Tuan Dom

Tuan Dom
Jadilah wanita yang kuat


__ADS_3

"A-apa? "Ibu terkejut setelah mendengar penjelasan Adley yg mengatakan jika kakaknya telah mengandung..


"Siapa ayah dari bayi itu Aaera? " tanya ibu sendu..


"Bu maafkan aku bu, aku--


Aaera bingung harus bicara, apakah ia harus jujur kepada ibu dan adiknya, atau ia harus diam..


"Katakan Aaera, "bentak ibu emosi.


"Bu maafkan aku, maafkan aku..


"Aku tidak butuh maafmu Aaera, yg aku inginkan jawaban, sekarang jawab, siapa pria yg telah menodaimu? "tanya ibu untuk yg kesekian kalinya..


"Laki-laki itu adalah laki-laki yg pernah kita temui saat kita menolong ibunya, nyonya Feronica. dia adalah tuan Dom.."jawab Aaera menangis.


"Bajingan, berani-beraninya dia menodai kakakku, "ucap Adley marah..


"De, sabaralah..waktu itu tuan Dom tidak sadarkan diri, dia mabuk, aku tidak yakin dia juga mengenaliku, "jelas Aaera, Aaera menjelaskan semua yg terjadi padanya satu bulan yg lalu, dari mulai ia datang ke restoran sampai kejadian itu, tidak ada satu pun yg tertinggal ia certikan semuanya kepada ibu dan adiknya..


"Akan kubunuh dia, berani-beraninya dia merenggut kehormatan kakakku tanpa bertanggung jawab, "ujar Adley..setelah mengatakan itu ia bergegas pergi..


"De, kau mau kemana? tolong jangan lakukan hal yg akan membahayakan dirimu please, "Cegah Ae khawatir. "jangan menemuinya, aku tidak ingin kamu mendapat masalah lagi, "ujar Aaera memanggil Adley yg sudah pergi meninggalkan ruangan tempatnya dirawat..


"Bu..hentikan Adley bu, tuan Dom bukan orang sembarangan, aku juga takut setelah dia mengetahui jika aku hamil dia akan datang membawaku dan mengambil anak ini, tolong bu hentikan Adley, "Lanjut Aaera memohon kepada ibunya...


"Adikmu sudah pergi Ae, Ae, kau belum menikah, apa kau akan sanggup mendengar perkataan orang lain, orang-orang diluar sana akan menggunjingmu, akan membicarakanmu, apa kau siap untuk itu nak? "tanya ibu khawatir..


"Bu tolong ijinkan aku untuk membesarkan bayi ini..aku mohon, aku tidak perduli dengan ucapan orang lain. aku tidak perduli.."Ujar Aaera memohon.


Ibu melihat sendu kepada putrinya, bagaimana bisa wajah putrinya yg selalu ceria, sekarang berganti dengan seribu duka..ibu merasa sakit saat mendengar cerita putrinya yg malang itu.. "Mari kita besarkan bayi itu bersama-sama.."Jawab ibu menangis lalu memeluk putrinya..


*


*


*


"Keluar kau bajingan, "teriak Adley di depan ruangan Dom..


"Kenapa kau kembali? seharusnya kau nikmati waktu yg diberikan oleh nyonya Feronica terhadapmu, "Ujar Frey sang asisten Dom.


"Aku tidak ada urusan denganmu, aku datang kesini ingin menemui tuanmu yg bajingan itu, minggir kau.."Seru Adley emosi..


"Jaga ucapanmu jika kau masih ingin hidup, "Ancam Frey kesal..


Adley tersenyum meremehkan.."Aku tidak perduli dengan ucapanmu, yg aku mau bicara dengan tuan berengsekmu..


"Kurang ajar kau..


"Buukk..


" Frey memukul wajah Adley dengan keras hingga mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.."lancang sekali kau bicara..


Dom keluar, ia memandang Adley penuh intimindasi.."Siapa kau berani membuat keributan di tempatku, "Tanya Dom tenang, ia ingat betul dengan pria yg berada dihadapannya saat ini.


"Kau pria brengsek, kau telah merusak masa depan kakakku, kau harus mati, "Ujar Adley emosi.


"Buukk.."Frey kembali melayangkan pukulan pada tubuh Adley, "jika kau masih sayang dengan nyawamu, cepat katakan maaf pada Tuan Dom.."perinta Frey..


Adley tersenyum getir, "sampai mati pun aku tidak akan sudi meminta maaf pada pria brengsek seperti dia..


"Kurang ajar, Buuk...Buuk.."Frey membabi buta memukul Adley, hingga Adley terkulai lemas, kau harusnya bersyukur dapat keluar dari gudang penyekapan karena kebaikan nyonya besar, seharusnya kau gunakan waktu berhargamu itu dengan baik, tapi kenapa kau kembali meminta aku untuk memasukan kembali ke tempat kematian, "Ujar Frey emosi.


Dom hanya dia melihat Frey memukuli pria yg dulu pernah menggelapkan uang perusahaannya, namun ia sedikit bingung dengan maksud perkataannya, kenapa pria itu mengatakan jika dirinya telah menghancurkan masa depan kakaknya? apa yg pria itu katakan, Dom tidak mengerti.

__ADS_1


"Frey hentikan, "perintah Dom.


"Apa maksud perkataanmu tadi,? "tanya Dom melihat tajam kepada Adley.


Adley tersenyum masam "Jelas kau tidak akan mengerti maksud perkataanku, karena kau pria brengsek.."jawab Adley mengejek.


"Kau- "Ucap Frey emosi..ia tak terima ada orang lain menghina tuannya.


Dom menaikan tangannya memberi isyarat agar Frey diam.."Katakan dengan jelas apa maksud perkataanmu tadi? "tanya Dom penasaran.


"Bahkan kau tidak ingat telah menodai kakakku, aku tidak heran orang sepertimu memang tidak akan mengingat satu persatu wanita yg kau tiduri, karena setelah kau tiduri mereka kau buang bagaikan sampah, "jawab Adley emosi..ia menjadi teringat dengan wajah sendu kakaknya, di balik sendunya saat ini ada banyak keceriaan sebelumnya..namun karena pria yg ada di hadapannya saat ini, kakaknya harus menderita.


"Sampai mati pun aku tidak akan memaafkanmu, akan ku habisi dirimu Dom, "Lanjut Adley berteriak, "Lepaskan aku, lepas, "teriaknya kemabli, karena tubuhnya saat ini sudah di tarik paksa oleh anak buah Dom.


"Frey, bawa dia ke gudang, ada banyak hal yg ingin aku tanyakan padanya..Dan kau, jangan pernah berusaha kabur, karena jika itu terjadi aku yg akan menghabisi nyawamu "ancam Dom.


"Manusia laknat, kau telah menghancurkan masa depan kakakku, kau harus membayar mahal dengan apa yg kau lakukan pada kakakku, kau harus mati pria brengsek.."Adley terus berteriak diringi sumpah serapah, ia marah karena tak dapat memberi belajaran terhadap pria yg telah menodai kakaknya itu, jangankan memberinya pelajaran menyentuhnya saja ia tidak bisa..


"Kakak maafkan aku tidak dapat memberi pelajaran kepada pria brengsek itu, "gumamnya..


"Masuk, "perintah anak buah Dom..


Adley terlihat mendapat celah, "Buuk-Buuk "Adley memukul kedua anak buah Dom dengan sisa tenaganya, setelah berhasil mengalahkan kedua anak buah Dom, Adley berlari menuju klinik yg saat ini kakaknya dirawat.


Adley terus berlari, hingga sampai di klinik tersebut.."Ibu, kakak, ayo pergi dari sini secepatnya..bereskan semua barang-barang kalian, setelah aku mengambil mobilku, kita akan tinggalkan kota ini.."Perintah Adley..


"Apa maksudmu Dley,? dan kita akan pergi kemana? "tanya ibu bingung..


"Bu, mereka bukan manusia, mereka adalah iblis, mereka akan menangkapku, dan pasti akan menangkap kakak juga, sekarang kita tinggalkan kota ini, jika kita tetap tinggal disini mereka akan dengan mudah menemukan kita, "jelas Adley..


"Ayo bu, bergegas.."lanjut Adley berteriak memerintah ibu dan kakaknya..


Aaera dan ibu langsung membereskan barang-barang mereka, ibu tidak menyangka akan ada hal serumit ini dalam hidupnya..


Aaera tersenyum, "Aku kuat bu, ayo segera tinggalkan tempat ini, Adley sudah menunggu kita, "ajak Aaera kepada ibunya. setelah selesai membayar adminitrasi Aaera dan ibu masuk kedalam mobil Adley.


"Dley apa kita tidak pulang terlebih dulu kerumah? barang-barang kita semuanya disana, "ujar ibu..


Adley diam sesaat, memang benar yg ibunya katakan, semua barang berahrga miliknya dan milik kakak dan ibunya berada dirumah.."Baiklah bu, kita akan pulang, tapi ingat bu ambil yg kita sangat perlukan saja, selebihnya biarkan saja.."jawab Adley.


"Baik Dley.."jawab ibu menurut..


Aaera terisak, ia merasa bersalah kepada ibu dan adiknya, gara-gara dirinya ibu dan adiknya selalu mendapat masalah.


"Ae, kamu kenapa nak? "tanya ibu terkejut melihat putrinya menangis.


"Maafkan aku bu, ade, gara-gara aku, kalian menjadi sepertini, aku selalu membuat masalah untuk kalian, maafkan aku, "ujar Aaera menangis, ia benar-benar merasa bersalah, melihat wajah adiknya yg memiliki banyak luka bahkan masih ada sisa darah di sudut bibirnya, itu sangat membuatnya merasa bersalah.


"Sudah kak jangan menangis, aku akan melindungi kau dan ibu, sekarang tenanglah, sebentar lagi kita sampai, ambil apa yg kalian sangat butuhkan saja, tinggalkan barang-barang yg tidak di butuhkan.."Adley kembali memperingatkan ibu dan kakaknya agar mempersingkat waktu saat di dalam rumah..


Setelah sampai, Aaera adik dan ibunya segera masuk kedalam rumah, mereka mengambil barang seperlunya saja, "Sudah ayo tinggalkan tempat ini, karena aku yakin anak buah tuan Dom sedang dalam perjalanan menuju kesini, "Ajak Adley..


Aaera dan ibu tak menjawab, namun mereka bergegas pergi meninggalkan rumah yg baru mereka tempati empat bulan lamanya itu..


"De, kita akan pergi kemana? "tanya Aaera penasaran.


"Kita akan pergi ke kota B, disana ada sahabatku, tadi aku sudah menghubunginya,


"Apa kita akan kepelabuhan? "tanya Aaera.


"Ya,


"Awas Dley, "teriak ibu, karena tiba-tiba ada dua mobil yg menghadang mereka..


"Serrrrttt " Adley mengerem mobilnya secara mendadak, setelah itu ia putar balik mobilnya dengan cepat..

__ADS_1


Ternyata anak buah tuan Dom yg telah mengejar mereka, bahkan yg mengejar mobil milik Adley lebih dari satu..


"Siapa mereka Dley,? "tanya ibu takut..


"Mereka anak buah tuan Dom, bu.."jawab Adley ditengah rasa cemasnya, "Kakak, ibu berpegangan yg kuat, aku akan membawa mobil ini dengan kecepatan penuh, kak aku harap kau menjaga keponakanku dengan baik.."pesan Adley..


Aaera hanya mengangguk patuh, saat ini ia bingung harus melakukan apa, jadilah ia hanya menangis..


Adley masuk kedalam jalanan sempit, ia tidak tahu dimana ia berada, baginya menyelamatkan ibu dan kakaknya adalah hal yg utama,


"Dley awas "teriak ibu dan Aaera berbarengan, Dug-dug-dug, praay, "mereka terjun bebas ketebing.


Hening. ibu dan dan Adley diam, "Ibu, ibu "panggil Aaera pada ibunya yg terjepit oleh mobil yg sudah tak berbentuk, "De, "Aaera beralih memanggil adiknya yg sama terluka parah..


"Kak, jaga dirimu dan keponakanku. pergilah segera ke kota B, cari pria yg bernama Samuel, dan berikan ini padanya, "Adley memberikan sebuah kalung kepada kakanya, "dan bawa ini untuk biaya dirimu dan keponakanku, pergilah tinggalkan aku dan ibu, "ucapnya lemah..


"Tidak de, aku akan membawamu kerumah sakit, "ujar Aaera menangis.


"Jangan hiraukan kami, pergi selamatkan dirimu dari pria iblis itu, "ujar Adley lemah, setelah mengatakan itu tak ada suara lagi dari Adley atau pun ibunya..


"De, Adley, ibu.."teriak Aaera, ia tidak menyangka akan ada hari ini, "Ibu Adley jangan tinggalkan aku, aku tidak bisa hidup tanpa kalian, bukankah kalian berkata, jika aku ini ceroboh, aku ini tulalit, aku ini bodoh, jadi aku tidak mungkin bisa membesarkan bayi ini seorang diri, aku butuh kalian, "Aaera terus bicara, walau yg diajak bicara sudah tak bernyawa lagi.


"Nona-nona, apa kau dapat mendengar kami,? "tanya warga yg melihat mobil terbang bebas ke pinggiran pedesaan mereka.


"Hah, ya, ya saya mendengar kalian, apa kalian bisa tolong bukakan pintu mobil ini,? "pinta Aaera kepada beberapa warga yg menghampirinya.


Para warga setempat langsung membuka paksa pintu mobil dan mengeluarkan Aaera adik serta ibunya..setelah Adik dan ibunya berhasil di keluarkan Aaera menangis sejadi-jadinya, ia tidak menyangka karena dirinya, ibu dan adiknya harus mengorbankan nyawa mereka,


"Eum--


Tubuh Adley terlihat bergerak.


"Dley, ka- kamu --


"Pergi kak, jangan hiraukan aku dan ibu, pergi selamatkan dirimu, "Ucap Adley lemah. "pergi ketempat yg aku katakan tadi, beli tiket pesawat, namun kau pergi menaiki kapal, agar mereka terkecoh dan mengejarmu ke bandara. "lanjut Adley lemah..


"Tidak aku tidak mungkin meninggalkan kau dan ibu disaat keadaan kalian seperti ini, "tolak Aaera menangis..


"Hapus air matamu kak, jadilah kuat seperti ibu, kau juga akan menjadi seorang ibu, selamatkan dirimu dan keponakanku, jika tuhan masih mengijinkan aku hidup aku akan menyusulmu, "


"Tapi Dley--


"Jadilah pintar saat seperti ini, "ucap Adley lemah .


Aaera menangis, lalu memeluk adiknya penuh sayang rasanya berat harus meninggalkan adik dan ibunya dengan keaadaan mereka seperti ini.setelah melepas pelukan dari adiknya Aaera beralih memeluk ibunya yg sudah tak bernyawa lagi.."Maafkan aku bu, karena aku kau harus melewati kematian dengan cara seperti ini, "ujar Aaera berpamitan, setelah berpamitan kepada adik dan ibunya, Aaera menemui waraga yg menolong mereka .


"Tuan, Tolong urus pemakaman ibu saya, dan tolong obati adik saya, saya janji saya akan datang kembali lain waktu, sekarang saya harus pergi, tolong sembunyikan adik saya dari siapapun yg mencarinya, ini untuk kalian..saya mohon jangan beri tahu keberadaan kakak saya atau pun saya, jika ada yg menanyakan tentang keberadaan saya dan adik saya, katakan saja kami telah meninggal, "Ujar Aaera meminta tolong pada tiga warga yg menolongnya..


"Tapi nona, anda terluka..apa tidak sebaiknya nona istirahat terlebih dahulu, setelah anda pulih baru pergi, "saran warga yg menolong Aaera..


"Tidak bisa tuan, saya harus pergi sekarang, orang-orang jahat itu saat ini sedang mencari kami, jika kami bersama-sama, mereka akan lebih mudah menemukan kami.."jelas Aaera..


Setelah memberi uang dan menitipkan adik dan ibunya Aaera lekas pergi meninggalkan tempat itu, kali ini ia akan menuruti adiknya, ia akan bertahan hidup demi adiknya.


"Maafkan kakakmu ini de, maaf telah membuat kau dan ibu menderita, "gumam Aaera di tengah-tengah perjalanan menuju pelabuhan


*


*


*


Kini Aaera sudah duduk di kapal yg akan mengantarkan dirinya ke kota B, seperti mimpi, Beberapa jam yg lalu ia harus kehilangan semuanya, itu semua berawal dari bayi yg ada di dalam kandungannya..ia tidak tahu harus marah atau bahagia dengan adanya janin di perutnya, ia berandai, jika saja ia mengetahui semuanya dari awal, mungkin semuanya tidak akan terjadi seperti ini, dan jika ia bisa menahan adiknya untuk tidak pergi menmemui pria itu, mungkin itu juga tidak akan terjadi, atau mereka lebih memilih menyerahkan diri saat mereka di kejar oleh anak buahnya tuan Dom, itu juga mungkin ibunya tidak akan mati dengan tragis dan adiknya tidak akan terluka parah, dan dirinya juga tidak akan sendiri seperti ini. tapi sayang itu semua hanya seandainya, tidak mungkin menjadi kenyataan, karena semua sudah terjadi..


"Ibu maafkan aku.."gumam Aaera

__ADS_1


__ADS_2