
Seusai menyelesaikan mandi dan berganti pakaian Aaera langsung pergi menemui putrinya.. "Haii.. gadis kecil yg sekarang mendiamkanku. "Ujar Aaera masuk kedalam kamar putrinya dengan santai.
Tak memiliki semangat untuk menjawab sapaan ibunya, Kiera lebih memilih mengabaikan.
"Aku tidak pernah berpikir, jika aku akan memiliki putri yg akan mengabaikanku. "lanjut Aaera, ia buat wajahnya sesedih mungkin.
Kiera melirik, kemudian membuang napasnya pelan, "Mami, apa kau bisa pergi dari kamarku? aku ingin sendiri. "Usir Kiera, bukan simpatik yg Aaera dapat malah pengusiran dari putrinya.
"Kau mengusirku? "Tanya Aaera terkejut, ini bukan putrinya, putri yg ia miliki adalah putri yg memiliki hati sangat perduli pada dirinya. "Kie, apa kau menyalahkanku atas kejadian waktu itu? "lanjut Aaera, masih tidak percaya jika putrinya mengabaikan akting sedihnya.
"Kau sangat cerewet mami, aku hanya ingin sendiri, kau selalu banyak bicara. "Sahut Kiera ketus, setelah itu ia bungkus tubuhnya dengan selimut hingga hanya menyisikan pucuk kepalanya saja.
Aaera terbengong dengan kata-kata putrinya, pasalnya putrinya tidak pernah berkata kasar terhadap dirinya, keputusan ibunya yg ceroboh tidak pernah membuat Kiera membantah atau menyela ibunya, adapun celaan yg keluar dari mulutnya itu hanya sekedar candaan, tapi kenapa dengan putrinya hari ini?
"Kie, apa yg terjadi? kenapa kau bicara seperti itu padaku? kau membenciku?, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi jika kau membenciku, tolong jangan diamkan aku. "Kali ini Aaera benar-benar menangis karena sikap acuh putrinya. "Kau tau, semua orang tidak pernah menyukaiku, hanya kau dan daddymu yg perduli padaku, namun setelah kejadian waktu itu, daddymu juga sekarang tidak perduli lagi padaku, sekarang jika di tambah kau yg tidak memperdulikanku, lantas siapa yg akan perduli lagi padaku. "Ujar Aaera menangis.
Kiera membuka selimutnya perlahan ia mengintip dari balik selimut, setelah melihat ibunya yg terlihat sangat bersedih ia pun langsung membuka selimut yg membungkus tubuhnya, "Kau jangan menjadi ibu yg cengeng, kau harus bisa melindungiku, aku tidak marah padamu, aku hanya ingin sendiri, aku sedang tidak ingin bicara dengan siapapun, "Ujar Kiera menggenggam tangan ibunya.
"Aku cengeng karena kau mendiamkanku, kau juga seperti tidak menyayangiku lagi, jadilah aku menjadi cengeng, kie, apa kau tidak ingin makan malam bersamaku lagi? tiga hari ini kau mendiamkanku, kau juga tidak mau makan bersama denganku, aku sedih karena kau mengacuhkanku, "Ujar Aaera mengeluh, ia berucap seakan ia sedang bicara kepada temannya.
"Kau tau, dulu dari kecil aku hanya bertemankan Adley, sahabatku dari kecil hanya pamanmu, tidak ada yg ingin berteman denganku, mereka bilang aku ini adalah orang bodoh dan ceroboh, maka dari itu semua teman di kelasku tidak ada yg ingin berteman denganku, dan ketika aku dewasa, hal yg sama kembali terulang, aku bekerja di salah satu perusahaan, aku juga sama tidak bisa memiliki banyak sahabat, adapun yg ingin bersahabat denganku, itu karena mereka ingin memanfaatkanku saja, dan enam tahun yg lalu aku memiliki satu sahabat dia baik padaku, tapi aku meninggalkannya tanpa kabar.
"Lalu kemudian aku pergi ke kota A, disana aku menemukan sahabat sekaligus kakak terbaik, namun lagi-lagi dia harus menghianatiku, kau tau, aku sangat menyayangi daddy-mu, tapi dia malah menghianatiku dengan menculikmu, kie. kau harus bersyukur, ada banyak orang disekelilingmu yg menyayangimu, kau tidak boleh sedih, karena kau anak yg paling beruntung, kau memiliki papi dan daddy yg menyangimu, kau punya paman yg baik, dan kau juga punya aku yg selalu ada kemana pun pergi.. dan masih banyak teman-temanmu di sekolah yg menyangimu, kau harus selalu tersenyum, kau adalah putriku yg periang, kau tidak boleh menjadi anak cengeng, kau harus menjadi kuat seperti papimu. karena setelah ini aku juga akan mengubah diriku menjadi wanita kuat, aku tidak mau ada yg memandangku sebelah mata lagi.
"Kau tau, hal yg paling membuatku sedih adalah kehilangan nenekmu, dan melihatmu tersedih, jika kau tidak ingin melihatku sedih, tolong tidak bersedih dan mendiamkanku, karena itu membuat aku sangat sedih. "Tutur Aaera panjang.
"Aku tidak marah padamu mami, bagiku kau adalah peri pelindungku, namun sekarang aku hanya-- "Kiera menjeda ucapannya. "Mami aku memikirkan keadaan daddy, tapi aku takut untuk bertemu dengannya, aku khawatir kepadanya, apa mami tahu bagaimana keadaan daddy? "Tanya Kiera pelan.
__ADS_1
"Daddy-mu baik-baik saja, jika kau ingin bertemu dengannya kita bisa menemuinya di rumah sakit, " jawab Aaera.
"Tapi aku takut pada daddy, waktu itu wajah daddy terlihat menyeramkan, dia membentaku, dia juga menatapku penuh kemarahan, aku takut bertemu dengannya, tapi aku rindu terhadapnya, aku juga khawatir dengan keadaannya saat ini. "Jawab Kiera sendu.
"Kau tidak perlu takut kepada daddy-mu, dia waktu itu hanya sedang marah, sekarang dia sudah tak marah lagi, nanti kita akan menemuinya setelah tenang dan lebih baik, ayo sekarang kita makan dulu, kau belum makan sejak tadi, aku pun sama, perutku sudah sangat keroncongan. "Ucap Aaera mengusap-ngusap perutnya.
Kembali gadis itu membuang napasnya dengan berat, sebenarnya ia nggan untuk makan, namun mengingat ibunya yg ceroboh dan keras kepala, akhirnya ia pun mengalah.. "Hmm, baiklah.. "jawabnya pasrah.
Tidak mereka sadari ternyata tuan Dom mendengarkan semua pembicaraan antara dua wanita yg saat ini telah menjadi bagian dalam hidupnya, ia memejamkan matanya seraya mengingat kembali ucapan-ucapan yg pernah ia lontarkan kepada istrinya, dibalik kecerobohan dan keceriaannya ternyata ada segudang rasa sakit yg ustrinya rasakan. , ntah itu masa yg lalu atau masa sekarang.
Aku berjanji akan selalu membahagiakan kalian berdua, dan mulai saat ini, hanya akan ada senyuman diawajah kalian, aku akan pastikan tidak akan ada lagi air mata yg mengalir di pipi kalian, aku berjanji. "Ucap tuan Dom dalam batin.
Seusai berdiam diri sejenak, ia pun akhirnya menghampiri dua wanita terpenting dalam hidupnya. "Apa kalian tidak akan pergi makan?, aku menunggu kalian sangat lama. "Ucap tuan Dom seraya masuk kedalam kamar putrinya.
"Tuan. "Ucap Aaera pelan.
Dom mendekat lalu mendekap tubuh Aaera, "Aku suamimu, bukan tuanmu. "Jawab tuan Dom, dengan mendekap tubuh Aaera.
Apa yg terjadi padanya? kenapa dia tiba-tiba memeluku? apa otaknya tadi tergeser hingga dia dengan baiknya memeluk dan mengatakan jika dia bukan tuanku. "Ucap Aaera dalam hati,
Namun setelah beberapa saat Aaera tersenyum senang, ada rasa ketenangan saat suaminya mendekap tumbunya, ini mungkin bukan pelukan pertama yg di lakukan tuan Dom, namun pelukan suaminya saat ini benar-benar membuatnya merasa tenang.
Tuan Dom melepaskan pelukannya, kemudian berkata, "Panggil aku suamimu, aku adalah suamimu, "Ucapnya penuh keseriusan.
"Su-suami, "Ucap Aaera terbata.
"Hmm.. kau adalah istriku, panggil aku suamiku, mari besarkan putri kita bersama-sama, berikan Kiera kebahagiaan dengan kasih sayang yg kita miliki. "Ujar tuan Dom sungguh-sungguh.
__ADS_1
Kiera yg sedari tadi diam menyaksikan adegan berbaikan mami dan papinya tersenyum samar.
"Sayang, "Tuan Dom beralih memeluk putrinya. "Tolong maafkan papi. "lanjut tuan Dom memeluk erat tubuh kecil putrinya.
Tak ada jawaban, namun tangan mungil Kiera menerima dan membalas pelukan sang ayah.
Aaera ikut memeluk putrinya, rasa haru sungguh terasa olehnya, apakah ini awal kebahagiaan untuk dirinya?
"Apa kau memaafkan papi? "tanya Tuan Dom yg tidak mendapat jawaban dari putrinya, Kiera tersenyum samar, kemudian mengangguk sebagai jawaban ia telah memaafkan papinya.
"Jika kau memaafkan ku, kenapa kau tidak bicara padaku? setidaknya satu kata saja kau bicara pada papi. "Ucap tuan Dom terus bicara.
Aaera menganggukan kepalanya seraya tersenyum kepada putrinya, ia memberikan isyarat yg membuat putrinya langsung tersenyum lebar, dan langsung membalas pelukan papinya dengan erat. "Aku sangat menyayangi papi, "Jawab Kiera antusias.
Tuan Dom dan Aaera tersenyum senang saat mendengar suara putrinya yg ceria, ini adalah putri mereka yg sebenarnya, Kiera yg periang, kiera yg selalu membawa warna dalam kehidupan mereka.
"Papi juga sangat menyayangimu, "jawab tuan Dom.
"Ish, kenapa kau hanya mengatakan sayang kepada papimu saja, apa kau melupakan aku yg sudah melahirkanmu? "cetus Aaera yg terlihat kesal karena telah di abaikan.
Secara bersamaan tuan Dom dan Kiera tertawa, kemudian mereka pun memeluk Aaera yg terlihat merajuk. "Bukankah sudah ku katakan, jika aku menyayangimu sama besarnya seperti aku menyayangi papi, kau selalu cemburu pada papi, "Seru Kiera.
*
*
*
__ADS_1
Lagi-lagi Othor minta Maaf ya karena masih slow update, dunia nyata masih menyita waktuku. dan terima kasih yg masih setia menunggu update tulisanku yg masih bertebaran typo ini, ayo tinggalkan like dan Komen kalian ya agar aku semangat untuk update lagi. terima kasih...
Bersambung.