
Sesampainya di rumah sakit Kiera langsung menerjang tubuh Samuel yg sedang terbaring lemah di atas hospital bed, "Daddy bagaimana keadaanmu? "tanya Kiera menatap ibah pada pria yg telah ia anggap sebagai ayahnya itu.
Samuel yg terkejut nampak terbengong, ia tak menyangka setelah apa yg ia lakukan kepada Aaera dan juga Kiera, kedua wanita yg ia anggap segalanya itu masih perduli dan mau menemuinya, Samuel meneteskan air mata, rasanya malu saat kedua wanita yg telah ia sakiti masih datang dan memperdulikan keadaannya.
"Kau menangis? "Ucap Kiera langsung naik ke atas tempat tidur yg saat ini di tempati oleh Samuel.
Samuel menggeleng lemah, ia benar-benar malu, bahkan sangat malu kepada gadis kecil yg telah tinggal empat tahun lamanya bersamnya, "Ka-kau datang untuk menemuiku? "tanya Samuel bergetar.
"Ya, aku dan mami khawatir padamu, bagaimana keadaanmu? "jawab Kiera.
Samuel beralih menatap sendu pada Aaera yg berada tak jauh darinya, matanya terlihat bekaca-kaca.. "Aae "Panggil Samuel pelan.
Aaera berlari menghampiri Samuel kemudian langsung memeluk tubuh lemah Sahabatnya itu, "Tolong untuk tidak membuat kecerobohan lagi, dan tolong tidak membuat aku khawatir. "Ujar Aaera menangis di pelukan sahabatnya.
"Maafkan aku, maaf telah membuatmu dan Kiera dalam masalah, aku minta maaf. "Tutur Samuel membalas pelukan wanita yg selama ini memenuhi isi kepalanya.
"Khemm.. "Tuan Dom yg merasa tak rela istrinya di peluk oleh pria lain berdehem keras. "Aae "Panggil tuan Dom.
Aaera langsung melepaskan pelukannya, kemudian tersenyum kaku, "A-aku--
"Aku tidak suka melihat itu! "potong tuan Dom menatap tajam kepada Aaera.
"Dia sahabatku, aku memeluknya, karena aku merasa iba dengan keadaannya.
"Apa kau tidak ingat dengan apa yg dia lakukan padamu dan juga Kiera? aku tidak yakin jika pria brengsek itu telah menyesali perbuatannya, "Ujar tuan Dom yg tidak dapat mempercayai Samuel.
"Ish kau ini, "Dengan tak sadar Aaera memukul pelan tangan suaminya, "Kau itu terlalu waspada yg berlebihan, dia itu sahabatku, aku yakin dia telah menyesali perbuatannya. "Komentar Aaera.
"Kau sudah berani padaku. "Sergah tuan Dom, saat Aaera berani memukulnya.
"Eh, i-itu, itu reflek begitu saja, aku juga tidak mengerti kenapa tangan ini sangat berani memukul suamiku, "Jawab Aaera tersenyum bodoh.
"Kau harus membayar atas ini. "Ujar tuan Dom tersenyum penuh makna.
"Me-membayar! "ulang Aaera "Saat ini Aku tidak memiliki uang, "jawab Aaera polos.
"Siapa yg meminta bayaran dengan uang?, aku tidak meminta itu, aku meminta bayaran yg lain.
"Apa? "tanya Aaera tak sabaraan.
"Akan ku tagih kembali nanti malam, bersiap-siaplah. "Ucapnya kembali tersenyum
"Teserah kau sajalah, "Ucap Aaera tak perduli.
__ADS_1
Setelah mengobrol dan saling meminta maaf Aaera dan Kiera pamit untuk pulang, Sepulang dari rumah sakit, Aaera dan Kiera secara kompak terdiam mereka nampak tak bicara satu sama lain, melihat jalanan yg terlihat ramai akan kendaraan yg hilir mudik yg hendak melakukan aktivitas masing-masing. tuan Dom hanya dapat menarik napasnya dengan berat saat melihat istri dan putrinya diam tanpa mengatakan sepatah kata pun.
"Aae, Kiera. apa kalian ingin mampir ke seuatu tempat terlebih dahulu? "tanya tuan Dom.
Tak ada jawaban.
"Aae..apa kau ingin mampir ke seuatu tempat terlebihu dahulu ? "ulang tuan Dom bertanya.
"Aku mengantuk. "ujar Aaera tanpa menjawab tawaran suaminya.
Tuan Dom kembali menarik napasnya. tadi sewaktu berangkat ia di pusingkan dengan suara istrinya yg terus bicara tanpa henti, sekarang ia juga nampak pusing dengan perubahan istrinya yg hanya diam saja, "Huuhh. "Dan kali ini ia membuang napasnya dengan kasar.
Tak ingin banyak bicara, tuan Dom pun memilih ikut diam, setelah beberapa saat Aaera sudah tertidur dengan mulut sedikit terbuka itu membuat tuan Dom menarik bibir atasnya membentuk senyum. "Aku tidak tahu apa kelebihan dia. "Gumam tuan Dom tersenyum samar.
Lihat saja, tidak ada yg menarik dari dirinya, tidak ada kelebihan apapun dari dirinya , tapi kenapa aku memiliki rasa perduli padanya, dia wanita ceroboh, dia wanita pemarah, dan dia juga wanita bodoh, lantas apa yg membuat aku tertarik padanya? bahkan aku tidak rela ada pria lain memeluknya tadi. "Ucap tuan Dom dalam hati ia pandangi wajah polos istrinya, lalu kembali ia tersenyum. "Tapi dia menggemaskan" lanjutnya
"Putar kembali, aku ingin pergi ke mall XX membawa istri dan putriku. "Perintah tuan Dom kepada supirnya.
"Baik tuan.
Sesampainya di mall, tuan Dom langsung membangunkan istri dan putrinya. "Sayang, "Tuan Dom membangunkan putrinya terlebih dahulu, kemudian setelah Kiera bangun, ia beralih membangunkan Aaera. "Aae, bangun "Ujar tuan Dom membangunkan Aaera penuh dengan perasaan.
"Eumm.. berhenti menggangguku. "Ucap Aaera bergumam, kemudian ia kembali tertidur.
Dengan perlahan Aaera membuka matanya, setelah matanya terbuka lebar dan kesadarannya telah kembali, ia nampak terkejut dengan adanya tuan Dom yg begitu dekat, hingga napasnya pun terasa diwajahnya.."Heii kau mau apa? "Dengan reflek Aaera menendang bagian aset berharga tuan Dom dengan keras..
"Aaww.. "Keluh tuan Dom langsung memegang aset berharganya.. "Apa yg kau lakukan? "Ucap tuan Dom sambil menahan sakit.
"Maaf, maafkan aku, aku tidak sengaja, aku terkejut saat wajahmu ada dihadapanku, maaf. maaf.." Aaera dengan rasa takutnya terus berkata maaf. "Kemarilah aku akan memeriksa bagian yg terkena tendanganku. "Tawarnya polos.
Tuan Dom nampak terdiam, ia sedang berpikir, apa tawaran istrinya itu sungguh-sungguh akan memeriksa aset berharganya? "Kau serius? "tanya tuan Dom menyakinkan ucapan istrinya akan tawaran yg langka.
"Ya.. aku serius. "jawab Aaera sungguh-sungguh.
"Baiklah, kau harus berjanji dan bertanggung jawab atas apa yg kau lakukan padaku tadi, tapi kau akan memeriksanya nanti setelah kita sampai di mansion, "Jawab tuan Dom tersenyum licik.
"Hei, kenapa kau tersenyum? "Tanya Aaera curiga.
"Dari mana tersenyum, aku sedang merasakan sakit yg teramat saat ini. "Sergah tuan Dom kembali memegang aset berharganya.
Aaera memperhatikan letak tangan tuan Dom, ia baru sadar jika yg tertendang olehnya adalah pusaka leluhur yg sekali pegang akan berubah menjadi besar.. "Aaaa, aku tidak mau, aku tidak mau membantumu untuk mengobatinya, aku ralat kembali ucapan ku tadi, aku tidak mau. "Tiba-tiba Aaera berteriak hingga menjadi pusat perhatian orang-orang yg berada disekitarnya.
"Aae, kau kenapa ? "tanya tuan Dom khawatir.
__ADS_1
"Juhh-juhh, menjauh, "Ucap Aaera mengibas-ngibaskan tangannya agar suaminya menjauh..
"Ada apa? "Tuan Dom yg tidak mengerti semakin bingung dibuat istrinya.
"Mami, apa kau kesambet setan? "Tanya Kiera polos.
"Apa yg Kiera katakan itu benar? "Timpal tuan Dom.
"Kesambet, "ulangnya. "Hei, dari tadi aku memintamu untuk bicara, tapi kau tidak mau bicara, tapi kenapa setelah bicara mulutmu itu sangat pedas dan tidak bisa sedikit saja menjaga perasaanku. "Jawab Aaera ketus "Kalian itu memang sama, aku tidak mengerti kenapa semakin besar, Kiera semakin mirip denganmu, dingin, sekali bicara tidak memiliki perasan. "Lanjut Aaera kesal.
"Kau juga, "Ucap Aaera menaikan dagunya dibarengi tatapan mematikan untuk tuan Dom. "Aku tau kau mencari kesempatan dalam kesempitan bukan? kau memintaku berjanji untuk membantumu , itu hanya sebuah trikmu untuk menjebakku, kan? "tanya Aaera menggebu-gebu.
"Ucapan yg mana? dan janji apa? "tanya tuan Dom pura-pura tak mengerti dengan apa yg disampaikan istrinya yg super polos itu.
"Hei, kau pikir aku tidak tahu jika kau sedang membodohiku. aku tidak mau membantumu, apa lagi membantu mengobati itu. "Ucap Aaera keras sambil melirik pada milik tuan Dom.
"Itu apa? "Goda tuan Dom menahan tawa.
"Mami kenapa terus berteriak? "tanya Kiera yg bingung, dan juga takut.
Seketika Aaera diam, ia lupa, jika putrinya akan ketakutan jika mendengar orang bicara dengan nada teriak atau bentakan. "Eh, I-itu-itu mami dan papi sedang bercanda, iya kan suamiku? "Dalih Aaera tersenyum paksa.
"Iya, papi dan mami sedang berdisikusi perihal calon adik untukmu. "Dusta tuan Dom dibarengi dengan senyuman penuh makna.
"Benarkah? "Jawab Kiera antusias.
Aaera membulatkan matanya terkejut akan ucapan suami dinginnya, bisa-bisanya suami dinginnya itu membuat candaan seperti itu. Aaera menatap tajam pada suaminya. dari tatapannya tuan Dom dapat membaca, jika tatapannya saat ini adalah ancaman untuknya.
"Mami aku ingin adik laki-laki dan perempuan, aku ingin dua adik. bolehkan? "Pinta Kiera semangat.
"Du-dua. "Gumam Aaera menggeleng tak mau.. Dua, satu pun ia tidak mau, mana mungkin melahirkan dua anak lagi dari pria dingin yg ada dihadapannya saat ini. "Yg benar saja.. kau pikir adik dapat dibuat dari adonan kue. "Ketus Aaera yg tak bisa menyembunyikan kekesalannya.
"Kau tidak suka? "Tanya Kiera menatap sendu pada ibunya.
"Bu-bukan begitu, hanya saja, membuat adik tidak bisa sekaligus dua, bisanya satu-satu. "Jawab Aaera tak tega melihat wajah sendu putrinya.
"Sayang, buat adiknya satu dulu, nanti yg satunya lagi menyusul. "Timpal tuan Dom, dengan senyuman yg di tahan.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung.