
Aaera, Adley dan Kiera kini telah sampai di kota B, Frey yg sudah menunggu sejak tadi langsung membawa mereka semua ke rumah sakit dimana tuannya sedang dirawat.
"Mari ikut saya nona.. "Ucap Frey sopan.
"Paman kau akan membawa aku kepada papiku kan? "tanya Kiera tak sabar ingin bertemu dengan papinya.
"Tentu saja nona, saya akan membawa nona kepada papi nona, "jawab Frey sopan.
"Yeey...aku akan bertemu papi.."Serunya girang..
Setelah dua puluh menit mereka pun sampai dirumah sakit besar yg berada di kota B..
"Kenapa kita kesini? "komentar Kiera bingung melihat gedung tinggi, yg ia ketahui jika gedung tersebut adalah rumah sakit.. "Apa kau sakit mami? "lanjutnya bertanya.
"Papimu yg sakit, papimu ingin bertemu denganmu. pa--
"Papiku Sakit? "Potong Kiera, "kenapa papi bisa sakit? "tanyanya polos.
"Mami tidak tahu, nanti kamu bisa menanyakan langsung kepadanya setelah tiba di dalam, ayo sekarang kita turun, "ajak Aaera.
Sesampainya di ruang rawat, Kiera langsung berhambur memeluk papinya yg sedang terbaring belum sadarkan diri.. "Papi aku datang. "Ucapnya menggoyang-goyangkan tubuh papinya.
"Kiera jangan seperti itu, papimu sedang istirahat, kamu tidak boleh mengganggunya. "Aaera mengambil Kiera lalu menggendongnya.
"Aku sengaja membangunkannya, papi bilang papi sangat merindukanku, papi akan senang jika papi tahu aku datang untuk menemuinya, "Jawab Kiera
"Iya mami tahu, tapi saat ini papimu sedang sakit, dia harus banyak istirahat, jika kau mengganggu waktu istirahatnya, kau akan membuat papimu bertambah sakit. "Aaera mencoba menjelaskan yg bisa ia jelaskan kepada putrinya.
"Tapi kenapa papi tidak mau bangun? bukankah papi berkata sangat merindukanku, sekarang aku sudah berada disini, tapi kenapa belum juga membuka matanya? "tanya Kiera sudah berkaca-kaca.
"Sini sama paman, "Adley bergantian menggendong Kiera, "Papimu saat ini sedang sakit, papimu sedang menjalani perawatan, dokter memberi suntikan yg membuat papimu tertidur, itu dokter lakukakan agar papimu dapat istirahat dengan benar, sekarang kamu boleh mengajak papimu bicara, menyemangati papimu agar papimu cepat bangun, tapi jangan menangis, karena jika kamu menangis, papimu pasti akan sedih, dan itu akan membuat papimu tidak ingin bangun dan tidak ingin melihat kamu lagi, jadi jangan menjadi anak yg cengeng, jadilah anak yg pintar.
"Apa papi berusaha untuk pergi lagi? "tanya Kiera menatap pamannya dengan lekat.
"Itu tidak ben--
"Turunkan aku paman, aku ingin bicara kepada papi, "potong Kiera yg meminta turun dari gendongan pamannya. Adley pun langsung menurunkan Kiera dari gendongannya.
"Papi, apa kau berniat untuk meninggalkan aku lagi? apa kau akan kembali lagi ke rumah tuhan? apa kau sudah tidak mencintaiku lagi, apa kau marah padaku karena aku tidak memberi cintaku lima puluh persen padamu, itu aku hanya berbohong kepada mami, agar mami mau menghubungimu, aku tidak tau jika kau akan semarah itu, aku akan berakata jujur kepada mami, jika aku sangat menyayangi papi sama halnya dengan mami, kalian memiliki cintaku lima puluh persen, lima puluh persen. jadi aku mohon maafkan aku.
"Tolong jangan tinggalkan aku lagi, kau belum memenuhi keinginanku, kau sudah berjanji akan memenuhi keinginanku, sekarang bangunlah, kau belum mengantar aku ke sekolah, kau juga belum mengajakku pergi berlibur, kau juga berjanji akan mengatakan pada sahabat-sahabatku jika kau adalah papiku, harus kau tau, mereka dan orang tuanya mengataiku lagi kemaren, mereka mengatakan jika aku tidak memiliki papi, aku sudah mengatakan jika aku sekarang sudah memiliki papi, dan papiku sangat tampan, tapi kau tau , mereka menertawakan aku, mereka bilang kau jangan banyak bermimpi, bangun katakan pada mereka jika kau adalah papiku. "Kiera terus bicara dengan urayan air mata.
Aaera yg mendengar celotehan aduan Kiera kepada tuan Dom bergeming, banyak yg ia lewatkan mengenai putrinya, dan ternyata selama ini putrinya menyembunyikan ini semua dari dirinya. Aaera langsung menghampiri putrinya lalu memeluknya dengan erat.."Kenapa kau tidak pernah mengatakan ini semua padaku kie, kenapa? "Aaera nampak terpukul, ia merasa telah menjadi ibu yg gagal dalam mengurus putrinya, bahkan ia tidak tahu jika banyak hinaan yg putrinya dapati selama berada di sekolah.
"Maafkan mami karena telah menjadi mami yg gagal dan tidak berguna, maaf, maaf.. "Seribu kali kata maaf tidak akan bisa mengubah apapun, namun hanya kata itu yg dapat mewakili semua rasa bersalah dan penyesalan yg Aaera rasakan saat ini..
"Apakah Sam sudah tau semua ini? pantas saja dulu Sam pernah mengatkan jika Kiera membutuhkan sosok seorang ayah, Kiera maafkan mami nak, bahkan mami tidak tahu jika kau begitu tersiksa selama ini, maafkan mami, "Aaera terus memeluk putrinya, seakan pelukan itu mengatakan sudah cukup jangan pernah menanggung semuanya sendiri lagi.
"Eum.. "Suara gumaman kecil terdengar dari seseorang, Kiera langsung mendorong pelan tubuh ibunya, lalu berbalik melihat pada papinya.
"Papi, papi sudah bangun, "Ucap Kiera berbinar senang.
Tuan Dom tersenyum, kemudian membuka mulutnya. "Mi-minum "Ucapnya tersendat-sendat.
"Minum? "ulang Kiera memastikan
Tuan Dom menganggukkan kepalanya pelan.
"Tuan anda sudah siuman. "Frey menghampiri tuannya. "Nona kecil, tunggu dulu, maaf bukannya saya lancang, ada baiknya kita tanyakan dulu kepada dokter, biar dokter memeriksa keadaan tuan terlebih dahulu, saya akan panggilkan dokter sebentar, "Ujar Frey langsung menekan tombol yg tersedia guna untuk memanggil perawat dan dokter.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu lama, dokter dan perawat datang keruangan tuan Dom, "Selamat siang tuan, nyonya "Ucap dokter setelah masuk kedalam ruangan yg saat ini di tempati oleh tuan Dom.
"Dok, tolong periksa tuan saya, beliau sudah sadarkan diri, dan tadi beliau meminta minum. "Ujar Frey
"Syukurlah jika tuan Dom sudah sadarkan diri, baiklah saya akan memeriksa tuan Dom terlebih dahulu. "Dokter pun langsung mengecek tekanan darah, jantung, mata dan beberapa hal lainnya, dan yg terakhir mengambil darah untuk hasil lab. "Dokter tersenyum saat selesai memeriksa tuan Dom. "Semuanya sudah baik, tuan Dom hanya butuh istirahat saja, selebihnya tidak ada yg perlu di khawatirkan lagi. dan tadi haus ya, boleh di beri minum tapi pelan-pelan saja di bantu pakai sendok saja ya meminumnya. "Ujar dokter tersenyum ramah.
"Baik dok terima kasih, "jawab Frey dan Adley berbarengan.
Aaera menatap tuan Dom dengan pandangan nanar, ia kembali teringat akan kata-kata pria yg pernah merenggut kesuciannya itu.
Kau memang orang tua yg sangat egois, bagaimana bisa kau tidak mengerti keinginan putrimu sendiri..dia adalah anak yg cerdas dia menginginkan itu, namun kau sebagai orang tuanya tidak mengerti akan keinginan putrimu sendiri.
Aku hanya ingin mewujudkan keinginan Kiera, memberikan keluarga yg utuh, seperti sahabat-sahabatnya memiliki ayah dan ibu yg lengkap..
Mungkin aku bukan ayah yg baik untuk Kiera, namun aku akan berusaha melakukan apa yg diinginkan putriku, menemaninya bermain, mengantarnya sekolah, menciumnya sebelum dia tertidur. hanya permintaan sederhana saja kau sebagai orang tuanya tidak mau mewujudkannya, kau memang egois.
"Aahh..."Aaera berteriak tanpa suara. "Apa aku se egois itu? "gumamnya beralih melihat putrinya.
Aaera tersenyum melihat putrinya tersenyum dengan ceria, Kini putrinya tidak menangis lagi, tangisannya sudah berganti dengan senyuman penuh kebahagiaan, dan Aaera baru menyadari jika senyuman kebahagiaan yg putrinya perlihatkan terlihat benar-benar tulus saat bersama papinya.
Dom tersenyum bahagia melihat orang pertama yg ia lihat adalah putrinya. "Kapan kau sampai ke kota A? "tanya tuan Dom mengusap pelan pipi putrinya.
"Aku baru sampai, aku memimpikan papi semalam, papi berkata akan pergi jauh dan tidak akan kembali lagi, apa itu benar? "ucap Kiera bertanya.
Dom menatap lekat sepasang mata putrinya, mata yg mirip dengan dirinya, "Papi tidak akan pernah meninggalkanmu lagi, papi janji, "jawab tuan Dom, terlihat jelas ada seribu penyesalan di wajah tegasnya.
Pandangan beralih melihat orang-orang disekelilingnya, setelah matanya tepat melihat kepada Aaera ia mengingat kembali peristiwa saat ia hendak menangkap Jonas, namun naas ia yg terkena tembakan.."Frey, siapkan beberapa pengawal untuk menjaga putriku dan juga ibu serta pamannya "Ucap tuan Dom memerintah Frey.
"Baik tuan. "jawab Frey cepat.
"Lantas bagaimana dengan Jonas? "tanya tuan Dom penasaran, pasalnya sewaktu ia tertembak ia tidak dapat mengingat apa-apa lagi. tuan Dom meraba luka bekas tembakan yg ia dapat dari Jonas, "Hanya luka kecil seperti ini aku harus di rawat dan di operasi. "Gumam dom heran.
Frey yg mengerti akan diam tuannya, mendekat lalu menceritakan semuanya yg terjadi, ia juga mengatakan jika Jonas saat ini sudah berada di markas.
"Papi marah padaku? "Tanya Kiera yg terlihat takut.
"Eh.."Dom terkejut, ia lupa jika saat ini putrinya sedang ada bersamanya, "Tidak sayang, papi hanya terkejut, tadi Frey mengejutkan papi, "kilah Dom.
"Oh.. aku pikir papi marah padaku, "Dan kembali senyuman bahagia terpancar dari wajah menggemaskan Kiera.
"Mana mungkin papi bisa marah padamu. " jawab Dom, setelah Dom mengatakan itu, Kiera bangun dari duduknya lalu menghampiri ibunya.
"Mami aku mengantuk, "ucap kiera berjalan menghampiri ibunya.. "naik peswat bagus milik papi membuat aku pusing, aku pikir jika naik pesawat bagus tidak akan membuatku pusing. "Celoteh Kiera sambil beberapa kali menguap.
"Kamu mengantuk, ayo kita akan mencari hotel di sekitar sini, "Ajak Aaera.
"Aku tidak mau tidur di tempat lain aku mau tidur diruangan ini bersama papi. "pinta Kiera.
"Ya tidak boleh dong Kiera, ini adalah rumah sakit, kamar untuk pasien yg sakit, bukan kamar untuk istirahat untuk orang yg sehat. ayo kita akan mencari hotel yg tidak jauh dari sini kok, nanti setelah kau bangun kau bisa langsung kembali menemani papimu. "bujuk Aaera.
"Aku--
"Tidak masalah Aaera, ada satu lagi hospital bed itu memang di peruntukan untuk keluarga yg menemani pasien. "Potong tuan Dom. "Dan untukmu Adley, kau istirahatlah di kediamanku, "lanjut tuan Dom .
"Terima kasih tuan atas kebaikan anda, saya akan menyewa hotel saja untuk saya istirahat, saya permisi dulu, "lalu Adley beralih melihat kepada kakaknya, "Kak kau mau ikut denganku, atau akan tinggal disini menemani Kiera? "tanya Adley.
"Mami akan menemani aku dan papi disini, jika paman ingin pergi untuk istirahat pergilah, karena nanti malam aku akan menagih janji paman untuk membawaku ke rumah jajanan gulali. "Sahut Kiera di tengah-tengah rasa kantuknya.
"Kau itu, sudah mengantuk juga masih bisa menyahuti saja, sudah tidur sana. "Adley mengacak rambut Kiera dengan gemas, jika saja tidak mengantuk sudah dipastikan Kiera akan kesal kepada pamannya karena sudah mengacak rambutnya.
__ADS_1
Setelah Adley dan Frey keluar, dan Kiera pun tertidur suasana di dalam ruang terasa hening, hanya ada ke gugupan di antara keduanya, Aaera yg merasa bersalah malu untuk mengakuinya, tuan Dom gugup merasa bersalah karena membuat Aaera kembali ditempatkan pada posisi tak nyaman.
"Aaera -
"Tuan Dom --
Aaera dan tuan Dom secara bersamaan memanggil nama satu sama lain.
"Bicaralah. "Dom mempersilahkan Aaera bicara terlebih dahulu .
Aaera memustakakan pandangannya pada pria yg selama ini ia benci, "Maaf .."Hanya satu kata yg di ucapkan Kiera kepada tuan Dom.
Tuan Dom mengerutkan dahinya bingung, "Maaf? "ulang tuan Dom bingung. "maaf untuk apa? "lanjutnya bertanya.
"I-itu, "jawabnya gugup..
"Itu apa? "tanya Dom semakin bingung.
"Ya pokonya maaf, "Ujar Aaera, kini pipinya sudah memerah menahan malu, ingin mengakui kesalahannya namun gengsinya terlalu besar.
Dom tersenyum menyeringai, "Khm.."Dom berdehem, melihat Aaera yg terlihat gugup membuat ia memiliki rencana menjahili.."Maaf itu memiliki makna, jika tidak ada salah, mengapa harus mengatakan kata maaf "Ucap Dom tersenyum samar.
"A-aaku hanya ingin berkata maaf saja, tidak ada undang-undang yg mengatakan jika seseorang mengatakan maaf tanpa sebab akan di kenakan pidana bukan "jawab Aaera sekenanya.
"Memang tidak ada, namun semua orang akan bertanya-tanya , minta maaf ? maaf untuk apa? memang kamu melakukan kesalahan apa? apa kau mengambil sesuatu dariku? atau kau kau mencuri sesuatu dariku, atau ju--
"Stop.."Potong Aaera dengan cepat. "memang aku pencuri mengambil barang.
Dom tersenyum samar, ternyata ibu dari putrinya ini memilki sifat yg sedikit menyenangkan untuk menghidupkan suasana, bahkan dirinya yg tidak suka banyak bicara, dapat menggoda Aaera.
"Baiklah aku tidak akan akan membahas lagi, karena aku tidak suka pembicaraan yg berbelit-belit. "Akhirnya Dom menyudahi.
"Terima kasih untuk membawa Kiera menemuiku lagi, dan maaf telah menempatkanmu di yg mungkin membuatmu tidak nyaman. "Lanjut Dom tersenyum tulus.
"Dia tersenyum, bagaimana bisa dia tersenyum? aku pikir dia tidak bisa tersenyum, ah dia sangat tampan saat tersenyum, tapi sayang aku tidak akan jatuh cinta padanya. "ucap Aaera dalam batinnya.
Pukul enam sore Kiera terbangun dari tidurnya, dan kebetulan tuan Dom juga meminta untuk pulang saat ini juga, karena hasil pemeriksaan semuanya baik, akhirnya tuan Dom pun di ijinkan untuk pulang sekarang.
"Baiklah, tuan boleh pulang sekarang, tapi ingat, anda harus kembali melakukan chek up, tiga hari lagi jadwal anda kembali melakukan chek up, dan setelah sampai dikediaman, anda harus perbanyak istirahat agar lukanya tidak terbuka atau infeksi. "Pesan dokter panjang.
"Hmm. "jawab Dom dengan gumaman.
Aaera mendelik tidak suka, "Bagaimana bisa dia hanya membalas pesan panjang dari dokter hanya dengan satu gumaman, keterlaluan, apa dia tidak ingin mengatakan terima kasih karena dokter telah berhasil membuatnya masih bisa bernapas,? huh dasar tidak tahu terima kasih.."gumam Aaera kesal.
"Mam, apa kau ada masalah? "Kiera yg mengetahui ekpresi wajah ibunya bertanya.
"Tidak ada.
"Kau berbohong. "Saut Kiera tau mau kalah, dan tau mau di bohongi.
"Ish kau ini, sudah jangan banyak bertanya, bantu aku bereskan barang milik papimu. "Ujar Aaera kesal, putrinya ini selalu mencecar apapun yg ingin dirinya tau.
"Kalian tidak perlu membereskan semua itu, biarkan saja, nanti ada kepala pelayan yg membereskan semuanya. "Ucap Dom memberhentikan niat Aaera untuk membantu.
"Ya itu lebih baik. "jawab Aaera.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung.