
Olla yang pura-pura baru sadar pun menyapa Dirly dan Karina. "Oh,ada kalian. sudah lama?" sapa Olla basa basi. Sandi membawa kepala Olla ke dalam dadanya lalu mengusap-ngusap pucuk kepalanya sesekali dia juga menciumnya.
Sandi bukan sengaja memberikan perhatian begitu karena ada Dirly dan Karina. Karena emang Sandi sudah terbiasa seperti itu.
"Belum lama kok La,kamu apa kabar?" sapa Dirly. "Aku baik.kok gak ada minuman nya?" tanya Olla. "Itu yang,tadi bibi udah pamit pulang. aku sempet mau ambilin tapi kamu tidurnya pulas banget" jawab Sandi sambil mencoleh hidung istrinya.
Jangan di tanya lagi gimana perasaan Dirly atau pun Karina. Mereka sudah pasti seperti berada di dalam kurungan api,panas jiwa raga mereka.
"Ya udah biar aku ambilin" ucap Olla lalu pergi ke dapur. Karina mengekori Olla ke dapur. saat mereka sudah sampai di dapur Karina langsung menarik tangan Olla hingga gelas yang ada di tangan Olla pun terjatuh dan pecah Praannkk .Suara pecahnya gelas sampai ke ruang tengah Sandi dan Dirly pun segera berlari ke arah dapur. Sandi terlihat lebih dari panik karena takut istrinya kenapa-napa.
"Eh,kenapa kamu tarik tangan aku rin?" tanya Olla. "Gak usah so polos,Lo pake pelet apa Sandi bisa bertekuk lutut sama Lo?" tanya Karin nyolot. "Gue gak apa-apain Sandi, Kalo Lo gak percaya Lo tanya aja langsung" jawab Olla santai. Tanpa mereka sadari pembicaraan mereka terdengar oleh Sandi dan Dirly yang dari tadi sudah ada di dekat dapur.
Olla berlalu melewati Karin yang tengah kesal karena Olla seperti tidak mudah takut dengannya. Tiba-tiba Karin mendorong Olla dengan kuat hingga Olla tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dan bruukk dengan sigap Sandi menangkap tubuh Olla. Karin panik saat melihat ada Sandi dan Dirly. "Sorry San,aku gak sengaja nyenggol Olla" membela diri. "Oh yah? gue udah tau semuanya. Lo gak usah bela diri. Lebih baik Lo pergi dan jangan pernah menginjakan kaki Lo di rumah gue". bentak Sandi,dari tadi dia sudah emosi saat mendengar Karina menuduh Istrinya pake pelet di tambah sekarang Karina mendorong Olla. Beruntung Olla tidak sampai jatuh,kalo sampai terjadi apa-apa sama Olla apalagi sama janinnya tamat sudah riwayat dari seorang Karina.
"Bro,pintu rumah gue selalu terbuka buat Lo. Tapi kalo Lo bawa cewek gak tau diri ini ke rumah gue lagi jangan harap gue mau buka pintu". jelas Sandi.
__ADS_1
"Aku gak papa kok yang,cuma perutku sedikit kram. hubungan kamu sama Dirly jangan sampai rusak gara-gara itu cewek". gumam Olla.
Karina merasa sangat kesal. rencananya ingin membuat Sandi jadi miliknya gagal bukan karena Sandi sudah menikah tapi karena Sandi sudah tau semua yang di lakuin ke Olla dan itu membuat Sandi sangat membenci dirinya.
"Lo pergi dari rumah gue sekarang" teriak Sandi.
Karina pun melangkah menghentakkan kakinya pergi meninggalkan rumah Sandi.
Olla ketakutan saat mendengar Sandi berteriak,Dirly pun merasa kaget pasalnya Sandi tidak pernah berkata kasar pada wanita. "Apa sebegitu cintanya Sandi sama Olla hingga membuat Sandi bisa berubah kasar saat miliknya di usik orang lain" batin Dirly.
"Yang,dedek bayinya gak papa kan?" tanya Sandi panik melihat Olla memegang terus perutnya.
"Apa tadi?dedek bayi?apa Olla lagi hamil?pantas saja Sandi terlihat begitu marah. Hancur sudah harapan gue bisa hidup sama Olla". hancur hati Dirly.
"Ya udah yuk duduk dulu,nanti biar aku yang ambilin minum" ajak Sandi. mereka bertiga pun kembali ke ruang tengah. "Bro,Lo mau minum apa?" tanya Sandi
__ADS_1
"Apa aja deh bro,kalo bisa yang seger.... kering tenggorokan gue lihat drama tadi" jawab Dirly "Sialan Lo,air cucian piring mau?" tanya Sandi sambil berlalu meninggalkan ruang tengah.
Sepeninggalan Sandi ruang tengah terasa mencekam,di penuhi keheningan.tidak ada kata yang keluar dari Dirly maupun Olla.
"Mas Dirly" panggil Olla pelan,tapi Dirly masih bosa mendengarnya. Dirly mendongkakkan kepalanya ke arah Olla,dia merasa ada sesuatu di hatinya saat Olla memanggilnya dengan sebutan mas ini pertama kalinya Olla memanggilnya dengan embel-embel.
"iya kenapa sayang?" sahut Dirly pelan. Olla menyembunyikan senyumannya saat Dirly menyebutnya sayang.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.