
Aaera nggan melihat pria yg tadi memanggilnya ia memilih pergi dengan melangkah lebar seraya menarik tangan putrinya..
"Aaera Alsava..."panggil Dom kembali..
"Kau pikir aku akan melepaskanmu begitu saja setelah aku mencarimu lima tahun lamanya.."lanjut Dom..
Aaera memberhentikan langkahnya, dan sekian detik berbalik melihat ke arah Dom..."Untuk apa kau mencariku tuan Dom? apa kau belum puas sudah menghancurkan seluruh keluargaku, kau merenggut kehormatanku. kau bunuh ibuku.kau pisahkan aku dengan adikku, apa lagi yg kau inginkan? aku sudah tak memiliki apa-apa lagi, lantas apa lagi yg kau inginkan dariku.."Ujar Aaera marah..
"Aku, sudah berusaha untuk bertanggung jawab, tapi bukankah kau sendiri yg pergi tanpa meminta pertanggung jawaban dariku, aku sudah berusaha mencari tahu tentang keberadaanmu, tapi adikmu menyembunyikannya ntah dimana.."jawab Dom tenang..
"Sekarang kau sudah menemukanku, saat ini aku sudah tidak membutuhkan pertanggung jawab apapun darimu, aku sudah menikah dan memiliki seorang putri, jadi kau tidak perlu bersusah payah untuk bertanggung jawab..
Kiera menggengam tangan ibunya, baru kali ini ia melihat ibunya yg selalu ceroboh dan sering menangis itu berbicara tegas, "Mami, bukankah paman itu yg ada di poster itu, kenapa dia bertengkar bersama mami,? "tanya Kiera takut..
"Deg"
Dom bergeming saat netranya menatap netra Kiera..Dom berjalan mendekat kepada Aaera dan Kiera, bahkan ia tidak menyadari jika dirinya kini telah berada dihadapan Kiera..Dom menyentuh wajah Kiera dengan penuh perasaan.
"Paman, kau jangan menyentuh pipiku, aku tidak suka ada yg menyentuh pipiku selain dady dan mamiku, tidak ada yg aku ijinkan selain mereka.."Ujar Kiera menghempaskan tangan Dom dari pipinya..
Dom tersentak, "Apa yg aku lakukan, "Batin Dom.
"Kau mempunyai mata yg sama denganku, berapa usiamu? "tanya Dom..
"Kiera, bukankah sudah mami katakan, jangan bicara dengan orang asing.."Potong Aaera.."Ayo kita pergi dari sini.."Ajak Aaera, kepada putrinya.
"Apa kau sungguh ingin pergi? apa kau tidak ingin tahu keberadaan adikmu sekarang."Ujar Dom tersenyum menyeringai.
"Apa yg kau lakukan pada adikku? dimana adikku? "Tanya Aaera marah.."Jika kau berani menyakiti adikku, kau akan mendapat balasan yg setimpal dariku, aku akan membunuhmu.."Teriak Aaera..
"Mami, "Kiera menggenggam tangan Aaera dengan erat, ia terlihat ketakutan saat ibunya berteriak seperti itu..itu mengingatkannya pada kejadian satu tahun yg lalu saat Aaera dihakimi warga setempat yg menyatakan dirinya memiliki anak dan menjani hubungan tanpa ikatan pernikahan, saat itu Aaera diusir dan di lempar dengan batu, telur dan sayur..bahkan waktu itu Kiera pun ikut menjadi sasaran kemarahan warga..dan itu menyisakan trauma untuk Kiera.
"Ssttt.."Are you okey.."Aaera memeluk Kiera yg menangis.."Tidak masalah sayang, mami tadi hanya salah paham, maaf mami bukan bermaksud menakutimu.."Ujar Aaera menenangkan putrinya..
Dom terus memperhatikan interaksi antara Aaera dan putrinya, ia merasa mempunyai ikatan dengan gadis kecil itu, karena Dom ikut merasakan sakit saat anak itu menangis..
"Hai, gadis kecil, maaf aku tidak bermaksud membuat ibumu marah, aku tadi hanya salah bicara, maaf karena sudah membuatmu menangis dan takut, "Dom berusaha untuk menyentuh Kiera, namun Aaera dengan sigap menjauhkan putrinya dari Dom..
"Jangan pernah menyentuh putriku, "Ucap Aaera pelan namun penuh penekanan.
"Apa dia putriku,? "tanya Dom, pertanyaan itu lompat begitu saja dari mulutnya .
Aaera melebarkan matanya seraya menatap Dom penuh kebencian, "Jaga ucapanmu tuan Dom..berani sekali kau mengakui putriku sebagai putrimu.."Ujar Aaera marah, namun sebisa mungkin ia tahan..
"Jika dia bukan putriku, siapa ayahnya?
"Itu bukan urusanmu tuan Dom, dan kenapa aku harus memberi tahumu, siapa ayah dari putriku, sekarang tolong biarkan kami pergi.."jawab Aaera kesal.
"Pergilah jika kau tidak ingin berjumpa dengan Adley adikmu.."gertak Dom, lalu pergi meninggalkan Aaera dan putrinya..Dom, tidak perlu takut jika Aaera akan pergi, karena terlihat jelas kepeduliannya terhadap adiknya..Dom yakin tanpa harus memaksa Aaera untuk ikut dengannya, Aaera akan datang dengan sendiri menemuinya nanti..
Setelah mengatakan hal separti itu kepada Aaera, Dom kembali membuka akses keluar masuk Mall tersebut..ia pun pergi meninggalkan Mall tersebut..
"Kiera, ayo kita segera temui pamanmu, "Ajak Aaera kepada putrinya..setelah keluar dari Mall Aaera langsung memanggil taxi..
Didalam taxi.."Mami..kenapa mami marah-marah kepada paman tampan tadi? mami tadi berteriak, itu membuat aku sangat takut" keluh Kiera..
"Maaf jika membuatmu takut, tadi mami salah paham.."Dustanya..
"Paman tadi terlihat baik, aku suka berada didekatnya..."ujar Kiera..
"Kiera, "bentak Aaera ."Sudah mami katakan jangan pernah menyukai atau bicara dengan orang yg tidak kamu kenal.."Ujar Aaera tak sadar jika dirinya kini menaikan kembali oktaf suaranya.
Kiera diam, dengan tangan yg gemetar, Ia sangat takut dengan suara bentakan dan teriakan..
Aaera mengusap wajahnya dengan kasar, lagi-lagi ia berkata dengan membentak, ia raih tubuh mungil putrinya lalu ia peluk dengan erat.."Maaf, "hanya satu kata yg keluar dari mulut Aaera..
"Selamat sore paman, "Sapa Aaera, kepada paman yg menolong dirinya dan adiknya dulu..
"Iya, mau mencari siapa Nona? "tanya paman Harry..
__ADS_1
"Apa paman adalah paman Harry? "tanya Aaera..
"Ya, saya Herry..anda siapa? "tanya paman Herry lupa akan wajah Aaera..
"Paman saya Aaera kakak dari Adley, maaf saya baru berkujung setelah lima tahun lamanya" ujar Aaera..
"Ya tuhan, Nak Aaera masuklah, jangan diluar, jika anak buah tuan Dom tau Nak Aaera berada disini, mereka akan menangkap anda.."Ujar paman Herry langsung mengajak Aaera dan putrinya masuk kedalam rumahnya..
"Tenanglah paman, saya sudah bertemu dengan Tuan Dom, mereka tidak menangkap saya, mereka melepaskan saya tanpa memaksa untuk ikut bersamanya.."jelas Aaera..
"Apa itu benar nak? "tanya Paman Herry tak yakin..
"Benar paman, satu jam yg lalu saya bertemu dengannya, dia hanya berkata ingin bertanggung jawab terhadap saya, namun saya menolak, setelah saya menolak, tuan Dom pergi meninggalkan saya."Jelas Aaera.
"Benarkah itu? "Ucap Paman Harry masih tidak percaya..
"Oya paman, dimana adikku?
"Adley di tangkap oleh anak buah Tuan Dom tiga hari yg lalu, hingga sekarang Adley belum juga kembali.."Jawab paman Harry sedih..
"Apa.!! jadi yg dikatakan Tuan Dom itu benar, jika saat ini Adley ada bersamanya.."Ujar Aaera terkejut..."Paman bolehkah saya titip putri saya sebentar saya akan menemui tuan Dom, saya akan mememintanya untuk melepaskan Adley..
"Jangan pergi kesana sendiri nak, paman yakin ini sebuah jebakan untuk nak Aaera. "cegah paman Harry..
"Paman tenang saja saya bisa menghadapinya, saya titip putri saya, ...Kie..diamlah disini sebentar, mami akan menjemput pamanmu di sebuah tempat..kamu menurut ok.."Ujar Aaera..
"No, mam, aku ingin ikut bersama mami, aku tidak ingin tinggal disini.."Kiera merajuk tidak ingin ditinggalkan.
"Menurutlah sayang, kamu tidak bisa ikut, disana terlalu menakutkan, kamu tidak akan nyaman.."Aaera mencoba menakuti putrinya..
"Tidak masalah, aku akan melindungi mami.."jawabnya tidak terpengaruh.
"Sayang--
"Please mam.."Kiera mengiba kepada maminya.
"Huuh..Baiklah.."jawab Aaera pasrah..
"Paman saya pamit dulu, ini ada sedikit makanan untuk paman. "Aaera menyodorkan beberapa paper bag, "mari paman saya pergi dulu.."Aaera pun pergi meninggalkan kediaman paman Harry..
"Katakan apakah gadis kecil itu adalah putriku? "tanya Dom kepada Adley..
Adley lagi-lagi tersenyum mengejek.."Kau terlalu percaya diri tuan Dom, adikku tidak akan sudi mengandung benih dari pria brengsek sepertimu ..
"Baiklah, jika kau tidak ingin mengatakannya, aku sendiri yg akan bertanya pada gadis itu, dan jika gadis itu juga tak ingin bicara, itu mudah bagiku, aku akan melakukan tes DNA, kau tau, aku bisa kapan saja menangkap dan menyakiti kakak dan keponakanmu itu .sekarang pun aku yakin mereka sedang dalam perjalanan menuju kesini. aku yakin mereka akan datang menyerahkan diri secara sukarela sebentar lagi.."Ujar Dom menggertak Adley..
"Jika kau berani menyakiti mereka aku bersumpah tidak akan mengampunimu, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri.."Ujar Adley emosi..
"Kau yakin ingin menghabisiku, ck...kau itu terlalu besar bicara, untuk bergerak saja kau tidak mampu, bagaimana mungkin kau bisa menghabisiku.."Dom mengejek Adley yg tidak berdaya..
"Aku akan memberimu waktu, pikirkan semuanya, jawabanmu adalah perlindungan untuk kakak dan keponakanmu.."Dom memberi waktu untuk Adley untuk mengatakan identitas ayah dari Kiera.
"Kak..kenapa kau kembali sekarang, kenapa tidak menunggu sebentar lagi, tolong jangan lakukan hal yg bodoh kak. "gumam Adley.
"Dimana Tuan Dom,? saya ingin bertemu dengannya "ujar Aaera kepada anak buah Dom.
"Tuan sedang pergi..apa nona bisa menunggunya didalam.."Jawab salah satu anak buah Dom
Setelah selesai bicara dengan anak buah Dom, Aaera memilih menunggu di depan halaman kediaman Dom..
"Apa kau mencari diriku nona Aaera.."Ucap Dom tiba-tiba.
"Kenapa paman tampan ada dimana-mana? apa kau memiliki kekuatan super, sehingga ada dimana-mana.."celoteh Kiera.
"Kau memang jenius gadis kecil, ibumu mempunyai magnet yg membuat aku selalu tahu dimana pun keberadaannya.."jawab Dom dengan senyumannya..
"Dimana adikku? "Seru Aaera to the poin.
"Kau sangat terburu-buru nona Aaera..
__ADS_1
"Dimana kau sembunyikan adikku, kau apa kan dia? "tanya Aaera keras..
Kiera mendongkak melihat ibunya, kenapa pikirnya ibunya ini, selalu marah-marah jika bertemu dengan paman tampan yg saat ini ada dihadapannya..
"Oh ya tuhan, kenapa wajahmu selalu membuat aku menjadi geram , "ucap Aaera dengan bergumam.."Ok sayang, maafkan mami, fital suara mami tiba-tiba terlepas dari tempatnya sehingga nada suara mami meninggi.."Aaera memberi alasan asal kepada putrinya..
"Come on mami..kau tidak pandai untuk berbohong "Kiera mengejek alasan maminya.
"Kau itu anak kecil, tapi kau suka sekali menimpali perkataan mami.."Ujar Aaera gemas. hingga melupakan jika dihadapannya saat ini ada yg memperhatikan interaksi keduanya..
"Jadi apa tujuanmu datang ketempatku? "Tanya Dom, memberhentikan perdebatan antara ibu dan putrinya..
"Eh, "Aaera tersentak, bukan hanya ceroboh ia juga rupanya memiliki sifat pelupa juga..wajahnya langsung di buat serius setelah mendengar pertanyaan Dom.."Kau sembunyikan adikku dimana,? "
"Tentu saja aku menyembunyikan ditempat yg semestinya,
"Tuan Dom, apa sebenarnya tujuan anda? apa yg kau inginkan dariku, tolong jangan sakiti adiku, dia adalah keluargaku satu-satunya yg tersisa.."Aaera memelas dihadapan Dom.
"Mami, kenapa kau memohon pada paman tampan,? dan kau paman tampan, kenapa kau membuat mamiku bersedih, aku tidak akan memaafkanmu, jika kau membuat mamiku menagis.."Kiera menimpali dengan nada yg marah..
"Mami ayo kita kembali kerumah dady, disini mami marah-marah terus, dady akan marah jika mami marah-marah terus.." lanjut Kiera terus berceloteh.
"Hai gadis kecil, apa dadymu tidak ikut kekota ini? "tanya Dom pada gadis kecil yg berada dihadapannya saat ini..."Kenapa matamu mirip sekali denganku, apa dadymu juga memiliki mata yg sama sepertimu..
"Tidak, Dady tidak memiliki mata sepertiku, mungkin saja mataku seperti Pap--
"Kiera, "potong Aaera dengan nada membentak.."hentikan sudah mami katakan jangan bicara pada orang asing, kenapa kau tidak mendengarkan mami..
"Maaf mam, aku--
"Sekarang kau diam, mami ingin bicara dengan paman ini, kau bisa tunggu ditaman sana, mami ingin ngobrol sebentar "perintah Aaera kepada putrinya..
"Ok mam.."jawab Kiera menunduk.
"Kenapa kau begitu keras terhadap anak sekecil itu, tidak seharusnya kau membentaknya seperti itu.."Ternyata Dom tak terima jika Aaera membentak gadis kecil yg tak lain putri Aaera sendiri..
Aaera tersenyum. "Siapa kau mengatur tentang caraku mendidik putriku."jawab Aaera sengit.
"Siapa ayah gadis kecil itu? "dan lagi Dom menanyakan hal itu..
"Percuma, Walau pun aku memberitahumu, kamu tidak akan tahu siapa dia..
"Lantas kenapa kau pergi setelah kejadian itu? dan berapa usia anak itu sekarang? kenapa di sangat mirip denganku? "Dom memberi banyak pertanyaan..
"Hentikan omong kosong anda tuan Dom, kedatangan saya kesini bukan untuk membahas tentang anak saya, kedatangan saya kesini, untuk menjemput adik saya yg anda sekap..
"Saya tidak akan melepaskan dia.
"Sebenarnya apa yg kau inginkan? tolong biarkan saya menemuinya, saya sangat merindukannya, saya mohon.."Aaera menurunkan nada suaranya, ia mengiba, agar Dom dapat luluh.
"Kau ingat permintaan ibuku lima tahun yg lalu?
"Apa?
"Pernikahan,
menikalah denganku, sebagai gantinya aku akan melepaskan adikmu.."Dom, menawarkan penukaran..
"Jangan mimpi, aku tidak sudi jika harus menikah dengan pria pembunuh sepertimu.."tolak Aaera.
"Kenapa kalian mengatakan seolah-olah aku adalah pembunuh, adikmu yg membuat kalian mengalami kecelakaan, kenapa kalia menyalahkan aku..
"Ya jika bukan karena dirimu, kecelakan itu tidak akan terjadi, dan ibuku saat ini pasti masih ada..
"Omong kosong, kalian yg melarikan diri tanpa sebab, aku hanya ingin bertanggung jawab untuk apa yg pernah aku lakukan padamu, tapi adikmu membawamu pergi setelah membuat keributan di kantorku..aku tidak pernah berencana untuk melukai orang yg tidak bersalah, ada pun aku melukai adikmu, karena adikmu selalu membuat masalah..dan untuk pembuat masalah, aku harus membuat dia jera, agar dia tak mengulangi hal yg sama.."Jelas Dom..
"Aku tidak akan percaya padamu, sekarang dimana adikku aku ingin menemuinya?
"Apa kau tidak dapat memohon dengan benar ke padaku, jika kau memohon dengan benar mungkin aku bisa mempertimbangkan keinginanmu.."Jawab Dom santai..
__ADS_1
like+komen**.