
Kini Aaera kembali kerumah Dom yg baru ia tinggalkan beberapa jam yg lalu.
"Masuklah, sebelum anak buahku menangkap Jonas kalian tinggalah dulu disini.."ujar Dom.
"Dimana putriku, tuan Dom? "tanya Aaera memberhentikan langkah Dom.
"Dia ada di tempat yg aman..
"Aku ingin menemuinya..
"Kau akan menemuinya, tapi setelah kau mau menikah denganku.."paksa Dom.
"Kau gila, aku tidak akan mau menikah dengan pria pemaksa sepertimu.."tolak Aaera.
"Maka bersiaplah kau tidak akan bertemu kembali bersama putrimu.."seru Dom santai.
"Bajingan, kau pria bajingan yg pernah aku kenal, "Aaera mendekati Dom, lalu memukuli Dom berulang-ulang kali..
Dom diam saja, tidak ada perlawanan atau menghalangi, ia diam saja, membiarkan Aaera yg terus memukulinya..
Aaera lelah, ia pun berhenti memukuli Dom, ia yg memukuli Dom, namun ia pula yg merasakan sakit ditangannya, "Kenapa kau begitu kejam, kembalikan putriku, aku yg mengandungnya, aku yg melahirkannya, aku juga yg sudah berjuang mempertahankannya, kenapa dengan mudahnya kau mengambilnya dariku.."Aaera bersimpuh di hadapan Dom ia menangis.
"Aku hanya ingin membahagiakannya, aku hanya ingin mewujudkan keinginan Kiera, memberikan keluarga yg utuh, seperti sahabat-sahabatnya memiliki ayah dan ibu yg lengkap.."jawab Dom.
"Omong kosong, aku dan Kiera sudah cukup bahagia, dia tidak pernah kekurangan apapun, karena Sam, sudah memberikannya, Kiera tidak pernah meminta apapun, selain bertemu denganmu, sekarang dia sudah bertemu denganmu, apa lagi yg dia minta, dia bukan anak yg serakah untuk hal apapun, jadi berhenti mengatakan semua ini untuk kebahagiaan Kiera. Kiera selalu bahagia tanpa dirimu, dan akan selalu bahagia walau tidak ada kau.."Aaera marah hingga mengeluarkan semua yg ingin ia keluarkan.
"Kau memang orang tua yg sangat egois, bagaimana bisa kau tidak mengerti keinginan putrimu sendiri..dia adalah anak yg cerdas dia menginginkan itu, namun kau sebagai orang tuanya tidak peka akan hal itu..aku benar-benar tidak menyangka pintarnya putriku itu bukan menular dari ibunya, aku berpikir kau secerdas putriku, ternyata kau adalah wanita yg bodoh yg hanya mementingkan dirimu sendiri.."Dom ikut tersulut emosi.
"Kak, sudah hentikan ayo kakak bangun jangan seperti ini, kalian bisa bicarakan ini baik-baik, "Adley membantu kakaknya untuk berdiri.."Tuan Dom, saya mohon pertemukan Kiera dan Kak Aae, kak Aae sangat merindukan Kiera.."Adley ikut memohon kepada tuan Dom.
"Baiklah, besok pagi aku akan membawa Kiera padamu, tapi aku janji akan membawanya kembali, jika kau menerima tawaranku untuk menikah denganku, aku tidak akan membawa Kiera lagi, mamun jika kau menolak, maka aku akan membawa Kiera, dan akan aku pastikan Kiera hanya akan memiliki orang tua tunggal yaitu aku.."Ancam Dom.
Aaera dan Adley diam, mereka tidak dapat melakukan apapun, Aaera hanya bisa menangis dengan penyampaian Dom, sedangkan Adley diam membeku merasakan penyesalan yg pernah ia lakukan, jika saja dia tidak bodoh dan tidak salah paham, mungkin kakaknya tidak akan sesulit ini..
"Kak, sekarang kakak istirahatlah dulu, besok kita pikirkan cara untuk mengubah keinginan tuan Dom, jangan seperti ini, jika kakak masih menangis, Kiera akan sedih karena ibunya terlihat sangat kacau dan berantakan.."Adley menenangkan kakaknya agar tidak menangis lagi.
Aaera mengangguk menurut, ia pun langsung bangun dan masuk ke kamar yg kemarin ia tempati.
*
*
*
Esok harinya.
"Mami...Mami "teriak Kiera memanggil ibunya.
"Kie, kemana saja kau anak bodoh,? kau meninggalkan aku, aku kesusahan mencarimu, aku sangat merindukanmu "Aaera memeluk Kiera dengan erat diiringi dengan tangisan.
"Sstt..kau selalu cengeng, mami..aku hanya satu malam saja pergi, tapi kau sudah menangis seperti ini.."Kiera mencibir maminya yg sedikit-sedikit suka menangis.
"Diam kau, kau sudah membuat aku kesusahan, kau juga sudah membuat aku membuang air mataku, kau harus tanggung jawab.."Aaera merajuk pada putrinya..
__ADS_1
"Mami, aku sedang berlibur bersama Papi, aku juga akan kembali lagi kesana setelah mami tidak menangis lagi, Papi bilang mami tidak mau ikut bersama aku dan Papi, maka dari itu aku dan papi pergi berdua saja.."Jelas Kiera polos.
"Tidak kau tidak akan kembali ikut bersama papimu, kita akan kembali ke kota A, dady sudah menunggu kita, sekarang juga kita akan kembali ke kota A, disini bukan tempat yg baik untuk kita.."Aaera menarik Kiera untuk membawanya keluar dari kediaman Dom.
"Mami, "Kiera menarik tangan ibunya dengan mata berkaca-kaca.."Apa kita benar-benar akan pergi meninggalkan kota ini, dan kita akan meninggalkan papi sendiri.? Mami, aku sangat menyayangi papi, aku ingin tinggal bersama papi, bisakah mami tinggal berasama aku dan papi, bisa kah kita hidup bersama dirumah ini,? aku ingin seperti teman-temanku memiliki papi dan mami, aku ingin berangkat kesekolah diantar oleh mami dan papi, bolehkah mam.."Pinta Kiera memelas.
"Tidak Kiera, kita tidak bisa tinggal disini, kita harus segera kembali ke kota A, mami juga tidak bisa tinggal bersama papimu, mami akan memenuhi semua keinginanmu itu, tapi mami akan melakukan itu bersama dadymu, bukan bersama papimu, sekarang kita pergi tinggalkan tempat ini, ini bukan tempat kita, tempat dan rumah kita di kota A, dirumah dady.."Aaera bicara dengan penuh emosi..ia tidak perduli lagi dengan air mata putrinya itu, karena jika sudah kembali ke kota A, Kiera juga akan melupakan papinya dan hidup seperti biasa lagi..
Dom terlihat diam, ia tidak mengatakan apa-apa, karena sebenarnya ia paham akan perasan Aaera saat ini, ia hanya pura-pura tidak mengerti saja, agar Aaera mengikuti keinginannya, namun sepertinya ancaman yg ia berikan tidak berpengaruh apa-apa kepada Aaera yg keras kepala itu.
"Aaera tunggu, "Dom memanggil Aaera agar tidak memaksa Kiera seperti itu.."jangan mengajaknya seperti itu, kau bisa bicara dengan kiera secara pelan-pelan, jika kau begitu, itu akan membuat Kiera takut.."Dom berkomentar akan cara Aaera memaksa putrinya.
Dom tersenyum kepada putrinya ia belai rambut lurus putrinya itu, "Kiera sekarang pulang dulu ikut bersama mami ke kota A, jika papi sudah tidak ada pekerjaan lagi disini papi janji akan menyusul kiera kota A, nanti kita akan berlibur bersama-sama lagi seperti kemaren, sekarang Kiera ikut bersama mami ok.."Dom mencoba menghibur Kiera agar ia mau ikut bersama ibunya tanpa menangis.
"Apa papi janji, "Kiera bicara dengan sedikit sesegukan, ia mengacungkan kelingkingnya untuk memastikan janji yg papinya katakan..
Dom mengaitkan kelingkingnya ke kelingking kiera.."Papi janji, setelah urusan Papi selesai, papi akan menyusulmu ke kota A, sekarang tersenyumlah..Aaera, sopir akan mengantar kalian, ambilah ini, ini untuk kebutuhan Kiera, "Dom memberikan kartu debit untuk putrinya kepada Aaera.
"Itu tidak perlu tuan Dom, karena aku masih mampu menghidupi putriku dengan uangku, "tolak Aaera.
"Ambil dan gunakan kartu ini, jika kau menolaknya aku akan membuktikan ucapanku yg kemaren.."Ancam Dom.
Aaera mendelik kesal, ia ambil kartu debit itu dengan kasar dari tangan Dom, lalu kembali menarik Kiera untuk meninggalkan kediaman Dom.
"Aaera pergunakan kartu itu untuk kebutuhan putriku, jika kau tidak menggunakannya, jangan salahkan aku, jika aku mengambil putriku dengan cara memaksa."Bisik Dom.
Aaera tak menjawab, ia kembali menarik putrinya dengan cepat.
"Mami sebentar.."Kiera melepaskan pegangan tangannya dari maminya, lalu berlari behambur memeluk papinya..
Dom tersenyum dengan menahan bendungan yg ada di kelopak matanya yg sedikit lagi siap untuk jebol.."Berhati-hatilah jaga dirimu baik-baik, papi janji, akan segera menyelesaikan pekerjaan ini, setelah itu menyusulmu..
Dom melihat Aaera Adley dan putrinya berjalan menuju halaman rumah, ia terus memandang putrinya hingga tak terlihat..setelah putrinya tak terlihat lagi, Dom menjatuhkan air matanya, sekuat apapun Dom, ia tetap manusia yg bisa merasakan sakit dan kehilangan.
Dom mengusap air matanya dengan kasar, saat ini mungkin Aaera dan Kiera lebih aman disana, jika mereka tetap berada di kota ini, Dom takut hal yg tidak ia inginkan terjadi pada putrinya, seperti yg terjadi kepada ibunya..apa lagi ibunya berpesan sebelum meninggal agar dirinya dapat menjaga Aaera dan putrinya dengan baik.
"Perintahkan beberapa pengawal untuk mengawal putriku ke bandara.."perintah Dom pada anak buahnya.
"Baik Tuan.."jawab pengawal.
*
*
*
*
"Dady...dady...dady.."panggil Kiera setelah sampai di kediaman Samuel di kota A.
"Hay..gadis kecil dady, kenapa kalian tidak mengabariku jika akan kembali hari ini.."Ujar Samuel terkejut.
"Mami mengajak aku kembali terburu-buru kembali kesini, padahal aku masih sangat merindukan papi.."Adu Kiera.
__ADS_1
Samuel melihat kearah Aaera, dan kemudian ia melihat Adley yg berada di belakang Aaera.."Heii Dley, apa kabar mu? "Samuel langsung memeluk sahabatnya yg telah lama tidak berjumpa.
"Hei Sam..kabar ku baik, bagaimana dengan dirimu.."jawab Adley membalas pelukan sahabatnya.
"Ayo kalian duduk dulu, kalian pasti lelah..aku ambilkam minum dulu kalian pasti haus..
"Tidak perlu Sam aku akan ambil sendiri..kenapa kamu ada dirumah di jam segini? tumben sekali.."tanya Aaera.
"Aku sedang tidak mood pergi ke kantor.
"Kenapa?
"Ntah lah, "jawabnya tidak semangat.
"Kenapa dady tidak berangkat? bukankah dady yg bilang jika kita menjadi pemalas, maka kita tidak akan mendapatkan uang, jika kita tidak memiliki uang, kita akan kesulitan untuk membeli sesuatu. "komentar Kiera.
"Oh anak pintar, dady sedang bekerja dirumah, besok pekerjaan dady, dady bawa ke kantor..sudah anak kecil tidak boleh terlalu banyak bicara karena itu tidak baik untuk orang dewasa.."Samuel mengakhiri obrolan dengan Kiera, ia kembali mengobrol dengan Aaera dan Adley.
"Dley aku benar-benar tidak menyangka dapat bertemu kamu lagi, ngomong.ngomong kenapa kalian tidak mengabari aku jika akan kembali sekarang?
"Ada masalah rumit di kota B, kami mendadak kembali kesini hari ini.."jawab Kiera..."Tuan Dom ingin mengambil Kiera dengan paksa dariku.."lanjut Aaera sedih..
"Apa? mengambil paksa. sudah ku katakan dia tidak sebaik yg kamu kira Aaera.."jawab Samuel kesal.
"Papi bukan ingin mengambilku, papi hanya merindukanku, aku bilang kepada papi, aku ingin memiliki mami dan papi tinggal dirumah yg sama seperti teman-temanku yg disekolah, mereka suka di antar oleh Papi dan Maminya, aku juga ingin seperti mereka.."Kiera menimpali ucapan maminya, ia tidak terima jika papinya di tuduh ingin mengambilnya dengan paksa.
Semua orang melihat kearah Kiera, Aaera terkejut dengan keinginan Kiera, pasalnya Kiera tidak pernah bicara seperti ini kepada Aaera. namun tidak dengan Samuel, Samuel terlihat menghela napas, Samuel pikir anak sekecil Kiera hanya bicara sesaat namun nyatanya dia benar-benar menyampaikan langsung kepada papinya yg selama ini ia selalu pertanyakan.
Kiera melihat kepada Adley, satu lagi kesalahpahaman yg Kiera lakukan untuk Dom, Kiera pikir ini hanya akal-akalan Dom saja ingin menikahinya, namun ia salah ternyata putrinya sendiri yg memintannya.
Adley tersenyum, "kita akan meminta maaf pada tuan Dom nanti ketika kita bertemunya kembali.."Ujar Adley yg mengerti tatapan Aaera.
"Ya, walau pun itu keinginan putriku, aku tetap tidak ingin menikah dengannya.."Jawab Aaera mantap.
"Apa menikah? tuan Dom memintamu untuk menikah dengannya? "Samuel terkejut dengan obrolan Aaera dan Adley.
"Iya Sam, tuan Dom memaksaku untuk menikah dengannya, aku kembali kesini dengan terburu-buru karena aku tidak mau menikah dengannya.."jawab Aaera.
Samuel menggeleng, "Tidak Aae, kau tidak boleh menikah dengannya, "Samuel tidak setuju..
"Aku juga tidak mau.."jawab Aaera cepat.
"Tapi Papi kesepian dirumah sana sendiri, granny sekarang menggantikan Papi dirumah tuhan, jadilah papi tidak memiliki teman.."Kiera kembali menyela obrolan orang dewasa.
"Hentikan Kiera,"bentak Aaera, "kenapa kau selalu menimpali pembicaraan orang dewasa, kau tau jika anak kecil menimpali obrolan orang dewasa itu tidak sopan, kenapa kau sangat tidak sopan.."Aaera memarahi Kiera, sehingga membuat Kiera diam seketika.
"Aae, kenapa kamu membentak Kiera, dia hanya anak kecil, kenapa kau memarahinya.."Kini Samuel yg tidak terima Aaera memarahi Kiera.
"Sam, belakangan ini dia selalu bertingkah tidak sewajarnya, dia seperti memiliki sifat tuan Dom yg angkuh dan pemaksa itu, aku benar-benar tidak mengerti lagi harus bicara seperti apa padanya..."Aaera mengeluh, karena putrinya selalu bersikap dewasa sebelum waktunya, bahkan kadang-kadang pemahaman Kiera lebih banyak dari pada dirinya.
"Tapi tidak dengan membentak, bukankah kau tahu jika Kiera mempunyai trauma akan bentakan atau teriakan.."Samuel mengingatkan kembali kepada Aaera.
"Maaf, "Kiera menduk lemah, belakangan ini ia begitu sering emosi, bahkan ia tidak bisa menahannya jika ia ingin berucap.
__ADS_1
Adley yg melihat perdebatan antara adik kemponakan dan sahabatnya hanya bisa mengerutkan dahi, ia tidak tahu harus bicara apa, karena sesungguhnya ia tidak tahu apa yg mereka obrolkan, dia juga belum banyak mengobrol bersama kakaknya, karena pertemuannnya di kota B, yg banyak sekali masalah sehingga tidak mempunyai waktu untuk mereka mengobrol dengan baik .
"Kiera, sebaiknya kamu mandi lalu istirahat, dady akan membuatkanmu makanan sepesial nanti setelah kau bangun tidur, "Perintah Samuel mencubit hidung Kiera pelan.