Tuan Dom

Tuan Dom
Sedikit pembalasan untuk Jonas.


__ADS_3

"Kau serius? "tanya Dom meyakinkan kembali ucapan Aaera yg tiba-tiba.


"Hmm, aku yakin, "jawab Aaera menunduk, dengan memejamkan matanya, meyakinkan dirinya jika keputusannya sudah tepat.


"Terima kasih, dengan dirimu menerima tawaran pernikahan ini, kau sudah mewujudkan keinginan mamiku dan juga mengurangi rasa bersalahku pada kau juga Kiera yg selama ini harus melewati semuanya hanya berdua..


"Anda salah tuan, saya tidak hanya berdua menjalankan ini semua, di tengah perjalanan kami ada Samuel yg selalu menemani dan melindungi kami, "jawab Aaera ketus.


"Ya, aku akan berterima kasih kepada tuan Samuel karena dirinya, Kiera dapat tumbuh menjadi anak yg pintar dan baik. "Jawab Dom. "Ayo kita sampaikan kabar bahagia ini kepada Kiera, Kiera pasti bahagia setelah mendengar jika kita akan menikah dan hidup bersama. "Ajak Dom kepada Aaera.


Aaera menurut saja, ia masih dilema dengan keputusannya, pasalnya keputusan ini datang tiba-tiba saja, dan Aaera langsung memutuskan tanpa meminta pendapat kepada adiknya atau pun Samuel, "Aku yakin mereka akan mengerti dengan semua keputusan yg aku ambil ini, "ucap Aaera menyemangati dirinya dalam batin.


Sesampainya didalam kamar Kiera, tuan Dom dan Aaera masuk bersamaan, mereka berdua memamerkan senyum terbaik mereka kepada Kiera,


"Hai, putri cantik papi, kau belum tidur? "tanya Dom duduk di bibir tempat tidur putrinya.


"Aku menunggu papi dan mami untuk membacakan dongeng sebelum tidur. "jawab Kiera setengah mengantuk,


"Ok, putri papi ingin di bacakan dongeng apa malam ini? biar papi bacakan. "tanya Dom memberi beberapa buku yg telah ia beli kepada putrinya.


"Yg ini.. "jawab Kiera mengambil salah satu buku yg diberikan oleh papinya.


Dom membacakan dongeng tersebut dengan penuh penghayatan.. namun cerita yg Dom bacakan belum selesai Dom sudah berhenti membaca.


Kiera yg tadinya sudah menutup mata, kembali membuka matanya lagi. "Ceritanya belum selesai, kenapa papi sudah berhenti membaca? "protes Kiera.


"Ada yg ingin papi dan mami bicarakan penting, "jawab Dom memandang wajah putrinya dengan intens.


"Apa? "tanya Kiera bangun, walau matanya terlihat mengantuk tapi rasa penasarannya lebih besar dari hanya sekedar mengantuk.


"Apa kamu setuju jika papi dan mami menikah? "tanya Dom hati-hati.


"Kalian ingin menikah? dan akan tinggal satu rumah selamanya? "Tanya Kiera semangat.."dan sekarang aku tidak akan berpisah lagi dengan papi atau pun mami, aku mau, aku mau.. dengan begitu teman-temanku tidak akan ada yg mengataiku lagi, mereka tidak akan mengganggu aku lagi, dan aku akan mengatakan pada mereka, jika aku juga sama seperti mereka, memiliki papi dan mami yg lengkap. "Celotehnya terlihat bahagia.


"Ya tentu saja, kau harus bungkam mulut sahabat-sahabatmu yg tidak berguna itu..katakan pada mereka bahwa aku adalah papimu, dan mulai sekarang papi dan mami akan selalu ada untuk menemanimu. "jawab Dom.


Aaera hanya dapat tersenyum, ia bingung harus berkata apa, karena putrinya itu tidak pernah bercerita apa-apa terhadapnya, dan bodonya dirinya selalu berkata jika putrinya baik-baik saja, ternyata ia salah putrinya menaanggung semuanya sendiri tanpa mengatakan apa-apa terhadapnya. setelah cukup lama diam, Aaera mendekat lalu duduk mendeketi Kiera dan tuan Dom, "Berjanjilah pada mami, untuk tidak menyembunyikan sesuatu apapun lagi terhadap mami. "Ujar Aaera terlihat bersedih.


Kiera mentap maminya dengan lekat , ia sudah terlihat berkaca-kaca, "maafkan aku mami, bukan maksudku menyembunyikan ini semua dari mami, aku hanya tidak ingin mami menangis dan marah-marah di sekolahanku nanti, mereka suka membicarakan aku jika mami marah-marah disekolahan. "jawab Kiera apa adanya.


"Mereka memang pantas di marahi, anak nakal seperti mereka harus di beri pelajaran agar mereka diam, "jawab Aaera kesal.


"Teman-temanku masih anak-anak, kata bu guru mereka belum mengerti apa-apa, sebaiknya mereka di beri tahu, bukan di beri pelajaran, mami selalu membuat teman-temanku menangis, jadikan mereka menjauhiku semua, karena takut pada mami. "komentar Kiera memanyunkan bibir kesal.


"Itu semua aku lakukan, karena Aku menyayangimu, aku membelamu dari mereka yg menindasmu, kenapa kau malah kesal kepadaku.. "seru Aaera tidak ingin disalahkan.


"Ya baiklah kau memang selalu benar, "jawab Kiera mengalah, karena jika tidak begitu, maminya akan terus bicara dan berteriak. "Apa mami sudah memberi tahu daddy jika mami akan menikah dengan papi? "lanjut Kiera bertanya kepada maminya.

__ADS_1


"Besok mami baru akan membicarakan ini semua kepada dadymu, sekarang tidurlah , ini sudah pukul sembilan malam, "Jawab Aaera, lalu menyuruh putrinya untuk tidur, dan tidak membutuhkan waktu yg lama Kiera sudah terlelap dalam tidurnya.


"Aaera, kita akan pergi ke kota A besok hanya berdua, kita akan bicarakan pernikahan kita kepada tuan Samuel, aku ingin bicara kepadanya, aku ingin mengatakan terima kasih terhadapnya. "Ujar tuan Dom setelah keluar dari kamar putrinya.


"Tuan tidak perlu mengatakan itu, karena saya sendiri yg akan mengatakan itu, saya permisi. "Ujar Aaera menyudahi pembicaraan antara dirinya dan juga tuan Dom.


Setelah kiera tidur, dan Aaera masuk kedalam kamar, Dom pun bergegas masuk kedalam kamarnya ia mengganti pakaiannya dan mengambil pistol milik ayahnya yg dulu diberikan pada dirinya, "Tunggulah kematianmu Jonas, aku akan membuat kau mengerti sedang berurusan dengan siapa kau sekarang. "Gumam Dom dingin.


Frey yg sudah bersiap dengan sigap membuka pintu belakang pengemudi untuk mempersilahkan tuannya masuk. Dom dan beberapa pengawal berjalan meninggalkan kediamannya.


Kiera mengintip dari balik jendela, ia melihat kepergian papinya, ternyata ia hanya berpura-pura tidur, saat tadi kedua orang tuanya menyuruhnya untuk tidur, ia keluar dari kamarnya, lalu memanggil salah satu maid yg hendak mematikan lampu tengah. "Bibi "panggil Kiera.


"Nona kecil? "Gumamnya.."Nona kecil ada yg bisa saya bantu? kenapa nona belom tidur? "jawab maid.


"Kemana papiku akan pergi? kenapa dia pergi malam-malam seperti ini? "tanya Kiera polos.


"Mungkin tuan ada pekerjaan yg harus di selesaikan sekarang, jadilah tuan pergi. "jawab maid apa adanya.


"Tapi ini sudah malam, apa pekerjaannya tidak bisa dilakukan besok, papiku sedang sakit, dia baru keluar dari rumah sakit, aku tidak mau terjadi apa-apa lagi terhadap papiku. "Ujar Kiera kini mukanya sudah mendung.


"Nona kecil, tuan tidak akan lama, paling sebentar tuan akan segera kembali lagi. "Ujar maid menenangkan nona mudanya.


"Betulkah? dari mana kau tahu? "Selidik Kiera.


"I-itu...saya juga tidak tahu, "jawab maid lemas, ia tidak pandai berbohong, dan salah satu peraturan bekerja bersama tuan Dom tidak ada kebohongan dalam hal apapun.


*


*


*


Di markas penyekapan tuan Dom sudah bersiap untuk menyayat bagian wajah Jonas, "Apa dulu kau menyaksikan ketika papiku meregang nyawa akibat pria tua itu? "tanya tuan Dom menyaytkan pisau yg ia pegang ke bagian pipi, hingga yg melihat merasa ngilu.


Jonas memejamkan matanya merasakan sensai sayatan yg diberikan oleh tuan Dom.


"Jonas, menjeritlah jika kau ingin menjerit, karena setelah ini kau tidak akan aku ijinkan lagi untuk menjerit, jangankan untuk menjerit, hanya bersuara saja aku tidak akan mengijinkannya. "Ujar Dom langsung menancapkan pisau yg ia pegang tepat di bagian pahanya yg terluka akibat tembakan yg di lakukan Frey kemaren.


Jonas menjerit keras, saat pisau itu menancap tepat di bagian yg terluka, "Ampun Dom, ampun "Ujar Jonas memohon ampun dengan menahan sakit.


"Ampun! haha, kau lucu jon, apa kalian mengampuni ayahku sebelum menghembuskan napas terakhirnya? apa kalian mengampuni ibuku saat ibuku ingin melindungiku, tidak, kalian menghabisi ayahku dengan sadis, setelah dia matipun kau memperlakukan jasadnya seperti binatang, bahkan kau berniat untuk menghabisi nyawaku dan putriku, apa kau pantas mendapat ampun? tidak Jonas, kau tidak pantas untuk mendapatkan itu semua, kau hanya pantas mati, karena dengan kematianmu, ibu dan ayahku akan tenang di alam sana.


Dom melihat bagian perut sebelah kiri Jonas mengeluarkan darah akibat luka tembakan yg di berikan oleh Frey, Dom tersenyum menyeringai, ia mendekat lalu mendaratkan piasu tersebut kepada luka yg lain.."Aku bingung ingin memberi luka dimana ! " ujar Dom setelah melihat ada enam luka tembakan di tubuh Jonas, "kau mengambil alih daerah yg ingin aku pakai Frey. "Ujar Dom sinis.


"Maafkan saya tuan. "Jawab Frey.


"Baiklah, aku akan sedikit saja memberimu pelajaran, karena aku tidak ingin mempermudah kematianmu, aku ingin kau meraung dan meminta anak buahku untuk segera mengakhiri hidupmu, itu keinginanku, tapi sayang ada satu orang lagi yg menginginkan kematianmu, aku akan membawanya besok. dan kau harus berterima kasih padaku malam ini karena aku tidak akan membunuhmu, aku hanya ingin membuatmu merasakan sakit di detik-detik kematianmu. "Dor. dor "Dua tembakan tepat mengenai luka tembakan yg Frey berikan kemaren.

__ADS_1


Seketika Jonas pingsan, darah kembali keluar dari lukanya.


"Frey, besok kau ajak Adley untuk menghabisi dia, jika Adley tidak ingin menghabisinya, maka habisi dia dengan ini. "Dom memberikan pistol pemberian ayahnya, "Tembak bagian jantung dan kepalanya, pecahkan kepalanya. "perintah Dom, lalu pergi meninggalkan markas yg selama ini menjadi tempat mengeksekusi para penghianat.


*


*


*


Ke esokan harinya Tuan Dom, Aaera, dan Kiera sarapan bersama, Kiera melihat terus menerus kepada papinya..


Dom yg mengerti telah di perhatikan sejak tadi oleh putrinya menaruh garpu dan pisau yg ia gunakan untuk sarapan. "Apa yg ingin kau tanyakan Kiera? "tanya Dom melihat pada putrinya.


"Apa papi semalam pergi? "jawab Kiera hati-hati.


Dom mengerutkan dahinya bingung. "Kau melihat papi pergi semalam? "tebak Dom.


Kiera mengangguk. "Papi, apa papi berniat mengejar paman jahat itu lagi?


"Tidak..


"Lalu untuk apa papi pergi di malam hari? jangan pergi di malam hari lagi, kau baru sembuh, aku tidak ingin kehilangan dirimu lagi. aku mohon.."Ujar Kiera memohon.


Dom tersenyum, lalu membelai sayang rambut putrinya, "semalam papi hanya pergi untuk menemui teman papi yg baru tiba di kota ini, kamu tenang saja, papi sudah berjanji tidak akan meninggalkan kau dan mamimu lagi. sekarang makanlah yg banyak. "perintah Dom.


Aaera yg bingung hanya dapat melarikan bola matanya kekiri dan ke kanan, ia bingung dengan obrolan ayah dan anak di hadapannya saat ini. akhirnya ia lebih memilih fokus pada sarapannya dari pada pusing memikirkan yg putrinya obrolkan bersama papinya.


"Selamat pagi. "Sapa Adley yg baru saja sampai


"Dley.. ayo sini sarapan. "Ajak Aaera saat mengetahui adiknya yg telah sampai.


"Terima kasih kak, aku sudah sarapan tadi di hotel. "jawab Adley sungkan.


"Sarapanlah Dley walau hanya sedikit, "timpal tuan Dom.


"Terima kasih tuan, tapi--


"Paman, kau harus mencoba menu baru yg mamiku buat, kau pasti akan sangat menyukainya. "Kiera menimpali dan dengan bangga mengatakan jika ibunya memasakan menu baru yg sangat enak.


"Baiklah, paman akan mencicipi menu baru buatan mamimu. "jawab Adley langsung ikut bergabung duduk bersama. Kiera dengan semangat mengambilkan makanan yg dibuat maminya dan memberikan kepada pamannya.


Setelah menerima dan menghabiskan makanan yg Kiera berikan, Aaera memulai pembicaraan. "Dley.. ada yg ingin aku bicarakan "Ucap Aaera.


"Tentang apa? "tanya Adley mengerutkan dahinya bingung melihat kakaknya begitu serius.


"Aku akan menikah dengan tuan Dom. "Jawab Aaera tanpa ragu.

__ADS_1


"Menikah? "Ulangnya terkejut, "kakak serius?


__ADS_2