
Hening, tidak ada yg bicara saat Adley mengatakan hal demikian, namun sekian detik Frey berucap..
"Maaf tuan Adley, kami memang mengejar anda waktu itu, tapi kami kehilangan jejak anda sewaktu anda memasuki perbukitan, itu membuat kami kehilangan jejak anda..namun setelah enam bulan kami mendapat kabar jika mobil yg anda kemudikan terjun bebas ketebing dan terdampar di pedesaan, setelah kami mendapat kabar itu, kami pun pergi ke pedesaan itu, namun kami tidak dapat menemukan anda..
"Kami tidak ada niat buruk terhadap keluarga anda, Tuan Dom, memperintahkan kami untuk membawa anda kehadapannya, karena tuan Dom ingin bertanggung jawab dengan apa yg telah beliau lakukan, tidak ada niatan tuan Dom untuk menyakiti keluarga anda, termasuk nona Aaera.."lanjut Frey menjelaskan.
Adley tersenyum masam.."Kau pikir aku akan percaya begitu saja?
"Saya sudah menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi lima tahun yg lalu, untuk percaya atau tidak itu adalah urusan anda.."Frey menyudahi ucapannya, lalu Frey beralih melihat kepada nyonya besarnya.."Nyonya, tunggulah disini, jangan tinggalkan tempat ini sebelum saya atau tuan Dom datang.."Pesan Frey..
Setelah mengatakan hal demikian Frey hendak pergi meninggalkan Aaera, Adley, kiera dan ibu dari bosnya.
"Lantas siapa yg mengejar kami sampai keperbatasan? "tanya Adley memberhentikan langkah Frey .
"Jonas, putra dari Frans, dia yg mengejar kalian, mereka ingin menangkap Aaera, karena mereka tahu jika Aaera telah mengandung anak dari Dom, mereka ingin menjadikan Aaera sebagai perangkap untuk Dom.."Sahut nyonya Feronica.
Adley kembali tersenyum. "Apa ucapan anda dapat di percaya nyonya? "tanya Adley tak percaya.
"Kenapa tidak, aku mendengarnya langsung dari Frans semalam, dia mengetahui kehamilan Aaera sewaktu Aaera dirawat diklinik dekat tempat Aaera bekerja, dan untuk obat yg Dom konsumsi waktu itu juga atas rencana Frans, semua ini perbuatan Frans, "Jawab nyonya Feronica serius.
Aaera, Frey Adley diam, mereka telah salah paham selama lima tahun lamanya..
"Kurang ajar kau Frans, kau telah membuat keributan besar terhadap tuanku.."Ujar Frey marah..
"Tuan Adley, tolong jaga nyonya dan nona kecil. saya akan menyusul tuan Dom kedalam.."pamit Frey..
"Aku akan ikut denganmu, aku akan membalaskan dendam atas kematian ibuku pada mereka, "ujar Adley marah.
"Anda tidak akan bisa melawan mereka tuan, sebaiknya anda menjaga nona kecil saja, "tolak Frey.
"Aku akan tetap ikut, aku ak--
"Tidak Dley, kau akan tetap disini, aku tidak ingin berpisah lagi denganmu, tetaplah disini bersama kami.."Potong Aaera, tak mengijinkan adiknya.
"Tapi kak-
"Kita akan membalasnya bersama-sama tapi tidak sekarang, biarkan Tuan Dom, dan tuan Frey menangkap penjahat-penjahat itu, setelah tuan Dom dan tuan Frey berhasil menangkap mereka, baru kita balaskan kesakitan kita selama ini kita rasakan ."Ujar Aaera serius .
"Betul kata Aaera Nak, sebaiknya kita tunggu disini, kita tunggu kabar baik saja dari Dom.."Timpal nyonya Feronica..
Adley mengangguk pasarah..
*
*
*
"Keluar kau Frans, hadapi aku, "teriak Dom..
"Jonas, ternyata kau hanya bajingan penakut yg bersembunyi dibelakang perlindungan..tunjukan padaku kesombonganmu tadi.."Dom terus bicara hingga Jonas keluar karena tak terima akan ejekan Dom, yg mengatakan dirinya adalah bajingan penakut.
"Siapa yg takut pada Dom, "ujar Jonas keluar dari persembunyiannya.
Dom tersenyum, "Ayo lanjutkan permainan yg kau katakan tadi, aku sangat penasaran seberapa pintar kau ini..karena yg aku tahu kau hanya pria bodoh yg tidak di perdulikan oleh ayahmu sendiri."cibir Dom..
"Jaga mulutmu Dom.."Teriak Jonas geram.
Dom tersenyum, "Kenapa, apa kau marah, ayolah Jonas bukankah kau tahu itu sejak dulu, kau hanya putra yg tak dianggap, mungkin jika Alex masih hidup, kau hanya akan menjadi budak Alex, karena pasti ayahmu hanya akan menyangi satu putra saja ya itu Alex, seandainya saja Alex masih hidupp kau pasti hanya akan menjadi budak Alex saja, tapi kau memang bodah dari itu ayahmu selalu membodohimu.."Dom terus memberi cibiran terhadap Jonas sehingga Jonas tudak dapat menahan emosi lagi,
Jonas menyerang Dom, dengan kemarahannya ia terus memberikan serangan terhadap Dom, hingga Dom merasa kelelahan untuk menghalunya..
"Buukk.."Satu pukulan menadrat tepat di wajah Dom.."Kau masih ingin meremehkanku "Ujar Jonas tersenyum mengejek..
Dom mengusap darah yg keluar dari sudut bibirnya, pukulan Jonas berhasil merobek bibir bawah Dom..Dom menggerak-gerakan mulutnya merasakan kebas akibat pukulan dari Jonas yg keras..
"Tidak kusangka, setelah tiga belas tahun kita tidak berjumpa, kau mempunyai banyak kemajuan.."Ujar Dom, masih setia menggerak-gerakan mulutnya..
"Itu belum seberapa Dom, aku masi memiliki banyak kejutan-kejutan untukmu.."Jonas kembali menyerang Dom, ia tidak berhenti terus menyerang Dom..
"Buuk-buuk.."Dom memberi pukulan telak untuk Jonas, yg membuat Jonas jatuh terkapar.."Bangun tunjukan kehebatanmu yg kau katakan tadi yg penuh kesombongan.."Dom menarik baju Jonas hingga terbangun..
"Buuk.."Dom terjatuh, ia lengah sehingga Jonas dapat mengambil kesempatan untuk menyerangnya..
__ADS_1
"Tuan, "Frey datang langsung membantu tuannya untuk berdiri.."Tuan, anda tidak apa-apa ? kau beraninya kau melukai tuanku.."Ujar Frey marah..
Frey langsung menyerang Jonas dengan membabi buta.."Buuk-buuk-buuk.."ntah berapa banyak pukulan yg Frey berikan untuk Jonas sehingga Jonas terkapar tak berdaya..Frey mengangkat tubuh Jonas dengan menarik bajunya.."bawa dia ke markas.."perintah Frey pada anak buahnya..
"Tuan, tuan tidak apa-apa? "tanya Frey khawatir..
"Frey, Jonas berhasil menusuk perutku dengan pisau, "ujar Dom lemas dan pucat.
Frey membulatkan matanya terkejut, "Apa tuan,? "Frey langsung memeriksa bagian perut tuannya yg terluka.."Ayo tuan saya bantu anda untuk di obati.."Frey langsung membawa Dom ketempat dimana Aaera kiera Adley dan ibunya bersembunyin..
"Dom apa yg terjadi padamu nak,? "tanya nyonya Feronica khawatir..
"Mami jangan menangis, ini hanya luka kecil..Frey akan membantuku mengobati ini, setelah ini kita kembali.."Ujar Dom lemah..
Nyonya Feronica mengangguk ia langsung bergeser memberi ruang yg cukup untuk Frey mengobati tuannya, Dom berteriak tanpa suara merasakan perih yg luar biasa saat Frey menuang alkohol kedalam lukanya..setelah Frey selesai mengobati luka dengan obat seadanya, Frey menyenderkan tuannya di kursi yg sudah disiapkan anak buahnya..
"Sialan, aku membiarkan pria tua itu lolos begitu saja.."Umpat Dom, ditengah rintihan kesakitan yg ia rasakan..
"Tuan tenanglah, saya berjanji tidak akan melepaskannya, tuan Frans tidak akan pergi kemana-mana, karena semua pintu keluar sudah diblokir, dan semua anak buah sudah menjaga di setiap pintu.."jelas Frey..
"Bagus temukan dia, aku ingin memberinya pelajaran yg tidak akan bisa dia lupakan seumur hidupnya ."Perintah Dom.
"Baik tuan, "jawab Frey sigap, setelah berkata demikian Frey langsung bergerak.
Kiera mendekat kepada Dom, "Hai Paman tampan dan baik, apa kau kalah dari penjahat-jahat itu? "tanya kiera polos..
"Siapa bilang, aku hanya terluka sedikit, kau lihat disana, "Dom menunjuk kearah Jones yg terikat, "aku sudah berhasil menangkap penjahaa itu, sekarang dia tidak dapat lolos lagi, "jawab Dom bangga..
"Kau seperti super hero, karena kau adalah super hero, bolehkah aku meminta bantuan padamu? "tanya Kiera
"Tentu saja, kau ingin aku membantumu apa? "Dom menanggapi semua ucapan Kiera..
"Apa kau bisa terbang? "
"Eum, aku rasa bisa."Jawab Dom asal.
"Ok, kau bisa terbang, mami bilang rumah tuhan ada diatas langit, aku ingin kau membantuku terbang keatas, aku ingin menemui papiku, aku ingin bertanya padanya, kenapa dia tidak pernah kembali kerumahku dan mami, aku ingin mengajaknya pulang.."Kiera berceloteh polos tentang permintaannya..
Dom terdiam, ia pandangi orang-orang yg ada disekitarnya..ia meminta bantuna kepada Aaera dan ibunya untuk menjawab permintaan gadis kecil yg terus berceloteh dihadapannya..
"Tuan sebaiknya anda pulanglah terlebih dulu, saya janji saya akan membawa tuan Frans kehadapan anda setelah saya mendapatkannya.."Frey mengusulkan agar tuannya pulang dan mendapat pertolongan dari dokter, karena luka tusukan dan tembakan yg ada di tubuhnya bisa saja menjadi infeksi.
"Ya, kau benar Frey, ibuku butuh istirahat setelah semalaman manusia biadap itu menyekap ibuku.."jawab Dom, menyetujui usukan Frey..
Frey membantu tuannya untuk berjalan menuju mobil yg sudah mereka siapkan.."Mari tuan "Frey menuntun Dom berjalan menuju mobil yg tak jauh dari tempat mereka bersembunyi..
Mereka semua berjalan mengikuti Frey, terlihat jelas kebahagiaan yg terpancar di wajah nyonya Feronica, ia terus tersenyum, saat ini ia sangat bahagia, karena ternyata ia telah memiliki cucu, walau dengan cara putranya yg tidak baik, namun ia berjanji akan mempersatukan putranya dengan Aaera..
"Ada apa dengan mami? "tanya Dom heran, seharusnya bukan expresi seperti ini yg maminya perlihatkan..
"Mami sedang bahagia.."jawab Nyonya Feronica dengan senyuman..
Dom memberhentikan langkahnya, hingga yg lain ikut berhenti semua, "Bahagia? "ulangnya.."bahagia karena apa? bukankakah mami semalaman disekap di gudang oleh si tua itu, kenapa mami bahagia?
"Itu, karena mami bisa bertemu dengan cucu mami, Dom kau lihat gadis kecil itu, dia sangat mirip denganmu waktu kecil, "nyonya Feronica bicara dengan antusias..
Dom Diam.."Mam, itu hanya kebetulan saja, ayo, sekarang kita pulang, mami harus istirahat.."Jawab Dom mencoba menepis dugaannya, sebenarnya ia juga merasa jika gadis kecil itu memiliki hubungan darah dengannya, semenjak pertemuan yg pertama ia merasakan ada yg berbeda antara dirinya dan Kiera..namun setelah mendengar bantahan Aaera ia coba hilangkan perasaan itu..
"Dom, dia putrimu, kenapa kau tak dapat mengenali putrimu, "nyonya Feronica yg sudah tidak sabar akhirnya memberi tahu juga jika Kiera adalah putrinya..
Dom membeku, ia tidak percaya jika dugaannya benar, "A-apa maksud mami? "tanya Dom tak percaya..
"Jangan, apa yg kau lakukan.."Aaera berteriak saat ada seseorang mengambil paksa kiera dari tangannya..
"Diam, jika kalian berani bergerak..anak haram ini akan mati, "ancam tuan Frans.
"Paman tolong jangan lakukan apa-apa kepada putriku, "Ujar Aaera menangis..
"Putriku, "gumam Dom..."Paman Frans lepaskan putriku.."Ujar Dom memohon.
"
"Wah, sepertinya kau sudah mengetahui jika anak haram ini adalah putrimu.."ejek tuan Frans. "kau ingin putrimu, lepaskan dulu putraku, setelah itu aku akan melepaskan putrimu ini..
__ADS_1
"Jangan coba-coba menipuku paman, "ujar Dom..
"Mami, aku takut, paman tua ini jahat.."Kiera menangis sambil berucap meminta tolong..
"Iya sayang, kamu tenang ok, jangan menangis..mami akan menolongmu.."Aaera mencoba menenangkan putrinya..
"Cepat lepaskan putraku, jika tidak kalian akan melihat kepala gadis mungil ini terpisah dengan tubuhnya..."Ancam tuan Frans kembali menggertak..tuan Frans menekan piasu yg ia pegang hingga sedikit menyayat leher kiera, dan itu membuat kiera menangis kencang karena kaget dan merasa perih.
"Huawaa..."Kiera menangis kencang saat piasu itu menyayat lehernya.
"Kiera..."teriak Aaera terkejut..
"Kiera.."nyonya Feronica ikut terkejut
"Frey..lepaskan Jonas.."perintah Dom saat melihat ancaman tuan Frans tidaklah main-main.
Frey langsung melepaskan Jonas..
"Aku sudah melepaskan Jones, sekarang lepaskan putriku, "Pinta Dom..
"Hahahaha..bodoh, kau memang bodoh Dom, apa kau pikir aku sebaik itu, tidak Dom, aku ingin nyawa kalian..tapi aku akan berbaik hati padamu, kau cukup menyerahkan nyawamu saja padaku, maka aku akan melepaskan putri haramu ini..apa kau mau barter denganku Dom?
"Kau.."Dom maju selangkah
"Mamii "Kiera kembali berteriak saat piasu itu menekan lehernya..
"Jika kau ingin putrimu ini mati sia-sia silahkan maju, "Tantang tuan Frans santai.."buang semua senjata yg ada pada tubuhmu lalu mendekat kesini..mari kita lakukan barter.."ujar tuan Frans tersenyum menyeringai.
Dom tak membuang waktu lagi ia langsung mengeluarkan pisau yg ia selipkan di kaki kiri dan kanannya..lalu ia serahkan kepada Frey
"Tuan apa yg anda lakukan,? "tanya Frey tak percaya.."tidak tua, bisa saja mereka kembali membohongi anda."Frey tak percaya jika tuannya akan menyerah begitu saja.
"Bagus, kemarilah Dom, "panggil tuan Frans.
Dom mendekat dengan tangannya yg masih setia memegang perut, yg tadi terkena tusukan pisau oleh Jonas.
"Jonas, kau berhak atas nyawanya "ucap tuan Frans kepada putranya..
"Buuk.buuk..buuk.."Ntah keberapa kali Jones memukul Dom, setelah Dom tak berdaya, Jonas tersenyum puas, Dom ia terkapar, namun Jonas tidak diam ia kembali menendang Dom, ia terus melakukan itu hingga berkali-kali tidak ada perlawanan dari Dom,
"Aww.."rintih Dom pelan, karena saat ini luka bekas tusukan di perutnya diinjak oleh Jonas..
"Jonas hentikan, kau bisa membunuh Dom."teriak nyonya Feronica, menangis melihat putranya terkapar lemah dengan banyak luka ditubuhnya ."hentikan Jonas aku mohon, jika kau ingin nyawa, ambil saja nyawaku, tapi tolong lepaskan putraku.
Nyonya Feronica berjalan mendekat kearah Dom..
"Berhenti, jika kau berani maju selangkah lagi aku akan menembakmu, "ancam Jones.
"Putraku.."Nyonya Feronica terus berjalan tanpa mendengar peringatan dari Jones.
"Mam..jangan mam, berhenti jangan mendekat mam.."Ucap Dom lemah..
"Door.."satu tembakan tepat di dada nyonya Feronica.
"Bruuk..."Nyonya Feronica tumbang..
Semua orang terkejut hingga semua orang nyaris mengeluarkan bola mata mereka dari tempatnya..
"Mami .."Ucap Dom terkejut.
"Nyonya Feronica "Ucap Aaera.
"Nyonya besar.."ucap Frey .
Semua diam, rasa terkejut membuat mereka menjadi diam mematung.
*
*
*
*
__ADS_1
Bersambung.