Ujian Cinta

Ujian Cinta
Bab 13


__ADS_3

{Sandi membawa cangkir kopi yang Olla buat ke halaman belakang. Di sana terdapat sebuah saung kecil nyaman dengan matras tipis untuk bersantai di ujung saung itu ada rak buku kecil.


Sandi bersandar di pinggiran saung sambil menyalakan sebatang rokoknya. Sandi membayangkan jika dirinya benar-benar menikah dengan Olla pasti dia akan sangat bahagia. Melihat Olla yang rajin Sholat,bisa masak dan cantik membuat nilai tambah untuk seorang Olla. Saat sedang melamun Sandi teringat dengan Dirly temannya.Entah kemana sudah beberapa hari ini Sandi tidak melihat Dirly. Sandi mengambil ponsel dari saku celananya lalu mencari kontak Dirly.Sandi menghubungi Dirly berkali-kali tapi tidak ada jawaban.Sandi mengiriminya pesan dan menanyakan keberadaan Dirly tapi tetap Dirly tidak membalasnya.


"Setelah pulang dari sini,aku harus ke rumahnya. Tidak biasanya Dirly seperti ini" batin Sandi.


Olla melihat ke gurasan Sandi dari balik jendela ruang tamu.Olla berniat menghampiri Sandi,tapi takut Sandi ke ge-eran.


Tapi rasa penasaran Olla membuatnya melangkah ke arah Sandi dan duduk di samping Sandi sambil menenteng gelas susu hangatnya.


Olla membuka suara "Apa kita jadi pulang hari ini?" Olla bertanya seolah dia tidak tau akan terjebak dengan pertanyaan nya sendiri.


Sandi menatap Olla "Apa kamu masih betah di sini bersama ku? kita bisa saja pulang minggu depan kalo kamu mau,aku tidak keberatan. malahan aku senang sekali" ucap Sandi


Seakan baru sadar dengan pertanyaan nya Olla pun menyesal dan memalingkan wajahnya. "Kenapa aku begitu bodoh,.... Sandi pasti berpikir kalo aku mau berlama-lama dengan nya.. aaahhhh sial" . Batin Olla


Ingin rasanya aku menjerit karena telah salah bertanya. Sandi mengulurkan tangannya dan mengusap-ngusap rambut sebahuku. "Kita akan pulang siang ini,aku takut berlama-lama denganmu tidak bisa menahan nafsuku lagi. Ini akan menjadi rumah kita setelah nanti menikah. kamu bisa mendekornya ulang jika kamu tidak suka dan tidak nyaman".


"Hm," aku menjawab singkat.


Aku takut salah lagi bicara dan menjadi boomerang seperti pertanyaan ku tadi.


Sandi tersenyum mendengar jawaban ku, ah lebih tepatnya deheman ku.


Setelah kopi Sandi habis, Sandi mengajakku masuk untuk sarapan. Sandi menggandeng tanganku ke arah dapur "Olla,,, apa kamu keberatan kalo aku merokok?". tanya Sandi


"Tidak".


"Kenapa?apa kamu gak khawatir dengan kesehatan ku?" protes Sandi


"Seharusnya yang khawatir tentang kesehatanmu itu ya kamu sendiri. kenapa harus orang lain? kalo kamu benar-benar ingin sehat maka berhentilah merokok dengan kesadaran kamu sendiri bukan karena paksaan orang lain".


"Ah seperti itu, aku pikir kamu tidak peduli padaku". Sandi melihatku dan tersenyum manis. tanpa sadar aku pun membalas senyuman Sandi.


"Kalo kamu ingin menjadi pribadi yang baik,berubahlah demi dirimu sendiri. Bukan demi orang lain atau siapapun itu. Karena janji pada diri sendiri itu sulit di tepati". tambah ku.

__ADS_1


"Kenapa begitu sayang?" Deg,deg,deg..... Kok saat Sandi memanggilku sayang ada perasaan yang aneh,aku tidak lagi ilfil atau pun perasaan ingin protes seperti sebelum-sebelumnya. Rasanya nyaman dan hangat.


"Karena janji pada diri sendiri itu lebih sering di ingkari. Beda dengan janji dengan orang lain,janjinya itu akan terpaksa di tepati". jawabku.


" San,boleh aku tanya sesuatu?"


"Apapun untukmu sayang,aku akan menjawabnya".


Aku sedikit tidak enak,tapi aku penasaran.


"Tentang kamu dan D-Dirly".


"Oh itu,gak usah gugup kali yang cuma tanya itu doang.hehheeheh.... sebenarnya Aku dan Dirly teman dari kecil,dari dulu sebelum Dirly pindah ke sini.Usia ku dan Dirly beda 3 tahun.Aku 22 dan Dirly 25. Sekarang aku lagi kepikiran dia.Dia tidak ada menemuiku dan bahkan menghubungiku. Entahlah aku juga gak tau apa dia baik-baik saja atau enggak". jelas Sandi


"K-kenapa kamu berpikiran dia gak baik-baik saja? apa ada masalah dengan Dirly?". seru ku.


"Kamu kepo juga yah,,,, Dirly sempat curhat sekitar 2 minggu yang lalu kalo dia di jodohkan dengan anak sahabat papanya".


"A-apa di jodohkan?D-Dirly di jodohkan?" sesuatu seperti menghantam dadaku,sesak sekali mendengar Dirly di jodohkan.


Seketika aku baru sadar kalo Sandi masih ada di hadapan aku. Aku pun berusaha mengembalikan ekspresi kaget ku.


Aku tersenyum kikuk "Maaf San".


"Oh ya yang,aku mandi dulu yah" Sebelum aku menjawabnya Sandi sedah berjalan ke kamar meninggalkan ku di dapur.


Aku baru ingat kalo tadi Sandi mengajakku sarapan.


{Sandi pergi ke kamar mandi dengan menahan sesak di dadanya. mungkin di depan Olla dia ingin terlihat baik-baik saja saat Olla menanyakan tentang Dirly. Sebenarnya saat Olla bertanya tentang hubungan nya dengan Dirly Sandi sudah merasakan dadanya sesak.Dia tidak ingin Olla memikirkan laki-laki lain selain dirinya. Apa lagi saat melihat ekspresi Olla yang kaget mendengar kalo Dirly di jodohkan membuat Sandi tidak kuat lagi menahan sesak yang terus bergejolak di dadanya hingga dia pun beralasan untuk mandi. Sandi tau Olla menyimpan perasaan cinta untuk Dirly,tapi Sandi tidak ingin perasaan itu ada di hati Olla. baginya Olla hanya miliknya,hati dan raga Olla hanya miliknya milik Sandi Ferdian.


Sandi tidak akan membiarkan Olla dan Dirly bersama.Hingga membuat dia harus bergerak lebih cepat dengan cara menikahinya,walau pun Olla masih belum mencintainya. Biarlah Sandi egois tidak memikirnya perasaan Olla. Bagi Sandi Cinta akan datang seiring berjalan nya waktu. Sandi yakin dia bisa buat Olla jatuh cinta padanya dan melupakan Dirly.


Tidak terasa setengah jam sudah Sandi mengurung diri di kamar mandi.Sandi tidak sadar kalo sedari tadi dia menangis menahan sesaknya. Baru kali ini seorang Sandi menitikkan air matanya karena seorang wanita yang begitu dia cintai tidak mencintainya.


Olla mengetuk pintu kamar Sandi dan mengajak Sandi sarapan.Olla sudah menghangatkan lauk yang ada di lemari pendingin ke dalam microwave lalu menatanya di piring.

__ADS_1


Olla menunggu Sandi tapi Sandi tidak kunjung datang. Hingga Olla memberanikan diri mengetuk pintu kamar Sandi.


Sandi membuka pintu dan mematung melihat wajah Olla yang sedikit pucat }.


"Apa kamu baik-baik aja yang? wajahmu pucat loh" tanya Sandi sedikit panik


" Aku tidak apa-apa,hanya lapar" jawab Olla sambil melengos jalan ke meja makan lalu duduk meninggalkan Sandi yang sedikit panik.


" Apa kamu yakin yang? aku khawatir loh ini".


"Aku baik-baik saja Sandi,aku hanya lapar dan mungkin kelelahan". ucapku meyakinkannya.


Aku mulai memakan sarapanku dengan tenang, aku merasakan bahwa Sandi sedang memperhatikan ku. Aku pun pura-pura tidak menyadarinya. Usai sarapan aku pergi duluan ke kamar mandi. Aku masih kepikiran soal Dirly yang di jodohkan.


{ Olla memasuki kamar mandi dan berendam busa untuk merilexkan pikiran nya. Olla terus kepikiran masalah Dirly dan juga masalah dirinya dengan Sandi.


Olla berpikir untuk membuka hatinya untuk Sandi karena bagaimana pun dirinya sudah tidak perawan lagi. Dirly pantas mendapatkan yang lebih baik dari dirinya,pikir Olla.


Olla udah fresh kembali setelah berlama-lama berendam,Olla keluar kamar dengan pakaian yang ada di lemari kamar yang Olla tempati.


Sandi melihat Olla yang sudah tidak pucat lagi dan bahkan terlihat cantik berlipat-lipat itu membuat adik juniornya tegang. Refleks Sandi pun menghampiri Olla yang masih berada di depan pintu kamar dan memeluknya erat.lalu Sandi mendaratkan ciuman nya di bibir manis Olla. Melumatnya lembut, Sontak Olla kaget dan mendorong dada Sandi. Tanpa persiapan Otomatis tubuh Sandi pun mundur ke belakang menabrak sofa dan


*Brugh.....


.


.


.


.


.


.Terima kasih.jangan lupa dukung aku.

__ADS_1


di tunggu like dan komennya*


__ADS_2