Tuan Dom

Tuan Dom
Yang harusnya terungkap, akan terungkap juga.


__ADS_3

"Apa yg mami lakukan, pria itu telah menggelapkan uang perusahaan "Ujar Dom marah..


"Dia tidak bersalah, mami percaya itu..


"Darimana mami tahu jika pria itu tidak bersalah? kenapa akhir-akhir ini mami selalu membuatku kesal dan marah mam, aku sudah berusaha menuruti semua keinginan mami, tapi kenapa mami masih ikut campur dalam urusan pekerjaanku, "Ucap Dom marah, Dom merasa pusing dengan permintaan ibunya untuk menikah dengan wanita pilihannya, di tambah hubungannya dengan Zeline sedang bermasalah, ditambah lagi maminya melepaskan tahanannya..Dom sangat kesal dengan keadaan sekarang, dan itu semua, berawal dari ibunya.


"Aku sudah menuruti keinginan mami, jadi aku mohon agar mami tidak lagi mencampuri urusanku, aku masih pusing dengan persoalan kemaren, sekarang ditambah lagi dengan masalah yg mami buat saat ini, bisakah mami membuat aku tenang sejenak, "lanjut Dom keras, saat ini ia begitu kesal pada ibunya, bagaimana tidak karena ibunya, hubungannya dengan kekasihnya harus dipertaruhkan, ditambah pernikahan yg sama sekali tidak diinginkannya..dan tadi malam ia juga sudah merenggut kehormatan seseorang yg tidak tahu siapa perempuan itu..


"Dom, "ucap nyonya Feronica menangis, nyonya Feronica benar-benar merasa kecewa dengan penuturan putranya itu "Maaf telah membuatmu marah dan kesal, maaf telah memaksamu untuk melakukan hal yg tidak kau inginkan, mami janji tidak akan meminta apapun padamu lagi, mami juga tidak akan memaksa dirimu untuk menerima pernikahan itu, mami hanji tidak akan ikut campur dengan masalah dirimu lagi, mami janji, "ucapnya, setelah mengatakan itu, nyonya Feronica pergi kedalam kamar, rasanya sakit saat putranya mengatakan hal demikian..


Dom terdiam, ia tidak mengerti kenapa ia bisa bicara seperti itu, setelah lama berpikir ia pergi menyusul ibunya..."Mam, buka pintunya, maafkan aku mam, aku tidak bermaksud untuk berkata kasar terhadap mami, aku hanya lelah karena belakangan ini aku terlalu banyak pekerjaan, "ucap Dom di depan pintu kamar milik ibunya .


Ceklek..


"Mam, mami mau kemana? apa ini? mam..mami --


Nyonya Feronica tersenyum, "Dom, mami akan pergi ke kota A, mami merindukan papimu, mami akan tinggal disana untuk beberapa waktu, mami harap kamu bahagia dengan tidak ada mami yg banyak mengaturmu ini, mami akan selalu mendoakan kebahagianmu, kamu adalah putra kebanggaan mami, hubungi mami jika kau sudah menemukan orang yg telah melenyapkan papimu, jaga dirimu baik-baik.."sela nyonya Feronica..


"Mam, tolong jangan seperti ini, aku salah mam, aku minta maaf, aku terlalu lelah sehingga tidak dapat mengontrol ucapanku dan emosiku, tolong jangan tinggalkan aku sendiri, aku butuh mami, please "Dom bersimpuh di kaki ibunya, ia begitu menyesal karena sudah berkata kasar terhadap ibunya..


"Bangunlah nak, mami tidak pernah menyalahkan semua ucapanmu, ini salah mami yg terlalu egois, bangunlah, mami akan tetap pergi, mami sangat merindukan papimu sekarang, disana mami bisa melihat tempat istrihatnya..mami pamit ya, jaga dirimu baik-baik saat mami tidak ada disini. "ujar nyonya Feronica berpamitan..


"Ok, Mam, jika mami tetap memaksa untuk pergi, aku akan mengantar mami, ayo aku akan mengantar mami, "


"Tidak nak, mami ingin pergi sendiri, tetaplah disini, setelah mami melepaskan rindu terhadap papimu, mami akan segera kembali..


"Tapi mam--


"Sudahlah nak, mami pergi dulu, "potongnya, setelah berpamitan kepada putranya, nyonya Feronica pun pergi..


*


*


*


"Nyonya Feronica ?..."ujar Aaera terkejut..


"Aaera, maaf apa saya mengganggu waktumu? "tanya nyonya Feronica.


"Ti-tidak, maaf nyonya saya tidak bermaksud untuk mengingkari janji, saya--


"Tidak Aaera, kedatangan saya kesini, saya ingin membatalkan perjanjian kita, "potong nyonya Feronica.


"Ma-masuk nyonya, saya tidak harus menikah dengan putra anda? "tanya Aaera senang..


"Ya..


"Tapi bagaimana dengan adik saya? tolong jangan tangkap dia kembali, dia tidak bersalah, "pinta Aaera.


"Tidak akan ada yg menangkap adikmu, saya akan menyuruh sesorang untuk menyelidiki semuanya kamu tenang saja, baiklah Aaera, saya harus pergi, jaga dirimu baik-baik.."pamit nyonya Feronica...


*


*


*


Satu bulan kemudian..


"Oeek-oeek...


"Ae, kamu kenapa nak? "tanya ibu khawatir.


"Ntahlah bu, belakangan ini aku sering pusing dan muntah-muntah seperti ini."jawab Aaera

__ADS_1


"Ya sudah, ayo sekarang kamu ikut ibu, ibu akan memberikan minyak angin, mungkin saja kamu masuk angin karena kamu dan adikmu selalu pulang malam. "ujar ibu, menarik putrinya untuk duduk..


Setelah selesai dipakaikan minyak angin oleh ibunya, Aaera ijin pergi untuk bekerja..Aaera dan Adley memilih bekerja di sebuah perusahaan kecil yg bergerak di bidang tekstil,


"Bu, aku berangkat kerja dulu ya.."Ijin Aaera, "Adley ayo nanti kita terlambat, "panggil Aaera dengan berteriak..


"Kak, kau tidak perlu berangkat hari ini, istirahatlah dirumah, aku perhatikan dari kemaren kau kurang sehat, lihat wajahmu begitu menyeramkan, wajahmu seperti mayat hidup, pucat seperti tidak memiliki darah, "tutur Adley


"Enak saja kau kalau bicara, "Aaera menoyor dahi adiknya, tak terima di sebut mayat hidup.


"Memang benarkan bu, kakak seperti tak memiliki darah ditubuhnya, sudahlah hari ini kau tetap dirumah, aku akan memintakan ijin untukmu hari ini..


"Tidak, aku akan tetap bekerja hari ini..ayo sekarang kita berangkat, jangan sampai kita terlambat.."Ajak Aaera, tak perduli dengan larangan adiknya untuk berangkat..


"Benar kata adikmu Ae, kamu tidak perlu bekerja hari ini, sebaiknya hari ini kamu istirahat saja dirumah, "Ibu menimpali.


"Aku harus bekerja bu hari ini, perusahaan tempat Jade bekerja telah mereservasi restoran di sebelah pabrik tempat aku bekerja, hari ini aku akan bertemu jade, jika aku tidak berangkat bekerja hari ini, hapuslah harapanku untuk bertemu pujaan hatiku.."Seru Aaera semangat..


Adley dan ibu hanya dapat menggeleng melihat tingkah Aaera yg kadang dewasa kadang seperti anak kecil.."Sudah jika kamu memaksa untuk pergi, pergilah sekarang, jika kalian terus berdebat kalian akan terlambat.."ujar ibu mengingatkan..


"Baiklah bu, aku dan kakak berangkat dulu.."pamit Adley..


*


*


"Kak, hati-hati saat bekerja, aku tinggal dulu, jika ada apa-apa, atau kau butuh bantuan segera hubungi aku.."pesan Adley, Adley khawatir melihat kakaknya yg sering mengeluh pusing dan muntah-muntah itu..


Aaera mengangguk patuh pada adiknya..


"Aaera "panggil salah satu teman kerjanya..


"Hmm.."jawab Aaera dengan gumaman.,


"Hari ini kamu bantuin aku untuk mengecek barang yg akan datang nantu, "pinta salah satu teman barunya..


"Tidak ada yg berubah dengan parfumku, harumnya tetap sama, Kau itu seperti wanita hamil saja tidak suka bau parfum.."gurau Sandra sahabat Aaera.


Deg


Aaera terdiam, ia baru ingat jika sebulan ini ia belum kedatangan tamu bulanan.."Tidak aku tidak boleh berpikiran yg anaeh-aneh, ini hanya kebetulan saja, ya ini hanya kebetuan saja.."gumamnya.


Aaera berperang dengan pikirannya yg berlayar kesana kemari, ia begitu takut saat mengingat tamu bulanannya tak kunjung datang, dan akhir-akhir ini ia sering pusing dan muntah-muntah..


"San,barang masih lama kan datangnya? aku ijin ke apotek sebentar ya, ada obat yg inging aku beli disana, "ijin Aaera..


"Ya, pergilah jangan terlalu lama.."Jawab sahabatnya.


Dalam perjalanan menuju apotek Aaera terus merapal doa-doa, semoga pemikirannya itu salah, semoga yg dialaminya ini hanya gejala masuk angin, karena akhir-akhir ini ia suka lembur bersama adiknya..


Buukk..


"Aw..."rintih Aaera


"Maaf, apa nona terluka? "tanya Pria yg bertabrakan dengan Aaera..


Aaera mendongkak, matanya membulat, ia langsung mengulum senyum saat pria yg ada dihadapannya adalah orang yg ia kenal.


"Ae..? "panggi Jade dengan gumaman


"Jade .. hei apa kabar kamu jade,? sudah lama tidak berjumpa, "sapa Aaera senang.


"Baik, Ae kenapa kau ada di kota ini? dan apa yg sedang kau lakukan disini? "tanya jade terkejut, pasalnya wanita di hadapannya ini selalu membuat kekacauan karena kecerobohan -kecereboahannya.


"Jade, kenapa kau selalu lebih tampan dari biasanya? "Ujar Aaera memandang intens sang pujaan hati..

__ADS_1


"Ae, bersikaplah sewajarnya seperti wanita pada umumnya, kau masih saja tidak berubah, kau masih saja selalu membuat masalah, bahkan pertemuan kali ini saja kau berjalan tidak memakai matamu, dan kau bicara tidak memakai otakmu..."Sindir Jade benar-benar malas bertemu Aaera..


"Itu, karena otakku di penuhi oleh namamu, sehingga aku susah untuk berpikir, tapi jika kau sekali saja mengatakan kau mencintaiku, otakku akan beres seperti keinginannmu, "Serunya asal..


Jade menggeleng tak mengerti, bagaimana bisa ada wanita sepolos dan seceroboh ini.."Kau perbaiki dulu otakmu,baru kau bisa bicara seperti itu.."Ujar Jade, setelah itu ia tinggalkan Aaera yg masih tersenyum bahagia karena telah bertemu pujaan hatinya..


"Jade, tunggu-tunggu..kenapa kau pergi, apa kau tidak merindukanku,? kita sudah lama tidak bertemu, bagaimana bisa kau pergi begitu saja.."panggil Aaera..


"Aaera, bukankah sudah ku katakan dari dulu, berhenti mengikutiku, berhenti menggangguku, jangan bilang kau datang ke kota ini juga ingin mengikutiku,?


"Itu memang benar, aku kekota ini karena ingin menemuimu, "jawab Aaera polos..


"Kau itu sangat menjengkelkan Aaera, kau wanita pembuat masalah, sebaiknya kau menjauh dariku, "seru Jade, tak suka dengan sifat ceroboh dan kekanak-kanakan Aaera..


"Kenapa kau berkata seperti itu? aku memang datang ke kota ini itu demi dirimu, "Aaera sepertinya tak perduli dengan ucapan-ucapan jade, ia tidak pernah menanggapi semua ucapan jade yg menurutnya tidak sungguh-sungguh.


"Karena kau bodoh, kau ceroboh, kau pembuat onar, karena setiap ada kau, pasti akan datang masalah, dan aku tidak ingin terkena masalah karena kecerobohan dan kebodohanmu "Jelas jade tak berprasaan..


"Kenapa kau bicara begitu menyakitkan, "Ujar Aaera berkaca-kaca.


"Hentikan ucapanmu, bicaramu begitu kasar, apa kau tidak memiliki hati, sehingga dengan mudahnya menghina kakakku, "Seru Adley, Adley yg akan pergi ke apotek untuk membelikan obat untuk kakaknya, terkejut dengan intonasi suara pria yg sedang mengatai kakaknya dengan kata-kata yg kasar..


"Adley, aku sudah berusaha menahan kata-kataku ini, namun kakakmu selalu membuat aku ingin mengeluarkannya, dia begitu tidak tahu malu, aku sampai berpikir apa kah dia mempunyai otak, atau kepalanya hanya pajangan saja, karena dia selalu mempermalukan dirinya sendiri.."Jelas Jade.


"Tapi kakak sangat perduli padamu, dia selalu membicarakanmu, dia juga sangat mencintaimu..apa kau tidak bisa mengargai itu, walau kau tidak menyukainya..setidaknya jaga ucapanmu.."Adley memberikan pembelaan untuk kakaknya..


Jade tersenyum mengejek, "Jika aku hanya diam saja saat kakakmu bicara, terus apa bedanya aku dengannya, aku sarankan agar kau lebih banyak mengajari kakakmu untuk merubah sikap dan prilakunya yg aneh itu, dari pada kau menghabiskan tenagamu untuk mengajariku, kata-kata itu lebih pantas kau berikan kepada kakakmu, bukan kepadaku, "ejek Jade..


"Keterlaluan kau, "ujar Adley mencengkram kerah kemeja Jade.."sekali lagi kau bicara seperti itu, akan kubungkam mulutmu hingga tak akan dapat bicara lagi ."Ancamnya.


"Kau sama bodohnya dengan kakakmu, "seru Jade, setelah itu menghempaskan tangan Adley yg mencengkram bajunya dengan kasar.."Kau yg harus mendengarkan aku, jaga baik-baik tanganmu itu, karena aku tidak akan segan-segan untuk mematahkan tanganmu, jika sekali lagi kau berani menyentuhku.."lanjutnya dengan ancaman, setelah itu pergi meninggalkan Aaera dan Adley yg terlihat menahan marah..


"Ayo kak kita kembali, "Ajak Adley menarik kakaknya..."Eh, kak, kau kenapa?


Adley terkejut melihat kakaknya yg sudah pucat, setelah beberapa saat kakaknya terduyung hendak jatuh, "Astaga kau kenapa kak,? kak, bangun kak, ada apa denganmu, "Adley langsung membopong kakaknya ke klinik yg tak jauh dari tempat kerjanya..


*


*


*


"Bagaimana keadaan kakak saya dok ? "tanya Adley setelah dokter selesai memeriksa Aaera..


"Nyonya Aaera saat ini sedang hamil muda,usia kandungannya saat ini memasuki minggu ke empat, Pada semester pertama, akan ada keluhan dan adaptasi dari tubuh seperti peningkatan hormon, kondisi malas gerak, kurang olahraga, mual dan muntah sehingga asupan gizi menjadi berkurang, tubuh menjadi terbebani dan beban jantung meningkat. Ini akan mengakibatkan ibu hamil kurang asupan gizi sehingga membuatnya lebih rentan. mungkin ini akan sering terjadi pada nyonya Aaera.. "jelas dokter.


"Ha-hamil? kakak saya hamil dok?.."ulang Adley terkejut.."Apa dokter tidak salah? ma-maksud saya, kakak saya tidak mungkin hamil dok, "Ujar Adley tak percaya, bagaimana mungkin kakaknya yg polos itu bisa hamil sebelum menikah.


"Maksud anda? "tanya dokter bingung..


"Ti-tidak dok, Baiklah dok, terima kasih atas bantuan dokter, saya permisi ingin melihat kondisi kakak saya dulu, "lanjut Adley, bagai disambar petir di siang bolong, Adley bener-benar terkejut..kakaknya yg polos dan tak pernah terlihat dekat dengan pria lain selain dirinya hamil di luar nikah..


Adley masuk kedalam ruangan yg saat ini Aaera tempati, ia tidak dapat berkata apa-apa bahkan dia tidak percaya jika di dalam perut kakaknya ada calon keponakannya..


"De, kenapa kau diam saja, ayo sini, apa kata dokter,? tidak ada penyakit yg seriuskan di tubuhku?, "tanya Aaera dengan senyumannya..


"Siapa ayah dari anak yg kau kandung itu kak? "tanya Adley tiba-tiba, bukan jawaban yg Aaera dapat, malah sebaliknya pertanyaan yg ia dapat.


Mata Aaera melebar sempurna, walaupun ia sudah memprediksi hal ini, namun ia begitu terkejut.."Aa-apa maksudmu? a-aku tak mengerti, "jawabnya gugup..


"Kak, kenapa kau berkilah, sekarang kau katakan padaku, siapa pria yg sudah melakukan ini padamu,? "tanya Adley frustasi.


"Maafkan kakak de, kakak benar-benar minta maaf, "jawab Aaera menangis..


"Aaera, kenapa kamu nak,? ada apa Dley dengan kakakmu? "tanya ibu khawatir, Ibu datang klinik karena mendapat kabar dari Adley yg mengatakan kakaknya pingsan tiba-tiba.

__ADS_1


Adley dan Aaera sama-sama diam, mereka bingung harus bicara seperti apa kepada ibunya, bagaimana reaksinya nanti setelah tahu anak perempuannya telah hamil diluar nikah..


"Adley, Aaera..kenapa kalian diam saja? apa sebenarnya yg terjadi, Aaera jawab ibu, ada apa dengan dirimu? katakan jangan membuat ibu khawatir..."ujar ibu menaikan intonasinya.


__ADS_2