Tuan Dom

Tuan Dom
Saya mau menikah


__ADS_3

Sesampai di kediamannya Dom langsung mengubah wajahnya yg tadi penuh dengan senyuman menjadi dingin dan gelap, "Frey periksa semua pekerja dirumah ini, jangan ada yg terlewatkan, jika di kantor banyak penghianat tidak menutup kemungkinan dikediamanku juga ada, aku tidak ada satu sampah pun yg mengotori rumah ku lagi. "perintah Dom dingin.


"Siap tuan. "jawab Frey menunduk sopan


"Terima kasih, untuk kesekian kalinya kau menyelamatkan nyawaku. "Ujar Dom tulus.


Frey tersenyum bahagia, walaupun ia tahu tuannya sangat baik kepada dirinya dan juga keluarganya, namun untuk kata terima kasih dari tuanya langsung, ini untuk kali pertama ia dengar dan ia dapat. "Sama-sama tuan. itu memang sudah menjadi tugas saya. "jawab Frey membungkuk hormat.


"Kita akan selesaikan Jonas sekarang juga, aku tidak ingin dia selalu membayang-bayangi keluargaku terus menerus. "Ucap Dom


"Baik tuan.


"Papi...papi...papi..."Kiera mengetuk pintu ruangan kerja Dom berulang-ulang.


"Cklek.


"Hai cantik, ada apa? kenapa kamu tidak pergi untuk istirahat? "tanya Dom menggendong putrinya dan membawanya masuk kedalam ruang kerja.


"Wow..apa papi suka membaca sepertiku? buku-buku milik papi sangat banyak. "Kiera berdecak kagum melihat koleksi buku-buku milik papinya.


"Tentu saja, jika kita ingin sukses kita harus banyak membaca dan belajar. "jawab Dom dengan penuh semangat.


"Tuan, nona kecil, saya permisi keluar "pamit Frey.


"Hmm.."jawab Dom dengan gumaman.


"Ish..kau ini. "Kiera menepuk bahu papinya. "Jika menjawab jangan dengan hm, hm..itu tidak sopan, jika mamiku mendengar, kau akan dimarahi, kata mami itu sangat tidak sopan. "jelas Kiera dengan serius bicara.


"Paman Frey, maafkan papiku jika tidak sopan, aku akan memberi tahunya lagi jika jawaban seperti tadi tidak sopan, "Lanjutnya.."Sekarang papi jawab iya dengan baik dan benar. "perintah Kiera kepada papinya.


Dom terlihat ragu, bahkan ia berulang-ulang kali menarik napas dan membuangnya, begitupun dengan Frey, Frey terlihat sungkan mendengar celotehan nona kecilnya, namun nona kecil memang sangat di butuhkan oleh orang seperti tuannya yg kaku dan dingin, karena dengan adanya nona kecilnya, terlihat banyak perubahan kepada tuannya, tuannya terlihat lebih hangat jika sedang bicara berdua dengannya, walau pun masih dinominasi dengan dingin, dan kehadiran nona kecilnya membuat suasana di kediaman tuannya menjadi berwarna, Frey membayangkan bagaimana jadinya jika tidak ada nona kecilnya itu, bisa-bisa tuannya itu menjadi kutub utara sungguhan setelah kepergian nyonya besar beberapa waktu yg lalu,


Frey tersenyum samar, ia sangat bersyukur dengan adanya nona kecil dikediaman tuannya, nona kecilnya itu memiliki kemiripan dengan nyonya besarnya, nona kecil tidak ingin di bantah, namun suka memerintah, terbukti saat ini, nona kecil adalah orang kedua setelah nyonya besarnya meninggal yg berani memerintah tuannya.

__ADS_1


"Ya, "jawab Dom satu kata, Frey dan Kiera berbarengan melihat Dom, setelah diam beberapa saat, Dom mengatakan kata satu kata, "Ya"


"Ya? "Kiera mengulang kata-kata papinya.


"Baiklah nona kecil saya permisi, "tidak ingin melihat tuannya kesulitan mengatakan kata-kata yg di perintah nona kecilnya, Frey pun memutuskan berpamitan secepatnya dan tanpa menunggu jawaban nona kecilnya Frey pun segera keluar dari ruangan kerja tuannya. "Huh, bicara dengan nona kecil, seakan bicara dengan dua malaikat pencabut nyawa sekaligus, salah-salah berkata di depan nona kecil, bisa-bisa aku juga dibuat tidak berdaya seperti tuan. "Gumam Frey setelah keluar dari ruangan tuannya.


"Tuan Frey! "panggil Aaera.


"Selamat malam nyonya, ada yg bisa saya bantu? "tanya Frey membungkuk sopan.


"Tuan Frey, apa kau melihat putriku? aku mencarinya sejak tadi, dia menghilang ntah kemana, rumah ini membuat aku pusing, aku sampai tersesaat beberapa kali.. "keluh Aaera menarik napasnya dengan berat.


"Nona kecil sedang bersama tuan di ruang kerja, nyonya. maaf jika membuat nyonya tidak nyaman, nyonya bisa mengajak beberapa pelayan jika ingin menyusuri mansion ini agar tidak membuat nyonya kesulitan. "jawab Frey tersenyum sopan.


"Anak itu memang sangat suka membuatku pusing, yasudahlah aku akan tunggu mereka di ruang TV saja, "Ujar Aaera mengalah, mencari putrinya saja ia harus menghabiskan waktu sampai empat puluh menit, dan itu pun tidak dapat menemukan apa yg ia cari. dengan langkah malas ia berjalan menuju ruang makan.


Frey memandang punggung wanita, ibu dari nona kecilnya, "Jika nyonya Aaera mau menerima tawaran pernikahan dengan tuan, aku yakin rumah ini akan benar-benar menjadi sebuah rumah yg ramai dan penuh kasih sayang, sifat nyonya Aaera yg apa adanyanya namun tak mengurangi rasa ke ibuannya, aku yakin dapat mengubah kebiasan dingin tuan Dom. "batin Frey bermonolog.


"Papi..kau harus banyak tersenyum, kau tidak boleh marah-marah, jika kau suka marah-marah kau akan terlihat menakutkan, mami juga suka menakutkan sekarang, dia suka marah-marah, dulu mami tidak pernah marah-marah, tapi sekarang dia suka sekali marah-marah "Adu Kiera sekaligus menasehati papinya.


"Semenjak mami bertemu dengan papi, mami suka marah-marah, jika aku membicarakan papi, mami suka marah-marah, mami juga sering membentaku sekarang, sebelumnya mami tidak pernah memarahiku, atau membentaku, tapi sekarang waktu yg mami berikan hanya marah-marah. "lanjut Kiera mengadu.


"Maafkan papi, gara-gara papi, mamimu jadi seperti itu, tapi papi yakin, mami tidak akan lagi marah-marah, karena papi akan bicara pada mamimu. "jawab Dom.


"Apa kau yakin? "tanya Kiera, "Kau tau mamiku sangat berisik, dia akan mengomelimu jika kau salah bicara kepadanya, kau juga harus siap-siap mendapat hukuman jika menyinggung perasaannya, "Kiera terkikik geli, mengingat daddy sering mendapat hukuman dari maminya.


"Hukuman? hukuman seperti apa? "tanya Dom penasaran, bukankah hukuman sangat menakutkan? kenapa putrinya tertawa saat mengatakan hukuman?


"Papi akan disuruh kepasar dengan menggunakan daster, atau papi memasak menggunakan atribut wanita, seperti rambut palsu, dan memakai bibir merah. "jawab Kiera tertawa mengingat daddynya selalu menurut pada keinginan maminya.. "Aku jadi kangen dengan daddy, pih, ayo kita keluar, aku sudah lapar, mami juga pasti sekarang sedang menggerutu menunggu kita, "ajak Kiera.


"Hukuman memakai pakaian wanita, "Ulang Dom, Dom membayangkan jika dirinya menggunakan pakaian wanita, "Oh tidak, "Ucapanya brigidik ngeri..


"Ada apa pih? "tanya Kiera heran.

__ADS_1


"Ah tidak, "Kilahnya.."Oya apa daddy Samuel menyayangi mu dan mamimu ? "tanya Dom penasaran.


"Tentu saja, daddy selalu menyayangiku dan mami, daddy yg selalu menemani aku saat belajar, jalan-jalan, pergi untuk sekolah, dan membacakan dongeng, kadang bergantian dengan mami, tapi lebih banyak daddy yg menemaniku-


"Apa daddymu sebaik itu? "potong Dom sedikit ragu.


Kiera mendongkak, "Tentu saja, mami mengatakan jika orang pertama yg menggendongku adalah daddy, karena waktu aku dilahirkan kedunia, daddyku yg menggendong mami, dan daddy juga yg menemani mami. "Seru Kiera


Dom terdiam, seharusnya peran itu ia yg melakukannya, namun karena kecerobohannya, ia menghentikan pencarian, dan karena kecerobohannya pula putrinya harus menanggung berbagai caci maki, hinaan, cemohan, bahkan pengusiran. sebuah perjuangan yg luar biasa yg putri dan maminya lalui, "Aku harus mengatakan terima kasih kepada tuan Samuel untuk semua pengorbanannya untuk Kiera selama ini "gumam Dom.


"Ok, sayang ayo kita makan, kau bilang tadi sangat lapar, ayo sebelum mamimu berteriak, ayo kita hampiri dia. "Ajak Dom, dan kembali menggendong putrinya.


Aaera yg berada diruang keluarga mendengar tawa putrinya yg begitu nyaring, ia memutar tubuhnya melihat sang putri.. melihat kedekatan Kiera membuat rasa bersalah Aaera kembali hadir.


"Mami, "panggil Kiera, lalu turun dari gendongan papinya, "Ayo kita makan, "ajak Kiera menarik pergelangan tangan maminya, setelah menarik tangan maminya, Kiera juga menarik tangang papinya, mereka berjalan dengan bergandengan tangan, seperti layaknya keluarga kecil yg bahagia.


Setelah duduk di bangku yg dihadapannya sudah tersedia lauk pauk yg mengguah selera, kiera kembali berceloteh.. "Kau tau papi, aku pernah bermimpi seperti ini dulu, mimpi bisa makan bersama dengan papi dan mami, dan mimpi itu sudah kenyataan, semoga nanti papi juga bisa mengantar aku pergi kesekolah dan mengatakan pada sah- "Kiera menghentikan ucapnya saat menyadari jika sang ibu juga sedang berada bersamanya.


"Ada apa? "tanya Aaera


"No mami..


Setelah Kiera berkata tidak, mereka pun makan dengan khusyuk, tiga puluh menit Dom Aaera serta Kiera menyselesaikan makan malamnya.


"Kie..kau pergilah terlebih dahulu ke kamar, nanti aku akan menyusulmu. "perintah Aaera. yg langsung mendapat anggukan patuh dari putrinya.


"Papi--


"Papi dan mamimu akan menyusul sebentar lagi. "potong Dom yg mengerti tatapan putrinya.


"Katakanlah Aaera. "Ucap Dom setelah Kiera pergi.


"Saya mau menikah dengan anda tuan, tapi pernikahan ini hanya sebatas untuk memberi pelengkap saja untuk Kiera. "Ujar Aaera pasti.

__ADS_1


"Kau serius?


__ADS_2