Tuan Dom

Tuan Dom
Dimana kekuasan itu?


__ADS_3

"Kiera "Panggil Aaera setelah bangun dari pingsannya.


"Kau sudah bangun. "Ucap tuan Dom yg setia menemani Aaera.


"Mana Kiera? "tanya Aaera cemas.


"Aku akan menjemputnya nanti pagi, sekarang baru pukul tiga pagi, sekarang kau lanjut saja istirahat, jika kau sakit aku tidak akan membawa Kiera kembali, tapi jika kau menurut, aku berjanji akan membawa putri kita kembali secepatnya. "jawab tuan Dom serius.


"Tuan tolong segera bawa Kiera kembali, aku tidak bisa tenang jika belum melihatnya. "pinta Aaera penuh permohonan.


"Kiera juga putriku, Aaera. bagiku Kiera adalah segalanya, aku pasti akan membawanya kembali secepatnya. jadi tolong untuk tenang, aku sudah tau keberadaan Kiera sekarang, aku dan anak buahku sedang melakukan strategi untuk mengambilnya, aku tidak ingin ada kekerasan saat mengambil Kiera, karena aku takut itu akan membuat Kiera menjadi trauma. sekarang lebih baik kau istirahat, aku juga akan menemanimu disini. tapi sebelum kau tidur kembali, minumlah obat yg di berikan dokter padamu terlebih dahulu.


"Ucap tuan Dom, sambil memberikan obatnya.


Aaera dengan patuh menerima obat yg tuan Dom berikan lalu meminumnya.


"Jangan berpikir terlalu banyak, semuanya akan baik-baik saja, jika Kiera kembali melihat kau sakit, dia akan sedih, "ujar tuan Dom mengusap buku jemari Aaera.


"Ish jangan pegang-pegang. " Tolak Aaera menjauhkan tangannya dari tuan Dom.


Dom menatap lekat wajah istrinya, lalu menarik napas pelan, sekarang di pegang pun tak mau, tadi siang di peluk diam-diam aja. pikir tuan Dom. " Maaf " jawab tuan Dom pelan. "Tidurlah. "lanjut tuan Dom memerintah.


Aaera melirik sekilas wajah suaminya, ia membuang napas pelan, "Apa dia marah padaku? "gumam Aaera yg baru mengingat jika pria yg saat ini ada dihadapannya sekarang adalah suaminya.


"Eum, apa kau juga tidak ikut tidur? "tanya Aaera pelan.


Dom melirik sekilas, lalu bangun dari duduknya, "Aku belum mengantuk, kau tidurlah saja. "ucapnya seraya berjalan hendak meninggalkan kamar.


"Tuan Dom, "panggil Aaera. "Maafkan aku jika-- "Aaera memberhentikan ucapannya, "Eum, jika membuatmu tidak nyaman "Lanjutnya sekenannya.


Dom berbalik melihat Aaera, kemudian tersenyum samar, "Kau dan Kiera adalah sebuah warna di dalam rumah ini, kau sama sekali tidak membuat aku tidak nyaman, malah sebaliknya, aku bersyukur karena memilikimu dan juga Kiera. aku harap setelah ini kita dapat hidup dengan baik. "Jawab tuan Dom. lalu pergi meninggalkan kamarnya.


Sesampai diluar kamar tuan Dom mengerutkan dahinya bingung, ia pikir adik iparnya sudah pergi, dan ternyata adik iparnya itu masih ada di dalam kediamannya, "Adley kau masih disini? "tanya tuan Dom heran.

__ADS_1


"Tadi-- "Adley menjeda ucapannya. "Tadi sebelum saya pergi, saya mendapat telphone dari Sam, tuan.. ternyata dia tidak main-main dengan ucapannya lewat pesan singat itu, dia akan mengembalikan Kiera jika kak Aaera bersedia ikut dengannya. "Ucap Adley lemah.


"Dan aku tidak akan menyerahkan Aaera kepada nya, jika aku menyerahkan Aaera, itu sama saja aku menyerahkan mereka berdua, kau tau betul, Aaera pasti akan lebih memilih pergi bersama Kiera, kemana pun Kiera pergi, dia berada disini pun itu semua karena Kiera, "tanya tuan Dom datar.


"Tuan, saya tahu ini salah, tapi, Sam melakukan itu karena dia sangat menyayangi Aaera dan Kiera, dia hanya belum bisa menerima keadaan sekarang, saya yakin secepatnya dia akan menyadari semua kesalahannya, berikan dia waktu sedikit lagi untuk berpikir. "Ujar Adley hati-hati.


"Sekarang apa kau bisa bicara kepada kakakmu seperti itu? mengetahui Kiera di culik saja Aaera sudah seperti itu, bagaimana jika dia tahu bahwa di balik penculikan ini adalah sahabatnya sendiri? kau pasti lebih mengenal kakakmu dari pada aku, dari itulah aku memintamu untuk bicara padanya, karena aku masih menghargai dia. karena jika aku yg bicara, sudah di pastikan dia akan kehilangan kedua tangannya karena dia sudah berani menyentuh dan mengambil milikiku tanpa permisi, siapapun yg berani mengusik keluargaku, dia harus menerima akibatnya, dan Samuel juga harus menerima itu, karena dia sudah berani mengusik kehidupanku. "Ujar tuan Dom datar.


Flash back.


"Dley, aku tahu kau sudah mengetahui semuanya, ini urusanku dengan tuan Dom, sebaiknya kau tidak terlibat dalam hal ini, aku mencintai Aaera, dan kau pasti sudah tahu itu, aku hanya ingin mengambil milikku yg telah di rampas oleh pria itu.


"Apa maksudmu Sam? kakakku pingsan dia tak sadarkan diri, dia menangis sepanjang hari, hingga saat ini kakakku masih tak sadarkan diri, dia memikirkan keberadaan putrinya yg menghilang tanpa kabar, dan kau bilang aku tidak harus ikut campur, keponakanku hilang dan kakakku tak sadarkan diri itu semua karenamu, dan aku harus diam, yg benar saja sam. "Sahut Adley emosi.


"Aku hanya ingin mengambil hakku yg telah pria itu rampas begitu saja apa itu salah?


"Tentu itu salah Sam, jika kau sedari dulu berusaha untuk mendapatkan hati kakakku, sekarang kau tidak akan kehilangan mereka.


"Dulu aku menghargai keputusan Aaera yg menolakku, karena alasannya tidak ingin menikah, tapi kenapa alasannya berubah? kenapa ucapnya yg seakan tak terbantahkan itu ia ingkari sendiri, dia hanya pergi beberapa saat saja, kenapa dia dengan mudah menerima pria itu, sedangkan aku yg telah bersamanya selama bertahun-tahun tidak ia hiraukan, aku sudah berusaha untuk mengajaknya menikah, dia selalu menolaku dengan alasan tidak ingin menikah, dan aku harus mendapatkan kabar yg sangat mengejutkan saat Aaera meminta ijin untuk menikah hanya karena alasan Kiera, itu adalah alasan yg bodoh, kau tahu bukan tanpa pria brengsek itu, hidup Kiera selalu bahagia, tapi kenapa mereka berdua meninggalkan aku begitu saja setelah apa yg telah aku banyak mengorbankan semuanya untuk mereka. mereka membuangku tanpa ingin melihat penderitaanku.


"Kau bodoh Sam! bodoh...bagaimana bisa kau melakukan pertukaran antara Aaera dan Kiera? bukan hanya tuan Dom yg akan murka karenamu, namun kakak juga akan membencimu, dia akan sangat membencimu, jika dia tahu jika kaulah orang yg telah menculik Kiera. "Jawab Adley marah.


"Kenapa Dley? jika hal lembut tidak dapat memiliki Aaera, maka hal yg menjijikan pun aku akan lakukan untuk mendapatkan Aaera, jika cara halus tidak bisa mendapatkan cinta Aaera, aku akan mencoba cara yg dia pernah katakan, melakukan semuanya demi Kiera, aku ingin melihat apakah dia mau menikah denganku demi untuk melihat putri kecilnya kembali. "Lanjut Samuel.


"Kau gila Sam, ini bukan dirimu, kau tau ini salah, tapi kenapa kau melakukan ini, kau harus--


Percakapan itu terpotong, saat sambungan telephone disebrang sana di matikan oleh Samuel, Adley yg sudah tidak dapat bicara lagi dengan sahabatnya itu menjambak rambutnya bingung, kenapa hanya karena seorang wanita sahabat yg ia kenal memiliki hati yg lembut dan lapang itu bisa menjadi jelmaan psikopat seperti ini, bagaiman jika Samuel tetap meneruskan rencananya? tuan Dom pasti akan membuat perhitungan, dan yg Adley tahu perhitungan yg tuan Dom lakukan adalah perhitungan akhir, yg dimana seseorang yg mendapat perhitungan dari kakak iparnya itu kematian atau cacat seumur hidup. dan Adley tidak mau itu terjadi kepada sahabatnya.


flesh on.


"Aku sudah memberimu kesempatan untuk bicara padanya, tapi sepertinya dia mengabaikan kesempatan itu, jadi jangan salahkan aku jika membuatnya tau dimana seharusnya dia bertindak. "Ujar tuan Dom dingin.


"Tuan, tolong berikan saya waktu sebentar lagi, Samuel hanya sedang marah, dia melakukan ini semua karena ada alasannya, tolong berikan saya kesempatan sekali lagi untuk bicara dengannya.

__ADS_1


"Empat jam... jika pukul tujuh pagi dia tidak menyerahkan Kiera padaku pukul tujuh pagi, maka harus dia tahu aku akan membuatnya tau dimana dia harus bertindak. "


"Sam? apa yg kalian bicarakan adalah Samuel? apa Samuel yg telah menculik Kiera? apa itu benar? "tanya Aaera dengan berteriak.


"Aaera "


"Kakak.


Ucap tuan Dom dan Adley secara bersamaan. kini wajah tuan Dom dan Adley terlihat terkejut, karena pasalnya mereka berdua tidak ingin Aaera tahu terlebih dulu jika Samuel lah dibalik hilangnya Kiera, namun mereka berdua kecolongan ternyata Aaera telah berdiri di tempat yg tak jauh dari mereka semenjak mereka bicara.


"Katakan! kenapa kalian diam? apa benar yg membawa pergi Kiera adalah Sam? "lanjut Aaera bertanya dengan meluap-luap.


"Kak tenanglah, "Adley mencoba menenangkan kakaknya.


"Tenang kau bilang Dley! bagaimana aku bisa tenang, Kiera menghilang dan yg telah mengambil putriku adalah sahabatku sendiri, dia mengambil putriku tanpa memberi tahuku, dia membuatku menangis sepanjang hari karena khawatir, sekarang kau bilang aku harus tenang, tidak Dley aku tidak bisa tenang.


"Dan kau tuan Dom, kenapa kau diam saja, jika kau tahu putriku menghilang dan yg mengambil putriku adalah Sam, kenapa kau diam saja, dimana kekusaanmu yg selalu kau banggakan itu,? kenapa untuk mengambil Kiera dari tangan Sam saja kau harus melewatkan hingga tujuh belas jam, mana kekuasan yg selalu kau banggakan itu hah. "Lanjut Aaera marah.


"Aku bisa saja membawa Kiera kembali padamu saat ini juga, tapi apa kau akan memaafkanku jika aku bertindak. "jawab tuan Dom serius. "Aku bisa saja membawa Kiera kehadapanmu dengan kekuasaanku hanya dengan satu tembakan saja di kepalanya, namun apa kau bisa menerima itu? "lanjut tuan Dom menatap lekat manik Aaera.


"Glek.."Aaera menelan salvianya dengan susah. Ia baru ingat jika suaminya sudah bertindak maka kematianlah yg akan di dapatkan oleh musuhnya.


"Apa kau mengijinkan aku untuk menghilangkan nyawa pria yg telah mengurusmu dan juga Kiera dengan tanganku? "lanjut tuan Dom.


Aaera kembali menelan salvianya, kali ini salvia yg ia telan sangat susah untuk ia telan, pasalnya kata-kata suaminya itu benar-benar membuat ia tidak dapat berbuat apa-apa.


"Kenapa kau diam,! apa kau ingin aku mememecahkan kepalanya dengan satu tembakan dan semuanya selesai? "Kembali suara tegas itu bertanya .


Aaera menggeleng lemah, "Jangan, jangan lakukan itu, jangan sakit Sam, jika yg Sam inginkan adalah aku, aku akan menuruti keinginannya, tapi tolong jangan sakiti dia, dia-- "Aaera menangis hingga tak melanjutkan ucapannya..


Dom membanting barang yg ada didekatnya, ini yg ia takutkan, jika Aaera mengetahui keinginan pertukaran yg Samuel tawarkan Aaera yg selalu berpikiran pendek itu pasti akan memilih hal yg bisa ia lakukan.


Aaera terjengkit kaget melihat kemarahan suaminya, ia bergeming tanpa melakukan apa-apa, yg ia rasakan saat ini hanya rasa terkejut dan takut melihat raut wajah suaminya yg terlihat menggelap.

__ADS_1


"Berpikir dengan bijak Aaera, jika kau menyerahkan diri untuk menjadi pertukaran, apa kau pikir kau akan bisa berjumpa dengan Kiera lagi? tidak Aaera, jika kau memilih untuk pergi bersama dia, maka aku tidak akan pernah mengijinkan Kiera bisa berjumpa denganmu lagi. "Ujar tuan Dom marah. lalu pergi meninggalkan Aaera dan Adley begitu saja.


__ADS_2