
Kota B.., kota yg akan menjadi tempat Aaera menjalankan kehidupan barunya di kota ini..
"Ok, kamu pasti bisa Ae, ayo let's go, "gumam Aaera menyemangati dirinya sendiri..
"Permisi tuan, apakah anda tahu dengan alamat ini? "tanya Aaera kepada salah seorang pria tua.
"Oh ya, nona lurus saja nanti perempatan depan sana belok ke kiri "jawab pria tersebut..
"Terima kasih pak, "ucap Aaera..
"Sama-sama, "balas pria itu.
Satu jam sudah Aaera berjalan, bertanya, untuk sampai ke alamat yg di berikan oleh adiknya..
"Ting-tong..Ting-tong "Aaera menekan bell dua kali..
"Siapa? "teriak seorang pria dari dalam rumahnya..
"Saya--
"Nona Aaera? "panggil pria yg baru membuka pintu rumahnya
"Ya betul, anda mengenali saya? "jawab Aaera, sekaligus bertanya.
"Ya, masuklah, saya Samuel sahabat adik anda, "jawab Samuel..
"Oh, syukurlah saya dapat menemukan anda, saya pikir saya tidak bisa menemukan anda.."Ujar Aaera penuh syukur..
"Ayo masuklah dulu, maaf rumahnya berantakan, kebetulan bibi yg biasa membereskan rumah tidak datang sudah satu minggu, jadilah rumah ini seperti kapal pecah,
"Tidak masalah, tuan. "jawab Aaera sungkan..
"Duduklah dulu, saya buatkan minum untuk anda sebentar, "Ujar Samuel..
Aaera mengangguk, ia memutar kepalanya melihat seluruh isi rumah sahabat adiknya itu, rumah ini terlihat besar dan mewah, namun kenapa rumah ini terlihat sepi tanpa penghuni?
"Hanya ada saya disini "Ujar Samuel tiba-tiba, Samuel mengerti akan kekhawatiran Aaera saat ini.."Dua tahun yg lalu orang tua saya meninggal, waktu itu saya dan kedua orang tua saya akan pergi untuk menghabiskan waktu bersama ke sebuah pantai, namun tiba-tiba mobil yg saya kemudikan mengalami kerusakan, waktu itu saya berusaha untuk memperbaiki kerusakan pada mobil saya namun naas, mobil itu tiba-tiba meledak hingga menewaska kedua orang tua saya, dan saya mengalami luka bakar yg sangat serius waktu itu..Adley adik anda dengan kebaikannya menolong saya tanpa meminta imbalan sedikitpun.."Tiba-tiba Samuel menjelaskan perihal kedua orang tuanya..
"Adley adalah penyelamat saya, diwaktu semua orang menghina, mencaci maki, mengejek dan merendahkan saya, Adley datang memberikan saya semangat untuk tetap hidup, dia tidak malu berteman dengan saya, bahkan tidak ada rasa jijik sedikitpun dengan keadaan saya yg begitu menyeramkan karena bekas bakar diseluruh tubuh saya, dan setelah saya sembuh luka-luka di tubuh saya juga sudah hilang, Adley memutuskan kembali ke kota A, karena mendapat panggilan pekerjaan dari perusahaan raksasa yg berada di kota A .."lanjut Samuel, menceritakan pertemuan dirinya dan adik Aaera.
"Adley tidak pernah menceritakan perihal ini padaku, dia hanya mengatakan agar saya datang ke kota ini dan menemui Anda.."jawab Aaera sendu.
"Terus kenapa Adley dan ibumu tidak ikut bersama kesini? saya sudah lama tidak berjumpa dengannya, "Tanya Samuel dengan senyuman..
Tiba-tiba Aaera menangis, "Hiks-hiks.
"Hei, ada apa, apa aku mengatakan sesuatu yg membuatmu tersinggung? "tanya Samuel terkejut karena wanita yg ada di hadapannya tiba-tiba menangis..
"Saat ini aku tidak tahu nasib Adley, terakhir kali aku melihatnya dia terluka parah, dan ibu, ibu sudah meninggal karena peristiwa itu.."jelas Aaera dengan isakan..
"A-apa maksudmu, Adley terluka? ibumu meninggal? apa sebenarnya yg terjadi? "Samuel membordir pertanyaan untuk Aaera.
"Apa Adley tidak mengatakan aku hamil? "tanya Aaera pelan..
"Ya, Adley mengatakannya, bahkan dia memintaku untuk menjaga dirimu..
"Sebelumnya kami akan datang ke kota ini bersama, namun di perjalanan menuju pelabuhan ada beberapa mobil menghadang kami, Adley menghindari mobil-mobil yg menghadang kami, tapi naas mobil yg kami tumpangi terbang bebas ke tebing, dan itu membuat ibu meninggal di tempat, "Ujar Aaera menangis, ia berhenti sejenak, karena merasakan sesak saat mengingat wajah ibunya yg penuh darah.."Dan Adley, terluka parah, dia memintaku untuk meninggalkannya, aku sudah menolak untuk pergi kesini, tapi dia memaksaku, "Aaera terus menceritakan semua yg terjadi hingga ia terlihat lelah karena cerita yg ia katakan di barengi dengan tangisan.
"Keterlaluan, aku berjanji akan membuat pria brengsek itu menerima setiap luka yg ditorehkan pada kalian, "Seru Samuel emosi.."Sudah sekarang bersihkan tubuhmu, lalu istirahat, aku akan membuatkan makanan untukmu, setelah selesai akan ku bangunkan, istirahatlah,"tutur Adley khawatir melihat wajah sendu kakak dari sahabatnya itu..
"Terima kasih, maaf sudah merepotkan anda.."jawab Aaera sungkan.
"Tidak usah formal seperti itu, panggil saja saya Samuel, sepertinya usia kita juga tidak jauh berbeda, "Ujar Samuel.
Aaera tersenyum, "Baiklah, anda- eh maksud saya kamu juga bisa panggil saya Ae, "Tutur Aaera..
"Baiklah, Ae. ayo ikut saya, kamu akan menempati kamar di bawah saja ya, karena jika di atas aku takut membahayakan bayi yg ada di dalam kandunganmu, karena harus naik turun. Maaf kamarnya kotor, aku belum sempat membereskan semuanya, karena adikmu memberi kabar terlalu mendadak, tapi besok aku akan menyuruh seseorang untuk membereskan rumah ini. "Ujar Samuel tak enak,
__ADS_1
"Terima kasih Sam.."Ucap Aaera,
Samuel terdiam ia sangat merindukan panggilan itu..
"Maaf, bukan maksudku --
"Tidak apa-apa, hanya saja aku sangat merindukan panggilan seperti itu, itu mengingatkanku pada ayah dan ibuku, mereka selalu memanggilku dengan panggilan Sam, "Jelas samuel muram.
"Maaf aku tidak tahu soal itu, aku tidak akan memanggilmu seperti itu lagi, maaf bukan masud aku ingin membuatmu sedih, hanya saja--
"Aku suka dengan panggilan seperti itu, jika kau tidak keberatan panggil aku Sam saja, "potong Samuel..
Aaera kembali tersenyum, "Baiklah Sam, terima kasih..
Sam mengangguk, setelah itu meninggalkan Aaera dikamar yg telah ia siapkan..
Samuel memasak sop yg di berikan sedikit ginseng, menurut ibunya dulu, ginseng dapat mengurangi stres dan lelah, dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh juga, Samuel membuatnya dengan lihai, memasak sudah menjadi kebiasaannya sekarang.karena kecelakaan dulu membuatnya selalu berdiam diri dirumah, karena jika keluar hanya sekedar untuk membeli makanan saja ia selalu di ejek atau di usir karena tubuhnya yg menyeramkan karena bekas luka bakar..
Empat puluh menit Samuel sudah menyelesaikan masak memasaknya, baru ia melangkahkan kakinya hendak menuju kamar Aaera, ia urungkan kembali..
"Sebaiknya aku tidak mengganggunya dulu, dia pasti lelah, di tambah dia baru saja kehilangan ibunya. "Ujar Samuel pelan.
*
*
*
Tepat pukul empat sore Aaera terbangun, ia terkejut melihat jam sudah menunjukan waktu pukul empat sore, berarti ia sudah tertidur selama empat jam lamanya.."Ya tuhan kenapa aku tidur selama ini, "gumam Aaera, Aaera langsung bangun dan membasuh wajahnya, setelah itu ia pun bergegas keluar menemui Samuel..
"Hei, sudah bangun..kemarilah, kamu pasti lapar, aku membuatkan sop untukmu, ayo cicipi.."panggil Samuel.
"Ah, ya..maaf aku tidur sangat lama, "ujar Aaera malu..
Samuel tersenyum, "Tidak masalah, aku mengerti kamu pasti lelah setelah melakukan perjalanan.."jawab Samuel.."Nah coba cicipi sop ginseng ini.."Samuel menyendokan nasi dan sop untuk Aaera.
"Baiklah, silahlan. maaf aku tidak tahu apa makanan kesukaanmu, aku memasak apa yg aku bisa saja, jika kamu tidak suka, jangan memaksakan untuk memakannya, kamu katakan saja kamu menginginkan makanan apa biar aku buatkan apa yg kamu mau..
"Tidak perlu repot-repot seperti itu, menu yg ada diatas meja ini, semuanya aku suka, aku penyuka semua makanan, "jawab Aaera..setelah berkata itu, Aaera langsung menyantap makanan yg dibuatkan oleh Samuel dengan lahap, ntah itu karena ia kelaparan atau karena masakan buatan Samuel memang rasanya sangat enak.
Samuel tersenyum, wanita yg ada dihadapannya ini tidak jaim, seperti wanita kebanyakan, dia apa adanya, ia jadi teringat kepada sahabatnya yg tak lain adalah adik dari Aaera, Adley pernah mengatakan ia memiliki sorang kakak yg sangat periang, dan selalu menghidupkan suasana, namun dia juga mempunyai sifat ceroboh dan tulalit, Adley juga mengatakan jika kakaknya ini selalu apa adanya ia tidak pernah berpura-pura dalam hal apapun, seperti Express, tingkah, dia akan selalu apa adanya..sering Adley mengingatkan kakaknya agar berpura-pura manis dihadapan pria-pria diluaran sana agar kakaknya itu segera mendapatkan kekasih, namun ia selalu menjawab, jika ia bersikap manis dihadapan pria dengan pura-pura, berarti cinta yg ia dapatpun cinta pura- pura..jawabnya..
Samuel menggelengkan kepalanya, cerita yg ia dengar dari Adley memang benar adanya, walau ia baru mengenal Aaera ia bisa menyimpulkan jika wanita di hadapannya saat ini memang wanita yg manis dan jujur, jika pun benar dia wanita yg ceroboh, mungkin itu akan menjadi pewarna di dalam rumahnya yg gelap ini..
"Eum, apa sop itu boleh aku habiskan, "Pinta Aaera, membuyarkan lamunan Samuel..
"Eh, tentu saja, kau boleh menghabiskan semuanya, jika kau menginginkannya lagi aku akan membuatkan kembali untukmu. "jawab Samuel, sedikit terkejut karena ia sedang melamun, mengingat cerita yg pernah Adley ceritakan padanya..
Aaera tersenyum malu, namun tangannya tetap menuangkan sisa sop yg ada dihadapannya kedalam mangkuknya.."Kau sangat pandai memasak, apa kau pernah mengikuti kontes memasak? "Tanya Aaera di tengah-tengah mengunyah makannya.
"Tidak pernah, hanya saja dulu aku sering melihat ibuku memasak, jadi diwaktu aku merindukan masakan ibuku, aku memeraktekannya dan mengejutkan aku bisa memasak dengan rasa yg sama..
"Wooow kau hebat, hanya melihat dapat melakukannya dengan baik dan benar, aku yakin jika ibumu masih ada, masakan buatan ibumu tidak ada apa- apa dibandingkan masakanmu, "ujar Aaera memuji masakan pria yg baru di kenalnya itu..
"Apa kau juga bisa memasak, atau kau suka memasak? "tanya Samuel..
"Aku bisa memasak, tapi aku juga bisa menghancurkan isi dapur bersamaan. "jawab Aaera santai..
Samuel menyerit heran, "Masudmu, bisa memasak namun bisa menghancurka isi dapur seperti bagaimana? "ulang Samuel bingung..
"Ntah lah, "Aaera mengedikan bahunya, "Aku juga tidak mengerti, aku selalu berusaha untuk memasak seperti ibuku, jika ibu memasak ibu hanya akan mengotori satu dua mangkuk atau wadah yg lain, tapi jika aku yg masak, isi dapur ibuku akan turun semua berpindah ke wastafel, "keluh Aaera..
Samuel tertawa, baru kali ini ia melihat wanita sepolos Aaera. "Pantas saja Adikmu selalu berkata, dia tidak yakin akan ada pria yg bisa bertahan satu minggu saja bersama mu, ternyata kau begitu polos dan menggemaskan, "Ujar Samuel masih tertawa, rasanya Samuel begitu senang dengan adanya Aaera dirumahnya.
*
*
__ADS_1
*
*
Tujuh bulan kemudian.
"Aee, bangunlah ini sudah siang, apa kau tidak ingin berkeliling komplek, "panggil Samuel, kini Samuel sedang membuatkan susu untuk Aaera..
"Aku masih sangat mengantuk, "ujar Aaera malas sambil menguap..
"Kau sangat jorok dan pemalas, sana mandi, setelah itu aku akan mengantarmu berolahraga sebentar..."perintah Samuel..
"Aku sangat malas hari ini, bolehkah aku tidur sebentar lagi? "pinta Aaera..
"No, Aee..kau ingat bukan pesan dokter, di trimester ke tiga ini kau harus sering beraktivitas agar kelahiranmu lancar ingat kau sebentar lagi akan melahirkan, jangan jadi pemalas, mandi dan bersiap. jangan lama-lama karena aku harus pergi ke kantor lebih awal hari ini, "Pesan Samuel..
"Ya ya ya Baiklah Tuan Sam, ."jawab Aaera malas..
Samuel hanya dapat menggelengkan kepalanya, dia tidak bisa kesal terhadap Aaera yg manja dan pemalas itu..
Lima belas menit Aaera sudah kembali dengan keceriaannya.."Selamat pagi, tuan Sam ayo let's go kita injak-injak rumput.."ajak Aaera semangat..
Samuel kembali menggelengkan kepalanya.."Ucapkan selamat pagi saat pertemuan pertama di pagi hari, bukan pertemuan yg kesekian kali, "Samuel memprotes sapaan Aaera.
"Tadi aku melupakannya karena aku sangat mengantuk, apa itu susu untukku,? "Tanya Aaera setelah melihat satu gelas susu putih kesukaannya.
Samuel menyodorkan gelas yg berisi susu yg dibuatnya.."Aaera, besok aku harus pergi keluar negeri apa kau tidak takut aku tinggal sendiri,? "tanya Samuel khawatir..
"Kau mau pergi kemana? bolehkah aku ikut saja" Pinta Aaera memohon dengan memelaskan wajahnya..
"Tidak Aae, kau sedang hamil besar, bagaimana mungkin aku mengajakmu untuk menaiki pesawat, kau tinggalah dirumah, aku akan menyuruh bibi untuk menginap disini untuk menemanimu ."tolak Samuel .
Aaera memanyunkan bibirnya tanda ia kesal, "Kau sangat pelit, "ujar Aaera berjalan mendahului Samuel dengan menghentak-hentakan kakinya..
"Hei, pelan-pelan, kau tidak boleh berjalan seperti itu, itu akan membuat bayi diperut mu kaget, "Larang Samuel..
"Aku sedang kesal padamu, "jawab Aaera.
Samuel mengelus rambut Aaera pelan.."Aku janji tidak akan lama, jadilah penurut, dan jaga dirimu dan bayi yg ada didalam kandunganmu, "pesan Samuel .
Aaera membuang napas dengan cepat, lalu mengangguk pasrah..
"Anak baik, "Ujar Samuel kembali meraih rambut Aaera namun kali ini bukan mengelus melainkan mengacak rambut Aaera.
"Sam, kau membuat rambutku berantakan" protes Aaera..
Samuel hanya tersenyum menanggapi sikap manja kakak dari sahabatnya itu..
"Aaera tetaplah disisiku hingga nanti, tetaplah tersenyum untukku, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku." batin Samuel, memandang Aaera yg sudah pergi meninggalkannya.
"Sam, ayo buruan, tadi kau menyuruhku untuk buru-buru, sekarang kau sendiri yg lama."teriak Aaera yg sudah ada di depan halaman..
"Ya, sebentar.."jawab Samuel, balas berteriak.
"Wah, nona Aaera kelihatanya pagi ini sangat bersemangat, "Sapa bibi Naom yg bertugas membersihkan rumah Samuel..
"Ya tentu saja bi aku harus semangat, karena sebentar lagi aku akan menjalani persalinan, jadi aku harus semangat untuk menghadapi proses persalinan normalku.."jawab Aaera semangat.
*
*
*
*
**Bersambung.
__ADS_1
Tinggalkan like dan komennya ya**..