Ujian Cinta

Ujian Cinta
Bab 10


__ADS_3

Aku masih terus menangis di atas ranjang.Tapi Sandi tidak memperdulikan keadaanku.Sandi mencium bibirku kasar,melumat dan menghisap bibir atas dan bawahku bergantian. Semakin ke sini Ciuman Sandi pun turun ke leher jenjangku,mengisapnya kasar dan memberikan tanda merah di sekitar bibirku.


Tangan Sandi membuka kancing-kancing kamejaku,membuka bajuku dan melemparkan nya.Aku pun hanya bisa menangis pasrah.Sandi menurunkan paksa celana jeans ku.kini aku hanya memakai bra dan celana dalam.


"Jangan menangis Olla,sungguh aku tidak tega.tapi ini cara satu-satu nya agar kamu menjadi milikku seutuhnya.Maafkan aku Olla,aku harus melakukannya".ucap Sandi


"Ini akan sedikit sakit,tahan yah,aku akan pelan-pelan". Aku tidak punya tenaga lagi untuk menjawab semua yang Sandi katakan.


Sandi membuka pengait bra ku dan melemparkan ke sembarang arah.Tangan Sandi merem**-re**s dadaku dan menghi**p put***ku.


"Eumhhh" satu desahan lolos dari mulutku,membuat Sandi semakin bersemangat.


Tangan kanan Sandi pun menelusup ke dalam cd ku dan mengelus area intiku. "Eumhhhh" desahan ku yanh ke dua dan seterusnya terus keluar.


Sandi merobek cd ku laku menciumi ****** ku,memainkan lidahnya di dalam intiku membuatku merasakan sesuatu yang sulit aku ungkapkan.


"San,eumhh le,,,,paaassshhh.a-akuh udaahh gag ta-haan". ucapku


"Keluarkan sayang,jangan di tahan". Sandi pun terus mengobrak ngabrik area inti ku dengan semangat hingga membuat ku mencapai klimaks. "aakkhhhhhhhh" seruku dengan nafas yang tersenggal-senggal.


Sandi menjilat cairan bening ku tanpa rasa jijik.Aku gak tau kapan Sandi melepas boxernya,yang jelas sekarang aku dan Sandi sama-sama tanpa sehelai benang.


Sandi mengambil posisi di antara ke dua kakiku dan mengarahkan Sandi juniornya ke ****** ku.Menggesek-gesekan kepala juniornya hingga menekannya pelan membuatku merasakan kesakitan yang luar biasa. "S-sakiit San,aku gak kuat" ucapku sambil menangis.


"Sabar sayang aku akan lebih pelan" Sandi menenangkan ku.


Sandi terus berusaha agar juniornya cepat masuk hingga dalam hitungan 1 2 3 bleessshh junior Sandi masuk dalam satu kali hentakan,ku merasakan sesuatu mengalir di area intiku. "Aakkhhhh,sakit San" aku menangis menahan rasa sakit dan bersamaan dengan rasa sesak di dalam intiku. Sandi mencium bibirku lembut berusaha mengalihkan rasa sakitku. "Maaf sayang,setelah ini tidak akan sakit lagi.terima kasih sudah menjaganya untukku,menjadikanku yang pertama.Aku mencintaimu Olla". ucap Sandi di sela-sela ciuman nya.


Sandi mulai memaju mundurkan juniornya perlahan.Rasa sakit ku pun berubah menjadi rasa geli-geli gimana gitu.Sandi meracau tidak jelas merasakan juniornya berada di lubang sempitku.


"Aakkhhhh,kamu sempit sayang.Setelah ini kamu hanya akan menjadi milikku. ingat hanya milikku,Sandi Ferdian".

__ADS_1


Junior Sandi masih betah di sana hingga ku merasakan Sandi menghentakan juniornya dengan ritme yang sedikit cepat dan semakin cepat... "Eumhh San aku mau keluar" ucapku tidak tahan. "Bareng sayang, Aaakkhhhhhhhh" leguhan panjang keluar dari mulut Sandi bersama dengan keluarnya cairan junior Sandi di dalam rahimku.


Aku sudah tidak berdaya,Sandi membaringkan tubuhnya di sampingku,menarik selimut dan menyelimuti butuhku yang masih bug*l.


Aku pun tertidur karena kelelahan.ku rasakan Sandi masuk ke dalam selimut dan mendekap tubuhku dari belakang.Sandi mengecup pucuk kepalaku "Terima kasih sayang,aku mencintaimu.Takkan ku biarkan kamu lari dariku". kurasakan tangan Sandi mengelus perut rataku "Semoga ada satu dari antara kalian ada yang tumbuh di dalam sini,Biar tidak ada alasan lagi kamu meninggalkan ku". kemudian Sandi mencium perutku dan tertidur di sampingku.


Aku merasakan sesuatu yang berat menimpaku.


Saat ku coba bangun ku lihat ada tangan yang melingkar di perutku,aku pun melepaskan tangan itu perlahan agar tidak membangukan si yang punya tangan.Sebelum berhasil terlepas ternyata Sandi sudah bangun duluan. "Mau kemana heum?apa masih mau kabur?" Sandi membuka suara sambil mengeratkan pelukannya.


"T-tidak,aku hanya mau mandi dan pulang". ucapku gugup.


Sandi bangun dari tidurnya dan menggendongku ke kamar mandi,aku tersentak dan refleks mengalungkan tanganku di lehernya.Sandi tersenyum,sedangkan ku hanya diam dan menyembunyikan wajah merahku di dada toples Sandi.


"Jangan menggodaku,aku tidak mau melakukannya lagi sebelum nanti kita menikah.Aku hanya ingin membantumu mandi". Ucap Sandi datar tanpa menoleh ke arahku.


Sandi menurunkanku saat sudah sampai di kamar mandi. "Panggil aku kalo sudah selesai.aku akan mandi di kamar sebelah".


Aku menatap cermin kamar mandi ku lihat tubuh telanjangku penuh dengan bercak merah hasil karya Sandi.Aku menangis meratapi sesuatu yang sudah terjadi. Apa yang harus ku katakan pada ibu?haruskan aku jujur atau menyembunyikannya?bagaimana kalo aku hamil?bukan hanya aku yang malu tapi semua keluarga besarku.Ya Tuhan,ini kah takdir yang harus ku jalani?.


Tok,tok,tok. "Olla apa sudah selesai?ini sudah setengah jam lebih,kenapa kamu belum keluar?".


Aku mendengar suara Sandi di luar pintu kamar mandi.Aku tidak berniat untuk menjawabnya.


"Olla,Olla".....teriak Sandi.


Sandi pun panik "Apa mungkin Olla bunuh diri di kamar mandi?ini tidak boleh terjadi,apa gunanya aku hidup kalo tidak bersamanya?" batin Sandi.


Sandi pun mendobrak pintu kamar mandi yang ku kunci.Aku pun pura-pura tertidur di atas toilet toilet duduk dengan hanya berbalut kimono handuk.


Ku rasakan Sandi menggendong tubuhku dan mencium keningku.Aku ingin tau apa yang akan Sandi lakukan,aku juga ingin tau semua isi hati Sandi.

__ADS_1


"Olla,kamu membuatku panik setengah mati.Apa jadinya aku bila hidup tanpa kamu?Aku mencintaimu selama ini,Aku tidak ingin jadi pacarmu,tapi aku ingin menjadi suamimu dan ayah dari anak-anakmu.Jangan menolakku lagi sayang.Sebenarnya aku tidak mau melakukan hal seperti tadi,aku tidak tega melihatmu menangis.Tapi aku tidak punya cara lain selain melakukan hal itu untuk mengikatmu di sisiku.Maafkan aku sayang".Sandi membaringkan tubuhku di ranjang tadi.Lalu Sandi beranjak dari ranjang entah kemana.Tidak lama aku merasakan Sandi mengelap rambut basahku.Aku tersuntuh mendengar kata-kata uang Sandi ucapkan.Tapi aku benci mengingat apa yang telah Sandi lakukan tadi.


"Bagaimana bisa kamu tidur di kamar mandi dalam keadaan seperti ini Olla?kamu belum makan apapun,apa kamu tidak lapar?bangunlah,kita cari makan". ucap Sandi sambil mengeringkan rambutku dengan handuk kecil.


Ku rasakan perutku keroncongan,aku tidak bekerja dan sekarang sudah jam 2 siang.Ku buka mataku perlahan dan yang pertama ku lihat adalah wajah tampan Sandi yang sudah mengenakan pakaian lengkap berbeda dari yang tadi pagi dia pakai.


"Kamu mau makan apa?biar aku belikan.tunggulah di sini" ucap Sandi sambil mengelus-ngelus rambutku.


Aku mendudukan tubuhku dan menyandarkannya di sisi ranjang.


"Apapun itu aku akan memakannya.San,kamu ada baju yang bisa ku pakai?Aku tidak nyaman hanya menggunakan handuk". ucapku menunduk.


"Olla,kalo bicara tataplah lawan bicaramu.kangan menunduk seperti ini." Sandi mengangkat daguku dan menahannya hingga wajah kami pun saling bertatapan.


"Aku ada baju,cuma cd mu kan rusak jadi aku belikan yang baru aja yah sambil nyari makanan?". tawar Sandi.


Sandi mendekatkan wajahnya ke arah telingaku "Tapi aku suka kamu seperti ini,kamu sangat sexy dan menggoda". bisik Sandi.


Blusshhh wajahku memerah karena bisikan setan Sandi.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2