Tuan Dom

Tuan Dom
Apa papiku setampan pria di poster itu?


__ADS_3

Siapa kau? "Ujar Frey tak suka..."Kau hanya sebagian orang tidak berguna yg akan aku lenyapkan, "lanjut Frey sakartis.


Adley pasrah, ia masuk kedalam mobil Frey bersama paman Harry.."Paman maafkan aku, karena diriku, kau harus menanggung semua ini.."Ujar Adley merasa bersalah..


"Tidak masalah Adley, kau sudah kuanggap sebagai putraku sendiri, mari kita hadapi bersama.."jawab Paman Harry .


Dua puluh menit Adley dan paman Harry telah sampai di gudang eksekusi milik Dom.."Aku tidak menyangka akan kembali ketempat ini.."batin Adley..


Dom tersenyum menyeringai saat melihat sosok Adley..."Apa kau masih mengingatku pencuri, "Ujar Dom tersenyum menyeringai.


"Aku bukan pencuri, aku tidak pernah mencuri uang milikmu sepeserpun, "jawab Adley berteriak, kebencian Adley kembali berkobar takala kembali melihat wajah Dom, pria yg telah merenggut kehormatan kakaknya, dan karena Dom juga ia harus berpisah dengan kakanya itu, dan lebih tragisnya ia juga harus kehilangan sosok ibu yg sangat ia sayangi..


"Bedebah kau manusia iblis, kau sudah menghancurkan masa depan kakakku kau juga telah menyebabkan kematian untuk ibuku..kau harus mati.."lanjut Adley berteriak..


"Tutup mulutmu.."Ujar Frey emosi..


"Kau yg seharusnya yg menutup mulutmu, pria kejam "balas Adley.


"Buukk.."Frey memberi pukulan untuk Adleyn.."Sebaiknya kau jaga baik-baik mulutmu itu, karena jika aku mendengar sekali lagi kau berkata tidak sopan kepada tuan Dom, aku tidak akan ragu-ragu menyobek mulutmu "ancam Frey..


Adley tersenyum menyeringai. "Kau pikir aku takut, hidupku sudah tidak ada artinya lagi, kakakku telah pergi, ibuku telah mati, dan diriku cacat, tidak ada lagi hal yg aku cari didunia ini, selain kematian kau Tuan Dom berhati iblis.."tantang Adley tak takut..


"Kau---"Frey sudah bersiap akan melayangkan kembali tinjuannya pada Adley namun Dom mencegahnya..


"Hentikan Frey, aku belum bermain-main dengannya, kenapa kau mendahuluiku.."Ujar Dom bicara..


"Dimana kakakmu? "tanya Dom santai..


Adley kembali tersenyum menyeringai.."Sepertinya kau sangat penasaran kepada sosok kakakku, walau pun kejadian itu sudah hampir lima tahun lamanya.."Balas Adley tersenyum


Dom sepertinya terpancing oleh ucapan Adley.."Aku tidak suka mengulang perkataanku.."Ujar Dom mulai emosi.


"Hahah..tidak ada yg akan mengulang, karena aku juga nggan membicarakan tentang kakakku terhadap pria brengsek sepertimu.."Balas Adley.


"Kau tau, aku lebih menyukai menghukum manusia yg tidak berguna dengan cara pelan tapi menyaktkan, "Ucap Dom penuh penekanan..


"Dan aku menatikannya.."tantang Adley masih dengan senyuman tenangnya.


"Jangan memancing amarahku, "ujar Dom marah, lalu menarik baju Adley.."Oh atau kau ingin mencoba kembali cambuk yg pernah kau rasakan lima tahun yg lalu, "Gertak Dom..


"Sudah ku katakan, aku menanti siksaanmu tuan Dom."Adley kembali menantang Dom..


"Baiklah jika itu mau mu...Frey lakukan, jika perlu bungkam mulutnya untuk selamanya, "perintah Dom emosi..


"Dan untuk pria tua itu, lepaskan dia, biarjan dia pergi, karena yg aku butuh hanya dia.."lanjut Dom memperintah dengan melihat kearah Adley


Adley tersenyum, kali ini ia tersenyum bahagia, karena pria tua yg menyelamatkan dan mengurusnya selama hampir lima tahun itu di bebaskan..


Paman Harry terkejut, ia tidak menyangka akan bebas tanpa siksaan sedikit pun..namun ia menjadi curiga, dengan kebebasannya itu.."Tuan Dom tolong ampuni Adley, dia tidak bersalah, saya mohon lepaskan Dia..."Paman Herry memohon kepada Dom dan Frey..


"Pria tua, kau ingin bebas atau tidak, jika kau ingin bebas, pergi sekarang juga, tapi jika kau ingin mencoba cambukan bersama dia, aku dengan senang hati akan mengabulkannya.."Ujar Frey dingin..


"Paman, "Panggil Adley, "pergilah.."Lanjut Adley dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia berharap paman Herry dapat mengerti dengan isyarat yg ia berikan..


"Baiklah terima kasih tuan atas kemurahan hati anda.."Ujar paman Harry..


"Bawa dia ketempat yg layak untuk dia tempati, "perintah Dom kepada anak buahnya..


Setelah anak buahnya pergi membawa Adley masuk kedalam gudang tempat penyiksaan Dom berkata.."Awasi terus pria tua itu, aku yakin wanita itu akan datang ketempat dimana adiknya berada, dan dimana ibunya di makamkan. "perintah Dom, ternyata Dom memiliki rencana dengan melepaskan pria tua itu..


"Baik Tuan, "jawab Frey sigap.


*


*


*


*


"Sam, aku pergi, "Pamit Aaera.. "Kiera, ucapkan selamat tinggal pada dadymu.."perintah Aaera..


"Dady aku pergi dulu, aku akan menemui paman dan granny di kota yg jauh dari kota ini, jika urusanmu telah selesai kau harus menyuluku dan Mami, aku akan merindukanmu untuk waktu yg tidak sebentar.."Ujar Kiera dengan gayanya yg seperti orang dewasa.


"Baik sayang pergilah, tapi kita tidak akan berpisah terlalu lama, kita akan secepatnya berjumpa kembali, karena dady akan segera menyusul kalian. "Jawab Samuel..

__ADS_1


"Baiklah. pergilah Aae, kau akan terlambat nanti, "lanjut Samuel tanpa melihat kearah Aae..


"Sam, "Aaera meraih tangan Samuel, "Apa kau membenciku? "tanya Aaera merasa bersalah karena sejak penolakan yg ia berikan Samuel sekarang lebih sering menghindarinyan.."Jangan pernah membenciku, aku tidak bisa jika kau mendiamkanku.."lanjut Aaera..


Samuel tersenyum.."Aku tidak akan bisa membenci dirimu Aae, pergilah, jika urusanku telah selesai, aku akan menjemputmu disana.."jawab Samuel dengan mengelus rambut Aaera..


Aaera menangis, "Maaf jika aku melukai hatimu, "Ucap Aaera lalu berhambur memeluk Samuel..


"Sudah jika kau terus memeluk dan menangis seperti ini kau akan ketinggalan pesawat, lihat putrimu, dia sudah mulai bosan, sepertinya dia sudah tidak sabar ingin bertemu pamannya.."Samuel mendorong pelan tubuh Aarea dan mengalihkan pembicaraan.


"Ayo mami, pesawatnya akan lepas landas, kau bisa mengobrol dengan Dady Sam nanti jika bertemu kembali, "Kiera memprotes ibunya yg terus bicara kepada Samuel. Kiera sangat antusias ketika ibunya mengajak dirinya pergi ke kota B, untuk menemui pamannya, rasa antusiasnya bukan karena ia akan bertemu dengan pamannya saja, ini juga adalah pengalam pertamnya menaiki pesawat..


"Dady Sam. setelah ini kau harus sering mengajaku menaiki pesawat, Ok..."Pinta Kiera..


"Siap anak pintar, setelah kau bertemu dengan pamanmu, dan kalian kembali ke kota ini , Dady janji akan membawa kau dan mamimu berserta pamanmu pergi kemana pun yg kau mau.."janji Samuel..


"Ok dady, akan ku tagih janjimu itu setelah aku kembali ke kota ini, "ujar Kiera..setelah mengatakan itu Aaera dan putrinya pun pergi..


Delapan jam perjalanan dari kota A ke kota B. membuat Kiera pusing dan mabuk udara..


"Kie. apa kau baik-baik saja sayang? "tanya Aaera khawatir..


"I' am fine mam.."jawab Kiera lemas..


"Bagaimana bisa kau baik-baik saja dengan keadaan seperti ini.."ujar Aaera khawatir kepada putrinya..


"Kau terlalu berlebihan mam, kau jangan terlalu dekat, aku menjadi gerah, "usir Kiera..


Aaera menggeleng, dimana anak seusianya akan selalu memerlukan senderean orang tuanya saat sakit atau melakukan perjalanan, ini anaknya sangat berbeda, ia malah memilih menjauh dari orang tuanya..


"Kau itu sangat aneh, "Ujar Aaera kesal..


"Mami, kau yg akan lebih membutuhkan diriku nanti kedepannya, jadi urus dirimu sendiri jangan sok ingin membantuku, karena pada akhirnya aku juga yg akan kesulitan karena kecerobohan-kecerobahan yg selalu kau buat. "Kiera memberi petuah pada maminya..


"Hei, kau itu putriku, bukan ibuku, kenapa kau seperti ibu yg sedang menasehati anaknya, "protes Aaera..


"Karena kau sering ceroboh mam, ingat lakukan sesuatu seperlunya, karena di kota ini tidak ada dady yg akan selalu membantu seperti dikota B.."Dan lagi-lagi kiera memberi intruksi kepada ibunya.


"Kau itu, sebebarnya anak usia berapa tahun? kau selalu menasehatiku, kau itu putriku, yg seharunya menasehatimu itu aku, bukan dirimu.."Aaera mencubit gemes pipi gembul milik Kiera..


*


*


*


*


"Apa dia sudah mengatakan sesuatu.."tanya Dom, pada Frey..


"Maaf tuan, pria itu sangat keras kepala, saya sudah memberinya hukuman tapi dia tidak bergeming, dia masih setia membungkam mulutnya.."lapor Frey..


"Kurang ajar..berani sekali dia mempermainkan aku.."Ujar Dom marah.."Baiklah jika itu yg dia mau, aku akan membuatnya menyesal karena sudah berani mempermainkan diriku.."ucapnya geram.


Setelah mengatakan hal demikian Dom pergi menemui Adley yg terlihat lemah.."Bahkan disaat seperti ini pun kau masih setia membungkam mulutmu.."Ujar Dom tiba-tiba.


Adley mendongak dengan pandangan nanar, ia melihat dengan kesadarannya yg tidak sempurna..namun ia masih menyempatkan tersenyum mengejek.


"Kau masih bisa tersenyum dengan keadaan kau seperti ini.."lanjut Dom membalas senyuman mengejek yg dilakukan Adley.


"Tentu saja, dengan aku mati lebih cepat, keberadaan kakakku juga akan semakin aman."jawab Adley lemah..


"Apa kau sangat mengingkinkan kematian?


"Tentu saja, mati akan membuat kakakku hidup bahagia karena tidak terbebani oleh adiknya yg cacat ini, "jawab Adley pelan.


"Kau---"Dom geram dengan jawab-jawaban Adley...baru ia akan melayangkan tinjuan kepada Adley anak buahnya melapor..


"Tuan, Wanita yg anda cari lima tahun yg lalu saat ini berada di Mall XX.."lapor salah satu anak buah Dom..


Dom diam, dengan tangan yg masih di udara .."tangkap dia, tutup semua akses keluar dan masuk Mall itu..jangan biarkan ada yg keluar walau semut sekali pun "perintah Dom.


"Kakak ."gumam Adley..


"Kenapa? tanpa kau memberi tahuku, anak buahku dapat menemukannya bukan..

__ADS_1


"Kau terlalu percaya diri tuan Dom, kakakku tidak ada di kota ini, bahkan dia tidak akan pernah mau kembali ke kota terkutuk ini.."Ujar Adley keras, namun hatinya merafal banyak doa, agar wanita yg mereka temukan bukanlah kakak yg dimaksud mereka..


"Oh, jadi selama ini kau sembunyikan dia di kota lain, aku akui kau memang hebat dapat menyembunyikannya hingga lima tahun..


"Frey, ayo kita pergi..."perintah Dom.


"Baik Tuan.."Dom dan Frey pun pergi meninggalkan Adley yg sedang merafal doa untuk kakak dan keponakannya..


*


*


*


*


"Mami, apa papiku setampan pria yg ada di poster itu? "Kiera menunjuk poster yg terpampang besar di dalam Mall yg mereka kunjungi..Aaera mengunjungi Mall tersebut dengan tujuan ingin membelikan hadiah untuk adik dan orang yg telah menolong dan membantu adiknya..


Deg


Aaera bergeming, ia tidak menyangka jika poster yg putrinya tunjuk itu adalah ayahnya sendiri.


"I-itu...Papimu lebih tampan dari pria itu.."jawab Aaera terbata..


"Apa kau sedang berbohong padaku, mam? "tebak Kiera yg sudah faham akan sifat ibunya.


"Hei..kau selalu menuduhku dengan segudang keburukan, apa kau tidak takut jika aku tersinggung dengan perkataanmu.."Seru Aaera tak terima.


"Tapi Expressmu mengatakan seperti itu.."jawabnya santai.."Atau kau malu, mengatakan jika papiku sangat jelek..


"Siapa bilang papimu jelek, dia sangat tampan, bahkan poster itu tidak ada apa-apanya dengan wajah aslinya.."ujar Aaera kelepasan..


Kiera diam, ia mengulang mencerna perkataan ibunya.."Apa mami kenal dengan pria yg berada di poster itu?


"Ah, i-itu...ya, siapa yg tidak mengenal pria nomor satu di kota ini.."dalihnya..


"Mam, aku ingin memiliki papi setampan dia.."pinta Kiera..


" Hei...kenapa kau sangat sembarang bicara.."Seru Aaera .


"Dia sangat tampan, bahkan dady Sam, kalah ketampanannya oleh pria di poster itu, mam apa kau tidak melihat, mata pria itu sangat mirip dengan mataku, "Kiera terus mengoceh, tentang pria yg ada di poster itu..


"Hentikan Kiera.."bentak Aaera emosi..membicarakan pria itu membuat Aaera menjadi emosi..ia jadi mengingat kembali kejadian lima tahun yg lalu, dimulai ia dinodai hingga kematian ibunya..


"Mam.."Ucap Kiera berkaca-kaca. ini kali pertama ibunya membentaknya..


Aaera tersentak dengan bentakannya sendiri, bagaimana bisa ia membentak putrinya karena pria brengsek itu.."Kie, maafkan Mami, mami tidak mengerti kenapa mami jadi membentakmu.."ujar Aaera menyesal..dipeluknya Kiera yg sudah ingin mengeluarkan air mata..


"Aku berjanji tidak akan membicarakan masalah papi lagi..tapi apakah aku boleh meminta pada tuhan, agar papiku menghampiriku didalam mimpi ketika aku tidur nanti..."Pinta Kiera yg sudah menangis..


."Tentu saja boleh sayang...tuhan akan mengabulkan permintaan mu itu..sekarang mari kita pulang, mami sudah tidak sabar ingin berjumpa dengan pamanmu.."Ajak Aaera..


"Ok mam, let's go.."Jawab Kiera kembali ceria.


Aaera menghembuskan napasnya seraya berjalan di belakang putrinya yg sudah kembali ceria, bagaimana bisa ia memiliki putri sepintar ini, bahkan setiap berargumen Aaera selalu kalah telak oleh putrinya itu..


"Loh kenapa pintu keluarnya tidak dapat dibuka? Tuan berbadan besar, kenapa pintunya ditutup, apa Mall ini sudah di tutup? "Kiera bertanya pada pria berdan besar dan tinggi yg menjaga pintu keluar.


Namun pria itu bergeming tanpa membalas celotehan dan pertanyaan Kiera.."Tuan tubuh besar apa kau tidak dapat bicara, kenapa kau diam saja,? kata dadyku jika orang lain bertanya kita tidak boleh diam saja.."Kiera terus bicara.


"Kie.."panggil Aaera, Aaera melihat ada yg tidak beres dengan orang-orang yg ada dihadapannya saat ini..karena semua pria berbadan tinggi berseragam hitam itu terus mengawasi geraknya.."Kie ..ayo kita pergi ke minimarket lagi sepertinya mami melupakan sesuatu.."Ajak Aaera waspada .


"Aaera Alsava.."panggil Dom


"Deg"


Aaera bergeming..ia masih mengenal betul suara pria yg baru saja memanggil namanya itu.


*


*


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2