
"Kau ingin aku memohon seperti apa?
"Kau bisa mengatakan padaku, jika kau menerima tawaranku.
"Tawaran? tawaran apa? "ulang Aaera..
,
"Pernikahan..
.
"Jangan bicara omong kosong.aku sudah mengatakan aku sudah menikah, bahkan aku telah memiliki seorang putri, jadi berhenti bicara omong kosong, "Ujar Aaera keras.
"Oya, jika begitu dimana suamimu, ? aku akan pertimbangkan penawaran lain padamu, jika kau memang sungguh-sungguh memiliki suami.."tantang Dom.
"Mami...mami .."Teriak Kiera memanggil Ibunya..
"Kiera? Kiera..."Panggil Aaera.."Kiera.."Aaera mengejar Kiera yg sudah dibawa seseorang yg tidak dikenal..
"Mami, tolong aku, aku tidak ingin ikut dengan paman ini.."Kiera berteriak diiringi dengan tangisan..yg kini sudah mulai menjauh
"Kiera, "Panggil Aaera berlari mengejar putrinya yg sudah menjauh dibawa seseorang menggunakan mobil.."Kiera jangan pergi, nak. "Aaera terduduk lemas memanggil kiera yg sudah menjauh..
Dom terkejut, sekian detik baru ia tersadar, "Penjaga kejar mobil itu.."perintah Dom..
Para penjaga langsung mengemudikan mobil lalu mengejar mobil yg sudah tak terlihat yg membawa Kiera..
"Kiera, "Panggil Aaera menangis.
"Kau, pasti dalang dari semua ini, kan? kembalikan putriku, kembalika.."tuduh Aaera kepada Dom.
"Omong kosong, kau selalu bicara omong kosong, apa keuntunganku menculik putrimu..
"Kami baru kembali ke kota ini, kami juga tidak mengenal orang-orang disini, hanya kau yg selalu menggangguku, pasti kau yg telah merencanakan ini semua, kembalikan putriku, kembalikan..
"Aku tidak ada hubungannya dengan penculikan putrimu, tapi aku akan berbaik hati untuk membantumu menyelamatkan putrimu.
"Tolong selamatkan putriku, sebagai gantinya aku berjanji akan menuruti semua keinginanmu, aku mohon, "Kini Aaera memohon kepada Dom.
"Baiklah, sekarang kau pulanglah saja dulu, anak buahku akan segera menemukan putrimu.
"Aku akan menunggunya disini, aku tidak bisa tenang jika dia belum ditemukan.
"Baiklah kau bisa masuk kedalam rumahku, kau bisa menunggunya disana, "Ntah mengapa Dom merasa sangat gelisah saat melihat Kiera dibawa pergi oleh beberapa orang tadi.
"Aku akan ikut mencari putrimu, kau tunggulah disini, "Dom memutuskan pergi, ia merasa sangat gelisah saat ini..
"Tuan Dom, aku akan ikut denganmu, "pinta Aaera.
"Tidak, sebaiknya kau diam dan tunggu disini, aku berjanji akan segera menemukan putrimu dan membawanya kepadamu.
"Tapi aku sangat mencemaskannya, dia akan menangis saat mendengar bentakan, dia juga akan menangis jika ada yg menyentuhnya, putriku akan menangis berkepanjangan, tolong ijinkan aku ikut denganmu, aku berjanji tidak akan melakukan hal bodoh saat bersamamu, aku mohon.."Aaera terus memohon dengan segudang permohonan.
"Tidak.. kau akan tetap disini, kita belum tahu siapa orang yg telah menculik putrimu, dan apa motif penculikan ini, aku akan mencari tahu terlebih dulu, setelah itu baru bertindak.."Dom menolak permohonan Aaera, ia akan menyelidiki terlebih dulu motif penculikan ini..
*
*
*
*
*
"Hahah, Aku sudah mencarimu lebih dari empat tahun putri Dom, "Ujar Pria tua mendekat kepada Kiera.
"Jangan menyentuhku, kau orang jahat.."Kiera marah saat seseorang mencengkram wajahnya..
__ADS_1
"Wow, kau sangat mirip dengan Dom waktu kecil dulu, apa kau tidak takut padaku?.."pria tua itu tersenyum menyeringai, saat melihat netra gadis kecil yg kini ada dihadapannya.
"Kau sangat mirip dengan ayahmu, kau tahu aku sangat membenci ayahmu, aku akan menyakiti semua anggota keluarganya, sama halnya dengan kakekmu yg telah menghabisi keluargaku, istriku dan putraku, dia harus membayar mahal untuk semua itu, kau akan menjadi umpanku setelah ayahmu masuk kedalam perangkapku, kau juga harus mati seperti kakekmu membunuh putraku, "
"Papiku sedang berada di rumah surga, dia tidak akan kembali kesini, papi dan kakekku orang yg baik, mereka tidak akan menyakiti siapapun, aku mau pulang lepaskan aku, tanganku sakit, paman tua tolong biarkan aku pulang, aku ingin bertemu mami.."Setelah selesai biacara Kiera menangis, ia sangat takut di tempat yg kumuh dengan beberapa orang yg ia tidak kenal.
"Apa ibumu tidak pernah bercerita jika rumah yg kau kunjungi tadi adalah rumah ayahmu,? apa dia juga tidak bercerita jika ayahmu masih hidup, dia adalah pria brengsek yg sudah menghancurkan kehidupan ibumu.."Pria tua itu terus mempengaruhi Kiera.."Kau telah di tipu oleh ibumu sendiri gadis kecil.."lanjut pria itu tertawa senang.
"Mamiku tidak seperti itu, kau jangan menjelek-jelekan mamiku, jika mamiku tahu kau akan mendapat omelan darinya..paman aku ingin bertemu mami, lepaskan aku aku tidak ingin di tempat seperti ini aku ingin bertemu mami..."Kiera kembali menangis..
"Kau sangat berisik, berdoalah agar kau bisa kembali bertemu dengan ibumu dalam keadaan bernyawa, karena aku tidak berjanji akan mempertemukanmu bersama ibumu dalam keadaan hidup, aku akan mempertemukanmu nanti setelah ayahmu datang menemuimu, dan setelah itu aku akan menjadikan momen haru, antara putri dan ayahnya saling mengenal satu sama lain itu akan sangat mengharukan, oh apa kau mengenal tuan Dom?
"Dia adalah ayahmu, ayah yg ibumu katakan sudah pergi kesurganya tuhan.."lanjut pria tua tersebut masih dengan senyuman menyeringai.
"Aku tahu, tapi Paman tampan bukan papiku. kau bohong..mami tidak pernah mengatakan jika paman tampan itu adalah papiku..
"Kau bisa tanyakan langsung pada ibumu yg ceroboh itu..
"Paman jangan mengatai mamiku, "Kiera melihat tajam kearah pria tua itu, wajahnya berubah serius, takala ada seseorang yg mengatai ibunya, ia terus pandangi pria tua itu menandakan jika ia tidak suka jika ada orang lain mengati ibunya adalah wanita yg ceroboh. walau pada kenyataannya ibunya memang ceroboh.
Pria tua itu tersenyum, "Kau tau, tatapanmu persis seperti Dom sewaktu kecil dulu, dan aku benci itu.."Ujarnya merubah Expresi menjadi menyeramkan.
"Wuaaa.."Kiera yg balik ditatap tajam oleh pria itu menangis, "aku ingin pulang, aku ingin bersama mami, paman tua menakutkan, aku ingin mami, mami aku ingin bersama mami, mami..mami..mami.."Kiera menangis kencang dengan memanggil-manggil nama ibunya..
"Urus dia, dia terlalu berisik.."perintah pria tua itu.
"Diamm.."bentak salah satu anak buah pria yg menculik Kiera..
Seketika Kiera diam, tangan dan kakinya bergetar karena takut..hanya isakan-isakan kecil yg keluar dari mulutnya..,"Mami, aku sangat takut berada disini, mami datanglah jemput aku.."Kiera bicara dengan bergumam..
*
*
*
*
"Tuan, penculik itu sama dengan orang yg tiga belas tahun lalu pernah kita cari, dia kembali lagi sekarang..
"Apa? lantas apa motif mereka menculik putri dari Aaera? "potong Dom..
"Maafkan kami tuan, kami belum mengetahui motif dari penculikan yg dilakukan orang itu.."jawab anak buah Dom menunduk."Mereka mempunyai pergerakan yg sangat cepat dan tidak mudah untuk di lacak.."lanjut anak buah Dom melapor.
"Aku yakin dia adalah orang yg selama ini aku cari, ikuti terus pergerakannya, aku ingin informasi yg lebih banyak lagi tentang orang itu.."perintah Dom.
"Tuan..dimana putriku? "Timpal Aaera kepada anak buah Dom.
"Maafkan kami nyonya, kami belum berhasil membawa putri anda kembali.."jawab anak buah Dom.
"Apa? kemana mereka membawa putriku, aku mohon tuan cari dan temukan putriku, dia akan terus menangis jika bersama orang yg tidak ia kenal, tolong temukan putri saya, saya mohon.."Aaera bersimpuh dihadapan anak buah Dom sambil menangis.
"Nyonya, jangan seperti ini, kami sedang berusaha menyelidiki keberadaan putri anda, sebaiknya anda tunggu saja kabar dari kami.."Ujar anak buah Dom sungkan.
Dom menggeleng pelan mengisyaratkan agar anak buahnya itu pergi meninggalkan Aaera dan dirinya.."Apa kau tidak berniat untuk menghubungi ayah dari putrimu? "tanya Dom..
Aaera mendongkak dengan tatapan nanar, ia tak menjawab, ia lebih memilih menangis sebagai jawaban..
"Tenanglah, aku mengerti perasaanmu, tapi ada baiknya kau menghubungi suamimu, dia berhak tahu keadaan putrinya saat ini, aku akan turut membantumu..kau bisa tinggal disini..sekarang aku akan pergi, masih banyak hal yg harus aku urus.
"Tapi Tuan--
"Jika kau ingin bantuanku, sebaiknya kau diam, dan turuti perkataanku, "Seru Dom dingin..
Aaera diam menunduk, saat ini tidak ada hal yg bisa ia lakukan selain menurut..setelah Dom pergi Aaera langsung mengambil hanphonenya, ia langsung mencari kontak bernama SAM, setelah itu langsung menghubunginya.
"Sam, Kiera di culik seseorang, sampai saat ini belum juga di temukan, "Aaera bicara diiringi tangsian saat panggilannya telah terhubung.
"Apa? " Sam terkejut dengan ucapan Aaera, " sekarang kau tenanglah Aae, aku akan segera menemuimu disana tapi kau harus tenang.
__ADS_1
"Sam, aku tidak bisa tenang, aku tidak bisa berpikir, aku takut terjadi sesuatu keoada Kiera, kau tau bukan kiera, jika dia bersama orang yg tidak ia kenal dia akan terus menangis..Sam aku takut, aku takut.."Keluh Aaera menangis..
"Ssttt...sudah, kau tenanglah, jika kau tenang, kau akan mudah untuk berpikir, ok..sekarang kau diamana, apa kau sudah bertemu dengan Adley?
"Aku ditempat Tuan Dom, aku bermaksud untuk menjembut Adley di kediaman Tuan Dom, karena Adley saat ini sedang di sekap oleh tuan Dom, tapi sebelum aku menemui Adley ada beberapa orang membawa Kiera.."Aaera menceritakan semua kejadian pada Sam..
"Kurang ajar, pasti pria brengsek itu yg telah menculik Kiera, "tuduh Sam..
"Tidak Sam, bukan Tuan Dom..dia tidak menculik Kiera,."
"Aae, apa Dom sudah mengetahui jika Kiera adalah putrinya? "selidik Sam..
"Tidak, Sam..dia tidak mengetahuinya..tapi dia berjanji akan membantuku untuk mencari Kiera.
"Dia tidak mengetahuinya? tapi dia ingin membantumu untuk mencari kiera, Aaera ini sangat mencurigakan, Pria brengsek itu pasti sedang merencanakan sesuatu untuk dirimu, Ah sudalah, aku akan menyusul kalian sekarang juga..kamu harus selalu berhati-hati kepada pria itu,ok..aku tutup dulu..
Seusai bicara dengan Sam, Aaera diam, ia memutuskan duduk sambil menunggu Dom membawa kabar baik untuk dirinya.
*
*
*
*
"Apa? ini tidak mungkin..Paman Frans tidak mungkin dalang dibalik semua ini.."Dom menggeleng, ia ingin membohongi dirinya sendiri dengan mengatakan jika pendengarannya salah.
"Tuan, semua bukti mengarah kepada tuan Frans, saat ini tuan Frans ada di kota ini, dan ternyata dia tidak pernah meninggalkan kota ini tuan, tuan Frans masih berada di kota ini hanya saja dia tinggal di tempat yg jauh dari pemukiman warga..tuan Frans membuat rumah dan seperti markas disana, kami tidak dapat masuk kedalam, karena penjagaan disana sangatlah ketat.."Lapor salah satu anak buah Dom..
"Frey.."Mata Dom melihat tajam kepada Frey.."apa kau sudah memiliki mengetahui periahal paman Frans selama ini? "Dom bertanya penuh selidik.
"Maafkan saya tuan, bukan maksud saya menyembunyikan ini semua dari tuan, hanya saja saya belum mendapatkan bukti yg kuat, untuk mengatakan ini semua pada tuan, karena saya tahu betul tuan sangat menghormati tuan Frans."jelas Frey..
"Buukk.."satu pukulan mendarat di wajah Frey.."Aku sudah katakan padamu, apapun informasi tentang yg kau dapat mengenai ayahku, beritahu aku, kenapa kau menyembunyikan nya dari ku..jangan menjadi manusia yg tak berguna Frey, karena aku tidak butuh manusia yg tidak berguna.."Dom bicara dengan intonasi tinggi..
"Jika kau tidak dapat ku andalkan, sebaiknya kau pergi dan carilah pekerjaan lain, karena aku tidak membutuhkan orang sepertimu.."lanjut Dom marah, baru kali ini Dom begitu marah pada Frey, biasanya Dom selalu memberi pengertian jika Frey gagal dalam misinya, namun ntah kenapa kali Dom begitu marah saat ini..
"Maafkan saya tuan, bukan maksud saya ingin menyembunyikan ini semua dari tuan, hanya saja saya masih ragu, saya mengetahui itu semua semenjak lima tahun yg lalu, saya menemukan pesan masuk kedalam ponsel milik nyonya Galena dari tuan Frans, namun saya belum begitu yakin, karena setelah itu saya tidak dapat melacak kembali pergerakan tuan Frans ..dan kemaren saya dan yg lain kembali menemukan bukti baru, mengenai tuan Frans. kami menemukan ini tuan, "Frey menyerahkan sebuah map kepada Dom.
Dom membuka map tersebut dengan ragu, seraya melihat kepada Frey..Dom membulatkan mata, setelah ia melihat dan membaca isi map tersebut.."Jadi dia benar-benar terlibat dalam pembunuhan ayahku, "Ucap Dom marah.."Kurang ajar, aku mencari keseluruh kota untuk mendapatkan bukti, ternyata pelakunya adalah orang yg sangat dekat dengan keluargaku.."lanjut Dom geram.
"Bodoh kau Frey, jika kau memberi tahuku lebih awal, aku pasti bisa mengungkap semuanya juga lebih awal, hubungi para penjaga di kota X perketat penjagaan, aku yakin dia saat ini sedang mengincar ibuku juga..tapi apa hubungannya dengan putri wanita itu? kenapa frans menculik gadis kecil itu? "lanjut Dom bertanya, ia heran dengan pergerakan frans kali ini,
"Tuan, maafkan saya, saya hanya tidak ingin memberi bukti yg tidak memuaskan untuk anda, setelah ini saya akan segera bergerak untuk menangkap tuan frans.."
"Jadi ke jadian-kejadian yg terjadi kepadaku selama ini, itu semua perbuatan pria tua bajingan itu! apa penggelapan yg dilakukan Adley juga itu atas perintah Frans juga?..Frey ikut dengan menemui penghianat itu.."perintah Dom..
*
*
*
*
"Apa lagi yg ingin kalian lakukan? lepaskan aku dari sini, aku ingin menemui kakak dan keponakanku, lepaskan aku.."teriak Adley.
Dom menatap tajam kepada Adley, "katakan padaku.. apa Frans yg telah membantumu untuk menggelapkan uang perusahaan? "tanya Dom penuh intimndasi.
"Sudah kukatakan, aku tidak menggelapkan uang siapapun, aku tidak melakukannya, apapun dan lagi orang yg kau sebutkan tadi aku tidak mengenalnya.."
*
*
*
*
__ADS_1
**Bersambung.
Di like ya jangan di anggurin jempolnya, lumayan kan buat semangat si babang Dom**.