
"Sudah kukatakan, aku tidak menggelapkan uang siapapun, aku tidak melakukan apapun dan lagi orang yg kau sebutkan tadi aku tidak mengenalnya.."Jawab Adley tak terima.
"Baiklah aku akan melepaskanmu, tapi dengan satu syarat, "ujar Dom..
"Syarat apa yg kau inginkan?
"Buat orang yg menjebakmu keluar dari persembunyiannya.
Adley diam sesaat, bagaimana caranya pikirnya.."Apa yg harus aku lakukan? "tanya Adley menerima tawaran Dom.
Dom mengatakan hal yg harus dilakukan oleh Adley, Dom merencanaka jebakan untuk Frans, melalui Adley.."bagaimana apa kau setuju? "tanya Dom setelah selesai bicara.
"Aku setuju, asal kau tidak menyakiti kakak dan keponakanku, aku setujuh dengan semua perjanjian itu, asalkan aku bisa bertemu dengan kakakku aku akan melakukan semuanya dengan baik..dan aku juga ingin membuktikan kepada kalian jika aku bukanlah pencuri seperti yg kalian katakan.
"Bagus, pastikan kau tidak berulah, aku berjanji akan membawa dirimu kepada kakakmu sekarang, tapi aku juga memilki berita buruk untukmu..keponakanmu saat ini sedang di culik , dan aku yakin jika penculik itu adalah orang yg sama dengan orang yg telah menjebakmu..
"Apa? jangan bohong kau, kau pasti yg merencanakan semua ini, untuk apa mereka menculik keponakanku, dia tidak ada hubungannya denganmu, apa hubungannya denganmu hingga mereka-- "Adley diam tak meneruskan ucapannya..
"Ya tuhan apa mereka sudah tahu tentang Kiera sehingga mereka menculik kiera untuk menjebak tuan Dom, tidak, tidak ada yg tau tentang ayah kiera siapa.hanya aku dan Samuel yg tahu..tidak ada yg tahu selain kami.."batin Adley.
"Apa ada yg kau sembunyikan dariku? "selidik Dom.
"Tidak ada, tuan Dom bisakah kau bawa aku kepada kakakku, dia pasti saat ini sedang bersedih.."Pinta Adley..
"Baiklah, aku akan membawamu pada kakakmu, dan setelah itu kerjakan tugasmu denga sebaik mungkin, "Ujar Dom..
"Baik tuan.."Saat ini mengikuti keinginan Dom adalah pilihan yg terbaik untuk Adley, selain ia bisa bertemu dengan kakaknya ia juga bisa berencana melarikan diri atau membalas dendam.
*
*
*
Dua puluh menit Dom dan Adley sudah sampai di kediaman Dom..Dulu Adley sangat berharap dapat bertemu dan mengenal Dom, ia mengajukan pekerjaan di perusahaan Dom karena ia sangat kagum dengan Dom yg sukses dan bijaksana, dan untuk mendatangi rumahnya yg besar ini juga adalah impian yg kesekian dari list yg ia tulis di bukunya, namun keinginan itu semuanya lenyap dalam waktu singkat saat kakaknya sendiri harus direnggut kehormatannya dengan secara paksa..
Adley menggempalkan tangannya, jika ia mengingat kejadian lima tahun yg lalu, rasanya ia ingin sekali membunuh Dom saat ini juga, namun apa daya, dia tidak mempunyai kemampuan sebesar itu.."Dimana kakakku,? "tanya Adley kepada Dom..
"Pengawal, bawa dia kepada nona Aaera.."perintah Dom kepada anak buahnya.
"Baik tuan Dom, ...mari tuan ikut dengan saya.."ajak anak buah Dom kepada Adley.
*
*
"Kakak.."panggil Adley kepada Aaera yg sedang duduk menangis.
"A-adley? apa itu benar kamu dley? "jawab Aaera tak percaya..
"Kakak, ini benaran aku kak, bagaimana keadaanmu, "Adley memeluk kakaknya penuh haru, hampir lima tahun mereka tak berjumpa, itu membuat Adley merasa sangat bahagia.
"Dley, bagaimana keadaanmu? kenapa kau begitu kurus, apa tuan Dom memperlakukanmu dengan buruk? "tanya Aaera iba.
"Aku baik-baik saja kak, bagaimana dengan dirimu, apa kau baik-baik saja, kau terlihat sangat dewasa sekarang, dan kau juga terlihat lebih cantik sekarang.."puji Adley ditengah harunya dapat berjumpa dengan kakaknya.
"Aku baik-baik saja dley, tapi Kiera saat ini sedang diculik oleh seseorang, aku takut terjadi sesuatu terjadi kepadanya, dia begitu sensitif terhadap orang yg tidak ia kenal, dia akan menangis berkepanjangan. Dley bantu aku mencari keponakanmu please.."Aaera memelas bantuan pada adiknya.
"Sstt..tenanglah kak, aku akan berusaha menemukan keponakanku, kakak tenanglah, sekarang hapus air matamu, apa kau tidak merindukanku, jika kau merindukanku dan senang bisa berjumpa denganku kembali, maka tersenyumlah, aku banyak mendengar cerita mu dari Samuel, Samuel berkata, sekarang kau banyak berubah, kau semakin dewasa, dan kau juga sekarang bukan Aaera yg suka menghancurkan dapur lagi..
"Tersenyumlah, sudah cukup kau menangis..setelah aku dapat menemukan putrimu, tinggalkan kembali kota ini, dan jangan berpikir untuk kembali kesini lagi. "lanjut Adley..
"Iya kita akan pergi meninggalkan kota ini, kota yg memberi segudang luka kepada keluarga kita.."jawab Aaera tersenyum paksa.
"Kalian bisa tinggal disini untuk sementara waktu, "Dom tiba-tiba datang menawarkan tempat berteduh untuk Aaera dan Adley..
Aaera dan Adley saling pandang, dan detik kemudian mereka mengangguk setujuh."Terima kasih tuan Dom, "Ucap Aaera.
"Tuan Dom, ada berita buruk, kediaman nyonya besar di kota x diserang sekelompok orang yg tidak di kenal, mereka menculik nyonya besar.."lapor salah satu anak buah Dom.
"Apa kau serius? "Dom begitu syok saat mendengar ibunya di culik.."Dimana Frey ?
"Tuan Frey sedang melacak keberadaan nyonya besar melalui cincin yg digunakan nyonya besar..
__ADS_1
Dom langsung pergi keruangan yg dimana biasa Dom dan Frey pakai untuk bekerja.."Frey apa kau sudah mendapat petunjuk? "tanya Dom setelah masuk kedalam ruangan yg sudah ada Frey didalamnya..
"Tuan sepertinya tuan Frans mengetahui jika cincin yg di gunakan nyonya besar terdapat gprs didalamnya, karena gprs itu sudah tidak dapat terdeteksi lagi, terakhir petunjuk itu berada di selatan.."jelas Frey..
"Ayo jangan menunggu lagi, kita harus segera pergi dan menemukan ibuku, aku tidak ingin terjadi hal yg buruk terhadap ibuku."Perintah Dom..
"Tuan kita tidak boleh gegabah, mereka pasti menyiapkan berbagai jebakan untuk kita, kita harus menyiapkan strategi terlebih dahulu sebelum bertindak, jika kita tidak menyiapkan apa-apa kita akan masuk kedalam perangkapnya dengan mudah..karena saya yakin targetnya dia adalah anda tuan .."Frey melarang tuannya untuk pergi sekarang, bukan ia bersikap kurang ajar, hanya saja ia takut terjadi sesuatu pada tuannya .
"Ya, kau benar Frey ..tugaskan orang-orang yg dapat di percaya untuk melakukan penyelidikian kesana..perintah Dom .
"Baik tuan..
*
*
*
*
"Waah sepertinya akan ada reunian besar disini, sekarang nenek dan cucu sudah bertemu, giliran ayah dari gadis kecil ini yg datang..dan setelah itu kita mulai permainan yg aku tunggu-tunggu, setelah sekian lama."Ujar Tuan Frans tersenyum.
"Frans apa yg kau lakukan? "Ibu Dom terkejut dengan apa yg ia lihat..
"Nyonya feronica apa anda terkejut? "tanya Frans tersenyum menyeringai.
"Frans, apa kau gila, kenapa kau memperlakukan diriku seperti ini? apa mau mu? dan siapa gadis kecil ini? "nyonya Feronica membordir pertanyaan kepada Frans.
"Nyonya Feronica, kau perhatikan dengan jelas gadis kecil itu, setelah itu kau ajukan pertanyaan padaku..
"Frans, sebenarnya apa tujuanmu membawaku kesini, kau memperlakukan aku dengan buruk, kau tidak akan mendapat ampun dari Dom.."Nyonya Feronica berteriak, meminta penjelasan.
"Huwaaa..."Kiera menangis saat mendengar nyonya Feronica berteriak..
Nyonya Feronica langsung melihat dan memeluk kiera.."Cup-cup-cup..jangan menangis gadis kecil, maaf aku sudah menakutimu..siapa namamu? "tanya nyonya Feronica sambil menghapus air mata Kiera "Dom? hei..kenapa kau sangat mirip dengan putraku? siapa orang tuamu? dimana kau tinggal? "nyonya Feronica memberi serentet pertanyaan kepada Kiera.
Kiera mendongkak.."Apa kau orang baik? "tanya kiera polos.
"Mamiku selalu berpesan padaku, aku tidak boleh bicara dengan orang asing, kau adalah orang asing..ibuku akan memarahiku jika aku bicara padamu.."Kiera bicara dengan kepolosannya..
"Prok-prok-prok.."Tuan Frans bertepuk tangan saat mendengar celotehan kiera.."Apa sampai sekarang kau belum juga dapat jawabannya? "Tuan Frans bertanya..
"Apa maksudmu?
"Apa kau tidak mengingat dua puluh delapan tahun yg lalu, saat usia Dom empat tahun, coba kau perhatikan anak itu, apa dia memiliki kesamaan dengan putramu?
Nyonya Feronica bergeming..ia sedari tadi juga berpikir seperti itu, namun ia selalu menyangkalnya.
"Ha-ha-ha.."Tuan Frans tertawa keras, saat melihat nyonya Feronica diam.."Kau terkejut bukan? Aku sengaja mempertemukan kau dan dia disini, aku ingin menjadikan reoni pertama dan terakhir untuk kalian keluarga bodoh..
Nyonya Feronica tak mengerti dengan apa yg disampaikan oleh Frans, "Katakan dengan jelas Frans apa sebenarnya maksudmu.?
"Oh baiklah Feronica..akan aku putar kembali kejadian lima tahun yg lalu, apa kau masih ingat lima tahun yg lalu kau pergi ke kota x..kau bertengkar berasama Dom, dan kau memilih pergi dari kediaman utama milikmu di kota ini..kau tau malam dimana Dom tidak kembali pulang malam itu, dia telah menodai seorang wanita dengan paksa, dan inilah hasil yg telah putramu lakukan waktu itu, putri cantik yg ada dihadapanmu ini adalah putri dari putramu dia adalah cucumu."Jelas Frans mengejutkan nyonya Feronica.
"Kau jangan bercanda Frans, Dom tidak seberengsek itu, dia memang kejam, tapi dia tidak pernah bersikap hina terhadap wanita.."Nyonya Feronica tak terima Frans menuduh putranya.
"Kau tak percaya? sebentar lagi Dom akan datang untuk menyelamatkanmu, kau tanyakan saja padanya, nanti aku akan memberi kalian waktu untuk bicara satu sama lain, setelah itu baru aku akan menghabisi kalian dengan cara yg sangat menyakitkan..
Nyonya Feronica mendelik, "Apa kau gila, kau harus ingat siapa dirimu, "Nyonya Feronica mengingatkan Frans" setelah bicara dengan Frans ia beralih melihat Kiera, "Siapa ibumu dan ayahmu? "tanya Nyonya Feronica.
Kiera diam, ia yg biasa suka menimpali ibunya saat bicara itu, tiba-tiba menjadi orang yg tidak mengerti apa-apa.
"Hei gadis kecil siapa namamu? "Nyonya Feronica bertanya dengan suara yg lembut..
"Mamiku bernama Aaera, dan papi ku---, dia sudah pergi ke surga tuhan, jika dadyku bernama dady Samuel.."Jawab Kiera polos.
"Siapa yg mengatakan jika papimu sudah pergi ke surga? dan apa tadi kau bilang, A-Aaera?
"Ya mamiku bernama Aaera, dia cantik sepertiku, "puji Kiera polos.
"Aku juga memiliku teman yg bernama Aaera, dia wanita yg cantik dan baik, dulu dia hampir saja jadi menantuku, tapi, putraku menolaknya.."Nyonya Feronica mengenang ceritanya lima tahun yg lalu..
"Tapi temanmu tidak secantik mamiku, mungkin nama mereka sama, tapi mamiku sangat cantik seperti aku.."puji Kiera.
__ADS_1
"Ya, ibumu pasti sangat cantik seperti dirimu, dimana dirimu tinggal? "tanya nyonya Feronica mengorek informasi.
"Aku dan mami tinggal di kota A, kami baru sampai disini kemaren, tapi paman jahat itu membawaku kesini, huwaa..aku ingin pulang, aku merindukan mami, mami aku ingin bersama mami.."Kiera menangis saat ia teringat kepada ibunya.
"Sudah-sudah kamu jangan menangis. putraku akan segera menyelamatkan kita, dia adalah orang yg sangat hebat, dia akan menyelamatkan kita secepatnya..
*
*
*
*
"Frey, kita akan bergerak malam ini juga, aku tidak ingin terjadi apa-apa terhadap ibuku.."perintah Dom..
"Baik tuan..semua sudah saya siapkan, rencana kita ubah..
"Hmm ...
"Tuan Dom, ijinkan saya ikut bersama anda, saya ingin menyelamatkan keponakan saya. "Pinta Adley..
"Sebaiknya kau diam saja disini, kakakmu membutuhkanmu saat ini--
"Saya juga akan ikut bersama anda tuan, "Timpal Aaera.
"Kau pikir aku akan melihat pertunjukan.."Ujar Dom sarkatis.
"Apapun kata anda tuan, tapi saya akan tetap ikut, saya tidak bisa berdiam diri disini..saya mohon tuan, saya mohon ijinkan saya ikut bersama tuan., "Aaera memohon agar Dom mengijinkan.
"Kau dan adikmu sama-sama aneh, adikmu begitu banyak melakukan masalah, dan kau sangat keras kepala..
"Apapun kata tuan, tapi saya mohon ijinkan saya ikut bersama anda..
Dom menarik napas panjang. "Baiklah tapi ingat, saat disana kau hanya boleh mengikuti perintahku, jangan melakukan hal bodoh, yg akan menghancurkan rencanaku.."Dom memberi peraturan sebelum pergi.
"Terima kasih tuan, saya berjanji tidak akan membuat masalah, saya akan menuruti semua perintah anda, "Aaera mengiyakan semua perkataan Dom, yg terpenting saat ini ia dapat ikut bersama Dom.
"Baiklah kita akan berangkat sebentar lagi, dan kau Adley, jangan membuat keributan apapun yg akan membuatmu menyesal..ingat itu."Ancam Dom.
"Baiklah, "jawab Adley dengan senyum paksa..." kita lihat saja nanti Dom, karena jika ada kesempatan aku akan menghabisimu saat itu juga.."Adley tersenyum sarkastik.
"Ok, Frey siapkan semuanya. "perintah Dom..
Dom masuk kedalam kamarnya, rasa ingin menyelamatkan gadis kecil itu lebih besar dibandingkan ia ingin membebaskan ibunya.
*
*
*
*
"Pih, aku mendapat kabar dari anak buah kita jika Dom akan datang menyerang kita malam ini.."lapor putra pertama tuan Frans.
"Bagus, semakin cepat mereka sampai akan semaikn baik, karena aku sudah tidak sabar ingin menghabisi mereka semua, kelemahan Dom adalah ibunya, ditambah anak haram itu, Dom akan semakin lemah, setelah aku mempertemukan mereka, pertama yg akan ku habisi putrinya dihadapannya sendiri., setelah itu ibunya yg tak berguna itu..dan yg terakhir dirinya..sebelum mengakhiri hidupnya aku akan membuatnya menderitah terlebih dahulu, aku juga akan menghabisinya dengan cara yg sangat menyakitkan.."Tuan Frans tersenyum menyeringai, ia sudah merencanakan itu semua dengan sangat baik..
"Papi benar, aku juga sudah tidak sabar ingin menghabisinya, aku akan menghabisi Dom dengan tanganku sendiri, dia harus merasakan kesakitan yg mamih dan adiku rasakan, "Jones ikut tersenyum, ia sudah tidak sabar menanti kedatangan Dom.
"Baiklah perintahkan semua orang untuk menyambut kedatangan Dom, beri mereka sambutan yg mengesankan terutama untuk asistennya yg selalu ikut campur itu..
*
*
*
*
**Bersambung.
Berkomentarlah yg bijak, menulis itu tidak semudah membaca butuh waktu dan halu..ikuti saja alurnya, jika tidak suka boleh di skip**..
__ADS_1