
Tuan Dom terbaring di atas hospital bed dengan keadaan tak sadarkan diri, dan itu membuat Frey terlihat khawatir.. "Tuan saya mohon bertahanlah.. "Ujar Frey khawatir.
"Tunggulah diluar, kami akan melakukan tindakan operasi kepada pasien, "Dokter yg akan menangani Dom mengusir Frey dari ruangan perawatan.
"Dok.. tolong selamatkan tuan saya, saya mohon.. "Pinta Frey memelas.
"Kami akan melakukan yg terbaik, tolong bekerja samalah.. "pinta dokter kembali mengusir Frey.
Frey mengangguk patuh, ia keluar dari ruangan perawatan yg akan menjadi ruang operasi untuk tuannya.. setelah keluar dari ruangan, wajah Frey menghitam, aura gelap terlihat nyata di wajahnya, "Dua kali kau menembak tuanku, aku akan membuat kau merasakan sakit yg tak terkira. Jonas "Ucapnya marah.
Mendengar penjelasan dokter tadi jika operasi akan dilakukan selama lima sampai dengan enam jam, Frey pun memutuskan untuk pergi ketempat dimana anak buahnya sedang mengejar Jonas, kali ini ia tidak ingin gagal lagi mengangkap Jonas, orang yg telah membuat tuannya terluka bahkan saat ini tuannya sedang berjuang melawan maut. "Tuan bertahanlah, aku berjanji akan membawa dia kehadapanmu. "Gumam Frey
*
*
*
Sementara di kota A, Kiera tiba-tiba terbangun dari tidurnya.. "Papi panggilnya keras di barengi tangisan.
Aaera yg masih menonton televisi diruang keluarga bersama Adley terjolak kaget, mereka secara bersamaan berlari menuju kamar Kiera.
"Kie.. "panggil Aaera khawatir.
"Kiera ada apa? "timpal Adley yg sama khawatirnya.
"Mami.. aku bermimpi papi pergi dan tidak akan kembali lagi. "Adunya menangis.
Aaera menarik napasnya lega. ia duduk disebelah Kiera lalu membelai rambut putrinya. "Itu hanya mimpi, mimpi adalah bunga tidur, kamu tidak perlu khawatir sep--
"Jika mimpi adalah Bunga tidur, seharusnya mimpi itu hal yg indah, "Potong Kiera. "tapi kenapa mimpiku sangat menyeramkan, ada yg ingin melukai papi, dan dia juga membawa papi untuk pergi, dan papi juga berkata tidak akan kembali lagi.. aku takut mih, ayo hubungi papi, tolong pastikan jika papi sekarang baik-baik saja. "pinta Kiera menangis.
"Kie, ini sudah larut mungkin papimu sudah tidur, kita akan menghubungi papimu besok pagi, jika kau menghubunginya sekarang kau akan mengganggu waktu istirahatnya. "Aaera mencoba memberi pengertian kepada putrinya.
"Tapi aku sangat khawatir padanya, mimpi itu terlihat sangat nyata, "Adunya masih keukuh ingin menghubungi papinya..
"Mami janji, besok pagi kita akan menghubunginya, sekarang kamu lanjutkan tidur lagi, ini sudah sangat larut, aku akan menemanimu tidur. "Ucap Aaera mencoba membujuk putrinya.
"Baiklah, tapi kau haru berjanji padaku, jika besok kau akan menghubungi papiku. "Ujar Kiera memastikan.
"Tentu saja, aku tidak pernah mengingkari janji, jadi kau bisa memegang janjiku. "Seru Aaera menyakinkan putrinya.
"Dasar kau Tuan Dom keparat, bahkan putriku tidak percaya padaku, dan itu karena mu, aku benci padamu tuan Dom sombong, angkuh, dingin, aku benci padamu, gara-gara dirimu, cinta Kiera jadi terbagi untukmu. aku akan membalasmu nanti, Umpatnya dalam hati.
"Yasudah kalian segeralah tidur, aku juga akan tidur. "Ucap Adley.
"Hmm.. "Jawab Aaera dengan gumaman.
*
*
*
"Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, jika aku tidak dapat menangkapmu malam ini, aku akan mengakhiri hidupku dengan memecahkan kepalaku dengan pistolku sendiri, "Ucap Frey yg sudah dapat menangkap Jonas.
Jonas tersenyum mengejek, "Walau aku harus mati sekarang aku akan menerimanya dengan suka rela, karena tujuanku sudah tercapai, "Ucap Jonas tersenyum sinis
"Oh kau salah besar, aku tidak akan membunuhmu, aku hanya akan memberi sedikit pelajaran untukmu, Dan ini pelajaran pertama untukmu, Dor.."satu tembakan tepat mengenai bahu dimana Jonas juga menembak tuannya di bagian itu.."Dor, "satu tembakan lagi mendarat di bahu yg sebelahnya..dan kini kedua bahu Jonas mengeluarkan darah yg mengalir tanpa henti..
"Uh.. "rintihnya, merasakan sakit yg luar biasa. belum selesai merintih satu tembakan lagi mendarat di pangkal pahanya.
__ADS_1
"Dor "
"Aw.. "Jonas menutup Matanya merasakan sakit yg luar biasa.
"Sebenarnya aku ingin menembak di bagian kepala dan juga jantungmu, tapi itu akan membuatmu mati dengan mudah, dan itu akan membuat tuanku tidak dapat membalaskan dendamnya, kau tau tuanku ingin membuatmu merasakan sakit perlahan hingga kau bersujud meminta tuan Dom membunuhmu. "Ujar Frey tersenyum sinis.
"Hahaha, "Jonas tertawa keras dengan menahan rasa sakit yg ia rasakan "sepertinya kau lupa akan sesuatu, Frey, setelah kau menemuinya nanti, kau hanya akan melihat jasadnya, karena racun yg ku berikan adalah racun yg mematikan, karena racun itu akan mematikan sel didalam tubuhnya dalam waktu lima belas menit. dan kau dengan bangganya mengatakan jika tuanmu akan menghukumku setelah ini, kau terlalu percaya diri Frey, "Cibir Jonas tertawa keras.
"Tutup mulutmu bajingan, "teriak Frey memukulkan pistolnya tepat di dahi Jonas, dan itu sukses membuat Jonas terkapar pingsan.
"Bawa dia ke markas, pastikan dia sadar kembali "perintah Frey kepada anak buahnya.
Sedangkan dirumah sakit Dom masih tidak sadarkan diri, namun dokter menyatakan jika operasinya berjalan dengan lancar, dan tuan Dom juga sudah melewati masa keritisnya..
Fray yg baru kembali langsung menghampiri dokter yg menangani operasi tuannya. "Dok bagaimana keadaan tuan Dom ? "tanya Frey serius.
Dokter tersenyum, "Operasinya berjalan dengan lancar, tuan Dom sudah melewati masa keritisnya, anda dapat melihatnya nanti setelah tuan Dom di pindahkan keruang rawat. "jawab dokter membuat Frey menghela napas tenang..
"Terima kasih dokter, terima kasih. "Ujar Frey berulang-ulang.
*
*
*
Pukul tujuh pagi Kiera sudah terbangun, ia menepuk-nepuk pipi ibunya yg masih terlelap. "Mami bangun, ayo bangun. "Ucap Kiera menepuk pipi, lalu menggoyang-goyangkan tubuh ibunya agar segera membuka matanya.
"Ish, kau ini mengganggu saja. "Keluh Aaera, namun ia kembali memmejamkan matanya dengan mengubah posisi membelakangi Kiera.
"Ish, kau ini, ayo bangun, ini sudah pagi, kau telah berjanji padaku, jika kau akan menghubungi papi Dom, ayo ini sudah pagi, jangan beralasan lagi terhadapku. "Ujar Kiera terus bicara seraya menarik-narik lengan ibunya.
"Dasar kau ini, sebenarnya kau ini anak siapa? aku yg melahirkanmu, tapi kenapa kau terlihat lebih menyayangi pria itu dari pada aku. "Seru Aaera kesal.
"Lihat saja bahkan cinta yg kau punya di bagi dua dengan rata, aku tidak mau, kau harus menyayangi aku lebih dari papimu, jika kau menyamakan cintamu untukku dan dia, aku tidak akan menghubungi dia. "Ancam Aaera kesal.
"Ya tuhan ada apa dengan mamiku ini, "gumam Kiera menggeleng tak mengerti.
"Baiklah, kau memiliki lima persen lebih banyak dari papiku, "jawab Kiera mengalah..
"Apa? hanya lima persen lebih banyak darinya! no aku tidak mau, "Ucapnya seperti anak kecil.
Kiera menarik napasnya pelan, "Baiklah kau enam puluh lima persen, dan papiku hanya tiga puluh lima persen, apa kau puas? "Ujar Kiera mengalah.
"Nah begitu dong, jika kau bersikap baik seperti itu, aku akan dengan senang hati menghubungi papimu yg telah berani mengambil cinta putriku sebanyak tiga puluh lima persen. "Ucap Aaera, ternya ia masih tidak terima jika tuan Dom masih memiliki tiga puluh lima persen cinta putrinya.
Dengan malas ia menekan tombol berkontak nama si perebut cinta, itulah nama kontak yg ia sematkan di dalam hanphonenya. dan tidak Lama panggilan langsung di jawab di sebrang sana.
"*Selamat pagi nona. "Jawab seseorang disebrang sana,
Aaera mengerutkan dahinya bingung, karena suara yg mengngkat panggilannya berbeda, ia kembali memeriksa nama kontak, benar nama kontak yg sama seperti beberapa hari yg lalu ia menghubungi si perebut cinta. "Tidak salah "gumamnya masih setia memandang layar yg ber profilkan pria membelakangi*.
"Halo nona, halo.. "Suara di sebrang sana terus memanggil .
"Eh, "Aaera baru tersadar. "Ya halo, maaf saya sedang bicara bersama siapa? "tanya Aaera penasaran.
"Ini saya Frey nona, nona ada kabar buruk, tuan Dom saat ini sedang dirawat dirumah sakit, tuan Dom terkena tembakan dan beliau harus di operasi. "jelas Frey.
"Lantas? "jawab Aaera membingunkan Frey disebrang sana.
"Bukannya bagus jika dia mati saja, jadi Kiera tidak akan membagi-bagi cintanya "Gumam Aaera tersenyum senang, "Namun setelah beberapa saat ia tersadar jika ucapannya sangat kejam. "Ish, kenapa aku memiliki hati yg jahat seperti ini, bagaimana mungkin aku mendokan kematian untuk orang lain, kau sangat kejam Aaera. "Aaera merutuki dirinya sendiri.
__ADS_1
"Mami ada apa? "tanya Kiera bingung melihat maminya diam, kemudian tersenyum, berikutnya ibunya itu memukul kepalanya hingga berulang-ulang.
"Ah tidak ada apa-apa. tunggu mami ingin bicara dulu dengan tuan Frey, "Ujar Aaera kembali fokus pada ponselnya
"Halo tuan Frey maaf bukan maksudku- "Ucapannya terhenti, tak berselang lama ia kembali bicara. "lantas bagaimana keadaannya sekarang? "tanya Aaera
"Sampai saat ini tuan Dom belum juga sadarkan diri. nona bolehkah saya meminta tolong kepada nona? "tanya Frey hati-hati, karena pasalnya sewaktu Aaera membawa nona Kiera pergi dari mansion tuannya dengan pertengaran .
"Apa? "tanya balik Aaera.
"Mih aku ingin bicara dengan papi, "Pinta Kiera menarik-narik ujung baju yg dikenakan oleh Aaera.
Sebentar kie, ini bukan papimu, tapi ini tuan Frey. kau akan bicara dengan papimu nanti ok, sekarang biarkan mami bicara terlebih dahulu bersama tuan Frey. "Ucap Aaera.
"Katakan tuan Frey. "lanjut Aaera.
"Begini nona, tuan Dom saat ini sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, saya ingin meminta nona membawa nona kecil ke kota B, mungkin dengan adanya nona kecil, akan membuat tuan sadar lebih cepat, saya mohon nona, "Pinta Frey dengan penuh permohonan.
"Tapi tuan Frey -- "Aaera melihat pada wajah polos putrinya, ia menghela napas pelan. "Akan ku usahakan datang. "jawabnya mengalah, ia tidak bisa terus-terusan egois, Kiera harus tau keadaan papinya saat ini.
"Terima kasih nona, saya akan mengutus beberapa orang untuk menjemput anda dengan menggunakan pesawat pribadi milik tuan Dom, tolong anda persiapkan diri, "Ucap Frey semangat.
"Apa yg harus aku katakan pada Sam? Sam pasti tidak akan mengjinkan aku dan Kiera pergi ke kota B lagi. "gumam Aaera.
"Mami, kenapa kau tidak membiarkan aku bicara dengan papiku,? aku ingin bicara dengannya, tapi kau malah bicara dengannya tanpa memberi kesempatan untuk bicara, "rajuk Kiera sudah berkaca-kaca.
"Kau akan bicara langsung kepadanya nanti setelah sampai di kota B, sekarang persiapkan dirimu, kita akan pergi ke kota B sekarang, "Ucap Aaera, yg langsung mendapat sorakan senang dari kiera.
"Bahkan dia dapat merasakan jika papinya sekarang sedang melawan maut. "gumam Aaera menghela napas.
"Sam "Panggil Aaera. Aaera tampak canggung setelah mendengar pernyataan cinta dari Samuel ia merasa bersalah. "ada yg ingin aku bicarakan. "Ucap Aaera.
"Hmm, katakanlah, "jawab Samuel sedikit acuh.
Aaera menghela napas, "Sam, tuan Dom di kota B, sedang keritis, dia tertembak saat ingin menangkap orang yg sudah menghancurkan keluarganya dan orang yg telah membuat ibuku mati, tuan Frey meminta aku dan Kiera untuk pergi ke kota B, tuan Frey berkata- "Aaera memberhentikan ucapkannya saat melihat wajah Samuel yg terlihat menahan kesal.
"Lakukan apa yg ingin kau lakukan Aaera, "ucap Samuel menyela.. "aku tidak berhak melarang dan mengijinkanmu, toh aku bukan siapa-siapa bukan, kewajiban sahabat hanya mendukung apapun yg akan membuat sahabatnya senang bukan, jadi pergilah aku tidak akan melarangmu, "Jawab Samuel sedikit menyindir Aaera.
"Ada apa denganmu Sam?, kau terlihat marah padaku, apa aku membuat kesalahan hingga kau marah padaku, "tanya Aaera sudah berkaca-kaca.
Samuel menarik napasnya. "Aku masih banyak pekerjaan di kantor, pergilah jika kau ingin pergi, hati-hati jika kau sudah sampai disana, ajak Adley untuk menemanimu. "Pesan Samuel, lalu pergi meninggalkan kediamannya.
"Kak ada apa? "tanya Adley yg sempat menguping pembicaraan sahabat dan juga kakanya.
"Tuan Dom saat ini sedang dirawat dirumah sakit, keadaannya cukup mengkawatirkan, tuan Frey meminta Kiera datang ke kota B, tuan Frey berkata dia takut terjadi sesuatu yg buruk kepada tuan Dom, tuan Frey ingin Kiera memberi semangat untuk tuan Dom disaat masa keritisnya sekarang "jelas Aaera.
"Kita harus pergi kak, bahkan aku belum sempat mengatakan terima kasih padanya, dan aku juga belum sempat mengatakan maaf atas kesalah pahaman selama ini. "Ujar Adley.
"Iya . aku tadi sudah meminta ijin kepada Samuel, sekarang kau bersiaplah karena tidak lama lagi orang suruhan tuan Frey akan datang menjemput kita menggunkan pesawat pribadinya. "Ujar Aaera santai. kemudian ia membulatkan matanya.. "Pe-pesawat pribadi. ya tuhan Dley kita akan di jemput menggunakan pesawat pribadi. "Seru Aaera bersorak senang, ternyata sedari tadi ia tidak menyadari arti kata pesawat pribadi.
Adley tersenyum masam, kakanya ini luar biasa, di tengah keseriusan masih dapat bersorak senang akan hal yg digunakannya nanti. "Jaga sikapmu kak "tegur Adley.
"Sikap yg mana? "tanyanya polos.
"Huh..kau memang luar biasa. lakukanlah apapun yg ingin kau lakukan, "Ujar Adley lelah menjelaskan.
"Aneh. "Ucap Aaera, kemudian ia berjalan menuju kamarnya ia nampak bersenandung riang, mendengar akan menaiki pesawat pribadi membuat semangatnya berkobar, bahkan ia lupa , jika ia akan bertemu dengan si perebut cinta di kota B nanti.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung