
"Aaera "Panggil seseorang.
Aaera diam mematung, suara itu memang telah lama hilang dari pendengarannya, namun ia masih sangat mengingat pemilik suara itu.
"Aaera, apa ini benar-benar kamu? "Kembali pria tersebut memanggil dengan berjalan mendekat.
Aaera menatap penuh kemarahan kepada pria paruhbaya yg ada dihadapannya saat ini, tanpa berniat menjawab ia langsung pergi begitu saja meninggalkan pria tersebut.
Tuan Dom dan Kiera melihat heran kepada Aaera, wanita yg selalu membuat kecerobohan dan selalu santai itu terlihat marah, wajahnya terlihat memerah menahan amarah.
"Aae..."panggil tuan Dom
"Mami.."Panggil Kiera, Tuan Dom dan Kiera serempak memanggil Aaera yg terlihat berjalan cepat meninggalkan mereka.
"Aaera "Panggil pria tersebut mengejar.
Tuan Dom menarik lengan pria yg tengah mengejar Aaera. "Siapa kau? dan untuk apa kau mengejar istriku ? "tanya tuan Dom menatap tajam kearah pria parubaya yg mengejar istrinya.
"Istri ? "Ulang pria parubaya, di iringi dengan sunggingan di bibirnya, pria parubaya tersebut menelisik secara teliti penampilan tuan Dom, ia kembali tersenyum menyeringai saat melihat secara detail penampilan tuan Dom, "Kau suami Aaera? "tanyanya memastikan.
"Kau mengenal istriku? siapa kau? dari mana kau tau nama istriku? dan untuk apa kau mengejar istriku? "Tanya tuan Dom berentet, dibarengi tatapan penuh selidik.
Kembali pria tersebut menarik bibir atasnya membentuk senyum, "Tentu saja aku mengenalnya, di dalam tubuhnya mengalir darahku, tentu aku akan selalu mengenalnya, "jawab pria parubaya itu tanpa keraguan, lalu kembali tersenyum penuh makna.
"Apa maksudmu? "tanya tuan Dom menatap tajam kepada lawan bicaranya.
"Dia adalah Aaera Alsava putriku. "jawabnya bangga. .
"Tutup mulutmu, Ada baiknya kau menyaring kata-katamu terlebih dahulu sebelum kau berucap, karena jika satu kata saja kau bicara omong kosong di hadapanku, kau akan menyesalinya seumur hidup.! "Ujar tuan Dom penuh penekanan.
"Aku lebih suka berkata apa adanya. "jawab pria parubaya tersebut menaikan kedua pundaknya santai. ya pria tersebut adalah ayah dari Aaera dan Adley, pria yg pernah menelantarkan Aaera, Adley dan istrinya disaat usia Aaera dan Adley masih kecil.. "Aku tidak akan salah mengenali putriku sendiri, jadi apa dia cucuku? "Tanya ayah Aaera beralih menatap Kiera yg terlihat ketakutan.
Dom melihat tak suka pada pria tersebut, kemudian beralih melihat putrinya, "Kiera. "panggil tuan Dom menatap lekat wajah putrinya.
"Aku ingin bersama mami. "pinta Kiera hendak menangis.
"Ok, kita akan pergi menyusul mami, ayo "Tutur tuan Dom lalu pergi begitu saja meninggalkan pria yg mengaku sebagai ayah dari istrinya itu, tanpa berniat menjawab pertanyaan yg berarti pria tersebut adalah ayah mertuanya sekarang.
Tuan Dom dan Kiera pergi menyusul Aaera yg sudah tidak terlihat, "Sayang, apa kau sangat lapar? "tanya tuan Dom di tengah sibuknya berjalan menyusul Aaera.
__ADS_1
"Aku tidak mau makan, aku ingin pulang, aku tidak mau disini. "Jawab Kiera yg sebentar lagi akan menangis.
"Heii...putri papi tidak boleh cengeng , kita akan pulang setelah ini, ok.. ayo kita menyusul mamimu. "Ujar tuan Dom mencoba menenangkan putrinya.
Sesampainya di parkiran tuan Dom dan Kiera melihat Aaera yg sedang berjongkok di dekat mobil dengan wajah yg disembunyikan di sela-sela lututnya..
Tuan Dom menurunkan Kiera dari pangkuanannya, kemudian ia dekati Aaera, "Aae, apa kau baik-baik saja? "Tanya tuan Dom mengusap pelan bahu Aaera.
"Kenapa aku harus bertemu dengannya? aku benci padanya, aku tidak ingin melihatnya, tapi kenapa sekarang aku harus bertemu dengannya? aku benci padanya, aku benci. "Ucap Aaera menangis..
"Ssttt.."Tuan Dom menarik tubuh Aaera dan membawanya masuk kedalam pelukannya.. "Apa benar yg dia katakan pria itu, jika dia adalah ayahmu? "tanya tuan Dom hati-hati.
"Dia pria brengsek yg telah menelantarkan aku ibu dan Adley, dia bukan ayahku, dia hanya pria brengsek yg telah membuat ibuku menderita, aku benci padanya, aku benci. "Ujar Aaera menangis.
"Mami.. "panggil Kiera pelan.
Aaera mendongkak melihat kepada putrinya, ia paksakan tersenyum dengan lemah kepada putrinya "Kie, maafkan mami, karena mami kita tidak jadi makan di tempat tadi, mari kita cari restoran Favoritemu saja. "Ujar Aaera senyum paksa.
"Laparku sudah hilang, Aku sudah tidak lapar lagi, aku ingin pulang saja "Jawab Kiera pelan.
"Hei, kau harus makan, jika kau tidak ingin makan, maka aku juga tidak akan makan, dan kau pasti tau, jika aku tidak makan aku akan sakit, apa kau suka melihat aku sakit? "Ujar Aaera mencoba membujuk putrinya agar mau makan.
Tuan Dom dan Aaera tersenyum senang melihat putrinya yg mengalah demi kesehatan ibunya.. "Ayo kita makan seafood tapi, aku yg akan memilih tempatnya. "Seru Aaera antusias seperti sudah lupa akan kejadian beberapa menit yg lalu, lalu kemudian Aaera pun langsung membantu putrinya masuk kedalam mobil..
Tuan Dom ikut membantu putrinya, setelah itu mereka pun pergi meninggalkan tempat yg dimana tempat tersebut telah mempertemukan istrinya dengan ayahnya.
Sedangkan ayah Aaera tersenyum licik saat Aaera pergi meninggalkan tempat dimana ia dapat berjumpa dengan putrinya setelah beberapa tahun tidak berjumpa.. "Cari tahu pemilik mobil itu, "Perintah ayah Aaera kepada seseorang.
"Sepertinya keberuntungan memang selalu berada di pihakku. "Gumam ayah Aaera tersenyum senang.
*
*
*
Sesampainya di kediaman tuan Dom, Aaera langsung pergi kedapur, ia memutuskan untuk membuatkan makanan untuk putri dan suaminya.
Aaera dan tuan Dom memutuskan pulang dan membatalkan rencana makan seafood seperti rencana tadi, karena setelah didalam mobil Kiera bersih kukuh meminta pulang, ia ingin makan dirumah saja.
__ADS_1
"Aae, apa ya ingin kau lakukan di dapur? "tanya tuan Dom, tuan Dom dapat melihat kekesalan sekaligus rasa sedih yg sedang dirasakan oleh istrinya, dan tuan Dom juga dapat menebak jika istrinya pergi ke dapur hanya untuk mengalihkan perasaan kesal yg dirinya rasakan saat ini.
"Tinggalkan dapur ini, pergi bersihkan tubuhmu, biarkan para koki yg melakukannya, "Lanjut tuan Dom memerintah istrinya.
"A-aku, aku ingin membuatkan makanan untuk Kiera, "Ucapnya bergelombang.
Tuan Dom menarik napasnya, kemudian mengulurkan tangan lalu membawa Aaera masuk kedalam pelukannya, "Jika pria tadi sangat mengusik dan membuatmu tak nyaman, maka aku akan membereskannya. "Ucap tuan Dom,
"Deg"
Jantung tuan Dom berdetak lebih kerasa saat ia mendekap tubuh istrinya, dan perasaan ini, sering terjadi akhir-akhir ini.. dan rasa nyaman pun sering ia rasakan saat berkontak fisik dengan istrinya.
Bukan hanya tuan Dom, ternyata Aaera juga merasakan hal yg sama, ia memejamkan matanya seraya menghirup aroma tubuh pria yg saat ini menjadi suaminya, bahkan ia juga dapat mendengar deguman jantung suaminya yg begitu keras, ia mendongkak, dan seketika kecanggungan tercipta pada keduanya..
"Khmm, terima kasih, "Ujar Aaera melepaskan diri dari pelukan nyaman suaminya.
"Untuk apa? "Tanya tuan Dom bingung.
"Eumm, untuk- untuk kebaikanmu, "Jawab Aaera asal. "Dan untuk ayahku, sebaiknya tuan tidak perlu melakukan apapun padanya, toh kita pun tidak akan berjumpa lagi dengannya, "Ujar Aaera pelan.
"Tapi bukankah dia sangat mengusik ketenanganmu saat ini? kenapa kau melarang aku untuk membereskan dia?
"Dia manusia bukan hewan, yg dengan mudah anda bereskan, dan lagi pula dia adalah ayahku, seburuk apapun dirinya, tetap saja, dia adalah ayahku, dia adalah pria yg telah telah-- "Aaera menghentikan ucapannya, ia mengingat kembali pada masa dimana ia pernah di sayang sekaligus di buang oleh ayahnya
Tuan Dom mengerutkan dahinya, "Kenapa? "tanyanya bingung melihat wajah istrinya yg berubah-rubah.
Aaera menggeleng pelan,
"Jika begitu lupakan, anggap saja kita tidak berjumpa dengan pria tadi, sekarang bersihkan tubuhmu, "Ujar tuan Dom memerintah kembali.
"Hmm. "jawab Aaera mengangguk seraya berjalan.
*
*
*
Hai.maaf ya semua reader's Maaf untuk kedepannya novel ini akan slow update, dunia nyata menyita waktu othor, dan tidak bisa menjanjikan update setiap hari, jika nanti dunia nyata sudah dapat di ajak berdamai, othor janji akan kasih crezy up, terima kasih🙏
__ADS_1