Tuan Dom

Tuan Dom
Kebiasaan yg sangat buruk.


__ADS_3

"Kak, tuan Dom bisa saja bertindak, tapi dia memikirkan perasaanmu dan juga Kiera, karena musuh yg akan dia hadapi adalah pria yg telah membantu dan merawat kakak dan juga Kiera, bicarlah pelan-pelan dengan tuan Dom, agar tidak ada yg terluka, kau harus tahu jika tuan Dom yg bertindak maka akan banyak yg terluka, Sam akan terluka bahkan mungkin kematian yg akan Samuel dapat, dan Kiera akan kehilangan sosok daddynya aku dan kau juga akan kehilangan sosok sahabat yg baik seperti Samuel.


"Kak, berpikirlah sebelum bertindak, sekarang kau hidup bersama pria yg memiliki kehidupan yg berbalik bersama kita, ini adalah kehidupan yg kau pilih, memiliki suami dengan latar belakang seorang mafia, dikehidupan mereka pembalasan yg tepat untuk penghianat adalah kematian. pergi dan bicaralah bersama tuan Dom, dia pasti akan mendengarkan ucapanmu. dan kau juga tidak perlu terlalu khawatir kepada Kiera, dia bersama daddynya, kau tahukan Sam sangat menyayangi Kiera, dia tidak akan menyakiti Kiera. percayalah padaku. "Ujar Adley.


"Hm..Baiklah aku akan bicara dengan si tuan angkuh itu, kau pulanglah istirahat, kau pasti lelah setelah seharian ini mencari Kiera, "Ujar Aaera mencoba bicara setenang mungkin


"Hmm..aku akan istirahat disini saja, siapa tahu Sam akan menghubungiku lagi nanti, "jawab Adley.


"Baiklah, aku tinggal, aku ingin bicara dengan tuan Dom dulu. "Pamit Aaera langsung pergi meninggalkan Adley.


Didalam kamar tuan Dom nampak terdiam, ia memijat keningnya mencoba menghilangkan rasa pusing yg terasa di kepalanya,


"Tuan.. "panggil Aaera mendekat.


Tuan Dom nampak melirik, tanpa berniat untuk menyahuti.


"Tuan.. "kembali Aaera memanggil namanya, "Maaf "Ucapnya lirih dengan menundukkan kepalanya.


Dom terlihat menarik napas lalu membuangnya dengan kasar. "Aaera, aku tidak ingin melakukan kesalahan dengan melakukan hal yg akan membuat Kiera takut, duniaku berbeda dengan dunia kalian, jika kau memintaku untuk bertindak, maka aku akan bertindak sesuai tindakan yg biasa aku lakukan, kau tahu aku sudah menahan diri untuk bertindak, itu semua karena aku masih menghargai dia, karena dia adalah orang yg telah membesarkan putriku saat aku tidak ada kala itu. namun aku juga tidak bisa menahan lebih lama jika dia terus ingin bermain-main denganku. "Ujar tuan Dom tanpa melihat ke arah lawan bicaranya.


"Ijinkan aku untuk bicara dengan Samuel, aku yakin Sam akan mendengarkan ucapanku.


"Ya ..dia akan mendengarkanmu, jika kau bersedia menikah dengannya, tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi, kau adalah istriku ibu dari putriku, aku tidak ingin kehilangan kalian untuk kesekian kalinya. jadi berhenti bertindak, biarkan aku yg bertindak, kau hanya aku berbolehkan menunggu disini, menunggu aku kembali membawa putri kita."jawab tuan Dom datar.


"Aku berjanji, jika Sam tidak mendengarkan aku, aku tidak akan pernah ikut campur lagi, aku janji. tolong ijinkan aku mencoba untuk bicara dengannya .


"Aaera apa kau tidak mendengar apa yg aku sampaikan padamu tadi! jika kau datang menemuinya berarti kau menerima tawaran pertukaran yg dia inginkan, dan jika kau datang menemuinya, itu berarti aku memberikan kau dan Kiera padanya, aku tidak mau itu terjadi, saat ini kalian keluargaku yg ku punya, dan aku tidak ingin kehilangan kalian. "Ucap tuan Dom tegas.


"Tapi aku ingin Kiera, "Jawab Aaera lemah.


"Aku mengerti, aku berjanji akan membawa Kiera secepatnya kembali, tapi tolong untuk mendengarkanku, jika kau datang menemui Samuel itu berarti kau menerima pertukaran itu, mengertilah Aaera, aku membutuhkanmu dan juga Kiera, kalian adalah segalanya untukku, jadi tolong untuk menurut. "Ujar tuan Dom pelan.

__ADS_1


Aaera menatap tuan Dom dengan intens, ia tidak percaya jika pria yg selama ini ada dihadapannya selalu menganggapnya, padahal Aaera selalu berpikir jika dirinya tidak di inginkan oleh suaminya, adapun pria yg saat ini menjadi suaminya mau menikahinya itu semata-mata hanya untuk putrinya, namun kali ini ia melihat keseriusan di wajah tegas suaminya, seakan kata-katanya barusan menegaskan jika dirinya sama berharganya dengan Kiera.


Aaera masih setia dalam diam, ia merasa senang karena telah di akui, namun ia bingung harus berkata apa untuk menahan suaminya agar tidak melukai Samuel. "Tuan, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu, aku dan Kiera tidak akan pergi meninggalkanmu, tapi tolong beri satu kesempatan saja untuk aku bicara pada Samuel, jika memang perkataanku tidak di dengar oleh Sam, aku janji tidak akan pernah ikut campur lagi,


"Ijinkan aku menemuinya, aku mengenalnya, tuan tidak perlu khawatir, aku akan bicara padanya, tolong sekali ini saja. "Lanjut Aaera bicara.


"Baiklah kita akan menemuinya nanti setelah fajar datang, sekarang kau istirahatlah dulu. "Jawab tuan Dom mengalah.


Aaera tersenyum senang, "Terima kasih untuk kepercayaanmu. "Ujar Aaera tulus.


Tuan Dom mengangguk pasrah, mencoba mengalah namun ia juga tidak boleh lengah.


*


*


*


Fajar telah menyembur masuk kedalam kamar hingga membuat penghuni kamar yg semalam bersitegang mengerjapkan matanya karena terganggu oleh semburan matahari yg menerobos masuk tanpa ijin melali celah-celah jendela. "Eum- "Gumam Aaera, Aaera membuka pelan matanya, setelah berhasil membuka kedua matanya iya terkesiap takala melihat tangan kokoh pria yg saat ini sudah berstatus menjadi suaminya memeluknya.


"Aww.. "Rintih tuan Dom memegang bokongnya yg terbentur.


Aaera terbengong hingga mulutnya terbuka lebar, ia terkejut, bagaimana mungkin ia bisa mendorong suaminya hingga terpental ke lantai.


"Hei, apa yg kau lakukan ! Aw "kembali tuan Dom merintih memegang bokongnya.. "Kenapa kau mendorongku hingga jatuh? "lanjutnya bertanya dengan nada kesal.


"I-itu..itu tadi kau memeluku, aku terkejut dengan reflek mendorongmu, maaf "jawab Aaera lemah karena takut.


Tuan Dom menghembuskan napasnya dengan kasar, "Seharusnya kau senang karena aku mau memelukmu, seandainya aku tersadar juga aku akan berpikir ulang untuk memelukmu. "Ucap tuan Dom ketus.


Tidak merasa sakit hati, Aaera malah terlihat akan menyahut.. mulutnya sudah terbuka hendak melayangkan protes akan ucapan suaminya, namun ia urungkan karena tuan Dom bicara terlebih dahulu.

__ADS_1


"Kenapa belakangan ini aku selalu terkena sial... kau, jika sekali lagi kau membuatku seperti ini, akan kusuruh kau tidur di pavilun bersama hewan peliharaanku. "Ujar tuan Dom lalu bangun dari duduknya lantai, kemudian tak sengaja ia melihat jam dinding yg menempel indah di dingding. "Astaga.."ucapannya terkejut. dengan segera dia berlari masuk kedalam kamar mandi.


"Ada apa dengannya? "gumam Aaera yg melupakan bahwa putrinya saat ini sedang di culik.


Lima belas menit tuan Dom sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk, tubuhnya yg kekar terekpose dengan jelas. "Glek "Aaera menelan salvianya tak kala melihat pemandangan indah di pagi hari.


"Kebiasanmu sangat buruk, sering membuka mulut dengan lebar, dan tidak langsung membersihkan diri, "cibir tuan Dom.."pergi ke kamar mandi bersihkan wajahmu yg berantakan itu. "Perintahnya melihat sinis akan penampilan Aaera yg berantakan.."Dasar jorok. "lanjutnya terlihat tak suka.


Aaera yg mendengar cibiran suaminya langsung merapatkan mulutnya, "Aku kan baru bangun tidur, pastilah aku berantakan, "Ucap Aaera membela dirinya sendiri.


"Tapi kau sangat jorok, awas aku akan membereskan tempat tidurnya. "Usir tuan Dom sambil mengibaskan tangannya.


"Ish dasar kau, aku masih ingin bermalas-malasan, mataku terasa sakit, dan tubuhku juga terasa lemas. "Keluh Aaera.


"Kau boleh bermalas-malasan tapi bersihkan dulu wajahmu sana, dan satu lagi, aku tidak suka tempat tidurku berantakan, sekarang minggirlah dulu, aku akan membereskannya. "Kembali tuan Dom melayangkan perintah.


"Ohh...kau memang Mr perfect yg luar biasa, Baiklah aku akan pergi ke kamar mandi, silahkan bereskan seberes dan sebersih mungkin. "Jawab Aaera yg langsung berlari masuk kedalam kamar mandi.


Dom menarik napasnya, lalu menggeleng heran melihat sikap istrinya yg terlihat begitu polos dan apa adanya. Dom tidak marah atau merasa geli seperti yg dikatakannya tadi, ia hanya senang menggoda istrinya disaat ia menggoda Aaera, Aaera akan terlihat cemberut dan menggemaskan di mata tuan Dom.. "Bahkan dia lupa jika hari ini dia akan bertemu dan bicara pada Samuel. "Gumam tuan Dom menggelengkan kepalanya.


"Tuan Dom "Teriak Aaera di dalam kamar mandi.


Dom yg mendengar teriakan istrinya langsung berlari menghampiri istrinya, "Aaera ada apa? "tanya tuan Dom menggebrak-gebrak pintu kamar mandi.


"Ceklek "


"Kenapa kau tidak mengingatkan ku jika hari ini kita akan menemui Sam! "Protes Aaera yg sudah terlihat mendung, hidungnya terlihat kembang kempis, dan memerah, matanya sudah siap mengeluarkan air mata.


"Jika kau sudah mengingatnya, sekarang bersiaplah, kita akan berangkat setelah kau siap dan sarapan. "Jawab tuan Dom.


"Tapi aku merasa deg-degan. "Adu Aaera.

__ADS_1


Kembali tuan Dom menarik napasnya, "Semuanya akan baik-baik saja, ingat berpikir dengan tenang, dan tidak membuat sesuatu yg akan merugikan dirimu dan semua orang yg menyayangimu. "Jawab tuan Dom. "Ayo bersiaplah. "Perintah tuan Dom sambil menaikan dagunya.


Dengan malas Aaera kembali masuk kedalam kamar mandi.


__ADS_2