Tuan Dom

Tuan Dom
Ungkapan disaat tak sadarkan diri


__ADS_3

Samuel kembali ke dalam kamarnya setelah mendengar obrolan Aaera dan Adley, ia nampak kecewa dengan apa yg Aaera katakan.


Sementara diruang makan semua nampak bersiap untuk makan, namun satu anggota belum juga kunjung datang untuk bergabung.."Kiera dimana dadymu? "tanya Aaera yg sudah terlihat tak sabar ingin menyantap makanan.


"Ntahlah.. aku akan memanggilnya. "jawab Kiera bangung dari duduknya kemudian berjalan menuju kamar Samuel.


"Daddy.. "panggil Kiera menggedor pintu kamar milik Samuel.


"Ceklek.."Pintu terbuka.."Ada apa sayang.."jawab Samuel setelah pintu terbuka.


"Mami dan paman serta aku menunggu daddy dari tadi, kenapa daddy lama sekali, mami sudah sangat kelaparan, apa daddy mau mami berteriak karena menahan lapar. "Celoteh Kiera menggemaskan.


"Katakan pada paman dan mamimu, dan terutuk untuk dirimu.. kalian makanlah duluan, papi belum lapar, papi masih banyak pekerjaan, "jawab Samuel tersenyum.


"Kau tidak lapar? bagaimana mungkin daddy tidak lapar! sedangkan seharian penuh daddy bekerja, dan sekarang masih bekerja juga. "komentar Kiera heran. "Apa uang daddy habis hingga harus terus bekerja? "lanjutnya berucap dengan polos.


"Ini bukan hanya tentang uang, namun ini tentang tanggung jawab, sewaktu saat nanti kamu akan mengerti tentang tanggung jawab pekerjaan, sekarang pergilah untuk makan, katakan pada paman dan mamimu agar makan saja terlebih dahulu, katakan tidak perlu menunggu daddy. "Ujar Samuel tersenyum,


"Apa kau yakin tidak ingin makan sekarang? "tanya Kiera memastikan.


"Iya, sana cepat kembali, mamimu sebentar lagi akan berteriak-teriak karena kau terlalu lama disini. "jawab Samuel menyuruh Kiera agar cepat kembali menghampiri maminya.


Sepulang kerja Samuel sangat antusias ingin segera makan, ia melihat menu yg Aaera buat adalah menu favoritenya, namun sebelum ia menyantap makanan favoritenya ia mendapati kenyataan jika wanita yg ia sukai, Mengatakan hal yg paling ia tidak ingin dengar, dan akhirnya rasa lapar itu hilang bergantikan rasa sakit.


"Sam.."Panggil Aaera menghampiri sahabatnya.


"Aae! ada apa? "jawab Samuel.


"Kenapa kau tidak turun untuk makan, aku membuat makanan kesukaanmu, tadi kau sangat antusias untuk menyantap menu yg ku buat, tapi sekarang kenapa kau malah bilang belum lapar. "tanya Aaera bingung.


"Aae, makanlah terlebih dulu, ntah kenapa tiba-tiba perutku terasa sangat kenyang, aku akan makan saat perutku menagih jatahnya nanti, sekarang aku ingin menyelesaikan pekerjaanku dulu, Sudah sana, kasian Adley dan Kiera menunggu "Usir Samuel dengan senyuman.


"Apa kau ada masalah? "tebak Aaera bertanya.


"Tidak ada, kau itu kenapa? aku hanya menunda makan malamku saja, tapi kau dan putrimu itu mengintrogasiku seakan aku menyembunyikan sesuatu dari kalian.."Seru Samuel menyakinkan Aaera.


"Huuh."Aaera menarik napasnya kemudian mengeluarkannya secara perlahan.."Baiklah kalau begitu, segera selesaikan pekerjaanmu, setelah itu cepatlah makan, jangan sampai kau melewatkan makan malamu. "pesan Aaera penuh perhatian.


"Stop memberikan perhatian lebih padaku Aaera, jika kata-kata itu hanya sekedar perhatian untuk sahabat, karena semakin kau baik dan perhatian padaku, maka semakin besar pula cintaku padamu. "gumam Samuel dalam hati.


"Baiklah, aku akan kembali ke bawah, dan aku akan makan terlebih dahulu. "Jawab Aaera, pergi meninggalkan kamar milik sahabat yg menemaninya selama lima tahun belakangan ini.


"Mana Sam, kak? "tanya Adley setelah kakaknya duduk di bangku bersebelahan dengannya.


"Dia masih ingin menyelesaikan pekerjaannya, ayo kita makan saja terlebih dulu, "Ujar Aaera mengajak putri beserta adiknya untuk menyantap makanan yg dibuatnya.


"Apa daddy sakit, mam? daddy tidak pernah seperti ini, dia selaalu menyempatkan makan bersama untuk kita, tapi kenapa sekarang daddy tidak ingin makan? "celoteh Kiera membuat Aaera dengan reflek terdiam.


"Ya betul apa yg di katakan Kiera, tapi--


"Kak, apa kau ada masalah bersama Sam? "Kini Adley ikut menimpali.


"Aku tidak tahu, dia hanya mengatakan, jika dia sekarang belum lapar, "Jawab Aaera santai, namum hatinya mengatakan jika sahabat baiknya itu memang memiliki masalah, namun masalah apa? dia juga tidak tahu.

__ADS_1


"Sudah kalian lanjutkan makannya, nanti setelah kita makan aku akan menyiapkannya untuk Sam, "lanjut Aaera memutuskan segera menghabiskan makannya dan bertanya langsung pada sahabatnya itu.


Selesai makan, Aaera langsung menyiapkan makanan kedalam satu piring dan satu gelas air putih untuk sahabatnya, ia taruh di baki kemudian membawanya ke kamar sahabatnya. sesampai di depan pintu kamar Samuel Aaera mengeruk pintunya, tidak ada jawaban, kembali Aaera mengetuknya lagi, namun sama masih tidak ada jawaban, karena merasa lelah mengetuk dan memanggil Aaera pun memutuskan untuk masuk saja..setelah ia masuk kamar sahabatnya itu hening, ia menaruh nampan kemudian menyusuri isi kamar milik Samuel yg sangat luas, pertama ia mencari sahabatnya keruang ganti, kemudian ke dalam toilet, setelah itu ia cari ke balkon. Aaera tertegun saat melihat sahabatnya duduk dengan keadaan mabuk.


"Sam! apa yg kau lakukan? "Aaera segera menghampiri sahabatnya, ia langsung menyingkirkan botol minuman yg di genggam sahabatnya itu. "Dari mana asal minuman ini Sam? dan kapan kau membelinya? "Aaera nampak mengoceh mengomeli Sam, namun yg di omeli nampak tersenyum menyebalkan, namun setelah tersenyum, sahabatnya itu terlihat sedih.


Sam menarik tubuh Aaera hingga Aaera terjatuh kedalam pelukanyaa, "Kenapa kau tidak pernah bisa mencintaiku, aku sudah melakukan yg terbaik untukmu, apa kau tidak bisa melihat itu?"Ucapnya meracu, namun masih dapat Aaera dengar.


"Deg "


Aaera kembali tertegun, Aaera kembali mendapat kejutan, setelah mendapati Samuel mabuk, sekarang di kejutkan lagi oleh pengakuan cinta. masih diam di dalam pelukan Samuel, Aaera teringat kembali pada beberapa waktu yg lalu jika Samuel pernah mengajaknya untuk menikah, namun Aaera pikir, pernikahan yg Samuel tawarkan padanya hanya untuk melengkapi kehidupan Kiera, karena tidak diragukan lagi kasih sayang Samuel pada Kiera begitu besar, namun mencintai? Aaera baru mengetahui jika sahabatnya ini memiliki perasaan cinta untuknya, namun Aaera yg menganggap Samuel sahabat sekaligus kakak hanya bisa menggeleng tak percaya, ia tidak memiliki perasaan lebih kepada sahabatnya itu ia pun menjadi bingung.


"Kenapa kau diam? katakan apa yg membuatmu tidak mau menikah denganku, dan kenapa kau tidak mencintaiku, katakan, aku akan berusaha menjadi pria yg kau inginkan.."Racunya Samuel kembali.


Aaera yg telah sadar dari keterkejutannya segera bangun, ia melihat Samuel dengan seksama, wajah tampannya terlihat tenang, namun tetap tidak dapat mengetuk hatinya yg paling dalam, kebaikan, keramahan, kasih sayang yg Samuel berikan untuk Kiera dan dirinya selama ini tetap tak membuat hatinya mau menerima perasaan sahabatnya itu.


"Sam..tolong jangan mengatakan hal seperti itu, kau adalah sahabat terbaikku, kau adalah kakak pelindungku, kau adalah penyelamatku, kau adalah orang terpenting dalam hidupku, tapi aku minta maaf aku tidak dapat membalas cintamu, biarkan kehidupan ini mengalir apa adanya, tolong jangan pernah mencintaiku, kau berhak bahagia dengan wanita yg lebih baik dariku. tolong jangan mengatakan ungkapan cinta padaku, karena aku tidak bisa menerima itu, mintalah apapun padaku, aku akan berusaha memberinya untukmu, tapi jangan cinta aku mohon. "Ucap Aaera panjang, yg mendengar terlihat senyum-senyum tidak menanggapi.


"Ayo, kau harus mengganti pakaianmu, setelah itu kau harus makan. "Lanjut Aaera mengangkat tubuh besar Samuel dengan seluruh tenaganya. "Oh ya tuhan Kenapa tubuhmu begitu berat, "keluh Aaera meringis berat, Aaera menuntun tubuh besar Samuel dengan sedikit menyeret tubuhnya, karena Samuel terlihat lemas walau masih dapat berjalan.


"Ah..aku mencintaimu, sangat mencintaimu, tapi kenapa kau mematahkan semua itu, Aaera. kau begitu kejam padaku, apa kau tidak sedikit saja memiliki perasaan terhadapku,? kita sudah berasama selama lima tahun lamanya, apa waktu yg kita lewatkan tidak membuatmu sedikit saja mencintaiku? kau sangat kejam.."Ucapnya serius, kemudian raut wajahnya bersedih. tidak selang beberapa detik, Samuel tertawa..


"Hahaha bodoh kau memang bodoh Aaera, bahkan kau tidak menyadari jika aku sangat mencintaimu, Ka-kau sa-sanga-** lah bo-doh.."Racunya kemudian Samuel pun tak sadarkan diri.


"Huh, untung sudah sampai di atas tempat tidur "Gumam Aaera, namun kemudia Aaera kembali teringat dengan racuan-racuan Samuel yg mengatakan perasan pada dirinya. "Sam, tolong hentikan perasaan itu, aku minta maaf benar-benar minta maaf, aku tidak bisa mencintaimu atau siapapun, perasan cinta itu sudah hilang seiring dengan adanya Kiera, bahkan aku tidak ingin lagi mengenal cinta, namun terima kasih untuk cinta yg kau berikan untukku selama ini, jadi mulai dari sekarang hentikan perasaan itu untukku, aku hanya ingin menjadi adikmu, jadi tolong buang perasaan itu, aku mohon. "Ucap Aaera mengusap wajah tampan milik sahabatnya itu.


"Ceklek "Suara pintu terbuka di barengi dengan teriakan Kiera.."Mami.."panggilnya.


Kiera membulatkan mulutnya seraya berkata Ooh..gadis kecil itu ikut-ikutan menempelkan jarinya di depan bibirnya. "Ada apa dengan daddy? "bisik Kiera serus.


"Daddymu sedang pusing, sekarang ayo kita keluar dari sini, biarkan daddymu istirahat. "Ajak Aaera.


*


*


*


Kota B, dimana Dom saat ini sedang mempersiapkan penangkapan terhadap Jonas, pria yg telah membuat masalah di dalam keluarganya. "Aku pastikan malam ini kau tidak akan selamat Jonas "Ucap Dom dingin.


Ketukan pintu memberhentikan mata dan tangannya dari laptopnya..


"Cklek..


"Selamat malam Tuan, Buukk" Frey melempar salah satu orang kepercayaan Dom yg bekerja di salah satu perusahaannya.


Dom mengerutkan dahinya bingung. namun setelah beberapa saat ia baru mengerti, "Kesalahan apa yg kau buat? "tanya Dom santai namun matanya melihat tajam kepada pria yg di bawa oleh Frey.


"Tuan ampuni saya, saya melakukan itu semua karena terpaksa, tuan Frans mengancam akan melakukan sesuatu kepada keluarga saya jika saya tidak menuruti keinginannya. "jawab seorang pria tersebut.


Dom tersenyum sinis.. "Akhir-akhir ini sepertinya kau bekerja terlalu lambat Frey, "cibir Dom melirik asistennya.


"Maafkan saya tuan, "hanya kata itu yg dapat mewakili semua rasa malu dan bersalah Frey kepada tuannya.

__ADS_1


"Dan kau! "Dom melihat tajam kepada pria yg sedang bersujud di hadapannya saat ini "itu bukan alasan kau harus berhianat kepadaku, jika kau takut akan ancaman si tua bangka itu, kenapa kau tidak mengatakan padaku, jika akan ada penggelapan di perusahaanku, kau tau bukan Frey bisa mengatasi semua masalah, tapi kau malah membuang bukti kepada orang lain yg tidak bersalah, akiibat kesalahanmu, aku menyeret, menyiksa bahkan menyakiti orang yg tidak bersalah, dan walau pun itu sudah berlalu aku ingin tetap kau merasakan apa yg dirasakan oleh orang yg telah kau jebak.


"Patahkan kakinya "Perintah Dom kepada asistennya. "Dan pastikan jika dia harus merasakan penderitaan yg sama seperti yg Adley rasakan.." Lanjutnya memerintah Frey.


"Tidak tuan, saya mohon, saya mengaku bersalah, saya janji akan bertanggung jawab akan semua yg telah saya lakukan, tapi saya mohon tuan, ampuni saya, tolong jangan lakukan itu.. "pria tersebut bersimpuh memohon ampun kepada Dom, namun perintah Dom adalah perintah mutlak yg tidak bisa di bantah.


Dom menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan agar Frey membawa pergi pria yg telah berhianat kepadanya, dengan santai ia kembali melihat pada laptopnya tidak perduli dengan teriakan permohonan ampun pria yg saat ini diseret oleh Frey.


"Bagaimana aku bisa sebodoh ini, bahkan aku tidak menyelidiki hingga tuntas masalah ini, dasar bajingan, "Teriak Dom marah, ini adalah penghinaan untuknya, bagaimana tidak orang-orang terdekat dan kepercayaannya yg telah menghianatinya dan satu demi satu telah terungkap oleh Frey walau terlambat.."Sial, kenapa aku bisa sebodoh ini.. "Umpatnya kesal.


Malam telah tiba, Dom dan Frey berangkat menuju tempat persembunyian Jonas, Dom terlihat tenang saat memasuki sebuah bangunan yg menjadi persembunyian Jonas. "Keluar kau Jon! "terak Dom yg telah melumpuhkan beberapa anak buah Jonas, Dom masuk kedalam gedung yg di yakini tempat persembunyian Jonas.


Hening..


"Jonas, keluar kau.."Teriak Dom kembali.


Masih hening, bahkan suara jam terdengan berdenting nyaaring karena heningnya tempat yg Dom datangi. "Oh shit.."umpat Dom menendang bangku yg ada dihadapannya.


"Frey, dimana bajingan keparat itu? "tanya Dom marah.


"Tuan, It-


"Dor "Satu tembakan berhasil mengenai bahu Dom.


"Kejutan.."Ucap Jonas muncul dengan seringai licik.


"Keparat kau! "Umpat Dom memegang bahunya yg terkena tembakan. Dom terlihat pucat, dan itu membuat Frey yg hendak membalas Jonas, mengurungkan niatnya takala melihat tuannya hampir jatuh..


"Tuan "Panggil Frey khawatir.


"Haha.."Jonas tarawa puas, "Frey jika kau ingin melihat tuanmu yg malang itu membuka matanya hingga esok, kau bisa membawanya kerumah sakit sekarang, karena peluru yg masuk kedalam tubuh tuanmu mengandung racun yg mematikan, jika kau terlambat satu menit saja, nyawa tuanmu akan hilang.."Ujar Jonas tertawa menang.


"Kurang ajar. "Ucap Frey yg hendak menyodorkan pistolnya, namun sayang Jonas lebih cepat darinya, karena kini pistol milik Jonas sudah ada tepat di dahinya.


"Seharusnya kau menjadi tukang kebun, bukan menjadi tangan kanan Dom, "Cibir Jonas. Jonas menarik peletuk pistolnya namun-


"Dor. "satu tembakan berhasil mengenai tangannya hingga membuat pistol yg ia pegang terjatuh.


"Oh shit.."Umpatnya.


Frey yg tadi meletakan pistolnya, kini berusaha mengambil kembali namun keberuntungan lagi-lagi tak berpihak padanya karena pistol itu telah di tendang oleh Jonas hingga terpental jauh, setelah pistol menjauh Jonas langsung melarikan diri.


Frey membiarkan saja Jonas kabur, karena saat ini yg terpenting adalah tuannya.."Kejar dan dapatkan dia hidup-hidup. "perintah Frey pada anak buahnya yg tadi berhasil menembak tangan Jonas.


*


*


*


**Bersambung.


Beri dukungan dengan like komen dan vote-nya. terima kasih**.

__ADS_1


__ADS_2