
"Ayah.. "Gumam Aaera..
"Ayah, "kembali Aaera memanggil nama ayahnya, ia melangkah kan kakinya hendak menghampiri ayahnya, namun dengan cepat Adley menyekal tangan kakaknya.
"Kau ingin menemuinya bukan! tunggu sebentar, "Adley berjalan menuju salah satu anak buah tuan Dom, lalu memngambil pistolnya. setelah itu ia kembali menghampiri kakaknya, "Ini. "Adley menyerahkan satu buah pistol ke tangan Aaera.
Aaera membulatkan matanya terkejut, ia tidak pernah menyentuh barang seperti itu, "Adley untuk apa ini? "tanya Aaera takut.
"Pecahkan kepalanya, dengan begitu semua luka yg kau dan ibu rasakan di masalalu akan terbayar, hanya kematian yg pantas untuknya, bahkan kematiannya pun tidak akan dapat membayar semua rasa sakit yg telah dia torehkan kepada ibu dan kita, bunuh dia, agar rasa sakitmu terbayar. "Ucap Adley marah.
Aaera menggelengkan kepalanya, kemudian menjatuhkan pistolnya tak percaya, sejak kapan adiknya memiliki hati yg kejam? "Dley, ada apa denganmu? kenapa kau memiliki hati yg begitu kejam? lantas apa bedanya kau dan dia? "
"Kak, dia pantas mendapatkan itu, bahkan kematian pun tidak akan dapat menebus semua kesalahannya. tapi jika kau tidak berani melakukannya, biar aku saja yg melakukannya, "Ujar Adley mengambil pistol yg tadi Aaera jatuhkan.
Adley menatap wajah ayahnya yg tak berdaya, dengan perasaan marah ia mengarahkan pistol tersebut kearah ayahnya dan itu sontak membuat mata Aaera membeliak, dengan ketakutannya Aaera mendekat kepada Adley, lalu berusaha mengambil alih pistol yg sedang Adley arahkan kepada ayahnya.
"Apa yg ingin kau lakukan Dley? tolong jangan lakukan itu, "Ucap Aaera menangis. "aku memang membencinya, tapi bukan dengan cara seperti ini membalasnya, jangan kotori tanganmu untuk membunuhnya, "lanjut Aaera mengambil pistol dari tangan Adley, kemudian membuangnya.
"Aahhh. "Adley menjambak rambutnya frustrasi, "Selama dia hidup, dia akan selalu membayang-bayangi kehidupan kita, dia iblis, seperti apapun kita mengasihinya, memaafkannya, memberinya kesempatan, dia akan kembali pada sifat iblisnya. "ujar Adley masih menjambak rambutnya.
"Tapi Dley, seburuk-buruknya dia, dia tetap ayah kita, darahnya mengalir ditubuh kita, aku tidak akan melarangmu untuk memberinya pelajaran, tapi tidak untuk membunuhnya, jika kau membunuhnya, apa bedanya kau dan dia. "Ucap Aaera lemah.
Tuan Dom yg mendengar ucapan Aaera hanya dapat menghembuskan napasnya pelan, tadinya ia juga sudah sangat bersemangat untuk menghabisi ayah mertuanya itu, namun melihat Aaera yg memohon kepada adiknya membuat dirinya ikut merasakan sedih. tuan Dom mendekat lalu mendekap tubuh Aaera untuk memberinya ketenangan.
"Aku akan menyerahkan ayahmu kepada pihak yg berwajib, jika ada yg ingin kau katakan padanya, katakanlah sekarang, karena setelah itu aku akan menyuruh anak buahku untuk membawanya. "Ujar tuan Dom. tuan Dom beralih melihat adik iparnya yg terlihat frustrasi, "Dley, jangan kotori tanganmu untuk membunuhnya, sekarang ikutlah bersama anak buahku, obati luka-lukamu. " perintah tuan Dom.
Adley bergeming, pandangannya lurus kedepan menatap tajam kepada ayahnya yg mulai dapat menegakan duduknya kembali. ia mendekat lalu menggembalkan tangan hingga kuku-kukunya memutih dan urat-uratnya menonjol, giginya menggertak takala rasa kesal memenuhi ubun-ubunnya. "Brengsek "Kembali satu pukulan mendarat di wajah ayahnya. "Berterima kasihlah kepada kakak, karena kebaikannya kau masih di beri kesempatan untuk hidup. kau harus meralat ucapanmu yg mengatakan jika kakakku hanyalah wanita bodoh, karena wanita yg kau katakan bodoh itu, telah menyelamatkanmu dari kematian "Ucap Adley, belum reda rasa kesal dan amarahnya sebelum ia pergi, ia menendang kursi roda ayahnya hingga membuat kursi roda yg sedang diduduki ayahnya terbalik.
__ADS_1
Aaera menutup mulutnya dengan mata yg melotot, ia tidak menyangka jika Adley akan semarah itu kepada ayahnya, Aaera mendorong pelan tubuh tuan Dom yg sedang memeluknya, kemudian ia berlari menghampiri ayahnya yg terjatuh tertiban kursi roda.
"Ayah. "Ujar Aaera membantu membangunkan kursi roda lalu berupaya mengangkat ayahnya untuk kembali duduk di kursi roda, "Dley, bantu aku. "pinta Aaera menangis. bagi Aaera, seburuk apapun pria yg ada dihadapannya saat ini , dia tetaplah adalah ayahnya dan kehidupan pun tidak akan bisa mengubah itu. "Dley " panggil Aaera keras karena Adley masih diam mematung tanpa merespon permintaannya.
Tuan Dom membangunkan Aaera, kemudian memberi isyarat kepada anak buahnya untuk membantu membangunkan ayah mertuanya itu.
"Tolong jangan bunuh dia, "Pinta Aaera menangis di pelukan tuan Dom.
"Hmm, tidak ada yg akan membunuhnya, sekarang kau tenanglah, lebih baik kita pulang, biarkan anak buahku yg membawa ayahmu kepada pihak yg berwajib, ayo ajak Adley, dia mempunyai banyak luka di tubuhnya. "Ajak tuan Dom membawa Aaera untuk meninggalkan tempat yg menyeramkan untuk Aaera.
*
*
*
Kini kehidupan Tuan Dom dan Aaera terlihat normal, mereka dapat mengasihi satu sama lain, Kiera tengah ber bahagia karena akan mulai memasuki sekolah dasar, Adley yg telah menemukan tambatan hatinya sedang berbahagia, dan tidak ketinggalan Samuel juga saat ini sedang merasakan kebahagian karena sebentar lagi ia akan melangsungkan pernikahan, setelah kembali ke kota A, Samuel mulai membuka hatinya untuk wanita lain setelah kejadian beberapa waktu yg lalu, dan setelah mereka saling mengenal satu sama lain , Samuel pun tidak ingin menunggu terlalu lama lagi untuk meminangnya.
Aaera, Kiera dan Adley yg mendengar kabar jika Samuel akan melangsungkan pernikahan minggu ini sangat bahagia, mereka pun dengan antusias akan segera bertolak ke kota A.
"Apa kalian tidak ingin mengajaku? "tanya tuan Dom datang langsung memeluk istrinya.
"Aku pikir kau tidak akan ikut, "Jawab Aaera menggoda suaminya.
"Aku harus ikut, bagaimana mungkin aku membiarkan kau kesana tanpa diriku, sampai detik ini pun aku tidak dapat percaya padanya. "Seru tuan Dom mendusel-dusel di bahu Aaera.
Kiera nampak memanyunkan bibirnya kesal, bagaimana bisa papinya selalu bermanja kepada maminya dihadapannya. "Kau seperti anak kecil, yg suka bermanja kepada mami. "komentar Kiera kesal.
__ADS_1
"Kenapa putri papi terlihat kesal? sini jika kau ingin bermanja juga, "Tuan Dom menarik tubuh Kiera untuk lebih mendekat agar dapat ia peluk bersamaan.
Sementara Adley di tempat lain sedang melakukan terapy, kakinya yg dulu cidera kini sudah mulai membaik, di temani wanita yg ia cintai, ia semakin bersemangat untuk sembuh.
"Kau pasti akan segera sembuh. "Ujar sang kekasih memberi semangat.
"Ya, ini semua berkat dirimu, setelah aku benar-benar sembuh, aku akan segera melamarmu. "Jawab Adley menatap dalam manik wanita yg sangat ia cintai itu.
*
*
*
Hari telah berganti, kini hari kebahagian Samuel telah tiba, Samuel melangsungkan pernikahan tepatnya hari ini, rona kebahagiaan terpancar jelas dari pasangan dua sejoli itu, Aaera yg melihat sahabatnya kini telah menikah merasa tenang dan bahagia, kini bukan hanya dirinya yg merasakan kebahagian memiliki pasangan hidup, sahabatnya pun sama memiliki kehidupan yg bahagia.
Tuan Dom menyunggingkan senyum bahagia, ia tidak menyangka bisa begitu mencintai wanita yg dulu ia anggap wanita pembawa sial, wanita ceroboh, wanita pembawa masalah, manita yg jauh dari kata sempurna untuknya, namun kini wanita itu, adalah segalanya untuknya, kelemahannya, penyemangatnya, wanita yg ia selalu rindukan dikala ia harus di sibukan dengan tumpukan dokumen, wanita yg selalu membuat keributan namun selalu ia rindukan.
"Mami, aku sudah mewujudkan keinginanmu, aku berjanji akan membahagiakan Aaera dan Kiera, kau benar, dia wanita yg dikirim tuhan untukku, untuk melengkapi hidupku, untuk menemaniku disaat aku sendiri, disaat aku tak memiliki teman, dengan keriangannya dia selalu dapat membuatku tertawa, terima kasih mami, terima kasih telah memilihkan wanita terbaik untukku. berbahagialah disana, sekarang aku telah bahagia. aku berjanji tidak akan memberi luka pada Aaera dan Kiera, aku berjanji hanya akan ada kebahagiaan yg mereka rasakan.
*
*
*
Tamat.
__ADS_1
Alhamdulillah, tak terasa kisah tuan Dom dan Aaera akhirnya selesai juga. terima kasih untuk semua pembaca setia tuan Dom, aku ucapin banyak-banyak terima kasih kepada readers, author-author hebat yg berkenam mampir ke novelku yg jauh dari kata bagus ini, terima kasih banyak. untuk dukungan dan supportnya terima kasih🙏🙏 sampai bertemu di novelku selanjutnya. bye bye...(()