Tuan Dom

Tuan Dom
Ini bukan dirimu


__ADS_3

Di depan rumah megah ber cat-kan putih, kini tuan Dom, Aaera dan anak buahnya berdiri..


"Lakukan tugas kalian dengan baik. "perintah tuan Dom saat akan hendak masuk kedalam rumah megah yg saat ini di tempati oleh Samuel.


Didalam ruangannya, Samuel menyunggingkan senyum, saat melihat orang yg ia tunggu telah tiba, "Hanya wanitaku yg boleh masuk. "perintah Samuel kepada anak buahnya.


"Baik tuan. "jawab anak buah


Tuan Dom masuk kedalam rumah yg saat ini di huni oleh Samuel, ia berjalan dengan santai beserta Aaera dan Frey..


"Stop.! berhenti disitu.. hanya wanita tuan Samuel saja yg di ijinkan untuk masuk..anda dan dia cukup mengantarkan nyonya Aaera sampai disini saja. "Ucap salah satu anak buah Samuel, memberhentikan langkah tuan Dom dan yg lain.


Dom menatap tajam anak buah Samuel, hingga membuat anak buah Samuel meneguk salvianya. "Katakan pada tuanmu, aku sedang tidak ingin bermain-main dengannya, sekarang suruh dia keluar. "Ucap tuan Dom memerintah dengan dingin.


Beberap anak buah Samuel melangkah mendekat dengan mempersiapkan senjata mereka masing-masing. "Sebaiknya anda tidak membuat tuan kami marah. "Ucap salah satu anak buah Samuel.


Tuan Dom menyunggingkan senyum menyeringai, lalu menatap satu persatu anak buah Samuel, tidak ada rasa takut, namun lebih besar rasa ingin menghabisi mereka semua..


Aaera yg takut dengan reflek menggenggam tangan tuan Dom, lalu ia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan lemah. "Tolong tidak untuk emosi, Kiera berada pada Samuel, jika tuan melakukan sedikit kesalahan saja, aku takut Samuel benar-benar akan membawa Kiera pergi. "Ucap Aaera pelan..


Dom membuang napasnya secara kasar, "Baik, masuklah, jika dia berbuat yg tidak-tidak tekan tombol yg ada pada jam tanganmu, aku menunggumu disini, ingat jangan melakukan --


"Aku berjanji semuanya akan baik-baik saja. "Potong Aaera yg sudah dapat menebak apa yg akan disampaikan suaminya itu.


Tuan Dom mengangkat tangannya lalu membelai rambut Aaera, "Tolong untuk tetap bersamaku "Ucap tuan Dom penuh permohonan.


Aaera tersenyum, lalu mengangguk patuh. setelah itu ia melangkahkan kakinya mengikuti salah satu anak buah Samuel masuk kedalam ruangan yg tak jauh dari dimana tuan Dom dan Frey berada. Aaera tertegun saat masuk kedalam ruangan luas yg berisikan foto Aaera diseluruh dinding dan sudut. "A-apa...Apa-apaan ini.."Ucap Aaera terkejut.


"Aaera apa kabar? "sambut Samuel langsung merentangkan tangannya hendak memeluk Aaera, namun dengan cepat Aaera menghindar dengan melangkah mundur..


"Ada apa Aae? "Samuel mengerutkan dahinya bingung. Aaera tidak pernah menolak pelukannya, tapi kenapa sekarang Aaera menolaknya? "Kenapa? apa kau tidak merindukan aku? "tanya Samuel menyerit.


"Dimana Kiera? "bukan menjawab pertanyaan Samuel, Aaera malah memberikan pertanyaan, dengan raut wajah penuh kekecewaan.


"Aaera jangan menatapku dengan tatapan seperti itu, itu membuatku merasa asing dihadapanmu. "jawab Samuel terlihat sedih.


"Sam! dimana Kiera? "kembali Aaera melempar pertanyaan yg sama..


"Ada, dia sedang belajar dikamarnya, kau tenang saja, Kiera baik-baik saja bersamaku, bukankah kau tau itu, Kiera selalu baik-baik saja jika bersamaku, jadi kau tidak perlu khawatir. "jawab Samuel mendekat.


"Menjauh dariku Sam. "Ujar Aaera dengan tatapan kebencian.


"Aae, ada apa denganmu? kenapa kau terlihat sangat begitu membenciku? kau harus tau aku melakukan ini untukmu, agar kau dapat terlepas dari jeratan pria kejam itu. "


"Apa maksudmu Sam? "tanya Aaera dengan sorot mata kebencian.


"Mari jalani hidup seperti sebelumnya, kita kembali ke kota A, aku, kau dan Kiera, kita hidup seperti dulu lagi, aku sangat merindukan kehadiran kalian lagi di rumah ku, bukan! bukan rumahku, tetapi rumah kita. aku ingin kita seperti dulu lagi, aku ingin kau menyiapkan sarapan untukku setiap aku akan berangkat kerja, dan menyambutku setelah kembali bekerja. aku sangat merindukan kalian. "Ucap Samuel sendu.

__ADS_1


"Cukup Sam! cukup... aku tau aku telah berhutang banyak kebaikan darimu, aku tau kau orang yg sangat baik, kau memperlakukan aku dan Kiera dengan baik, kau menyayangi aku dan Kiera dengan tulus, tapi aku dan Kiera sekarang sudah memiliki kehidupan baru, tolong untuk mengerti itu, aku tidak bisa kembali ke kota A, Kiera membutuhkan papinya, kau pasti sudah tahu itu sebelum aku mengetahuinya, jadi stop memintaku untuk kembali kesana..


"Aku dan Kiera akan selalu menyayangimu, bagiku dan Kiera kau adalah orang yg sangat penting dalam kehidupan kami, namun untuk bersama, aku minta maaf padamu aku--


"Aku tidak perduli apapun alasan kalian, yg aku inginkan sekarang kalian ikut bersamaku kembali ke kota A. "potong Samuel tegas.


"Sam... bukan sudah ku katakan sebelumnya, jika kau memiliki perasan lebih dari seorang kakak dan sebagai sahabat, sebaiknya kau hilangkan perasan itu, karena aku tidak mencintaimu. "lanjut Aaera.


"Lantas apa kau mencintai pria brengsek itu? "tanya Samuel dengan kilauan kebencian.


Aaera menatap sendu kearah Samuel, "Sam, A-aku..


"Apa? ....karena Kiera? omong kosong Aaera, jika kau bisa menikah dengan pria brengsek itu tanpa cinta, kenapa tidak denganku? aku mencintaimu, sedangkan pria itu, apa dia mencintaimu? setidaknya jika kau menikah denganku, aku mencintaimu, aku tidak akan membuat kau dan Kiera menderita. aku akan selalu membahagiakanmu dan juga Kiera. "Ujar Samuel marah.


"Tapi Kiera--


"Ada apa dengan Kiera? aku selalu mempioritaskan semua kebutuhan Kiera, tidak ada satu hal pun yg membuat Kiera kurang, kasih sayang, materi, semuanya sudah aku berikan padanya, dia hidup bahagia, namun setelah bertemu pria brengsek itu semuanya jadi berantakan, kita berjauhan, kau dan Kiera melupakan aku. kalian tidak memperdulikan aku lagi. kalian membuangku tanpa melihat bagaimana sakitnya aku saat kalian pergi. "Ucap Samuel berteriak.


"Sam, sejak dulu aku sudah ingin pergi, tapi kau selalu melarangku, seandainya aku pergi sejak dulu perasaan itu tidak akan tumbuh lebih dalam, aku tidak bisa hidup bersamamu Sam, aku tidak bisa, Kiera membutuhkan papinya, aku mohon kau mengerti itu. "jawab Aaera dengan membendung air mata, bukan Aaera tidak perduli, namun keadaan yg tidak memungkinkan Aaera harus kembali ikut bersama sahabatnya itu.


"Kiera...Kiera, Kiera.. ok jika Kiera yg menjadi alasan terbesarmu, maka aku akan menggunakan Kiera untuk memaksamu agar mau menikah denganku, satu hal yg harus kau ingat Aaera, pesan yg ku kirimkan padamu kemaren, bukanlah pesan main-main.


"Sam..ada apa denganmu? kenapa kau menjadi seperti ini? kenapa kau berubah, aku tahu kau sangat menyayangi Kiera, tapi dengan kau memisahkan Kiera dengan papinya itu akan membuat Kiera marah padamu..tolong Sam, jangan melakukan hal yg bodoh, hal yg akan merugikanmu nanti..tuan Dom akan murka jika kau sampai membawa Kiera. tolong jangan lakukan hal itu, aku mohon. "Ujar Aaera menggeleng tak ingin melihat sahabatnya berada dalam masalah.


Samuel tersenyum menyeringai. "Aku tidak pernah takut pada pria itu, aku pernah melawan kematian, jadi aku tidak takut jika pun harus mati di tangannya. "Jawab Samuel tenang.


"Jika memang aku harus mati di tangannya, aku tidak mati sia-sia, aku mati untuk memperjuangkan kalian, jadi itu bukan kematian sia-sia. sekarang aku tanya padamu untuk yg terakhir kalinya. apa kau akan ikut bersamaku dan Kiera? "


Kembali Aaera menggeleng, "Tidak Sam, jangan lakukan itu, aku mohon..aku tidak bisa pergi dengan mu, aku-- "Aaera terdiam, ia teringat akan janjinya kepada suaminya untuk tidak akan pergi meninggalkannya.


"Kenapa? apa kau sudah mulai mencintai pria brengsek itu? apa kau sudah jatuh cinta padanya? "Selidik Samuel.


Aaera terdiam, ia pun bingung dengan perasaannya terhadap tuan Dom. namun melihat kebaikannya di balik sifat dingin yg diperlihatkan oleh suaminya itu, Aaera merasa nyaman dan terlindungi.."Tidak-tidak "Aaera menggeleng-gelengkan kepalanya menepis hal yg ia bayangan tadi. "Sam, ini bukan tentang aku, namun ini semua tentang Kiera. aku tidak --


"Jika ini tentang Kiera, mudah saja.. "Potong Samuel, "biarkan Kiera bersama papinya, kau ikut bersamaku kembali ke kota A, kita akan melihatnya sesering mungkin, aku berjanji, kau akan sering melihat Kiera, asal kau mau mengikuti semua kata-kataku, namun jika kau tidak mendengarkan ku, maka jangan salahkan aku, jika aku membawa Kiera menjauh darimu. "ancam Samuel.


"Sam, kau gila, dia putriku, dia juga putri tuan Dom, kau tidak berhak untuk membawanya, aku tidak akan mengijinkannya. "


"Kenapa aku tidak berhak? aku yg mengurusnya sejak kecil, aku yg menjadi daddy-nya saat dia membutuhkan sosok seorang ayah, jadi aku berhak untuk membawanya. sekarang jika pilihanmu tetap bersama pria brengsek itu, maka kau bersiaplah untuk tidak akan berjumpa lagi dengan putrimu. "Ujar Samuel melangkah mundur, lalu meninggalkan Aaera.


"Sam..Sam, Sam aku mohon jangan bawa putriku pergi, aku mohon. "ucap Aaera menggenggam tangan Samuel dengan bersimpuh di hadapan Samuel.


Sam memejamkan matanya, sebenarnya ia tak kuasa melihat Aaera menangis, namun egonya untuk memiliki Aaera telah menguasai dirinya. "Bangun Aaera, "Perintah Samuel sambil memejamkan matanya.


"Tidak Sam, tolong kembalikan Kiera padaku, aku tau kau tidak sekejam itu padaku, aku mohon, kembalikan putriku. "Mohon Aaera.


Samuel melepaskan paksa genggaman tangan Aaera, lalu kembali melangkah pergi meninggalkan Aaera .

__ADS_1


"Sam, aku mohon jangan bawa putriku, tolong jangan pergi, kembalikan putriku, "Teriak Aaera, karena saat ini Aaera tidak dapat mengejar Samuel, karena kedua tangannya sudah di cekal oleh anak buah Samuel. "Lepaskan aku, aku ingin menemui putriku, lepaskan aku ."Ucap Aaera mencoba membrontak, namun gagal karena ia kalah tenaga.


"Samuel kembalikan putriku, "Teriak Aaera hingga terdengar hingga ketempat dimana tuan Dom dan Frey sedang menunggu Aaera.


Dom mengedipkan matanya, memberi isyarat agar Frey segera memulai rencana yg sudah mereka Susun.. dan tidak lama beberapa anak buah tuan Dom datang dan langsung melumpuhkan semua anak buah Samuel, setelah melumpuhkan semua anak buah Samuel, tuan Dom langsung masuk kedalam ruangan yg saat ini Aaera berada.


"Lepaskan istriku. "Perintah tuan Dom dengan tatapan membunuh.


"Glek.."Anak buah Samuel meneguk ludahnya. "Apa yg kalian lakukan disini? bukan sudah ku peringatkan agar kalian meninggu diluar. "Ucap anak buah Samuel, kini tubuhnya bergetar hebat, hanya dengan tatapan tuan Dom saja dia begitu ketakutan, bagaimana jika pria yg ada dihadapannya melakukan sesuatu ?


"Lepaskan istriku! "Kembali suara tegas mengukang kata-katanya.


Dengan perlahan anak buah Samuel melepaskan tangan Aaera yg sedang ia pegang.


"Kemana dia pergi? "lanjut tuan Dom bertanya.


"Tuan ayo ikut bersamaku, Samuel pergi kearah sana "tunjuk Aaera, lalu menarik tangan tuan Dom membawanya berjalan kearah yg Samuel tadi melewati . "Ayo cepat tuan, dia tadi mengatakan jika dia akan membawa Kiera pergi ketempat yg tidak bisa kita temukan . "lanjut Aaera bicara.


Setelah berjalan melewati beberapa ruangan, kini tuan Dom dan Aaera sampai di halaman belakang, dari jarak beberapa meter, tuan Dom dapat melihat putrinya Samuel sedang menggendong Kiera hendak masuk kedalam mobil..


"Sam.. berhenti! "Ucap tuan Dom gelap.


Samuel yg hendak menaikan kakinya untuk masuk kedalam mobil mengurungkan niatnya. ia menoleh ke asal suara, kemudian tersenyum.


"Papi "Panggil Kiera yg berusaha untuk turun dari gendongan Samuel.


"Kiera sayang, dengarkan daddy, kau akan ikut bersama daddy kesewatu tempat yg pasti akan kamu sukai, tempat itu sangat indah, kamu pasti akan menyukainya. "Ucap Samuel mencoba membujuk Kiera.


"Apa kita akan pergi bersama papi dan mami juga? "tanya Kiera polos.


"Tidak sayang, mereka akan menyusul kita nanti, ayo sekarang kita pergi, karena jika kita berlama-lama disini, pesawat yg kita akan tumpangi akan meninggalkan kita. "Jawab Samuel.


"Aku tidak mau, aku ingin pergi bersama papi dan mami, aku tidak mau ikut bersama daddy, aku ingin ikut bersama papi dan mami saja. "tolak Kiera yg berusaha turun dari gendongan Samuel.


"Diam Kiera! "Bentak Samuel, yg berhasil membuat Kiera langsung terdiam, mendengar bentakan daddy-nya membuat tubuh Kiera bergetar, ditambah wajah marah daddy-nya yg pertama kali Kiera lihat itu membuat Kiera membeku takut.


"Samuel. "Sahut Aaera marah..Aaera dapat melihat dengan jelas wajah pucat putrinya yg ketakutan. "


*


*


*


Bersambung..


Like komen dan vote.

__ADS_1


terima kasih.


__ADS_2