
Dom melihat komputernya dengan seksama, kali ini ia tidak ingin kecolongan lagi, "Frey kita bergerak malam ini juga, dan ingat aku ingin dia hidup-hidup, karena aku ingin menghabisinya dengan cara yg akan membuat aku puas.. "perintahnya dingin.
"Baik tuan, dan ini denah yg akan kita lewati, "Frey memberikan sebuah kertas yg menampilkan sebuah denah rumah besar yg berada di kota yg sama, bersama Dom
"Ternyata dia tidak bisa di remehkan, bahkan setelah apa yg terjadi, dia tidak berniat meninggalkan kota ini, "Ucap Dom tersenyum dingin.
"Apa kabar putriku disana? apa dia juga merindukanku seperti aku merindukannya, "Gumam Dom, setelah Frey pergi. "Papi janji akan secepatnya menjemputmu sayang. "lanjutnya mengusap foto Kiera yg berada di hadapannya.
*
*
*
Di kota A Kiera nampak diam, setelah pelajaran selesai Kiera memilih duduk di taman sekolah, ia nampak berkaca-kaca, setelah pertemuannya dengan papinya, Kiera pikir akan terus bersama, namun tidak di sangka ia akan kembali berpisah.
"Hei apa yg kau lakukan disini sendirian,? "Aaera dan Adley datang menghampiri Kiera yg sedang sendiri melamun.
"Hei...kau menangis? siapa yg membuatmu menangis? katakan pada mami, mami akan menghukumnya--
"Hiks-hiks, "Kiera langsung memeluk ibunya dan menangis di pelukannya, "Mami maafkan aku, aku tidak ingin membuat mami bersedih tapi aku sangat merindukan papi, "Keluhnya membenamkan wajahnya di perut Aaera.
Aaera diam membatu, apakah ia terlalu egois hingga membuat putrinya bersedih karena ke egoisan dirinya. Aaera memandang Adley, dari tatapan Aaera Adley dapat membaca, jika kakanya saat ini dirundung bimbang.
Adley yg mengerti tatapan kakaknya langsung mengambil Kiera lalu setelah itu menggendongnya, "Hai gadis kecil, tidak ada yg salah dengan kerinduanmu, "Ucap Adley menggendong Kiera, "Dengarkan paman baik-baik, papimu akan datang menemuimu nanti ketika urusannya sudah selesai, kau ingat paman yg jahat waktu itu, paman jahat itu saat ini belum di tangkap oleh papimu, jika papimu kesini tanpa menangkap paman jahat itu, papimu takut dia akan menyakitimu lagi, sekarang jika kau merindukannya kau bisa menghubunginya, katakan padanya jika kau sangat merindukannya. " Adley mencoba menenangkan keponakannya.
"Apa kau sungguh-sungguh paman? aku boleh menghubungi papi ku? "Seru Kiera senang.
"Tentu saja boleh, iya kan kak, Kiera boleh menghubungi papinya? "Adley bertanya kepada Aaera dengan senyuman paksa.
"Ah ya, tentu saja boleh, kau boleh menghubungi papimu, kita akan melakukan Vidio call setelah sampai dirumah nanti, "jawab Aaera terpaksa.
"Yey, akhirnya aku dapat melihat wajah papi lagi, "ucap Kiera riang.
Sesampai di rumah Kiera langsung menagih untuk menghubungi papinya.."Mami ayo hubungi papi sekarang, aku sudah tidak sabar ingin melihat wajah papi, "Seru Kiera tak sabar.
"Ganti pakainmu terlebih dulu, terus makan, setelah itu kau boleh menghubungi papimu, "perintah Aaera,
"Mami aku akan lakukan itu semua, setelah aku bicara dengan papi, "jawab Kiera tidak sabar.
"Kiera, "bentak Aaera, "kenapa kau selalu membantah ucapanku, aku tidak pernah mengajarimu untuk membantah perintah orang tua, kenapa sekarang kau sering kali membantah kata-kataku, "Ujar Aaera kesal.
Kiera menunduk takut, setelah itu pergi melakukan apa yg maminya perintahkan.
"Kak, seharusnya kau tidak membentak Kiera seperti itu, dia hanya seorang anak kecil, dia tidak mengerti dengan apa yg dia inginkan, cobalah untuk mengerti itu kak, Kiera hanya merindukan papinya yg sudah lama ia rindukan, "komentar Adley .
Aaera menghirup udara, setelah itu mengeluarkannya dengan kasar, "Aku tidak mengerti Dley, semenjak pertemuanku dengan pria itu, aku lebih sering emosi, aku sudah berusaha menahan diri, tapi aku tetap tidak bisa. "keluh Aaera.
."Kak, Kiera gadis yg pintar, bahkan dengan kepintarannya dia dapat menyembunyikan rasa rindunya kepada papinya selama bertahun-tahun, jika dia sekarang merindukan kembali papinya, itu hal yg wajar, seharusnya kau memberi pengertian padanya bukan membentaknya. "Adley mencoba memberi pengertian kepada kakaknya.
"Kau benar Dley, aku akan menemui Kiera sekarang, dia pasti sangat sedih karena aku sudah membentaknya. "Setelah bicara kepada Adley, Aaera pun berjalan menuju kamar milik Kiera.
Dari daun pintu Aaera dapat melihat jika putrinya saat ini sedang menangis, kadang Aaera bingung, kenapa pemikiran putrinya kadang-kadang lebih dewasa dari pada dirinya.."Kiera "panggil Aaera .
Gadis kecil itu segera menghapus air matanya, kemudian tersenyum paksa kepada ibunya, "Aku akan segera makan setelah ini, "jawab Kiera cepat.
"Mungkin menghubungi papimu dulu akan membuat dirimu senang dan juga akan membuat nafsu makanmu meningkat, mami akan menghubungi papimu sekarang, tapi dengan satu syarat--
"Ah, syarat apa itu? aku tidak memiliki uang untuk membeli syarat yg mami inginkan, "Potong Kiera polos.
__ADS_1
"Syaratnya mudah sekali, tanpa harus membeli, syaratnya kau hanya akan menghabiskan makanan yg akan aku siapkan, apa kau mau? "Ujar Aaera memberi syarat.
"Of course, aku terima syarat darimu, "jawab Kiera semangat. setelah mengucapkan persetujuan, Kiera langsung menghubungi papinya,
"Hai papi, apa kau merindukan ku? "tanya Kiera setelah sambungan vidio terhubung pada Dom.
"Tentu saja, papi sangat merindukanmu, bagaimana keadaanmu disana? "tanya Dom bahagia.
"Aku merasa, aku tidak baik-baik saja, aku sangat merindukan papi, kapan papi akan menjemputku, papi sudah berjanji padaku akan membawaku pergi jalan-jalan. "
"Papi janji akan secepatnya menjemputmu dan mamimu di kota A, kamu menurutlah pada mamimu, jangan membuatnya marah dan bersedih ok,
"Ya aku berjanji tidak akan membuat mami marah,
"Tapi kau sudah membuatku kesal beberapa hari ini, kau susah untuk makan, dan itu membuat aku kesal, "Aaera yg berada dekat Kiera menyahut kesal pada putrinya itu.
"Apa yg dikatakan mamimu itu benar? "Dom yg ada di sebrang sana ikut menimpali.
"Aku tidak nafsu makan, karena aku sangat merindukan papi, "Kini wajah dan hidungnya sudah memerah, Kiera siap menangis jika ada ucapan yg menyentuh di ucapkan papinya.
"Papi juga sangat merindukanmu, tadi papi makan dengan banyak, agar papi sehat saat bertemu denganmu nanti, sekarang kamu makan dahulu, papi akan menghubungimu kembali nanti, sana makan jika kau kurus, atau sakit, papi tidak mau bertemu denganmu, "Dom mencoba menakuti putrinya agar mau makan.
"Baiklah aku akan makan yg banyak sekarang agar aku gemuk, cepatlah datang kesini, dan ya, berikan aku ciuman, "pinta Kiera semangat.
"Tentu saja, kau akan mendapat banyak ciuman dariku, muach-muach, "Dom memajukan bibirnya dari sebarang sana, seakan sedang sungguh-sungguh mencium putrinya, "Ok gadis kecil papi, sekarang berikan hanphonenya pada mamimu, aku ingin bicara padanya, "lanjut Dom.
Setelah berkata ok, Kiera pun memberikan? hanphonenya kepada maminya. "Ya, "Ujar Aaera setelah menerima hanphone dari putrinya.
"Aaera terima kasih sudah menghubungiku, dan terima kasih telah menjaga Kiera dengan baik, aku titip Kiera padamu, "Ujar Dom.
Aaera tersenyum masam, "Tuan Dom, kau tidak perlu mengatakan itu, sebelum kau tau jika putriku adalah putrimu juga, aku merawatnya dengan baik, jadi bersikaplah biasa saja karena ada kau atau tidak, aku akan tetap mengurus dan menjaga putriku dengan baik, jadi tolong jangan mempengaruhi putriku dengan hal-hal yg akan membuat putriku menangis karena ingin menemuimu. "jawab Aaera ketus.
"Hmm. "jawab Aaera, kemudian panggilan pun berakhir.
"Ok, Kie, kau sudah bicara dengan papimu, kau sudah puas bukan? sekarang tepati janjimu untuk makan yg banyak. "Ujar Aaera.
"Ok mami, tapi mami, bukankah kau bilang wanita jangan terlalu banyak makan? kau tau bukan, jika wanita makan terlalu banyak itu akan membuat postur tubuhnya menjadi jelek, "Kiera beralasan agar ia di perbolehkan makan sedikit.
"Hei, kau masih kecil, kenapa kau banyak sekali alasan untuk menghindari janjimu, kau tau makan sedikit hanya berlaku untuk wanita dewasa, kau makanlah yg banyak, jika kau gemuk kau akan terlihat menggemaskan, jadi bersikaplah seperti anak seusaiamu, jangan bersikap seperti orang dewasa, karena aku tidak mau selalu kalah dalam berargumen bersamamu, "Ucap Aaera panjang.
Adley yg mendengar kakaknya bicara hanya dapat menggeleng, kenapa kakaknya harus berkata jangan bersikap seperti orang dewasa, karena dia tidak ingin kalah dalam berargumen, "Huh, kau selalu setengah-setengah kak dalam dewasa, pada awal pembicaraan kau sungguh layak di katakan sebagai seorang ibu, namun di akhir pembicaraan kau seperti anak kecil yg umurnya di bawah Kiera, "Gumam Adley. namun ia tersenyum, terkadang kekonyolan kakaknya dapat menghidupkan suasana.
Malam telah tiba, Samuel kini telah kembali setelah melakukan aktivitasnya di kantor, "Hai putri kecil dady, "Samuel mengangkat tubuh Kiera penuh semangat, "Apa yg kau lakukan sepanjang hari ini, kau tidak membuat mamimu kesalkan bukan! "tanyanya.
"Hanya sedikit, hari ini aku sangat bahagia, kau tau dad, tadi siang aku bicara pada papiku, dia berkata akan segera menjemputku.."Lapornya penuh dengan antusias.
Samuel memandang Aaera, ia terlihat meminta penjelasan atas laporan yg ia dapat dari Kiera.
Aaera nampak biasa saja, kemudian Adley menginjak kaki kanan kakaknya.
"Aww, Dley kau menginjak kakiku, "keluh Aaera berteriak
Adley tersenyum kecut, kakanya ini tidak bisa di ajak kode-kodean "Sorry kak, aku tidak melihat, "Dustanya sesantai mungkin, "Hei, Sam menatapmu, dia meminta penjelasan atas apa yg Kiera katakan pada Sam, "lanjut Adley berbisik
"Memang apa yg Kiera katakan? "jawabnya beralih memandang Kiera.
Adley mengusap wajahnya dengan kasar, bagaimana mungkin ia memiliki kakak sepolos ini, pikir Adley.
"Kiera apa kau mengatakan seseuatu yg tidak aku dengar? "tanyanya polos kepada putrinya.
__ADS_1
"Tidak, kau mendengar semua yg ku katakan. "jawab Kiera apa adanya.
"Tidak ada perkataan Kiera yg harus di jelaskan, "katanya mengesalkan Adley.
Adley yg tidak dapat berkata apa-apa lagi memilih diam, ntah kenapa kakaknya itu begitu polos, bahkan kepolosannya melebihi putrinya Kiera, Adley bertanya-tanya dalam hati, apakah kakanya juga tidak tahu jika sebenarnya Samuel memiliki perasaan terhadap dirinya itu? "Aku tidak yakin jika kakak memahami perasaan Samuel terhadapnya, jika hal sepele saja dia tidak dapat memahami, bagaimana mungkin dia dapat memahami yg tidak di ungkapkan "Gumam Adley dalam hati.
"Aae, apa Dom datang kesini? "tanya Samuel penasaran.
"Kapan? "bukan jawaban namun pertanyaan yg ia lontarkan.
Adley dan Samuel menarik napas secara bersamaan .
"Aku bertanya Aaera Alsalva, "jawab Samuel gemas.
"Oh, "Jawabnya santai.
Kembali wajah Adley berubah masam, "Aku tidak tahu, ibu mengidam apa saat mengandung kakak, hingga kakak memiliki sifat yg terlaku polosnya berlebihan, rasanya aku ingin sekali merefresh otaknya yg lemot dan polos itu, "umpat Adley kesal dalam hati.
"Sam begini, tadi Kiera menghubungi tuan Dom, karena Kiera menangis ingin bertemu dengan tuan Dom, jadilah aku dan kak Aae menghubungi tuan Dom, "Adley yg tidak sabaran akhirnya ia yg menjawab.
"Oh seperti, "jawab Samuel, "Yasudah aku mandi dulu, Kiera kamu duduk dulu disini ya, dady mandi dulu, setelah itu kita makan bersama dady sangat lapar. "lanjut Samuel bicara kepada Kiera.
"Baiklah dady, kau mandi sana, aku akan membantu mami untuk menyiapkan makanannya, "jawab Kiera pindah duduknya ke atas sofa.
"Anak pintar, "ujar Samuel mengacak rambut Kiera penuh sayang.
"Kak ada yg sku ingin bicarakan "Ujar Adley.
"Ya, katakanlah.
"Kak, aku ingin bicara masalah serius denganmu.
"Masalah serius ! masalah apa? "tanya Aaera nampak serius.
Adley melihat ke arah Kiera, Kiera yg mengerti tatapan pamannya langsung berkata, "Aku akan ke kamar. "ucapnya.
"Anak pintar, paman pinjam mami mu sebentar ok. "Ujar Adley.
Setelah Kiera pergi Adley langsung bicara kepada kakaknya. "Kak, apa kau akan terus sendiri? "tanya Adley.
"Maksudmu ?
"Kak, apa kau tidak ingin menikah? apa kau tidak ingin mencarikan ayah untuk Kiera? kak kau butuh seorang pendamping, kau butuh seseorang untuk melindungi dirimu dan juga Kiera, ada baiknya kau mencari pasangan hidup, tidak mungkin kan kau hidup sendiri terus hingga tua. "tanya Adley sekaligus memberi saran.
"Aku tidak mau menikah, aku bisa melindungi diriku sendiri, aku juga bisa melindungi Kiera, kau tidak perlu khawatir akan hal itu. "jawab Aaera santai.
"Tapi kau terlalu egois kak, Kiera masih sangat kecil, dia butuh sosok seorang ayah, dia butuh kasih sayang seorang ayah, kamu tidak bisa membesarkan dia sendiri, dia butuh status untuk mengatakan pada teman-temannya jika dia memiliki ayah. "Jelas Adley.
"Kiera memiliki Samuel, Samuel sudah Kiera anggap sebagai daddynya sendiri, Kiera tidak butuh ayah yg lain dia sudah memiliki Samuel yg menyayanginya seperti anaknya sendiri. "jawab Aaera.
"Kau bisa mengatakan itu, karena kau tidak berada di posisi Kiera, kak, menikahlah dengan Sam, dia adalah pria yg baik, dia juga sangat menyayangi Kiera, begitu pula sebaliknya, Kiera juga sangat menyayangi Sam.
"Aku tidak mau menikah, aku juga tidak mencintai Sam, bagaimana mungkin aku akan menikah dengan pria yg tidak aku cintai.
Samuel yg ingin menghampiri mereka diam membatu saat mendengar perkataan Aaera, ia mendengarkan perkataan Aaera hingga selesai, rasanya sakit saat orang yg ia sayangi mengatakan jika dirinya tidak mencintainya.
"Sampai kapan kau akan menutup hatimu Aae, aku pikir dengan berjalannya waktu, kau akan membuka hatimu untukku, ternyata aku salah, karena sampai detik ini, kau masih menutup hatimu. "gumam Samuel tak semangat.
Bersambung
__ADS_1