Tuan Dom

Tuan Dom
Meminta pertukaran


__ADS_3

Adley nampak tak sadarkan diri, tubuh dan wajahnya terlihat mengkhawatirkan akibat pukulan membabi buta dari ayahnya, dengan kekuatannya yg tersisa setelah beberapa saat tadi di pukuli oleh anak buah tuan Dom .


"Lihatlah akibat ucapanmu sendiri, kau harus menerima semuanya, dengar anak lemah, walau pun di dalam tubuhmu mengalir darahku, itu tidak akan membuatku merasa iba padamu. "Ucap ayah Adley bicara walau tak didengar, karena orang yg ia ajak bicara saat ini sedang tak sadarkan diri.


*


*


*


Di tempat lain.


Samuel sudah berdiri tepat di depan halaman mansion tuan Dom, ia akan menemui tuan Dom, Aaera dan Kiera, setelah apa yg ia alami karena perbuatannya beberapa hari yg lalu ia pun memutuskan akan kembali ke kota A, ia sadar jika ia tidak dapat memaksakan kehendaknya.


"Kau- "Ucap tuan Dom dengan memincingkan matanya.


"Tuan Dom, apa saya boleh bertemu dengan Aaera dan Kiera? ada yg saya ingin bicarakan dengan mereka, dan ya, saya minta maaf untuk apa yg sudah saya lakukan, maaf telah membuat anda marah. "Ucap Samuel tulus.


"Hmm, masuklah, tapi ingat. sedikit masalah saja yg kau buat, aku tidak akan melepaskanmu lagi. "pesan tuan Dom datar.


"Saya janji tidak akan membuat masalah lagi, saya hanya ingin berpamitan kepada Aaera dan juga Kiera.


Tuan Dom tak menjawab lagi, namun tubuhnya mengisyaratkan agar Samuel mengikutinya, ntah mengapa ia tidak bisa membenci Samuel, tidak seperti kepada musuh-musuhnya yg telah ia lenyapkan, prinsip yg ia miliki seakan tak ada saat melihat wajah Samuel, ia tahu pria yg telah di anggap ayah oleh putrinya itu adalah pria baik, namun karena ketakutan akan kehilangan membuat dirinya menjadi bodoh dan tak terkendali.


"Aku tidak akan melarangmu untuk menemui Aaera dan Kiera, hanya saja kau harus tau akan batasan. "Ujar tuan Dom di tengah berjalan menuju pintu utama.


Samuel menatap punggung tuan Dom, ia tak percaya akan apa yg ia dengar, mengingat apa yg ia lakukan beberapa hari yg lalu, tidak mungkin kan tuan Dom dengan mudahnya mengijinkan dirinya bertemu dengan istri dan putrinya. "terima kasih tuan. "Tiba-tiba Samuel bersimpuh di kaki tuan Dom.


"Sam. "Panggil Aaera berjalan cepat menghampiri Samuel yg sedang bersimpuh dihadapan tuan Dom. "Suamiku, apa yg kau lakukan? "tanya Aaera salah paham.


"Aae, "Samuel mengangkat wajahnya melihat dengan intens wajah wanita yg ia sayangi.


"Sam bangun, apa yg kau lakukan? "Aaera membantu Samuel untuk bangun. "Kenapa kau bersimpuh? "


"Aku tidak tau harus melakukan apa untuk menebus semua kesalahanku, tuan Dom sudah telalu baik dengan dia tetap mengijinkan aku bertemu denganmu dan juga Kiera. mengingat semua kesalahan yg sudah aku lakukan padamu dan juga Kiera "jawab Samuel masih tidak percaya akan ucapan tuan Dom yg masih mengijinkan dirinya bertemu dengan Aaera dan juga Kiera.


Aaera Tersenyum bahagia mendengar apa yg Samuel katakan, dengan rasa bahagianya ia langsung memeluk tubuh suaminya, "Terima kasih tidak melarangku untuk bertemu dengan Sam. "Ucap Aaera tulus.


Samuel dapat melihat jika wanita yg telah bersama dengan dirinya lima tahun lamanya itu kini telah berubah, ia dapat melihat ada kebahagiaan yg Aaera miliki dengan tuan Dom, dengan melepas dan melupakan perasaannya terhadap Aaera, ia yakin Aaera akan bahagia. "Jika kau bahagia hidup bersamanya, aku akan melepaskanmu dengan ikhlas, karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaan ku juga. "Gumam Samuel tersenyum bahagia.

__ADS_1


Di tengah pikiran masing-masing Aaera bersuara. "Ayo Sam, Kiera pasti senang melihatmu "ajak Aaera menggandeng tangan Samuel dengan cepat, namun tuan Dom yg melihat itu tidak diam saja.


"Apa yg kau lakukan, "Ujar tuan Dom menarik kerah baju Aaera dari belakang.


"Ehh..eh.. hehehe "Aaera menyengir saat menyadari jika saat ini tangannya tengah membelit tangan sahabatnya. "Ini hanya kebiasaan yg belum bisa hilang, "Ujar Aaera tersenyum bodoh. Aaera langsung melepas tangannya dari Samuel, kemudian beralih merangkul tangan suaminya dengan intim.


Setelah masuk kedalam, mereka langsung disambut oleh pemandangan Kiera yg sedang tertawa lucu melihat siaran kartun kesukaannya.


"Kiera "panggil Aaera berteriak. "Kie. "panggilnya kembali karena Kiera tak mendengar panggilan kerasnya.


Kiera menghentikan tawanya kemudian melihat pada asal suara, senyumannya kembali merekah saat ia melihat pria yg selama ini telah menjadi daddy-nya. "Daddy! daddy..."panggil Kiera langsung berhambur memeluk Samuel. "daddy bagaimana keadaanmu? apa kakimu sudah sembuh? "tanya Kiera Khawatir segaligus senang.


"Kau tau daddy adalah pria yg tangguh, hanya luka seperti itu, daddy bisa menyembuhkannya hanya dalam waktu singkat saja. "jawab Samuel sombong.


"Ya aku percaya, daddy adalah pria yg hebat dan kuat, "Kiera mengangkat tangannya memperlihatkan otot kecilnya.


Senyuman mengembang terlihat dari semuanya, tuan Dom, Aaera dan Samuel secara bersamaan tersenyum melihat tingkah menggemaskan Kiera. ditengah kebahagiaan mereka, salah satu maid datang menghampiri mereka untuk memberikan telephone.


"Nyonya, ada telephone untuk anda. "Ujar salah satu maid.


"Telephone untukku? "Aaera menyerit bingung, ia tidak pernah memberkan nomor telphone rumah suaminya kepada siapapun, tapi kenapa ada orang yg mencarinya melalui sambungan telephone rumah suaminya? "Siapa yg ingin bicara denganku? "tanya Aaera.


"Hmm, kemarikan. "Aaera mengambil alih gagang telphonenya. "Halo siap di sebrang sana? "tanya Aaera.


"Halo nyonya Dom.. apa kau masih mengingat suaraku.


"Braakk "telphone yg Aaera genggam seketika terjatuh saat ia dapat mendengar suara yg ia kenal.


"Aae ada apa? siapa yg bicara denganmu ? "tanya tuan Dom khawatir.


Tak menjawab, Aaera hanya terbengong dengan beberapa kali meneguk salvianya.


"Aae ada apa? "kembali tuan Dom melempar pertanyaan yg sama, tidak mendapat jawaban tuan Dom pun mengambil telephone yg terjatuh tadi lalu bicara, "Halo siapa kau? "tanya tuan Dom penasaran.


"Hahaha, sepertinya putriku sangat terkejut mendengar suara ayahnya. "


"Kau! berani sekali kau menghubungi kediamanku, dan darimana kau tau nomor ini? "tanya tuan Dom menggempalkan tangannya marah.


"Bersikap sopanlah menantu, kau adalah menantuku sekarang, kau harus hormat kepada ayah mertuamu, jangan sampai aku mengambil putriku nanti. "Jawab ayah Aaera di sebrang sana.

__ADS_1


"Untuk apa kau menghubungi Aaera, bukankah anak buahku sudah memperingatkanmu agar kau tidak mengganggu atau menemui Aaera dan Adley lagi, tapi kenapa kau sangat berani menghubungi Aaera.


"Hahaha hanya peringatan kecil seperti itu, aku sering mengalaminya, itu tidak berpengaruh padaku, apa lagi saat ini Adley sedang bersamaku, dan aku tidak tahu, dia bisa bertahan atau tidak hingga besok, "Jawab ayah Aaera tenang.


"Apa yg kau lakukan pada Adley? dia adalah putrumu, kau tidak bisa melukainya.


"Aku tidak butuh anak tidak berguna, namun jika istrimu masih ingin melihat adiknya bernafas dan melihat hari esok aku akan sedikit berbelas kasih untuk membiarkannya bertahan hidup. tapi tentunya dengan beberapa persyaratan dariku "Jawabnya tak berperasaan.


"Kurang ajar, "Umpat tuan Dom marah. "Jika kau berani melukai Adley akan ku bua--


"Sayangnya aku sudah melukainya, "potong ayah Aaera, "bahkan saat ini dia sedang tak sadarkan diri, seperti yg ku katakan tadi, aku tidak suka pria lemah, namun jika Aaera menginginkan adiknya, ayo kita bertukar nyawa dengang sebuah lahan, berikan aku sertifikat kepemilikan tanah perbatasan, maka aku akan membiarkan Adley hidup, namun jika kau menolak, ingat bukan hanya Adley yg akan menerima semua ini, namun Aaera dan juga cucuku akan ku buat sama halnya dengan Adley " Ancam ayah Aaera lalu mematikan sambungannya.


"Halo..halo.. brengsek. "tuan Dom membanting telphonenya hingga telephone tersebut hancur berserakan.


Kiera bersembunyi di balik tubuh maminya, ia nampak ketakutan saat melihat kilatan amarah papinya, tuan Dom yg baru menyadari jika putrinya sedang bersamanya langsung mencarinya. ia memejamkan matanya saat menyadari kesalahannya, karena lagi-lagi ia membuat putrinya ketakutan. "Sayang. "Tuan Dom berusaha meraih tubuh Kiera, namun dengan ketakutannya Kiera menolak dengan melangkah mundur.


Namun tuan Dom tidak menyerah, ia kembali meraih tubuh putrinya, "Sayang, maafkan papi, papi tadi kesal, ada orang yg sangat iseng, hingga membuat papi kesal, "Dalih tuan Dom mendekap tubuh mungil putrinya untuk menenangkan.


Aaera dan Samuel menatap tuan Dom secara bersamaan, mereka nampak penasaran dengan apa yg tuan Dom dan ayah Kiera bicarakan, namun dengan adanya Kiera mereka tidak mungkin menanyakannya.


"Sayang kau istirahatlah dulu kekamar bersama Bibi Nina, papi, mami dan daddymu ingin bicara masalah pekerjaan sebentar, setelah itu kami akan menyusulmu. "Ujar tuan Dom, yg mengerti ke gusaran istrinya.


"Apa papi akan bertarung lagi dengan daddy? "tanya Kiera khawatir.


"Hahaha, "Tuan Dom tertawa paksa, "Papi tidak suka melawan daddymu, daddymu terlalu lemah untuk menjadi lawan papi, "Jawab tuan Dom mencibir Samuel, kemudian membanggakan dirinya sendiri.


"Papi berjanji tidak akan bertarung lagi bersama daddy?


"Hmm, papi janji, papi hanya ingin bicara masalah pekerjaan saja. "jawab tuan Dom meyakinkan.


"Tapi kenapa papi mengajak mami untuk membicarakan perihal pekerjaan? bukankah mami tidak mengerti dengan pekerjaan papi dan daddy, "Tanyanya bingung karena maminya yg harus ikut bicara.


"Hei, kau meragukan kemapuannku! "Sergah Aaera tak terima. "walaupun begini aku pernah bekerja di bagian pemasaran dan keuangan jadi kau jangan meragukan kemapuannku. "lanjutnya bangga mengatakan pengalamannya.


"Sudah, sekarang kau istirahatlah bibi Nina akan menemanimu. "Perintah tuan Dom, dan dengan terpaksa Kiera pun menurut.


"Tuan , ada apa dengan Adley. "tanya Samuel setelah Kiera sudah tak terlihat.


"Iya suamiku, ada apa dengan Adley ? "timpal Aaera, kini wajahnya terlihat serius.

__ADS_1


__ADS_2