
Ke esok harinya tuan Dom dan Aaera memutuskan untuk membawa Kiera ke psikiater ia khawatir melihat keadaan putrinya yg hanya diam saja tanpa bicara dan melakukan apa-apa, wajah ceria dan periang itu hilang bergantikan wajah yg sendu.
"Jadi bagaimana keadaan putri kami dok? "tanya Tuan Dom yg tak sabaran menunggu hasil pemeriksaan dokter, ia langsung bertanya setelah dokter selesai bicara dan memeriksa Kiera.
Dokter tersenyum "Seseorang yang mengalami kejadian traumatis biasanya merasa syok, takut, sedih, dan cemas berlebihan secara berkepanjangan. Reaksi tiap orang pun akan berbeda-beda ketika menghadapi kejadian traumatis, meskipun hal yang dialami serupa.
Ada orang yang dapat menanggapinya dengan baik, namun ada pula yang berujung pada gangguan psikologis, seperti depresi, pikiran paranoid, serangan panik, dan gangguan tres dan trauma
"Lantas apa yg harus kami lakukan dok? "potong tuan Dom. di tengah-tengah dokter sedang menjelaskan.
"Tuan, nyonya..Reaksi masing-masing orang terhadap trauma psikologis berbeda-beda. Ada yang dapat membaik dengan sendirinya, ada pula yang menetap hingga waktu lama. Jika dibiarkan, trauma dapat mengganggu kehidupan putri Anda. Jika mengalami masalah psikis seperti ini fokuslah pada hal penting, fokus pada apa yang benar-benar perlu dilakukan dalam keseharian, sehingga putri Anda dapat menghemat energi fisiknya, beri makanan yang sehat, usahakan putri anda tidur yg cukup, mengajaknya berolahraga, dan melakukan berbagai hal lain untuk menjaga tubuh putri anda berfungsi dengan baik. Selain itu, cobalah melakukan hal-hal yang putri anda sukai, untuk menghilangkan stres. Beraktivitas dapat membantu mengalihkan pikiran putri anda dan mengatasi Ketika cemas, stres, marah atau gelisah muncul, cobalah memberi tahu putri anda untuk tarik napas dalam-dalam disaat putri anda merasa gelisah, dengan beberapa kali menarik napas akan membuat putri anda merasa lebih tenang, dengan menarik napas juga akan membantu putri anda dapat berpikir jernih dan tentunya menjadi lebih tenang. putri anda juga bisa mencoba meditasi untuk membantu menenangkan pikirannya.
"Dan ingat tidak mengambil keputusan besar disaat bersana putri anda karena itu dapat mengingatkan putri anda pada kejadian yg dulu, hindari mengambil keputusan besar ketika emosi Anda masih tinggi dan tidak stabil. Tunggu sampai semuanya reda, sehingga tidak membuat putri anda mengingat kejadian yg lalu, karena keputusan yg di ambil saat emosi selalu berdampak buruk, buat anda tenang dahulu kemudia buat keputusan, karena jika anda berpikir dengan jernih, hasil pemikiranpun akan sesuai yg kita inginkan dan itu akan membuat putri anda juga dapat berpikir lebih rasional.
"Dan Pada dasarnya trauma akan menimbulkan berbagai perasaan tidak menyenangkan. Hal tersebut memang wajar terjadi. Meski demikian, segera lakukan berbagai cara untuk mengatasi trauma yang dialami putri anda, agar putri anda tidak selalu dihantui oleh kejadian yang sudah lewat. Biarkan masa-masa menyedihkan itu berlalu dan jangan izinkan dampak buruk dari kejadian tersebut merusak masa depan putri anda Apabila setelah mengalami kejadian traumatis, putri anda merasa sulit menjalani aktivitas sehari-hari, sulit berkonsentrasi, susah tidur, mengalami perubahan mood yang drastis seperti depresi, atau merasa cemas berlebihan, maka anda sudah tepat membawa putri anda ke psikiater atau psikolog "jelas dokter panjang.
"Tapi kami masih merasa belum tenang dok, jujur saja putri kami adalah putri yg sangat periang, namun karena kejadian kemaren, dia tiba-tiba berubah menjadi pendiam, saya sangat khawatir akan kondisinya saat ini. "Jawab tuan Dom.
"Anda tidak perlu khawatir tuan, trauma seperti ini banyak dialami oleh beberapa orang, anda cukup mengikuti saran dari saya tadi, mudah-mudahan dengan metode yg saya jelaskan tadi putri anda dapat segera melupakan kejadian yg telah dia lihat..
"Terima kasih dok atas bantuan dokter, kami akan berusaha melakukan apa yg dokter sarankan, jika begitu kami permisi pamit, terima kasih "Ujar Aaera.
Tuan Dom langsung memeluk putrinya, dia menyalahkan dirinya sendiri, jika saja emosi tidak selalu menguasainya kejadian ini tidak akan terjadi kepada putrinya, "Maafkan papi sayang. "Ujar tuan Dom merasa bersalah.
Kiera melirik papinya, kemudian tersenyum samar. kemana kecerian putrinya pergi? "Sayang apa kau ingin pergi ke suatu tempat? "tanya tuan Dom.
Kiera kembali melirik papinya, tanpa berniat untuk menjawabnya, dan itu tidak luput dari pengawasan Aaera.
"Aww..."Aaera berpura-pura jatuh dan memegang lututnya, Aaera melihat putrinya, namun tidak ada respon dari putri cerewetnya itu, putrinya hanya diam tenang didalam gendongan papinya..
"Aae, kau baik-baik saja.? "tanya tuan Dom hendak membantu Aaera
"Ish, dia sekarang sudah tidak perduli lagi padaku. "Ucap Aaera kesal, lalu bangun sendiri tanpa menerima uluran tangan tuan Dom, yg terlihat cemas.
Dom membuka mulutnya, menatap bingung pada istrinya yg sudah berjalan terlebih dahulu dengan menyentak-nyentakan kakinya seperti anak kecil yg merajuk meminta di belikan permen, karena ide konyolnya jatuh tak mendapati respon dari putrinya, "Apa-apaan, ternyata dia hanya berpura-pura jatuh. "Gumam tuan Dom, ia pun menarik napasnya sebelum ikut melangkah.
__ADS_1
"Aae, tunggu.. "Panggil tuan Dom yg melihat Aaera terus berjalan.
"Apa? "jawab Aaera ketus.
"Kau mau kemana? "
"Pake acara bertanya mau kemana lagi, ya mau pulang, "jawab Aaera kesal.
"Iya tapi parkirannya disana, bukan disitu, "Ujar tuan Dom memberi tahu Aaera.
"Ish, kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi, aku kan jadi berjalan cukup jauh. "Ucapnya kesal, tanpa merasa bersalah.
Dom menaikan sebelah alisnya, dan kembali membuang napas, menghadapi wanita memang sangat sulit, tidak bukan menghadapi wanita, namun hanya menghadapi istrinya yg sedikit aneh..
"Hei, kenapa kau lama sekali, "Seru Aaera kesal melihat tuan Dom yg berjalan dengan begitu santai.
"Kau naik saja duluan kedalam mobil, aku akan menyusul, "jawab tuan Dom santai.
"Ish kau ini, jika aku tidak melupakan bentuk mobilmu, aku tidak akan menunggumu. "Jawab Aaera polos seperti Kiera.
"Hei, tuan kau sangat kejam, bagaimana bisa kau menyentil dahiku, ini terasa sangat sakit, "Aaera mengusap dahinya yg kena sentilan suaminya, ia membuat raut wajah yg sangat teraniayaya, hingga terliha benar-benar sedang terluka.
"Papi jangan menyakiti mamiku. "Protes Kiera yg tidak bisa melihat ibunya teraniyaya..
Tuan Dom dan Aaera secara bersama melihat kearah suara yg memprotes..Dom dan Aaera secara bersama tersenyum bahagia, akhirnya putri mereka mau bicara..
"Ya, papimu menyentil dahiku hingga merah, kau lihat ini, ini sangat sakit. "Adu Aaera di buat sedramatis mungkin.
"Sini biar ku lihat, "Ujar Kiera mengulurkan tangannya untuk memeriksa dahi ibunya.."Tidak merah. "Komentarnya saat setelah melihat dahi ibunya.
"Papi tidak menyentilnya, papi hanya memberi tahunya tadi. "Timpal tuan Dom.
"Kau selalu cengeng. "cibir Kiera lalu kemudian kembali membenarkan posisi nyamannya saat di gendong papinya.
Aaera memanyunkan bibirnya hingga terlihat memaju, disaat sakit pun putrinya masih bisa mencibirnya..
__ADS_1
Dom yg melihat istrinya serta putrinya bicara menyunggingkan senyum, putrinya yg selalu menilai ketus terhadap orang lain seperti dirinya, dan istrinya yg mudah merajuk seperti anak kecil, membuat hiburan tersendiri untuknya.. "Sayang apa kau ingin pergi kesuatu tempat, mungkin pergi ke taman bermain? atau ke pantai? "tanya tuan Dom mencoba melakukan metode yg dokter sarankan tadi.
Kiera hanya menganggukan kepalanya menyetujui ajakan papinya..
"Taman bermain, atau pantai? "tanya tuan Dom mengulang tawaran yg ia berikan pada putrinya.
"Pantai. "jawabnya satu kata..
"Siap. "jawab tuan Dom semangat.
Sesampainya di pantai tuan Dom kembali menggendong putrinya, dan tangan sebelah kirinya menggenggam tangan Aaera, jika ada orang yg melihat kebersamaan mereka pasti akan berkomentar keluarga yg harmonis, karena apa yg mereka lakukan saat ini seperti layaknya keluarga yg harmonis saling mengasihi, hingga tak akan ada yg mengira jika pasangan suami istri itu bukanlah pasang yg selalu menjaga jarak jika sedang berdua.
Aaera melirik kearah dimana tuan Dom menggam erat jemarinya, ia nampak tersenyum samar hingga nyaris tak terlihat, berbarengan dengan itu jantungnya terasa berdetak dengan cepat, ntahlah ini perasaan apa, namun Aaera merasa nyaman dan terlindungi saat jemari hangat suaminya itu menggenggam erat jemarinya. Aaera membalas genggaman tangan suaminya.
"Turunkan aku.."Pinta Kiera.
"Kau ingin turun dan bermain pasir.? "tanya tuan Dom lembut.
"Hmm. "jawab Kiera bergumam dibarengi dengan menganggukkan kepala.
"Baiklah mari kita bermain pasir, "Seru tuan Dom, langsung dapat sorakan senang dari Aaera.
Tuan Dom, Aaera dan Kiera bermain di pantai hingga sore hari, setelah lelah mereka pun pergi ke tempat dimana ada tenan yg menyiapkan beraneka seafood segar..
"Mau makan apa? "tanya tuan Dom kepada istri serta putrinya.
"Aku mau makan lobster. "Seru Aaera semangat. "Hei kenapa kau diam saja? apa kau tidak ingin makan cumi-cumi yg berkumis? "Ujar Aaera bertanya kepada putrinya.
"Ya..aku mau. "jawab Kiera pelan..
"Kenapa kau jadi tidak asik begini ya. "komentar Aaera lemas, sebenarnya Aaera juga masih merasa sedih saat ini, kejadian kemarin, membuat ia memikirkan banyak hal, pertama psikolog putrinya, kedua keadaan sahabatnya yg ntah bagaiman saat ini keadaannya, apa dia baik-baik saja atau lukanya parah, ia juga tidak bisa menghubungi adiknya karena ponsel miliknya telah hancur di lempar oleh suaminya.
Disaat Aaera telah asik memilih-milih makanan yg akan ia santap bersama keluarganya, ia di kejutkan oleh suara seorang pria yg sudah lama meninggalkannya..
"Aaera? "Panggil seorang pria parubaya..
__ADS_1