
Setelah kepergian Adley Aaera nampak diam saja, ia kembali memikirkan apa yg tadi Adley dan dirinya bicarakan. "Apa aku harus memberi tahu tuan Dom soal ini? tapi aku ragu, tuan Dom orang yg sangat dingin dan kejam, jika aku memberi tahunya, aku takut dia akan menembak kepala ayah. "gumam Aaera.
"Beri dia pelajaran, pastikan dia menyesal karena telah berani menemui Adley dan juga istriku. "Perintah tuan Dom melalui sambungan telephone kepada seseorang di sebrang sana.
"Papi, apa kau masih lama didalam sana? "panggil Kiera. karena saat ini tuan Dom sedang berada di dalam ruangan kerja, sedangkan Kiera tadi berada di ruang keluarga.
"Tidak sayang papi sudah selesai, "Tuan Dom keluar dari ruangannya "ayo kita lanjut lagi permainan yg belum selesai, "jawab tuan Dom kembali melanjutkan permainan game yg belum selesai.
"Jika pria tua itu berani melakukan hal buruk kepada Aaera dan juga Adley akan ku buat dia cepat menemui dewa kematian. "Ucap tuan Dom dalam hati, ia nampak diam dan itu membuat Kiera kembali menjadi pemenang untuk kedua kalinya.
"Yeeyyy.. aku menang lagi, "Seru Kiera senang. "Kau kalah lagi, pi. bukan sudah ku peringatkan tadi, kau tidak akan pernah menang melawanku, "Cibir Kiera bangga pada dirinya.
"Ya, papi akui, jika kau memang pandai dalam hal ini, tapi harus kau tau, itu akan menjadi kemenangan terakhirmu, karena setelah ini, papi akan membuatmu kalah. "Jawab tuan Dom sambil mengacak rambut putrinya.
*
*
*
Di tempat lain anak buah tuan Dom sedang memberi peringatan kepada ayah Aaera.
"Siapa kalian, kenapa kalian menangkapku? "tanya ayah Aaera marah.
"Aku datang ingin memberi peringatan kecil untukmu, jika sekali lagi kau berani mengusik keluarga tuan kami, kau akan tau akibatnya. "Ancam salah satu anak buah tuan Dom. "Hajar dia "lanjutnya memerintah anak buahnya yg lain.
"Hei, kalian bisa bicarakan hal ini dengan baik-baik, aku tidak mengenal bos kalian, tolong jangan lukai aku. "Pinta ayah Aaera dengan permohonan.
Tidak ada yg menanggapi semua permohonan ayah Aaera, mereka terus menghajar tubuh ayah Aaera hingga babak belur, setelah mendapat perintah berenti dari bos mereka, mereka pun berhenti. "Cukup, sepertinya itu sudah cukup membuat dia mengerti semuanya, "Ucap bos yg di percaya oleh tuan Dom.
"Apa kesalahanku? kenapa kalian menghajarku? dan siapa bos kalian? "tanya ayah Aaera lemah.
"Kau tidak perlu tahu siapa bos kami, yg harus kau ingat adalah satu, jangan pernah datang atau mengganggu nyonya Aaera dan tuan Adley lagi, jika kau sekali lagi berani menemui mereka, maka kau harus bersiap untuk bertemu malaikat kematian pada hari itu juga, "Ancam anak buah tuan Dom.
Ayah Aaera terkekeh mendengar jawaban orang yg telah memukulinya, "Bagaimana mungkin ada larangan untuk orang tua menemui anaknya, mereka putra dan putriku, aku berhak menemui mereka kapan pun, dan tidak mungkin putra dan putriku yg telah menyuruh kalian untuk menghajarku, karena mereka sangat menyayangiku, mereka tidak akan pernah membiarkan seseorang melukaiku. sekarang katakan dengan jelas, siapa orang yg telah mengirim kalian? "tanya ayah Aaera menatap tajam kearah anak buah tuan Dom. tidak ada rasa takut yg ia rasakan saat, dengan beraninya ia menatap tajam wajah pria sangar yg ada dihadapannya.
"Buuk, "satu pukulan mendarat tepat di wajah ayah Aaera, "Aku tidak suka bermain-main, kau hanya harus mengikuti apa yg ku katakan, jika kau berani menemui nyonya Aaera dan tuan Adley lagi akan ku pastikan kau tidak akan pernah dapat bicara lagi. "Ancam anak buah tuan Dom kembali. "Patahkan kakinya, lalu tinggalkan. "perintahnya pada anak buahnya yg lain. setelah memerintah anak buahnya ia pun pergi meninggalkan ayah Aaera yg mulai ketakutan.
"Tolong jangan lakukan itu, aku berjanji tidak akan-- Aahhh "Jeritan ayah Aaera menggema takala kakinya mendapat pukulan dari benda tumpul yg sangat keras, bagi anak buah tuan Dom, perintah tuannya adalah hal mutlak, permohonan seperti apapun yg dilakukan target tidak akan membuat mereka merubah niat mereka.
Seusai membuat luka di kaki sebelah kiri ayah Aaera, mereka semua pergi meninggalkan ayah Aaera begitu saja, raungan kesakitan tidak membuat mereka menjadi iba.
__ADS_1
"Anak sialan, berani-beraninya kalian melakukan ini padaku! "Umpay ayah Aaera marah ditengah-tengah rasa sakitnya. setelah mengumpat dan amarahnya mulai meredup ia pun merogoh saku celananya kemudian menghubungi anak buahnya agar menjemputnya.
*
*
*
Setelah sampai dikediamannya, ayah Aaera langsung mendapat perawatan, melihat kakinya yg begitu mengkhawatirkan ia menggempalkan tangannya keras-keras, dan sudah di pastikan kaki sebelah kirinya tidak akan berpungsi dengan normal lagi, jika memang bisa kembali normal pun pasti memerlukan waktu yg tak sebentar.
"Sial, dulu aku masih sedikit kasihan pada kalian, karena ditubuh kalian masih mengalir darahku, namun kali ini jangan harap kalian bisa lolos dariku, aku akan membuat kalian seribu kali lebih sakit dari yg kurasakan, "Ujar ayah Aaera marah, bukan rasa takut akan ancaman yg ia dapat beberapa saat yg lalu, namun kini besar keinginannya untuk menghabisi putra dan putrinya.
"Bawa mereka kehadapanku secepatnya, akan ku buat mereka kembali merasakan siksaan demi siksaan yg mereka rasakan dulu. "perintah ayah Aaera kepada anak buahnya.
*
*
*
Seusai mengobrol dengan Aaera, Adley menemui tuan Dom di ruang kerjanya, karena tuan Dom mengatakan ada yg ingin ia bicarakan dengan adik iparnya itu.
"Ada yg bisa saya bantu tuan? "tanya Adley saat setelah sampai diruangan tuan Dom.
"Ayah! "ulang Adley. "Maksud tuan? "tanyanya bingung.
"Aku sudah memerintahkan beberapa orang untuk memberinya peringatan agar tak mengganggu kau dan juga Aaera lagi, dan aku harap kau tidak memberi tahu Aaera tentang ini.
"Apa? tuan mengirim seseorang? tuan, mengingat sifatnya saya tidak yakin dia akan takut dengan peringatan yg di berikan oleh anak buah tuan, saya khawatir dia akan melakukan hal lebih buruk lagi kepada kakak, dia adalah manusia psikopat, dia tidak pernah takut dengan apapun, atau siapapun, dengan tuan memerintah orang lain untuk memberinya peringatan. saya takut dia merencanakan hal yg lebih buruk untuk kakak. "jawab Adley khawatir.
"Kau tenang saja, Aaera dan Kiera akan aman terlindungi disini, dan jika kekhawatiranmu sampai terjadi, akan ku pastikan dia tidak akan pernah melihat cahaya lagi. "ujar tuan Dom. "Hanya saja kau yg harus menjaga dirimu sendiri, karena info yg ku dapat, ayahmu adalah sekelopok mafia kejam, dia memiliki banyak anak buah, "lanjut tuan Dom.
"Ya tidak heran jika dia memiliki keberanian yg begitu besar, dia memiliki kekuasan, tapi jika dia memang memiliki kekuasan seperti itu, kenapa dia datang ketempat saya hanya meminta uang senilai seratus juta? bukankah untuk kekuasan yg dia miliki sekarang, uang seratus juta itu tak ada nilainya? "Ucap Adley bingung.
"Itu hanya strategi dia untuk mencari informasi tentangku, aku yakin dia mengenaliku saat beberapa hari bertemu denganku dan Aaera di pantai, selain mafia mereka juga sekelopok penipu ulung, jadi kau harus tetap waspadah. "Jawab tuan Dom mengingatkan adik iparnya.
"Lantas apa yg harus saya lakukan tuan?
"Bersikaplah biasa saja, namun kau harus tetap selalu waspadah, kau harus berpura-pura tidak tahu apapun agar tak menarik perhatiannya.
"Baiklah tuan, saya mengerti, saya titip kak Aae pada tuan, tolong untuk selalu menjaga dan melindungi Kiera dan kakak, "jawab Adley, kemudian pamit.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan pulang Adley terus memikirkan ucapan demi ucapan yg disampaikan oleh bos sekaigus tuannya itu, sekarang ia merasakan ke khawatiran yg begitu besar, ayahnya tidak pernah menyerah dengan apa yg telah menjadi tujuannya, dan dia tidak akan pernah membiarkan orang yg ikut campur dengan rencannya, apalagi mendengar tadi tuan Dom menyuruh beberapa anak buahnya untuk memberi peringatan, bukan, bukan peringatan, namun lebih kepada ancaman, dan mengingat sifat ayahnya, Adley tak yakin jika ayahnya akan takut.
"Ciiiitttt. "
Belum selesai ia berperang dengan pikirannya, dua mobil datang menghadangnya. Adley bergeming dengan bola mata yg melebar.
Tanpa basa basi dua pria tinggi besar memecahkan kaca mobil milik Adley, kemudian menarik paksa Adley untuk keluar dari mobilnya.
"Hei, apa yg kalian lakukan? dan siapa kalian? "tanya Adley marah sekaligus terkejut. "Lepaskan, "Ujar Adley mencoba melepaskan diri dari sekelopok pria besar yg tidak ia kenal.
"Masuk dan jangan banyak bicara, "Perinta pria tinggi botak yg terlihat sangar.
"Tapi siapa kalian? ada urusan apa kau denganku? aku tidak mengenalmu, aku juga-
"Banyak bicara, Buuk.."satu pukulan mendarat tepat di wajah Adley, dan itu mampu membuat Adley langsung terkapar pingsan. "Dasar pria lemah. "Cibir pria bertubuh tinggi dan besar itu.
*
*
*
"Kau-- "Ucap Adley geram.
"Ya aku, kau lihat kakiku akibat ulahmu, "jawab ayah Aaera menatap tajam.
"Hah, "Adley tersenyum mengejek. "Sepertinya karmamu sudah mulai datang "Cibir Adley tersenyum penuh kepuasan.
"Kurang ajar, "Ujar ayah Adley geram, "Beri dia pelajaran karena sudah berani membuatku kesal. "perintahnya kepada anak buahnya.
Anak buah ayah Adley langsung memberi beberapa pukulan hingga membuat Adley terbatuk.
"Hentikan, "Ucap Adley mencoba menghalu tangan anak buah ayahnya yg terus menghajar tubuhnya.
"Cukup ."Ayah Adley memerintah anak buahnya untuk berhenti memukuli putranya. "Adley.! nama itu aku yg memberikan dua puluh tujuh tahun yg lalu untukmu, waktu itu aku sangat bahagia karena akhirnya aku dapat di karuniayai seorang putra, namun mengingat ibumu adalah wanita murahan, aku tidak yakin jika kalian adalah anak-anaku, "Ujar ayah Adley tersenyum masam, mengingat masalalunya.
Adley ikut tersenyum saat mendengar perkataan ayahnya, "Jika memang aku bukan anakmu sungguh aku akan berterima kasih kepada tuhan, "Jawab Adley tersenyum mengejek.
Sorot mata ayah Adley memancarkan gegelapan, sungguh ia tidak suka akan jawaban Adley. Dadanya terlihat naik turun menahan rasa kesal. "Anak kurang ajar, seharusnya dari dulu aku melenyapkanmu beserta ibumu yg murahan itu. "Ujarnya menatap tajam hingga bola matanya seperti hendak meloncat dari tempatnya.
"Kau memang pria tidak berguna, untuk menilai istrimu sendiri pun kau tak bisa, bagaimana bisa kau jadi seorang ayah! walau pun aku tau ibuku bukanlah seorang wanita yg kau ucapkan tadi, tapi aku berharap diwaktu itu ibu melakukannya dengan laki-laki lain, karena sumpah demi apapun aku tidak ingin ada darahmu mengalir di tubuhku walau hanya sedikit karena aku sangat benci dengan pria brengsek sepertimu. "Ujar Adley tenang
__ADS_1
"Bedebah, kurang ajar, anak sialan, akan ku bunuh kau. "Seru ayah ayah Adley marah.