Tuan Dom

Tuan Dom
Diabaikan


__ADS_3

"Siapa kalian? "Tanya Aaera bingung, karena ada enam pria yg menggunakan seragam hitam-hitam tinggi dengan postur tubuh yg besar sedang berdiri tak jauh dari dirinya dan juga putrinya.


"Kami adalah bodyguard baru nyonya, dan nona kecil. "jawab salah satu bodyguard yg di pilih tuan Dom untuk mengawal kemana pun istri dan putrinya pergi.


"Bodyguard? pengawal? "Ucap Aaera mengulang kembali ucapan pria bertubuh besar dan tinggi yg saat ini ada di hadapannya. ia bicara dengan nada pelan dengan mulut yg terbuka lebar karena tak percaya.. "Wowowo, sepertinya kalian salah orang, aku tidak se istimewa itu, hingga harus memiliki pengawal begitu banyak "Lanjutnya berseru.


Tak ada yg menjawab ucapan Aaera, para bodyguard itu memilih diam berdiri tegap dengan pandangan lurus dan datar..


"Hei, kenapa kalian diam saja! kalian mengawal orang yg salah, pergilah aku merasa risih jika ada orang yg tak ku kenal memperhatikanku. "Ujar Aaera mengusir para bodyguard yg hanya diam tak menanggapi ucapannya. Aaera semakin merasa risih dan tak nyaman ketika tak ada satu pun dari mereka yg tak menjawab ucapanya..


"Maafkan kami nyonya, kami tidak bisa pergi, tuan Dom memerintah kami agar kami selalu berada disekitar nyonya. "Jawab salah satu bodyguard.


"Aishhh kalian itu sangat menyebalkan, "Keluh Aaera yg terlihat kesal.


Ke enam bodyguard itu menunduk sopan saat tuan Dom datang menghampiri istri dan putrinya. "Ada apa? kenapa kau terlihat kesal, "Tanya tuan Dom menatap istrinya yg terlihat menggerutu kesal.


"Mereka sedari tadi berdiri tak jauh dariku, mereka juga terus mengawasiku, aku tak nyaman dengan mereka, "Seru Aaera kesal.


"Kedepannya kau harus terbiasa, karena mereka semua akan selalu mengawal kemana pun kau dan putri kita pergi. "Ujar tuan Dom santai.


"Apa maksudmu? "Tanya Aaera tak percaya.


"Ya, mereka akan mengawal kemana pun kau dan putri kita pergi. "ulang tuan Dom.


"Tapi untuk apa? aku--


"Untuk menjaga kau dan putri kita, "Potong tuan Dom "aku tidak mungkin setiap saat bersama kalian, aku harus bekerja, dan mereka adalah orang yg aku percaya untuk menjaga kau dan juga Kiera, sekarang bersiaplah, kita akan kembali membawa Kiera ke psikiater lagi, "jelas tuan Dom.


"Tapi aku tidak terbiasa dengan pengawal, lagi pula aku tidak nyaman jika pergi harus di ikuti. "Sahut Aaera, yg berusaha menolak adanya bodyguard.


"Seperti yg aku katakan tadi, kedepannya kau harus terbiasa, dan satu hal yg harus kau tahu, aku tidak suka bantahan, ucapanku adalah perintah untuk semua yg berada disini, dan ini juga berlaku untukmu, "Ujar tuan Dom tak ingin ada bantahan.


Aaera yg tak terima hanya dapat memajukan bibirnya seraya pergi berjalan menuju kamarnya, ia terlihat menyentak-nyentakan kakinya karena kesal, belum reda kekesalannya pada suaminya, yg menerintahkan beberapa bodyguard untuknya tanpa bertanya terlebih dahulu padanya, dan sekarang disaat kekesalan sedang menggebu-gebu dua bodyguard malah mengikutinya. "Kalian mau kemana? "tanya Aaera ketus.


"Kami akan menjaga anda di depan kamar anda. "Jawab salah satu bodyguardnya.


"What's..! kenapa kalian tidak sekalian saja ikut masuk kedalam kamarku, dan sekalian mandikan aku. "Seru Aaera ketus.


"Jika itu yg anda mau, kami akan melakukannya. "jawab bodyguardnya datar.

__ADS_1


"Wowooo, kalian sangat luar biasa. jadi kalian akan mengikuti semua yg aku katakan? dan kalian akan mengikuti semua apa yg aku inginkan? "tanya Aaera tersenyum licik.


"Rasakan ini, "Aaera menginjak kedua kaki bodyguardnya dengan keras, namun itu tak membuat kedua bodyguardnya mengeluh atau bergerak, mereka nampak biasa saja, jangankan untuk mengatakan sakit, bergerak pun tidak. "Hei, apa kalian sebuah robot, atau kalian adalah patung? kenapa kalian tidak bergerak atau mengeluh sakit. "lanjut Aaera bicara.


"Nyonya silahkan masuk kedalam kamar, tuan akan menunggu anda jika anda terus berada disini. "Ucap bodyguardnya datar.


"Woohhhh... kau hampir mirip dengan suamiku yg super dingini itu, "Komentar Aaera tersenyum sinis kepada dua bodyguard yg mengikutinya.


Seperti sebelumnya hanya senyuman samar nan kaku yg di tunjukan para bodyguardnya.


"Ya ya, kalian memang pantas bekerja dengannya, wajah kaku kalian memang selaras dengan bos kalian "Ucap Aaera sambil berlalu masuk kedalam kamarnya.


Tuan Dom yg menyaksikan kekesalan istrinya hanya dapat tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Bahkan aku tidak bisa marah kepadnya setelah kecerobohan dan kebodohan yg dia lakukan , "Gumam tuan Dom tersenyum samar.


"Putri papi sudah cantik, karena hari ini papi tidak ke kantor, maka kau berhak meminta apapun, dan pergi kemanapun kau mau. "Ujar tuan Dom mencoba membuat putrinya bicara.


"Bertemu daddy. "Jawab Kiera dua kata.


Tuan Dom menatap legam manik putrinya, lalu menarik napas dengan berat, ia juga sudah merencanakan itu, namun tidak sekarang, trauma putrinya masih ada, ditambah kemarahan dirinya terhadap samuel belum mereda hingga saat ini. "Kita akan pergi menemuinya lain waktu, "Jawab tuan Dom tersenyum seraya mengusap rabut putrinya.


"Tapi aku ingin bertemu dengannya. "Pinta Kiera menatap lurus tanpa menatap papinya.


"Aku ingin bertemunya sekarang, bukan nanti. "Jawabnya tak ingin di bantah, dan inilah sifat dirinya yg menerap kepada putrinya.


"Baiklah kita akan bicarakan ini dengan mamimu dulu, jika mamimu setuju maka kita akan pergi menemui Samuel. "jawab tuan Dom mengalah.


*


*


*


"Bagaimana dok? "tanya tuan Dom tak sabaraan saat dokter yg menangani putrinya selesai.


Dokter tersenyum kemudian mengajak tuan Dom dan Aaera untuk duduk, "Bersyukurlah putri cantik anda tidak mengalami seperti yg saya katakan kemaren, putri anda sudah tidak apa-apa hanya saja putri anda masih merasakan syok saja, kiera anak yg pintar, beberapa hari lagi pasti akan kembali ceria, dukungan dari tuan dan nyonya yg di butuhkan oleh Kiera, mengajaknya bicara mengingatkan pada hal-hal manis, atau mengajaknya pergi untuk berlibur itu akan membantu pemulihannya dengan cepat, sekarang tuan dan nyonya tidak perlu khawatir, putri andah sudah tidak apa-apa Kiera hanya butuh waktu saja untuk kembali seperti semula. "Jelas dokter panjang.


"Saya sangat senang dok mendengarnya, terima kasih, terima kasih. "Jawab tuan Dom senang.


"Sama-sama tuan, dan untuk kamu sayang, tersenyumlah, kamu akan terlihat cantik saat tersenyum, jangan membuat Papi dan mamimu khawatir, kamu anak yg pintar. bicaralah apapun yg kamu ingin bicarakan kepada papi dan mamimu, bibi dokter yakin, papi dan mamimu pasti akan mengerti dan memahami keinginanmu. "Pesan dokter kepada Kiera.

__ADS_1


Kiera mengangguk, kemudian bicara.. "Terima kasih bibi dokter. "Ucapnya tersenyum.


"Sama-sama manis. "jawab dokter.


Setelah Aaera mengucapkan terima kasih, mereka pun pergi meninggalkan klinik dimana Kiera melakukan therapy.


"Apa sekarang kamu sudah tidak takut lagi terhadap daddymu? "Tanya Aaera memastikan sebelum ia dan putrinya menemui Samuel.


"Tidak. "jawabnya satu kata


"Baiklah ayo kita pergi kerumah sakit, "Ajak Aaera


Tuan Dom langsung memerintah sopir untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit. didalam perjalanan Aaera nampak terus bicara walau suami dan putrinya nampak mengabaikannya. "Owhhhh, ini tempat pertama kali Adley mengajakku untuk jalan-jalan setelah aku sampai di kota ini . "Seru Aaera antusias mengingat jalanan yg pernah ia lewati bersama adiknya..


"Lihat itu Kiera, "Tunjuk Aaera, menunjuk mall besar yg mereka lewati, "Aku pernah masuk kedalam mall itu, dan Adley membelikan ku topi cantik, tapi aku lupa dimana topi itu berada sekarang. "Jelas Aaera terus bicara. "Apa kau tidak ingin masuk kedalam mall itu? "lanjut Aaera bertanya.


"Tidak.


"Kenapa ? "tanya Aaera bingung.


"Karena aku sudah pernah. "jawab Kiera santai.


"What's ! "Seru Aaera terkejut, "kau pergi ke mall tanpa mengajaku? keterlaluan. "Ucapnya terlihat kecewa.


"Apa yg kau beli? aku tidak melihat apapun yg kau beli, dan kenapa kalian tidak mengajakku? kalian sungguh-sungguh tidak memiliki perasaan. "Ucapnya sedikit kesal


"Hei.. kenapa kalian diam saja? kau dan papimu memang sama saja. "lanjutnya kesal. ia pandangi wajah suami dan putrinya bergantian, kemudia ia membuang napas dengan kasar


"Dasar mekanik dingin "Cetus Aaera yg sedari tadi bicara namun tidak mendapat respon dari suami dan putrinya.


Dom hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan menanggapi kekesalan istrinya, namun tak lama ia pun bicara.."Apa kau tak lelah terus bicara "Sahut tuan Dom santai.


"Lelah! aku tidak sedang berlari, aku hanya bicara, dan kau sangat menyebalkan telah mengabaikanku. "jawab Aaera ketus.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2