Tuan Dom

Tuan Dom
Bab tanpa judul


__ADS_3

Adley terengah-engah saat setelah melepaskan tembakan sebanyak dua kali di perut Jonas, ini adalah pengalaman pertama untuk dirinya, menghabisi nyawa seseorang, "Ibu maafkan aku. "ucapnya lirih setelah melihat Jonas sudah tak bernyawa.


"Dendamu sudah terbalaskan, aku harap setelah ini kalian tidak menyalahkan tuan Dom lagi atas kematian ibu kalian. "Ujar Frey menepuk pelan bahu Adley.


"Maafkan aku, "Jawab Adley pelan.


"Sudahlah ayo kita pergi tinggalkan tempat ini. "ajak Frey. "Buang dia ke laut, biarkan dia menjadi santapan hiu. "perintah Frey kepada anak buahnya.


*


*


*


Satu minggu telah berlalu, kini tuan Dom dan Aaera sedang duduk bersama di dalam kamar milik tuan Dom. beberapa jam yg lalu tuan Dom dan Aaera telah melangsungkan pernikahan, pernikahan yg sederhana dilakukan atas permintaan Aaera yg tidak ingin melakukan resepsi mewah.


"Istirahatlah, aku akan melihat Kiera. "Ucap tuan Dom meninggalkan Aaera yg terlihat gugup.


"Hmm.. "Aaera menjawab dengan gumaman tanpa berani melihat wajah pria yg saat ini telah berubah status menjadi suaminya.


"Papi, mami... "panggil Kiera masuk kedalam kamar yg saat ini di tempati oleh papi dan maminya.


"Hai cantik, ada apa? "tanya tuan Dom langsung menggendong putrinya lalu membawanya duduk di atas tempat tidur.


"Apa kalian akan tidur sekarang? "tanya Kiera melihat maminya lalu bergantian melihat papinya


"Tidak, mami dan papi belum mau tidur, "jawab tuan Dom


"Ya, sayang sekali..aku ingin tidur di tengah-tengah kalian, bolehkah? "tanyanya.


"Tentu saja boleh, ayo kita istirahat sekarang, "Seru tuan Dom langsung membuat posisi untuk tidur.


Aaera terlihat menghela napas dengan berat, tadinya ia pikir, ia bisa tidur di kamar yg biasa ia kenakan, namun tuan Dom melarang dengan keras. karena dirinya harus tidur satu kamar dengan pria pemaksa yg saat ini telah menjadi suaminya.


Aaera, tuan Dom dan Kiera tidur di atas tempat tidur yg sama, tempat tidur yg berukuran big size milik tuan Dom. Dom memeluk putrinya namun tangannya tak sengaja meraih tubuh Aaera juga. Aaera mendelik tidak suka. Dom yg baru menyadari jika dirinya bukan hanya memeluk putrinya mengangkat kepalanya mendongkak melihat. Dom menarik tangannya seraya tersenyum samar, saat melihat mata Aaera yg melotot hingga bola matanya seperti hendak keluar.

__ADS_1


Aaera terlihat komat kamit, "Awas jika kau berani mencari kesempatan. "Ancam Aaera pelan


Dom tersenyum, "Aku tidak suka mencari kesempatan, aku lebih suka kesempatan yg menghampiriku. "goda tuan Dom lalu memejamkan matanya rapat-rapat.


"Oh, dia memang pria yg paling menyebalkan. "Gumam Aaera mengumpat tuan Dom.


*


*


*


Sementara di kota A, Samuel terlihat menggempalkan tangannya hingga urat-urat ditangannya terlihat menonjol dan kuku-kukunya pun memutih, "Apa ini caramu membalas semua yg telah aku berikan selama ini padamu Aaera! aku selalu memperlakukanmu dengan baik, tapi kau mencampakan aku begitu saja, kau sangat kejam Aaera. "Ujar Samuel membanting semua barang yg ada disekitarnya.


"Aku tidak bisa menerima ini begitu saja, tidak bisa. kau bilang ini semua kau lakukan untuk kiera? Kiera sudah bahagia hidup bersama kita, seandainya waktu itu kau tidak pergi ke kota B, semua ini tidak akan terjadi, Aaera aku mohon kembali padaku, aku seperti pria tak berguna setelah kau pergi , aku mohon kembalilah Aaera padaku, aku mohon. "Samuel menjambak rambutnya frustrasi.


Samuel kembali melihat foto-foto yg di berikan anak buahnya, anak buah yg di kirim olehnya untuk memata-matai Aaera selama melangsungkan pernikahan tadi pagi. "Brengsek. "Teriaknya melempar seluruh foto yg ia pegang hingga foto-foto tersebut berserakan.


*


*


*


"Dley, apa kau tidak ingin bekerja lagi di perusahaanku? "tanya tuan Dom di tengah-tengah menyantap makanannya.


Adley mendongak melihat kepada pria yg saat ini telah menjadi kakak iparnya, pria yg lima tahun sangat ia kagumi, namun karena kesalahpahaman ia pun memutuskan untuk membenci pria yg telah lama ia kagumi itu. namun sekarang rasa kagum itu kembali muncul setelah ia mengetahui semua kebenarannya. "Bekerja ? "ulangnya.


"Ya, kembalilah bekerja di perusahaanku, aku akan menempatkanmu di posisi yg bagus di perusahaanku, "Jawab tuan Dom serius.


"Tentu saja saya mau tuan, terima kasih sudah mempercayai saya untuk kembali bekerja di perusahaan anda. "Ujar Adley senang.


Aaera ikut senang dan tersenyum melihat adiknya akan kembali bekerja di tempat yg dulu adiknya kerja. "Selamat ya de, akhirnya kamu dapat bekerja kembali di perusahaan tuan Dom, kakak ikut bahagia. "Ucap Aaera memberi selamat.


"Apa paman akan bekerja bersama papi? "timpal Kiera bertanya.

__ADS_1


"Ya, paman akan kembali bekerja, kamu harus menjadi anak yg baik selama berada dirumah, jangan membuat mamimu marah-marah, ok. "


"Tanpa aku membuat ulah, mami memang selalu marah-marah. "cibir Kiera.


"Hei, apa-apaan kau ini, kapan aku marah-marah tanpa sebab, kau yg selalu membuat aku marah-marah, jika kau tak membuat ulah dan membuat aku jengkel, aku juga tidak akan marah tiba-tiba, dasar kau anak nakal, bagaimana bisa kau bicara, seakan aku ini tukang marah-marah. "Seru Aaera tak terima.


"Tuh.. lihat saja dirimu, aku belum selesai bicara tapi kau sudah marah-marah, sekarang kau mau berkilah apa lagi, kau itu memang orang tua yg suka sekali marah-marah. "Seru Kiera berceloteh tak mau kalah.


"Kau-- "Aaera nampak kesal. dengan kekesalannya ia masukan makanan kedalam mulutnya hingga mulutnya penuh, alhasil semua yg melihat tingkah Aaera menjadi tergelak.


Tuan Dom hanya dapat menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah ibu dari putrinya itu. "Aku tidak tahu memiliki keluarga seperti kalian akan membuat suasana rumah ini menjadi berwarna, seandainya dulu aku mendengarkan apa kata mami, mungkin hingga sekarang mami masih dapat menikmati kebahagiaan ini. mih, lihatlah aku sudah mewujudkan keinginan mami, menikahi Aaera, dan memiliki putri yg cantik dan lucu, dan Kiera juga sangat pintar. "Guman tuan Dom mengingat ibunya.


"Papi kenapa kau diam saja? "tegur Kiera yg heran melihaat papinya hanya terdiam .


"Hah.. tidak sayang papi hanya sedang berpikir saja. ayo selesaikan makanmu setelah itu pergi istirahat kau pasti lelah setelah beraktivitas seharian ini. "Ujar tuan Dom,


"Siap papi, aku akan pergi istirahat setelah ini, oya pih, kapan kau akan mendaftarkan aku ke sekolah baruku? aku ingin segera pergi kesekolah dan bermain bersama teman-teman baruku. "tanya Kiera penuh dengan semangat.


"Besok papi akan mengantarmu mencari sekolah yg cocok untukmu, sekarang habiskan makananmu, setelah itu pergi tidur. "Perintah Dom.


"Siap. "jawabnya memperagagakan seorang tentara.


Dom Tersenyum bahagia melihat tingkah putrinya, setelah selesai menghabiskan makannya, Dom menghampiri putrinya yg sudah mulai mengantuk, setelah selesai membacakan dongeng dan Kiera tertidur, Dom memilih masuk kedalam ruang kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya yg tertunda.


Pukul sebelas malam Dom baru kembali ke kamarnya, ia mengerutkan dahinya bingung melihat tempat tidur miliknya kosong, "Dimana dia tidur? "gumam Dom. dan ketika Dom hendak menaruh ponselnya tak sengaja matanya menangkap istrinya yg sedang tertidur di atas sofa. tak mau pusing Dom pun bergegas masuk kedalam ruang ganti, setelah mengganti pakaiannya ia langsung merebahkan tubuhnya, tanpa berniat mengajak istrinya untuk tidur bersama.


Pagi telah tiba, sang surya telah menerobos masuk kedalam kamar pengantin baru, tidak ada yg spesial untuk pasangan baru tersebut, mereka terlihat biasa saja, bahkan keduanya tidak bertutur sapa satu sama lain. Aaera sibuk dengan dunianya, begitu pula dengan Dom yg tidak memperdulikan keadaan Aaera. pernikahan macam apa sebenarnya yg mereka jalani saat ini?


Di dalam diamnya, ternyata Aaera memperhatikan aktivitas suaminya, Aaera nampak mengerutkan dahinya melihat aktivitas suaminya itu, ia tidak menyangka jika suami pemaksanya itu memiliki kebiasan yg baik setelah bangun tidur, Tuan Dom dengan cekatan membereskan tempat tidurnya setelah ia terbangun.


"Oh aku baru tahu jika dia memiliki kebiasan yg bagus setelah bangun tidur, aku pikir dengan dingin dan sifat pemaksanya dia tidak akan melakukan pekerjaan semacam ini. ternyata aku salah. "komentar Aaera dalam batinya.


"Biasakan setelah bangun tidur langsung membersihkan diri, jangan menjadi pemalas. "Komentar tuan Dom melihat sinis kepada istri yg baru ia nikahi satu hari yg lalu itu.


"Ya aku tahu, tapi aku baru saja terbangun, tidak mungkin aku langsung berlari ke kamar mandi, yg ada aku malah terjatuh nanti, "jawab Aaera asal.

__ADS_1


"Tapi kau harus terbiasa, karena aku tidak suka orang yg jorok. "Ujar Dom lalu pergi Masuk kedalam kamar mandi.


__ADS_2