
"Kak, apa kau baik-baik saja? "tanya Adley khawatir.
"Hei, ada apa denganmu? kanapa kau terlihat begitu khawatir? "tanya balik Aaera heran.
"Kak, dia- "Adley menjeda ucapannya, "maksudku ayah --
"Apa dia menemuimu? "potong Aaera terkejut
"Jadi benar dia sudah mengetahui keberadaanmu, kak? kapan kalian bertemu? dia tidak menyakitimu kan? "tanya Adley balik beruntun, ia memutar tubuh kakaknya untuk memastikan tidak ada satu tanda pun yg ditinggalkan oleh ayahnya.
" Dley hentikan! apa yg kau lakukan? "Aaera mendorong pelan tubuh adiknya yg memutar tubuhnya.. "Kau itu! aku bisa terjatuh karena pusing akibat ulahmu. "ketus Aaera kesal.
"Kak, aku khawatir padamu, pria itu mengatakan jika dia mengetahui keberadaanmu, dia juga mengatakan-- "Adley menghentikan ucapnya takala mengingat bukan hanya ia dan kakaknya saja yg berada di tempat tersebut saat ini, ada tuan Dom dan juga keponakannya.
"Aae, ajak adikmu untuk sarapan terlebih dahulu, setelah itu kalian bisa melanjutkan obrol kalian kembali, "ujar tuan Dom yg mengerti kesungkanan adik iparnya saat hendak bicara kepada kakaknya.
"Hmm.. "jawab Aaera dibarengi dengan anggukan.
"Ayo sayang, kau ingin sarapan bukan! sekarang mari kita sarapan. "ajak tuan Dom kepada putrinya
Tuan Dom, Aaera, Kiera dan Adley menyantap sarapan pagi dengan hikmat, tidak ada obrolan atau candaan yg biasa Aaera dan Kiera lakukan, Kiera yg selalu mengomentari masakan saat ini sedang fokus dengan makanan yg ia santap, dan Aaera yg selalu tidak bisa berhenti bicara, seperti sedang memikirkan sesuatu..
"Khmm, "Tuan Dom berdehem, memberi suara di tengah kesunyian yg tak biasa walau banyak penghuni. Tidak seperti sebelum ada Kiera dan Aaera. tuan Dom adalah orang yg paling tidak suka bising dan banyak bicara, namun kehadirnya istri dan putrinya mengubah kebiasan itu, sekarang ia malah berbanding balik, ia nampak tak nyaman jika kedaan rumahnya terdengar sepi. bahkan setiap ia membuka mata ia berharap selalu dapat mendengar ucapan sapaan ntah itu dari putrinya atau pun dari istrinya.
"Aae, jika kau dan Adley ingin melanjutkan mengobrol lanjutkanlah, aku akan membawa Kiera ke ruang kerja, aku akan menantang putri kecilku ini untuk bermain game, "Ujar tuan Dom di tengah keheningan.
__ADS_1
"Main game? "Ulang Kiera, "apa papi yakin tidak takut kalah kembali "Cibir Kiera.
"Papi sudah belajar dengan baik, dan kali ini papi yakin dapat mengalahkanmu, "Jawab tuan Dom percaya diri.
"Baiklah. "jawab Kiera menerima tantang papinya.
"Eets, tunggu dulu, "Sergah tuan Dom, "papi ingin mengajukan syarat terlebih dahulumu. "
"Syarat ? "ulang Kiera.
"Ya, syarat. "jawab tuan Dom. "Syaratnya, jika putri papi ini kalah, kau harus kembali belajar di sekolah besok, namun jika kau menang, aku akan menuruti sampai kapan kau siap untuk kembali belajar ke sekolah. "Ujar tuan Dom sangat berharap
"Syarat macam apa itu! tanpa papi memberi syarat seperti itu pun besok aku akan berangkat belajar di sekolah. "Gumam Kiera.
"Untuk syarat kedua papi ralat saja, syaratnya di ganti, jika aku menang, aku ingin adik bayi laki-laki saja, dan papi harus memberikan aku adik bayi secepatnya. "Pinta Kiera mengganti syarat yg di berikan papinya
"Kenapa mami terlihat kesal? aku memberi tawaran syarat kepada papi, bukan kepada mami, "jawab Kiera ketus.
"Ya, kau memberi tawaran syarat kepada papimu, tapi yg membuat bayi itu kami berdua bukan hanya papimu, bagaimana mungkin kau mengajukan syarat yg tidak dapat dilakukan papimu sendiri, "Seru Aaera.
Tuan Dom mengusap wajahnya, rasanya ia ingin menyembunyikan wajahnya saat ini juga, namun berbanding balik dengan Adley yg nampak tersenyum lucu, kakaknya itu memang tidak pernah berubah, bicara semaunya, namun Adley dapat menebak, sebentar lagi kesadaran kakaknya akan kembali dan mengingat apa yg dirinya katakan tadi.
"Aku tak meminta mami untuk membantu papi membuatnya, aku hanya menyuruh papi, kenapa mami yg tak terima. "Ujar Kiera berseru.
"Wooo, bagaimana mungkin, tanpa ada mami tidak akan ada bayi, papimu hanya membantu prosesnya, selanjutnya aku yg memproduksi "Jawab Aaera tak mau kalah.
__ADS_1
Kini wajah tuan Dom bukan hanya merah, ia nampak terkejut mendengar jawaban istrinya, "Cukup Aaera, "Sergah tuan Dom bangun dari duduknya, "Apa pantas pembicaraan seperti itu kau bicarakan dihadapan putrimu! "lanjut tuan Dom pelan namun penuh dengan penekanan. dan kini wajahnya terlihat kesal
"Eh, itu-- "Aaera berhenti bicara, ia melirik satu persatu orang-orang yg ada dihadapannya, dan betul saja ia baru mengingat jika obrolanya sudah terlalu jauh untuk didengar seusia putrinya, "Ya tuhan kenapa lagi-lagi mulutku selalu tidak bisa di filter. "gumam Aaera.
"Ayo Kiera kita pergi, bicara dengan mamimu, akan membuat otakmu bisa seperti mamimu, "Ajak tuan Dom kepada putrinya yg hanya menurut tanpa memprotes.
"Dia selalu saja marah-marah "Komentar Aaera kesal "Akukan hanya keceplosan saja, bukan sengaja, "Keluhnya memanyunkan bibirnya hingga terlihat maju.
"Sekarang kau sudah berkeluarga kak, setiap ucapan dan perkataan yg akan keluar dari mulutmu harus kau pertimbangkan sebelumnya.. suamimu adalah orang yg kaku, dia tidak seperti kita, mungkin obrolan seperti ini adalah obrolan biasa untuk kita namun tidak untuk suamimu, dia tidak suka hal pribadi atau hal intim kau umbar dihadapan orang lain. jadi bersikaplah lebih mengerti orang disekitarmu, kau harus pandai mengendalikan situasi dan kondisi, setiap kau berkata, ingat akan statusmu saat ini, kau memiliki suami yg berpengaruh di kota ini, setiap kata yg keluar dari mulutmu itu akan menjadi pertimbangan untuk orang lain. "Jelas Adley panjang.
Aaera menarik napas saat mendengar petuah adiknya, ia seperti anak kecil yg sedang di nasehati oleh ayahnya, "Kenapa menjadi seorang istri sangat berat, "keluhnya menarik napas, "Kadang ucapan-ucapan yg keluar dari mulutku itu bukan ke inginku, kadang perkataan dan ucapan itu keluar begitu saja dari mulutku, aku juga kadang tidak mengerti. "Tutur Aaera lemah.
"Ya sudah, kedepannya kau harus dapat mengontrol apapaun yg akan kau ucapkan, kak, sebenarnya kedatangan aku kesini untuk membicarakan perihal ayah, kak, dia ada di kota ini kau harus--
"Aku sudah tau, aku sudah bertemu dengannya dua hari yg lalu, "potong Aaera menarik napas.
"Dia tidak menyakitimu, kan? "selidik Adley.
"Tidak, ada tuan Dom bersamaku, mana mungkin dia berani. "Jawab Aaera tenang, namun tidak dengan hatinya, sebenarnya ia takut, namun ia berusaha menyembunyikannya.
"Kak, dia tidak berubah, dia masih seperti dulu, semalam dia mendatangi kediamanku, dia meminta sejumlah uang kepadaku, tadinya aku menolak tapi dia mengancamku, jika aku tidak memberinya uang padanya, dia akan mendatangimu, sudah jelas dia mengetahui keberadaanmu, kau harus hati-hati kepadanya, dia pria brengsek yg selalu mencari keuntungan, aku takut dia menyakiti kau dan Kiera, aku harap kau dapat menjaga dirimu dan Kiera dengan baik, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian. "Ucap Adley meminta kakaknya agar selalu menjaga diri dengan baik.
"Kau tidak perlu khawatir terhadapku dan juga Kiera, ada banyak penjaga dan bodyguard disini, bahkan tuan Dom memerintah empat bodyguard untuk selalu menjagaku dan juga Kiera, kau tidak perlu khawatir terhadapku, kau yg harus selalu menjaga diri dengan baik, kau adalah adiku satu-satunya keluarga yg di tinggalkan ibu untuk selalu memberi kekuatan untukku, jadi berhenti mencemaskanku, dan mulai menjaga dirimu sendiri, sekarang aku tidak sendiri lagi, ada tuan Dom yg akan selalu melindungiku. "jawab Aaera serius.
"Aku takut, kak. aku takut dia menyakitimu lagi seperti dulu, "Jawab Adley terlihat cemas.
__ADS_1
Like Komen.