
"Kau- "Ucap Adley terkejut saat melihat pria parubaya yg pernah menelantarkan dirinya.
"Adley.. kau terlihat tampan dan berwibawah sekarang. "Komentar ayah Adley santai.
"Dari mana kau tahu keberadaanku? dan untuk apa kau menemui ku? "tanya Adley sinis. Adley tak menyangka dapat bertemu kembali dengan ayahnya di kota B ini, Ia, ibu dan kakanya memutuskan pergi dari kampung halaman dan bertolak ke kota B, untuk menghindari bertemu atau mendapat perlakukan yg tidak baik lagi dari ayahnya, namun apa! takdir tuhan memang tidak dapat di tentang, menghindar sejauh apapun dari ayahnya, ayahnya masih dapat menemukannya.
Dan kini rasa takut dan khawatir pun memenuhi kepalanya, "Apa dia juga tahu tentang keberadaan kakak? tidak, jangan sampai dia mengetahi keberadaan kakak, aku tidak ingin dia memeras kakak, dan menyakiti kakak. "Ucap Adley dalam hati.
"Itu soal mudah untukku Dley. dimana ibumu, sepertinya aku merindukannya, "Tanya ayah Adley tersenyum santai.
"Bedebah, setelah apa yg kau lakukan pada ibuku, kau datang untuk mencarinya dan mengatakan kau merindukannya, omong kosong, pergi kau dari kediamanku. "Usir Adley marah.
"Kau tidak pernah berubah, di usiamu yg baru menginjak tujuh tahun kau sudah memiliki sifat tempramen dan suka membangkang, dan kita pernah pertemukan lagi di usiamu sembilan belas tahun lalu, dan waktu itu kau menghajarku, dan sekarang di usiamu yg sebentar lagi menginjak usia tiga puluh tahun, kau masih memiliki sifat yg sama, aku kagum padamu, Dley "Ucapnya penuh dengan ejekan.
"Apapun tanggapanmu untukku, itu tidak akan membuatku bersimpatik padamu, sekarang kau pergi dari kediamanku, jika kau tidak segera pergi, aku akan menanggil petugas untuk menyeretmu pergi dari sini "Ancam Adley emosi.
Ayah Adley tersenyum penuh ejekan, "Aku akan pergi setelah mendapatkan apa yg aku inginkan. "jawabnya santai lalu menerobos masuk kedalam rumah Adley, rumah yg telah di beri tuan Dom, yg saat ini menjadi bos, sekaligus kakak iparnya.
"Brengsek, keluar kau dari rumahku, "Usir Adley menarik kasar lengan ayahnya.. "Jangan pernah berani mengusik kehidupan kami lagi, pergi, atau kau akan menyesal karena telah menemuiku malam ini. "Seru Adley dengan nada ancaman.
"Dan seperti yg ku katakan tadi, aku akan pergi setelah kau memberikan apa yg aku inginkan, dan ya, rumahmu cukup bagus dan besar sepertinya jika aku tinggal disini, aku pasti akan betah. "Ucapnya santai, lalu duduk dengan menyilangkan kakinya, ia memutar kepalanya seraya memperhatikan isi yg ada didalam rumah putranya. "Aku tidak menyangka jika kau akan memiliki ini semua, jika ku tahu kau dan juga kakakmu akan hidup dengan bergelimbang harta seperti ini, aku tidak akan pernah meninggalkan kalian, dan hidup terlunta-lunta diluaran sana. "lanjutnya berdecak kagum.
"Brengsek. "Adley mencengkram kerah baju ayahnya dengan kuat, kemudia melayangkan tinjuan tepat di wajahnya hingga sudut bibir ayahnya mengeluarkan darah..
Seperti tak merasakan sakit, ayah Adley bangun dari tersungkur akibat hantaman pukulan dari putranya, "Tidak masalah sekarang kau memukulku, karena pukulan ini akan sangat bernilai untukku. "Ujarnya tersenyum mengejek.
"Hentikan omong kosongmu, dan keluar dari kediamanku. "Adley kembali mengusir ayahnya.
"Baiklah aku akan pergi sekarang, tapi.. berikan aku setatus juta terlebih dahulu, "Pintanya santai
__ADS_1
"Seratus juta "Ulang Adley, ia tersenyum masam, "Jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan uang dariku, karena aku tidak akan pernah memberi uang sepeserpun pada pria brengsek sepertimu, seratus juta, hah..kau meminta satu juta pun aku tidak akan sudi memberikannya padamu. "Tolak Adley tegas.
"Baiklah jika kau tidak ingin memberiku seratus juta, aku akan meminta pada kakak kesayanganmu saja, jika aku meminta pada kakakmu yg bodoh itu, toh aku bisa mendapatkan lebih dari seratus juta.. "Ucapnya yg berhasil membungkam mulut Adley.
Ternyata rasa takutnya benar-benar terjadi, jika pria yg berstatus ayahnya itu telah mengetahui keberadaan kakaknya, lantas apa yg harus ia lakukan? memberinya uang? atau membiarkan dia mendatangi kakaknya? jika ia sekarang memberikan uang kepada pria yg tidak pernah ada puas ini, ia yakin cepat atau lambat ayahnya ini akan kembali meminta lagi padanya. namun jika ia tidak memberi, ia takut ayahnya mendatangi kakanya dan melakukan tindakan-tindakan yg biasa ayahnya lakukan sewaktu mereka kecil dulu.
"Tolong jangan lakukan apapun kepada kakak, dia sudah banyak menderita karenamu, aku mohon jangan temui dia, biarkan dia bahagia, dia baru menemukan kebahagiaannya sekarang, tolong jangan pernah mengusik kebahagiaannya, "Pinta Adley lemah.
"Hahaha, kau tidak pernah berubah, kau selalu menjadi pelindung untuknya, baiklah jika begitu, berikan uangnya sekarang, dan aku tidak akan mengganggu kakak dan keponakanmu . "Ujarnya santai.
"Bahkan dia mengetahui tentang Kiera, seandainya di tubuhku tak mengalir darahnya, sudah ku pastikan kau akan mati saat ini juga. "Gumam Adley marah.
*
*
*
Kau sudah berjanji akan mengobati juniorku, dan kau juga telah berjanji akan membayar atas apa yg kau lakukan tadi di rumah sakit, sekarang akan ku beri tahu, bayaran apa yg ku minta. "kata-kata tuan Dom terus terdengar seperti rekaman vidio yg sedang di putar.
Malam ini aku meminta hakku sebagai suamimu, dan kau telah menyetujuinya tadi*.
"Aahhh, aku tidak mau, aku tidak mau.. "Teriak Aaera didalam kamar mandi.
Dom yg telah menunggu Aaera keluar dari kamar mandi sejak tadi nampak terkejut mendengar teriakan istrinya. "Aae, kau kenapa? apa yg terjadi? buka pintunya Aae, "panggil tuan Dom di barengi dengan pertanyaan cemas. tuan Dom mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi dengan keras yg saat ini didalamnya ada istrinya. "Aae, buka pintunya, jangan membuat aku khawatir. "lanjut tuan Dom, kali ini ia menggebrak-gebrak pintu kamar mandinya.
Aaera nampak terbengong saat mendengar suara kekhawatiran suaminya, namun rasa takutnya tak mengijinkan ia membuka pintu atau menyahuti panggilan suaminya yg terdengar khawatir.
"Aae, jika dalam hitungan ketiga kau tidak membuka pintunya, aku akan mendobrak pintu ini. "Ucap tuan Dom khawatir.
__ADS_1
Aaera terkejut dengan ucapan suaminya, kemudian mendekat kearah daun pintu, setelah mendekat ia mendengar hitungan satu, namun yg aneh hitungan itu melompat satu.
"Satu, Tiga--
"Ceklek..
"Hei, dimana kau sekolah? kenapa kau melompati hitungan ke dua! "Seru Aaera kesal mendengar hitungan yg melenceng.
"Kau tidak pa-pa? . "tanya tuan Dom, memilih tak menghiraukan ucapan istrinya.
"Hei, aku bicara padamu! "Ujar Aaera kesal.
"Jika tak begitu, kau tidak akan keluar dari kamar mandi, ayo kita teruskan yg tadi belum selesai. "
"A-apa yg belum selesai,? "Tanya Aaera pura-pura lupa akan pembahasan tadi.."malam ini aku ingin tidur bersama Kiera, awas kau jangan menghalangi jalanku.
"Aku akan memberimu jalan, tapi.. setelah kita melanjutkan yg tertunda. "Ucap tuan Dom tersenyum menggoda.
Tubuh Aaera gemeter, kemudian ia langsung duduk di lantai dan menangis, "Huaaa, tolong jangan lakukan apa-apa padaku, aku ini hanya wanita bodoh, aku hanya wanita ceroboh dan jelek, kau tidak akan puas olehku, kau juga pasti jijik saat melihat bentuk tubuhku, aku mohon jangan apa-apakan aku. "Ucapnya dibarengi tangisan.
Dom mengerutkan dahinya, kemudian menarik napasnya dengan berat, reaksi apa yg ditunjukan istrinya ini? ia pikir dengan kebodohan istrinya ini akan berlari keluar, atau seperti biasa membuat pernyataan-pernyataan bodoh, tapi diluar dugaan istrinya malah menangis keras dan mengurang-ngurangi kelebihannya dibarengi dengan tangisan yg cukup keras, untungnya kamar mereka kedap suara, coba jika tidak, se isi mansion pasti dapat mendengarnya tangisannya.
*
*
*
Bersambung.
__ADS_1