. "tolak Aaera.
"Saya akan tetap memaksamu, "
"Apa kau bisa tidak selalu memaksa, aku sudah memberimu kesempatan untuk bersama dengan putriku, kenapa kau memaksa yg tidak ingin aku lakukan, kau sudah banyak membuat aku menderita, jadi tolong jangan memaksaku untuk melakukan hal yg tidak aku inginkan.."Aaera marah saat Dom mengajak ia untuk menikah dengan paksaan.
"Ini bukan hanya untuk mewujudkan keinginan mamiku, tapi ini juga untuk putri kita, aku ingin dia memiliki keluarga yg lengkap, aku tidak ingin dia menjadi bahan ejekan teman-temannya nanti, karena tidak memiliki keluarga yg lengkap.."jelas Dom.
"Kami sudah melalui itu sepanjang waktu, hinaan ejekan bahkan pengusiran pernah kami lalui bersama, aku dan Kiera sudah terbiasa melewati itu semua, karena itu kami menjadi kuat, saat ini aku hanya ingin membesarkan Kiera sendiri tanpa harus memiliki ikatan dengan siapapun..aku sudah bahagia seperti ini, aku--
"Kau adalah orang tua yg teregois yg pernah aku kenal, bahkan kau rela putrimu di perlakukan seperti itu.."potong Dom.
Aaera tersenyum masam "Semua ini berawal dari dirimu, jika kau tidak menodaiku waktu itu, tidak akan ada penderitaan untuk Kiera.."Aaera melirik tajam kepada Dom.
"Dan aku ingin mengakhiri penderitaan itu.."jawab Dom.
"Itu semua sudah terlambat, aku dan Kiera sudah terbiasa hidup berdua, lagi pula Kiera tidak pernah kekurangan kasih sayang seorang ayah, Samuel menyayangi Kiera dengan tulus, bahkan Samuel menyayangi Kiera sebelum lahir ke dunia..tidak seperti kau, kau hanya mempersulit dan membuat aku dan Kiera menderita.
"Jangan bicara omong kosong Aaera, jika aku tahu kau mengandung putriku, aku pasti akan bertanggung jawab terhadap kalian berdua, bahkan sebelum aku tahu kau mengandung dan melahirkan aku sudah berniat untuk bertanggung jawab atas semua yg sudah aku lakukan, tapi kau yg pergi dan tidak meminta pertanggung jawaban dariku..itu bukan aku yg membuat dirimu dan putriku menderita, tapi kau yg membuatnya menderita.
"Sudah cukup, aku tidak ingin berdebat untuk masalah ini lagi, jika kau masih ingin bersama Kiera, sebaiknya kau diam, dan tidak membicarakan hal ini.."Aaera kesal.
"Jika kau menolak maka bersiaplah untuk kehilangan Kiera, karena aku akan mengambil hak asuh atas dirinya, dan setelah itu aku pastikan kau tidak akan dapat bertemu dengannya walau hanya menyapa satu sama lain.."Dom mengancam Aaera dengan mengatakan akan mengambil alih hak asuh Kiera.
"Bajingan kau, itu tidak akan terjadi, aku akan membawa Kiera saat ini juga.."Aaera langsung berlari menuju kamar yg saat ini di tempati oleh dirinya dan juga Kiera..
"Kie..."panggil Aaera..."Kiera, dimana kamu? Kiera.."panggil Aaera berulang-ulang.
"Kau tidak akan menemukannya, karena aku telah menyembunyikannya di tempat yg tidak akan pernah kau temui..Cari aku jika kau sudah siap untuk menikah denganku.."Dom melenggang pergi dengan santai setelah mengatakan hal demikian.
"Dasar kau pria brengsek, kembalikan putriku, tolong jangan ambil putriku, kembalikan putriku, "Aaera terus memohon.
"Nona Aaera anda boleh meninggalkan tempat ini sekarang juga, "pengawal dirumah Dom mengusir Aaera dengan sopan..
"Tidak aku tidak akan pergi, putriku disini dia sedang di sembunyikan oleh tuanmu yg brengsek itu, aku tidak akan pergi.."Aaera bangun dan langsung berlari menuju kamar Dom, ia mencari disetiap kamar namun sudah lebih dari delapan kamar yg Aaera buka, putrinya tidak dapat ia temukan..
"Pengawal, dimana tuan Dom,? aku ingin menemuinya.."tanya Aaera.
"Tuan Dom, baru saja keluar, ia ada pekerjaan diluar malam ini.."Jawab Pengawal keluarga Dom.
"Pergi kemana? tolong katakan padaku, kemana tuanmu pergi, aku butuh bicara dengannya, tolong.."Aaera memelas kepada pengawal.
"Maafkan saya Nona, saya tidak tahu kemana tuan Dom pergi,
"Tidak, pengawal tolong jangan berbohong padaku, tolong katakan padaku, kemana dia pergi, dia telah membawa putriku pergi, aku mohon beritahu aku dimana tuan Dom berada, "Aaera memohon pada pengawal
"Nona tolong jangan seperti ini, bangunlah, tuan Dom menyuruh anda untuk pergi meninggalkan kediamannya saat ini juga, jadi tolong untuk mengerti..dan ini tuan Dom menitipkan ini kepada saya untuk nona.."pengawal memberikan dua Amplop berwarna coklat kepada Aaera..
Aaera langsung membuka amplop tersebut, ia melihat foto Kiera yg sedang bermain di depan halaman rumah dengan sangat ceria.kemudian ia membuka kembali amplop yg satunya lagi..ternyata amplop itu berisikan uang yg ntah berapa nilainya, yg jelas uang itu sangatlah banyak..
"Tuan Dom mengatakan banyak terima kasih kepada anda karena anda telah merawat dan membesarkan nona kecil dengan sangat baik.."Lanjut pengawal.
"Tidak, "Aaera melempar uang tersebut hingga uang tersebut berserakan dimana-mana, ia begitu marah saat mendengar penyampaian yg dikatakan oleh pengawal tersebut.."Brengek kau Dom, aku tidak akan takut padamu Dom, aku akan berjuang untuk tetap menjadi orang tua tunggal untuk Kiera, kamu jangan berharap untuk mengambilnya dari ku..aku akan mengambil Kiera, aku akan memperjuangkan kiera, seperti aku melahirkannya.."Aaera terus bicara, ia begitu terpukul saat mendengar ucapan pengawal.
__ADS_1
.Aaera mengambil foto Kiera yg tadi ia lihat, Aaera menggeleng tak percaya ini yg ia takutkan terjadi juga, namun walaupun sulit, ia bertekad akan tetap memperjuangkan hak asuh atas putrinya."Aku tidak akan menyerahkan Kiera begitu saja padamu Mr pemaksa.."Ujar Aaera kesal.
"Kau ambil saja uang itu, aku tidak membutuhkannya.."Lanjut Aaera bangun lalu pergi dari kediaman Dom.
*
*
"Bagaimana, apa dia sudah pergi? "tanya Dom melalu sambungan telephone.
"Sudah tuan, nona Aaera sudah pergi meninggalkan kediaman anda baru saja.." lapor pengawal..
"Bagus, jika dia datang kembali, bawa di untuk menemuiku di Kedianan ke dua.."Perintah Dom.
"Baik Tuan...
*
*
*
"Dley, aku mohon bantu aku untuk mengambil Kiera dari tangan Tuan Dom, aku janji setelah kita berhasil mengambil Kiera dari tangan tuan Dom, kita langsung tinggalkan kota ini, aku tidak bisa tinggal di kota yg penuh dengan masalah ini..aku mohon Dley.."Aaera memohon pada adiknya..
"Kak aku tau kau sangat menyayangi Kiera, begituh pula aku, aku juga sangat menyayangi Keponakanku, tapi kita juga harus tahu, siapa pria yg sedang kita hadapi sekarang, dia memilki kekuasaan di kota ini, jika kita salah melangkah kita akan benar-benar kehilangan Kiera.
"Terus apa yg harus aku lakukan Dley? aku tidak bisa jauh dari putriku, dia yg membuat aku masih bertahan hingga sekarang, aku tidak mau pria itu merebut putriku.."Aaera menangis tidak dapat menahan rasa rindu pada putrinya.
"Ssttt...Sudah-sudah kita akan mencari jalan keluarnya, sekarang kakak istirahat saja dulu, aku akan mencari cara untuk mengambil Kiera dari Tuan Dom..
"Bagaimana caranya?
"Kau serahkan saja padaku, sekarang kau tidurlah..aku akan pergi sebentar, tetaplah disini jangan tinggalkan tempat ini.."Pesan Adley..
"Hay..Pria cacat.."Sapa Jonas.
"Kau pria kejam, untuk apa kau disini? "Adley terkejut saat ada pria yg menyapanya adalah Jonas orang yg telah membunuh ibu dari tuan Dom.
"Aku masih menginginkan pertukaran dengan Dom, jika aku bisa membawa kau dan kakak bodohmu itu kepada Dom, mungkin ada sedikit kesempatan untukku menghabisi Dom, atau putrinya..karena aku sudah berjanji akan menghabisi seluruh keturunan Aldelard..
Adley bergerak ia berniat ingin melayangkan tinjuan kepada Jonas namun sayang sebuah pistol lebih cepat mengarah di pelipisnya.
"Kau manusia terbodoh yg pernah aku temui Adley.."Ucap Jonas mencibir.
"Aku memang bodoh, tapi aku tak sebodoh dirimu, kau terlalu senang akan kebebasanmu saat ini, tapi kau tidak tau sekarang, nanti, besok atau lusa Tuan Dom akan menemukanmu, dia tidak akan memberimu ampun walau hanya sedikit..kau akan dibunuh lebih mengerikan dari pada ayahmu itu.."Adley membalas ucapan Jonas dengan sindiran.
"Kau pikir aku takut."Jonas tersenyum mengejek. "Ya waktu itu aku memang kalah dari dia, tapi aku memiliki rencana yg sangat berlian, untuk melumpuhkannya, anak haramnya itu saat ini adalah kelemahaannya, aku akan menggunakan dia untuk mengakhiri hidupnya.."Jonas kembali tersenyum menyeringai.
"Bermimpilah sesukamu, karena cepat atau lambat tuan Dom akan menangkapmu dan dia akan segera membungkam mulutmu yg tidak berguna itu.."
"Tutup mulutmu pria bodoh dan cacat.."Hina Jonas marah, "Buuk.."satu pukulan mendarat di wajah Adley. "Sepertinya kau tidak ingin menunda kematianmu lebih lama lagi..kau ingin segera mati, baiklah aku akan mewujudkannya untuk mu.."Jonas kesal ia menarik pelatuk pistol miliknya mengarahkan kembali di kepala Adley.
Adley memejamkan matanya rapat-rapat. ia sudah pasarah, karena ia tahu jika manusia yg saat ini menodongkan pistol kearahnya adalah manusia yg tidak memiliki hati sedikit pun..
"Door.."Suara tembakan berbunyi.
Adley diam mematung
"Oh shit..dasar brengsek.."umpat Jonas karena ada tembakan yg menyerempet tangannya, tembakan yg diberikan orang tidak di kenal itu meleset namun tetap saja sedikit melukai tangan Jonas.
Jonas langsung berlari saat satu tembakan yg hampir melukainya.
__ADS_1
Adley membuka matanya dengan perlahan, ia terkesiap mendengar umpatan Jonas yg merasa kesakitan.."Terima kasih tuhan, "gumam Adley setelah melihat tembakan itu bukan untuknya, melainkan untuk Jonas..tapi siapa yg melakukan itu? Adley mencari-cari orang yg tadi menyelamatkannya..
"Kau tidak apa-apa ? "tanya Dom tiba-tiba.
"Tuan Dom? terima kasih tuan anda telah menyelamatkan nyawa saya.."Ucap Adley penuh syukur..
"Kembalilah kerumahmu, temani kakakmu, jika anak buahku tidak berhasil menemukan Jonas, kemungkinan Jonas akan menemui kakakmu.."Dom memberi peringatan.
"Baik tuan, terima kasih.."Ujar Adley....."Tuan, tunggu.."Adley memberhentikan langkah Dom yg hendak pergi..
Dom menaikan alisnya bingung.
"Dimana Kiera, kakak sangat merindukan Kiera, tolong kembalikan Kiera pada kakakku, aku mohon, dia sudah banyak menderita, aku mohon kembalikan Kiera pada kakakku, Kiera adalah kehidupannya, jika Kiera tidak ada di sisinya, aku takut kakakku melakukan hal yg bodoh..aku mohon tuan Dom. "Adley memohon seraya bersimpuh dihadapan Dom.
"Beri tahu kakakmu, aku akan mengembalikan Kiera padanya, asalkan dia mau menikah denganku.."jawab Dom lalu pergi meninggalkan Adley yg mematung..
"Tapi tuan tidak bisa memaksa kakakku untuk menikah dengan tuan..kakakku tidak mencintai tuan.."Ucap Adley lirih..
Adley segera pergi setelah mengingat kembali ucapan Dom, jika anak buah Dom tidak bisa menangkap Jonas, Jonas akan mendatangi kakaknya, dan pasti akan ada hal buruk yg terjadi kepada kakaknya itu..
*
*
"Kakak "Panggil Adley khawatir.
"Dley ada apa denganmu, kenapa kau terlihat panik..? "Aaera melihat raut wajah Adley yg ketakutan langsung menghampiri adiknya itu.
"Kak, "Adley langsung memeluk kakaknya, "jangan pernah tinggalkan aku, "Adley menangis di pelukan kakaknya.
"Heii...sejak kapan kau menjadi pria cengeng seperti ini? ada apa Dley ? bukankah tadi kau bilang ingin pergi, kenapa sudah kembali lagi? "Aaera memberi banyak pertanyaan kepada Adley.
"Kak, tadi aku hampir saja mati di tangan Jonas, Jonas pria yg membunuh nyonya Feronica tadi datang menemuiku, dia hampir saja memecahkan kepalaku dengan pistolnya, "jelas Adley khawatir.
"Apa? terus bagaimana kau bisa kabur dari pria itu? dan apa kau terluka? dimana dia menyakitimu.."Aaera khawatir ia langsung melihat tubuh Adley dengan penuh kekhawatiran.
"Kak, aku baik-baik saja, tuan Dom telah menyelamatkan aku, sekarang kita tinggalkan tempat ini, tempat ini berbahaya, karena pria itu sudah tahu kita tinggal disini, dia akan datang kesini cepat atau lambat, sekarang ayo kita pergi.."Adley langsung mengambil tas yg berisi barang-barangnya dan kakaknya.
"Dley tunggu, kemana kita akan pergi malam-malam seperti ini? "Aaera bertanya.
"Kita akan mencari penginapan untuk sementara waktu, kakak tenang saja, sekarang kakak menurutlah padaku.
Aaera mengangguk patuh kepada adiknya..mereka pun keluar dari rumah yg mereka baru tempati siang tadi, ketika Adley dan Aaera melangkahkan kakinya hendak keluar mereka di kejutkan oleh Dom yg sudah ada di depan rumah sewaan yg baru Adley sewa tadi siang.
"Tuan Dom? "ucap Adley terkejut.
"Masuklah kedalam mobil, kalian tinggalah untuk sementara waktu di kediamanku, Jones berhasil kabur, anak buahku tidak dapat mengejarnya.."Perintah Dom..
Aaera terlihat marah saat melihat wajah Dom, "Kemana kau membawa putriku? "tanya Aaera marah.
"Kak, tenanglah.."Adley memegang tangan kakaknya.."saat ini kita butuh tuan Dom, kita akan bicarakan itu nanti setelah kita sampai di kediaman tuan Dom, kau harus tenang, dengan Kiera bersama tuan Dom, Kiera aman, karena tuan Dom akan menjaganya dengan baik, saat ini kita harus fokus dengan keadaan kita dulu.."Adley menenangkan kakanya agar berhenti bicara, hingga tak membuat Dom tersinggung.
Aaera diam seraya mengikuti adiknya menaiki mobil milik tuan Dom, mungkin dengan ia ikut bersama tuan Dom, ia dapat bertemu dengan Kiera putrinya, pikir Aaera.
*
*
*
*
__ADS_1
"Bersambung...Like dan komen ya.