Tuan Dom

Tuan Dom
Sedikit demi sedikit terungkap.


__ADS_3

Dom dan anak buahnya masuk kedalam rumah tuan Frans dengan mudah, mereka menjadi heran.."Tuan sepertinya ada yg tidak beres disini.."Frey merasakan ada yg janggal dengan mudahnya mereka masuk..


"Ya kau benar, aku juga merasakan hal sama.


"Prok-prok-prok..."Tuan Frans bertepuk tangan saat Dom masuk kedalam jebakannya.


Dom tersenyum.."Tidak kusangka kau adalah dalang dari semua yg terjadi..kau terlalu berani paman.."Ujar Dom tersenyum menyeringai.


"Dom, tiga belas tahun bukan waktu yg sebentar, kau tau aku sangat menantikan hari ini, "Tuan Frans ikut ternyum.


"Dimana kau menyembunyikan ibuku? "tanya Dom to the point.


"Waah, kau memang tidak pernah berubah,Dom. kau selalu terburu-buru, mari kita bermain-main terlebih dahulu, sebelum kau bertemu dengan dua wanita yg ada pada diriku.."Tuan Frans sengaja membuat Dom kesal.


"Paman, aku tidak suka bermain-main, lepaskan ibuku, jika kau berani menyentuhnya kau akan tau akibatnya.."Dom memberi ancamam untuk Frans yg selama ini ia anggap adalah paman yg baik.


"Kau selalu sombong Dom, harus kau tau semua kendali ada padaku saat ini, jika kau berani sedikit saja membuat aku kesal, maka mamimu yg malang itu akan aku jatuhkan tepat dihapanmu, "Tuan Frans melirik keatas dimana nyonya Feronica di ikat dengan mulut yg ditutup..


"Euumm.."Nyonya Feronica membrontak diatas sana, ia mencoba berteriak..namun apa daya, mulut di sumpal dengan tangan terikat membuat nyonya Feronica tak dapat melakukan apa-apa.


Melihat ibunya di ikat di atas crane membuat Dom berang..."Mami.."Panggil Dom terkejut.."Kau..... beraninya kau memperlakukan ibuku seperti itu, "Dom marah dengan wajah yg memerah, ia hendak berjalan menuju ibunya, namun baru satu langkah Crane itu di turunkan dengan cepat hingga membuat ibu Dom berteriak tanpa suara..


Dom berhenti saat melihat ibunya diturunkan dengan cepat.."Hentikan.."teriak Dom..


"Satu langkahmu, kematian untuk mamimu, Dom.."Ucap tuan Frans tersenyum menyeringai.


"Kurang ajar kau Frans. dasar kau gila."Ujar Dom marah.


"Kau akan melihat kegilaanku yg lain Dom, kau terkenal pintar, hebat, apapun kau bisa lakukan, namun dimataku kau hanyalah seorang manusia bodoh yg tidak berguna..bahkan untuk mengungkap pembunuh ayahmu saja kau tak becus, jika aku tidak memberi tahumu, kau selamanya tidak akan tahu, dan disini aku ingin memberimu surprise besar..yg akan membuatmu berlutut untuk aku menghabisimu, dan melepaskan mereka.."Tuan Frans bicara berbelit-belit membuat Dom tidak dapat mencerna setiap kata yg di ucapkan dirinya.


"Baiklah keluarkan..."Frans memberi perintah kepada anak buahnya untuk mengeluarkan Kiera.."Aku akan membuat pilihan untukmu, gadis kecil itu, atau ibumu yg harus aku habisi terlebih dahulu.."Tanya Frans masih setia dengan senyumnya...


"Eumm..."Nyonya Feronica menggeleng diatas sana..


Dom mendongkak, ia tak mengerti dengan apa yg ingin di ucapkan ibunya..


"Apa mau paman? akan ku berikan apapun yg kau inginkan, asalkan kau lepaskan ibuku dan gadis kecil itu.."Ujar Dom mengalah..


"Aku ingin nyawamu, dan seluruh keluargamu..


"Paman, aku sudah memperlakukanmu dengan baik kenapa kau lakukan ini terhadap ibuku, ibuku selalu menghargai dan memperlakukan dirimu dengan baik, kenapa kau membalas semuanya dengan cara seperti ini..


"Buuk.."Tuan Frans memberi pukulan kepada Dom, "karena ayahmu dengan keserakahannya telah menghabisi putra dan istriku dengan cara yg sangat menyakitkan.."jawab Tuan Frans marah, kini wajahnya sudah berubah, tuan Frans yg sedari tadi tersenyum kini menapakan wajah kemarahan.."Karena ayahmu aku harus kehilangan Alex dan istriku..aku akan melakukan hal yg sama dengan apa yg ayahmu lakukan terhadap putra dan istriku. "jelas tuan Frans.


"Kau gila Frans, mereka mati karena kecelakaan, ayahku sudah berusaha menolongnya, namun keadaan memang tidak bisa menyelamatkan mereka.."Dom berteriak mengingatkan kembali kejadian tiga belas tahun yg lalu.


Tuan Frans kembali tersenyum.."Ya, kau dapat bicara seperti itu karena kau tidak ada disana, kau hanya menonton kejadian itu semua dari kejauhan..Aku tahu Deon sengaja membunuh putraku, karena dia tidak ingin ada pesaing untuk putranya dimasa depan, dengan melenyapkan nyawa putraku kau akan menjadi yg terdepan, dan itu semua karenamu.."Tuan Frans berteriak marah..


Dom menggeleng, "Jadi karena itu kau menghabisi ayahku dan selalu berusaha menghancurkan perusahaan ayahku? "


"Dom..Dom..Dom.."Ucap Jonas.."Kau masih seperti dulu selalu serakah dan dan sok berkuasa.."Seru Jonas, tiba-tiba.


"Jonas, kau masih hidup? "ucap Dom terkejut..


"Hahaha, "Jonas tertawa keras, "Kau terkejut? tentu saja aku masih hidup..aku kembali untuk membalaskan dendam adikku yg telah di lenyapkan oleh ayahmu..tapi sebelumnya aku ingin bermain-main terlebih dahulu dengan orang nomor satu yg disegani di kota ini, yg aku dengar orang yg kuat tidak mudah di kalahkan..."Jonas menantang Dom..


"Mami-mami, aku ingin bersama mami, paman tampan tolong bawa aku kepada mami, aku takut disini,mereka orang-orang jahat, mereka membentak-bentak aku dan granny, mereka juga memukul granny semalam, mereka orang jahat, paman tampan selamatkan aku dan granny, mereka bilang, mereka akan menjatuhkan granny di hadapan paman tampan.."Kiera bicara mengadukan apa yg ia lihat dan ia dengar kepada Dom


"Diam kau anak haram.."bentak Jonas.


Jonas menarik Kiera seperti mengangkat barang, ia angkat tubuh Kiera dengan satu tangannya.."Dasar anak haram cerewet, aku akan membungkam mulutmu secepatnya jika kau tak mau diam."bentak Jonas.


Kiera diam, ia menangis ketakutan tanpa suara...


Dom merasa sangat sakit melihat gadis kecil dihadapannya diperlakukan seperti itu.."Jonas lepaskan gadis itu, kenapa kau memperlakukannya seperti itu.."Dom geram ia menggempalkan tangannya kuat-kuat.

__ADS_1


"Sepertinya batin seorang ayah sedang meronta, "Cibir Jonas.


Dom melirik Frey memberi isyarat, jika anak buahnya sudah ada di tempat yg sudah mereka rencanakan, tinggal menunggu Jonas, Frans dan anak buahnya lengah..


Jones menurunkan Kiera dengan cara yg kasar, "seharusnya kau tak hidup saat kecelakaan itu anak sialan.."Ujar Jonas menghempaskan tubuh kiera dengan kasar..


"Huwaa..."Kiera menangis, saat Jonas menghempaskan tubuhnya ke lantai.


Tangan Dom menggempal hingga kuku-kukunya memutih ia tak terima ada yg memperlakukan gadis kecil dihadapannya seperti itu..


"Kenapa Dom, kenapa kau terlihat sangat marah? apa kau tau dia adalah anak haram? "ucap Jonas tersenyum menyeringai.


"Jones lepaskan anak itu.."Ucap Dom marah..


"Ha ha ha ha..."Jones tertawa keras, ia mengejek Dom yg tidak dapat melakukan apa-apa. "Sebaiknya kau turunkan oktafmu saat bicara denganku Dom, karena jika sedikit saja kau menyinggung perasaanku, aku tidak akan segan-segan menurunkan ibumu dari ketinggian dengan cara yg sangat tragis.."Ucap Jones dengan ancaman.


Dom terlihat sangat kesal, terlihat jelas napasnya turun naik, "Jika kau berani menyakiti ibuku kau akan menyesalinya seumur hidupmu jonas.."Ucap Dom geram.


"Dom , kenapa kau selalu sombong walau dengan keadaanmu sedang kesulitan.."cibir Jonas menggeleng.


"Mami..."Isak Kiera..


Dom melihat iba kepada gadis kecil dihadapannya rasanya ia ingin sekali memeluknya, dan mengatakan kau akan baik-baik saja, namun apa daya, mereka memegang kendali nyawa ibunya..


Frey mengangguk pelan kepada semua anak buahnya yg bersembunyi, lalu beralih melihat kepada Dom, "Sekarang, "Perintah Frey pada semua anak buahnya..


"Dor-dor-dor.."Suara tembakan menggema di telinga Kiera, ia menjerit ketakutan dengan menutup kedua telinganya.."Tenanglah gadis kecil kau aman.."Ujar Dom memeluk kiera dengan erat..sekarang ayo ikut paman, "Dom mengajak Kiera mendekat pada ibunya..


"Dom, "nyonya Feronica memeluk Dom penuh haru, nyonya Feronica tak sengaja melihat Kiera berada di belakang Dom, ia melepaskan pelukannya dari Dom, lalu beralih memeluk Kiera, "Cucu granny, apa kau baik-baik saja sayang.."nyonya Feronica beralih memeluk Kiera.


"Tuan awas, "Frey berteriak sambil menghadang anak buah tuan Frans yg hendak memukul Dom.


"Kurang ajar, kau berani kepadku.."Ujar Dom, langsung menghadiahi sebuah pukulan, yg membuat anak buah Frans langsung terkapar..


"Duarr..."Suara ledakan menggema disekitar kediaman tuan Frans.hingga merentuhkan bangunan miliknya.


"Mami aku takut.."Ujar Kiera menangis..


"Hei, tenanglah sayang, semuanya akan baik-baik saja.."nyonya Feronica memeluk Kiera dengan erat..


"Ayo mam, kita keluar dari sini, "Dom membawa ibunya dan Kiera..


"Duarr..."


Lagi-lagi suara ledakan menggema..."Dom, rumah ini akan runtuh bagaimana caranya kita akan keluar.."Ujar nyonya Feronica khawatir..


"Mami tenang ok..kita akan keluar dari sini, aku akan menyelamatkan mami.."Tutur Dom.."kemari biar gadis kecil itu aku yg menggendongnya, mami ikuti aku saja.."Dom mengambil alih Kiera yg di gendong ibunya..


"Dor...


"Aww..."Satu peluruh mengenai lengan kiri milik Dom, Dom menurunkan Kiera dari gendongannya, lalu ia mengikat luka yg terkena tembakan dari anak buah tuan Frans..


"Dom, kamu tidak apa-apa nak?.."tanya nyonya Feronica khawatir..


"Aku tidak apa-apa mam, sekarang bersembunyilah, mereka masih mengincar kita.."


"Tuan, apa kau baik-baik saja.."Frey menghampiri tuannya setelah berhasil menembak orang yg telah melukai tuannya..


"Frey, bawa ibuku dan gadis kecil ini, aku akan mencari Pria tua itu, aku akan menghabisinya sekarang juga.."perintah Dom..


"Tapi tuan---


"Bawa pergi ibuku dan gadis ini, "Perintah Dom tak terbantahkan, "disini sangat berbahaya, jika mereka sudah aman kembalilah kita selesaikan semua ini sekarang.."Dom kembali memberi perintah pada Frey..


"Baiklah tuan, tapi sebelum saya pergi, saya akan mengambil peluru yg bersemayan pada lengan tuan.."Ujar Frey..

__ADS_1


"Hmm..ayo lakukan.."Dom mengambil pisau yg di selipkan di kakinya, lalu ia keluarkan, setelah itu ia bakar pisau itu seusai panas ia congkelkan kepada luka yg ada pelurunya..


Dom terlihat menahan napas saat pisau itu dimasukan kedalam lukanya oleh Frey ..tidak berapa lama peluru itu dapat di keluarkan, setelah peluru dikeluarkan Frey langsung membungkus lukanya dengan sobekan kemejanya ..


"Tuan berhati-hatilah..anak buah Frans sangat banyak dan terlatih.."Frey memberi pesan pada tuannya..


"Hhmm.."jaga ibuku dan anak itu, jangan sampai mereka terluka.."perintah Dom..."Mam, jaga diri mami, ikutlah bersama Frey, aku akan menemui si tua bangka itu.."lanjut Dom..


"Baiklah nak, Hati-hati..jaga dirimu baik-baik mami akan menunggu kabar baik darimu.."nyonya Feronica memeluk Dom sambil menangis..


"Apa paman tampan akan menangkap orang-orang jahat itu, "Kiera ikut bicara..


Dom tersenyum, "Betul, paman akan menangkap orang-orang yg sudah menyakitimu, ok Gadis kecil, ibu dan pamanmu sedang menunggumu di depan, berhati-hatilah.."Ujar Dom membelai rambut Kiera penuh sayang..


"Dom, ada yg perlu mami tanyakan, dan bicarakan padamu.."ujar nyonya Feronica.


"Kita akan bicara nanti setelah semuanya selesai, mami pulanglah dulu, aku akan menyusul...kita akan bicara nanti ok.."Setelah bicara kepada ibunya, Dom langsung pergi mencari tuan Frans yg bersembunyi ntah dimana..


"Dley, ayo kita masuk, Kiera pasti dalam bahaya, "Aaera memaksa Adiknya agar mau masuk menemaninya kedalam rumah yg sudah terlihat hancur karena ledakan bom yg dilakukan oleh Jonas.


"Kak, didalam sangat berbahaya, kau dengar banyak suara tembakan yg menggema, aku takut terjadi apa-apa terhadamu.."tolak Adley..


"Baiklah, jika kau tidak mau, biar aku sendiri saja yg masuk.."Aaera terpaksa harus mengabaikan pesan Dom, untuk diam diri ditemapt yg Dom katakan..


"Kiera..."panggil Aaera.."kiera.."panggilnya kembali..


"Nona Aaera, kenapa anda masuk, bukankah tuan Dom sudah berpesan agar anda diam disana ,"Frey yg mendengar suara Aaera langsung menghampirinya..


"Mami-mami.."Kiera berlari menghampiri ibunya, ia langsung memeluk ibunya penuh haru.


"Kie, apa kau baik-baik saja nak? apa mereka melukaimu? apa ada yg sakit? "Aaera membordir pertanyaan kepada putrinya..


"No, mami, Granny melindungiku dengan baik granny tidak membiarkan satu orang pun menyentuhku.."Jawabnya polos..


Aaera melihat kearah nyonya Feronica, ia sedikit terkejut, namun keterkejutan Aaera tidak seberapa dengan rasa terkejut yg dirasakan nyonya Feronica..


"Aaera?..."gumam nyonya Feronica


"Nyonya Feronica " ujar Aaera pelan.."Nyonya "panggil Aaera


"Aaera, apa kau mami Aaera yg dimaksud oleh Kiera? "tanya nyonya Feronica tak percaya..


"Ya, betul nyonya, Kiera adalah putri saya.."jawab Aaera tak memiliki rasa curiga sedikit pun..


"Aaera, maaf atas semua yg telah dilakukan oleh Dom terhadapmu, maaf telah menelantarkan Kiera, "nyonya Feronica langsung berhambur memeluk Aaera


Aaera bergeming, ia terbengong, bagaimana bisa nyonya Feronica tau tentang ini? tidak ada yg tau tentang ini selain Adley, Samuel dan dirinya.."Nyo- nyonya apa yg nyonya katakan, "Aaera mencoba menampik kata-kata nyonya Feronica.


"Dia putri Dom, kan? Aaera tanpa kau mengatakannya aku juga bisa menebaknya, karena wajah Kiera adalah wajah Dom sewaktu kecil..kenapa kau menanggu semuanya sendiri? kenapa kau tidak menceritakan semuanya padaku? "nyonya Feronica memegang bahu Aaera yg terlihat gemetar karena menahan tangis.


"Nyonya, saya mohon jangan ambil putri saya, saya tidak bisa hidup tanpa dia, saya mohon.."Aaera bersimpuh di kaki nyonya Feronica.


Frey ikut terkejut dengan pengakuan Aaera, bukan Frey tidak tahu jika wanita yg ada di hadapannya ini adalah wanita lima tahun lalu yg di renggut paksa kesuciannya, namun ia terkejut, jika wanita yg ada dihadapannya ini memiliki anak dari tuannya..pantas dia melihat ada yg aneh pada tuannya ketika ia melihat tuannya marah saat melihat gadis kecil itu diperlakukan tidak baik, ternyata tuannya itu memiliki ikatan batin seorang ayah terhadap putrinya.


"Aku tidak sekejam itu Aaera.."ujar nyonya Feronica. "Bangunlah, kita harus pergi dari sini, kita tidak bisa menunggu Dom disini.


"Begitukah nyonya, "Timpal Adley "jika memang kalian tidak sekejam itu, kenapa Tuan Dom mengejar kami, bahkan dia yg menyebabkan mobil kami terjun bebas ketebing, dan akibat kecelakaan itu ibuku meninggal, dan aku cacat.."Seru Adley marah..


*


*


*


*

__ADS_1


**Bersambung..


Chapter ini aku sedikit lelah untuk berpikirnya, karena aku jarang nonton film-film action. jadi sebelum nulis aku sempatin nonton film action dulu. maaf ya jika kurang memuaskan ceritanya**.


__ADS_2